
Malam pun tiba... Kini keluarga Evan yang bertambah setelah kedatangan Richie dan yang lainnya semakin terlihat ramai riuh dengan candaan sesekali juga diselingi dengan perdebatan kecil diantara anak - anak tersebut. Evan dan Richie memutuskan untuk membawa pasukan mereka untuk makan malam di tepi pantai terkenal di Bali yang menyajikan beraneka ragam menu olahan berbahan dasar seafood. Suasana romantis pun begitu kentara dengan warna langit senja di atas kepala mereka. Ada Nicholas dan Joana juga disana karena tadi sebelum berangkat Nala memang sengaja menghubungi Nicholas untuk mengajaknya bergabung juga.
Obrolan - obrolan ringan kembali menyeruak disela mereka menunggu hidangan yang mereka pesan datang. Raynevandra dan Alexandra kini menjadi bahan ledekan para anak - anak disana karena keduanya sama sekali tak canggung bergandengan tangan di depan mereka semua. Hanya Stevano saja yang tetap mendiam. Maura pun juga belum mengetahui perihan obrolan Stevano dan Evan kemarin.
Setelah hidangan mereka datang, mereka semua pun berdoa dipimpin oleh Nala yang memenangkan suit sebelumnya. Makan malam dalam diam karena ini lah kebiasaan di keluarga Richie dan Evan. Seelah semua makanan mereka tandas, barulah mereka semua kembali mengobrol santai sambil menikmati indahnya laut malam ini.
" Bawa Adekmu jalan - jalan... Daddy sama yang lain mau kembali ke Everic. " ucap Evan pada Anya yang duduk di hadapannya.
" Sangunya? " jawab Anya santai sambil menatap Evan dengan menengadahkan tangannya, para Orang Tua ini pun langsung tertawa, karena memang tingkah Anya hampir sama dengan Zeevanea.
" Nanti biar Mommymu yang kirim. " jawab Evan sambil terkikik.
" Oke... " jawab Anya sumringah dan mereka pun langsung berpisah arah.
Trap... Trap... Trap...
Bruuum... Whuuussszzzhhh...
Setibanya Evan dan para Orang Tua di Everic, mereka semua langsung duduk mengitari satu meja guna membahas perihal susunan acara birthday party Sandra esok malam. Evan juga sudah mengutus anak buahnya untuk mempersiapkan hal ini karena memang Sandra meminta pertolongan kepadanya untuk mempersiapkan acaranya. Dan acara ini pin diberlangsungkan di Resort milik Evan yang berkolaborasi dengan Niggar Company. Bukan tanpa alasan juga acara ini diadakan disana, tapi karena Teo juga dikabarkan tengah menginap disana bersama Selingkuhannya.
" Lo gimana sih, San... Birthday Party malah minta request lagu - lagu patah hati... " ucap Evan protes dengan permintaan Sandra.
" Niat Gue mau nyindir Teo, Van... Tolong lah Lo ngertiin Gue... " ucap Sandra sendu.
" Lo kalau mau party ya party aja, urusan sama Teo selesaiin setelahnya. " jawab Evan tak setuju dengan permintaan Sandra.
" Gue mau kasih surprise buat dia... " jawab Sandra dengan tatapan nanarnya jauh ke depan.
" Rencana Gue, di akhir acara nanti Gue mau kasih berkas gugatan cerai Gue sama Teo, tapi itu masukin script acara juga. " terangnya, mata mereka semua langsung membola sempurna mendengar jawaban Sandra.
" Lo mau malu - maluin Rumah Tangga Lo sendiri gitu? " sahut Richie yang akhirnya ikut berkomentar juga, Sandra nampak mengangkat sedikit sebelah sudut bibirnya.
" Evan sama Richie bener, San... Lebih baik urusan gugatan cerai Lo itu diomongin pas udah kelar acaranya. " timpal Vivian.
__ADS_1
" Gue udah nggak tahan digantungin sama Teo kaya gini... " ucap Sandra dengan mata yang semakin berkaca - kaca.
" Kalaupun Gue sama Teo harus malu karena hal itu, setidaknya Gue yang tidak lebih merasakan malu. Karena disini Gue mau tunjukin kalau Gue berhasil membongkar skandal perselingkuhan Suami Gue di depan banyak orang dengan mendatangkan Selingkuhannya disana. " jelas Sandra setelah beberapa saat terdiam menjeda ucapannya, Sandra berucap dengan bibir bergetar dan merasa diremat hatinya.
" Gue nggak tega liat Maura sampai lari nyari perlindungan sama Lo... " lanjutnya dan menatap dalam pada Evan dengan air mata yang perlahan membasahi pipinya.
" Belum lagi nanti kalau Maura tau tentang obrolan kita kemarin... " lanjutnya sambil mengusap kasar air matanya.
" Emang kalian ngobrolin apaan? " sela Richie bertanya karena penasaran.
" Mas Evan tidak akan menyetujui Stevano dan Maura menikah kalau Teo masih seperti ini. " ucap Rayne yang sedari tadi terdiam dan kini mulai buka suara dengan bibir bergetar.
" Mereka berdua Pacaran? " sahut Vivian terkejut, Evan, Rayne, dan Sandra pun mengangguk bersamaan.
" Gue uda lama curiga sama kedekatan mereka jauh sebelum Stevano mengatakan jika berpacaran dengan Maura... " ucap Evan sambil menatap Richie yang terlihat masih tercengang.
" Dan Lo juga tau sendiri apa yang Gue bilang sama Teo waktu itu... " lanjutnya, Richie pun mengangguk paham.
" Lo tau, kan... Gue langsung bilang sama Teo kalau Gue nggak akan pernah menyetujui hubungan Maura dan Stevano kalau Teo masih bermain gila seperti itu. " jelas Evan, Richie kembali lagi mengangguk dan benar adanta ucapan Evan kepada Teo waktu itu.
" Sekarang itu keputusan sepenuhnya ada di tangan Teo... Karena Gue udah memberikan keputusan Gue sebelumnya, tapi keputusan Teo sepertinya lebih mementingkan hubungan gelapnya dan otomatis mengorbankan kebahagiaan Maura. " imbuhnya, mereka pun nampak berpikir bersama.
" Yang bikin ulah Teo, Van... Kasihan anak - anak kalau Lo nggak setujuin hubungan mereka. " sela Vivian ikut prihatin.
" Dan kalau mereka berdua kabur karena nggak Lo setujuin gimana coba? " lanjutnya bertanya karena khawatir.
" Yang bikin ulah ya emang Teo... " jawab Evan.
" Tapi bagaimanapun juga, nanti Teo juga akan menjadi Papanya Stevano kalau Stevano menikahi Maura. Kelakuan Teo ini bisa jadi contoh buruk buat Stevano yang nantinya juga akan menyandang gelar sebagai seorang Suami juga Kepala Keluarga. " lanjut Evan tegas.
" Gue tau Stevano... Stevano nggak akan pernah bawa kabur Maura. " imbuh Evan tegas.
" Yang namanya orang nekad bisa aja sih, Van... " timpal Richie ikut kepikiran juga.
__ADS_1
" Gue kasih Kalandra buat Lo kalau sampai Stevano berani bawa kabur Maura. " jawab Evan tegas dengan senyum smirknya, mereka semua pun kembali terdiam.
" Sekarang fokus sama acara Lo aja dulu deh, San... Maura sama Stevano bisa kita pikir pelan - pelan, nunggu keputusan final dari Teo. " ucap Evan kembali bersuara, Sandra pun mengangguk.
" Gue tuh pengen nanti pas acara Gue itu Gue nyanyi disana, dua atau tiga lagu Gue nyanyi. Cariin Gue lagu yang kiranya liriknya pas sama situasi Gue sama Teo. Terus Gue pengen Lo yang ngiringin pakai pianao atau gitar gitu. " jawab Sandra mengutarakan keinginannya, mata Evan pun langsung membola sempurna.
" Karena kalau ada Lo yang di atas panggung sama Gue, Gue yakin Teo nggak akan berani naik ke atas panggung dan bikin rusuh acara Gue. " lanjutnya memberikan alasannya.
" Emang Lo ngundang banyak orang beneran? " tanya Evan kembali memastikan.
" Iya... Gue ngundang Sahabat Gue sama Sahabatnya Teo... " jawab Sandra sambil mengangguk.
" Ogah, Gue! " jawab Evan menolak dengan mata yang menyalak tajam, Richie dan Vivian nampak menahan tawanya, sementara Rayne hanya diam karena sangat kepikiran dengan nasib hubungan Stevano dan Maura.
" Lo ngundang semua Sahabat Lo sama Sahabat Teo udah pasti Lo ngundang Dygta, dong! " lanjut Evan dengan suara meninggi, Rayne langsung menoleh ke arah Evan.
" Ya iya lah, Evan! Kan Dygta emang Sahabatnya Teo dari SMP. " jawab Sandra jengah.
" Ogah Gue naik ke atas panggung buat temenin Lo. " tegas Evan lagi.
" Hahaha... Evan akut Istrinya disabet Dygta lagi kayanya, San... " sahut Richie sembari tertawa melihat ekspresi merajuk Evan.
" Emang Lo mau disabet sama Dygta lagi, Rayne? " lanjut Sandra bertanya jahil kepada Rayne, Rayne langsung melotot terkejut.
" Jangan ngarang, ah! " jawab Rayne sambil menatap Sandra dan Evan bergantian.
" Malu sama anak udah tua mau macem - macem. " lanjut Rayne kesal dengan pertsnyaan Sandra.
" Bukannya kamu malah suka kalau macem - macem, hmmm? " goda Evan sambil menatap jahil juga menjawil dagu Rayne.
" Apaan sih, Mas! Nggak nyambung, deh!" sungut Rayne kesal, Evan dan yang lainnya pun jadi terkikik bersama.
__ADS_1
" Udah, ya! Nggak usah bahas dan ngeributin soal Dygta! Nanti ujung - ujungnya kamu pasti bakalan cemburu sendiri meski aku juga nggak ngapa - ngapain! " tegas Rayne.
" Iya, iya! " jawab Evan malas sambil mengerucutkan bibirnya, yang lain hanya terkikik melihat mereka berdua.