Si Dingin Dan Si Barbar

Si Dingin Dan Si Barbar
Bab 184 - Kembalinya Evan


__ADS_3

Beberapa hari pun terlewati tanpa terasa... Meski acara pernikahan Raynevandra dan Alexandra kian mendekati hari H tapi suasana di kediaman Evan dan Rayne masih terlihat dingin karena banyaknya terpaan masalah yang seolah tak ada habisnya. Permasalahan asmara Zeevanea dan Nicholas yang baru terungkap beberapa hari lalu itu lah penyebab semakin rumitnya permasalahan yang tengah dihadapi oleh Evan sekeluarga. Keluarga Evan yang biasanya nampak selalu bertabur kehangatan itu pun kini nampak berbeda dari biasanya. Obrolan - obrolan hangat seperti biasanya itu pun kini hanya berganti dengan obrolan pendek seadanya. Dygta yang semula ingin menemui Evan pun masih juga belum bisa bertemu dengan Evan. Karena ketika Dygta menghampiri Evan ke kantor tetapi Evan selalu tak berada di tempat. Ditambah para Pegawai kantor Evan yang tak memberitahukan kepada Dygta perihal acara resign-nya Evan membuat Dygta semakin sulit untuk bertemu dengan Evan. Sebenarnya untuk urusan pribadi lebih baik dibicarakan di rumah. Tetapi mengingat keberadaan Rayne yang sudah pasti jelas di rumah Evan membuat Dygta mengurungkan niatnya untuk mendatangi Evan kesana. Dygta tak mau Rayne ikut dicaci oleh Evan karena kedatangannya. Meski Dygta selalu terus berusaha untuk mengubur dalam rasa cintanya yang masih tersisa kepada Rayne tetapi tetap saja Dygta tak mau membuat Rayne ikut terseret kembali ke dalam permasalahan baru ini.


" Lo datengin ke rumahnya aja kali, Kak! " kesal Aga karena sampai kemarin terus mengunjungi Evan ke kantor Kalandra Group tetapi Dygta belum juga berhasil menemui Evan, Dygta nampak menghela nafas kasar.


" Gue nggak mau Queen ikut terseret lagi sama masalah Gue sama Evan. " jawab Dygta seadanya.


" Evan pasti nyangkut pautin sama yang dulu - dulu. Kasihan Queen... " lanjutnya menjelaskan, Aga hanya diam juga kian geram dengan Evan.


" Tapi nggak bisa juga kalau masalah ini didiemin terus... Kasihan Nicky sama Princess. " ucap Aga penuh sesal, Dygta hanya diam dan terus berfikir bagaimana caranya untuk bisa bertemu dengan Evan.


" Nanti malem Gue anterin Lo ke rumah mereka. Lo harus gerak cepat. " tukas Aga memutuskan tanpa meminta pertimbangan kepada Dygta lagi.


" Ga... " lirih Dygta dengan maksud keberatan dengan keputusan Aga.


" Nggak ada cara lain lagi. Nasib Nicky ada di tangan Lo. " jawab Aga tegas tak setuju dengan penolakan Dygta.


" Kalau Gue ajak Teo gimana, Ga? " tanya Dygta, Aga nampak mengernyitkan keningnya sembari menatap pada Dygta.


" Teo kan temen deketnya Evan juga, siapa tau Teo bisa bantuin Gue ngomong sama Evan. " jelasnya.


" Terserah Lo deh yang penting Lo cepetan datengin Evan. " jawab Aga pasrah, setidaknya Kakaknya juga berusaha untuk menemui Evan ke rumahnya meski tak bersamanya.


" Cepetan hubungin Teo. Takutnya Teo juga sibuk. " lanjut Aga memerintahkan Dygta untuk kembali bergerak cepat, Dygta langsung mengambil ponselnya dan menghubungi Teo saat itu juga.

__ADS_1


Trap... Trap... Trap...


" Assalamualaikum... " ucap Devandroe yang baru saja pulang dari sekolah.


" Waalaikum salam. " balas Susi yang kebetulan berada disana.


" Mommy kemana? Kok sepi... " tanya Devandroe.


" Ibu sama Bapak tadi pergi berdua, Tuan Muda... " jawab Susi seadanya, Devandroe pun mengangguk kemudian langsung bergegas naik ke lantai atas menuju kamarnya.


Trap... Trap... Trap...


" Terima kasih, Mas... Kamu memang yang terbaik. " ucap Rayne penuh rasa syukur, Evan hanya tersenyum sembari memeluk Rayne di ruang kerjanya yang ada di kantor Kalandra Group.


" Seneng ini rupanya uang bulanannya balik lagi jadi banyak... " goda Evan kepada Rayne seolah keduanya sedang tak memiliki beban berat yang bertumpukan.


" Bisa aja Bu Presdir... " goda Evan lagi dengan sambil terkikik, Rayne pun ikut terkikik, pelukan keduanya pun terlihat semakin erat seolah melambangkan bahwa keduanya tengah saling menguatkan satu sama lain.


Setelah pertemuan Evan dengan pihak Armaya Coorporation beberapa hari lalu, Rayne memang selalu membujuk Evan untuk tetap memimpin Kalandra Group. Dan siang ini adalah hari dimana Evan kembali menjabat secara resmi sebagai Presiden Direktur dari Kalandra Group setelah lagi tadi melaksanakan rapat tertutup dengan beberapa pihak pemegang saham yang tergabung di dalam Kalandra Group. Nampak wajah lega juga bahagia yang tersirat dalam wajah - wajah para pemegang saham setelah Evan mengatakan jika Evan akan kembali memimpin Kalandra Group. Eric yang sebelumnya memutuskan untuk mengikuti Evan resign pun akhirnya juga memutuskan untuk kembali mengabdikan dirinya pada Kalandra Group bersamaan dengan kembalinya Evan sebagai Presiden Direktur dari Kalandra Group.


Setelah hari menjelang petang, Evan baru mengajak Rayne untuk pulang setelah setengah hari ini berada di kantor yang susasanya sempat Evan rindukan. Eric juga nampak sudah tak terlihat di kantor sejak siang tadi seusai acara pertemuan mereka dengan para pemegang saham berakhir. Ketika keduanya berjalan menuju keluar dari kantor pun nampak semburat wajah bahagian yang menghiasi wajah - wajah para Karyawan Kalandra Group. Evan tetap gaya angkuh dan dinginnya, Rayne pun tetap dengan gaya lembut elegannya yang selalu menggamit lengan Evan dengan mesra. Setelah sampai di area parkir khusus Petinggi Perusahaan, keduanya langsung masuk ke dalam mobil dan bergegas pulang menuju ke rumah mewah milik mereka. Tak ada Bisma ataupun Bram disana karena kedua Bodyguard itu sedang mengikuti meeting intern pada Arm Guard yang menjadi kesatuannya.


Trap... Trap... Trap...

__ADS_1


Bruuum... Whuuussszzzhhh...


Tepat ketika adzan Maghrib berkumandang, mobil sedan mewah berwarna hitam mengkilat yang dikendarai sendiri oleh Evan ini pun nampak mulai terlihat memasuki area luas rumah megah milik Evan dan Rayne. Hingga akhirnya berhenti di depan teras yang berada di depan Paviliun belakang rumah ini. Keduanya turun bersamaan dan melangkah bersama untuk masuk ke dalam rumah.


Trap... Trap... Trap...


Ceklek...


Trap... Trap... Trap...


Brakkk!!!


Bagh!!!


Bugh!!!


Bagh!!!


Bugh!!!


Brakkkkkkkkkk!!! Pyarrrrrrrrrr!!!


" Cukup!!! " teriak Rayne histeris setelah Rayne dan Evan masuk tapi keduanya langsung dihadapkan pada perkelahian yang terjadi antara Raynevandra dan Devandroe.

__ADS_1


Evan yang bermaksud menghentikan perkelahian dengan memberitahukan keberadaannya pun langsung menendang meja kaca di hadapannya agar sepasang kembar kecil ini menghentikan adegan perkelahiannya, dan benar adanya bahwa si kembar kecil ini pun langsung berhenti seketika itu juga setelah menyadari keberadaan kedua Orang Tuanya disana. Meja kaca kristal itu pun jelas langsung pecah dengan serpihan yang nampak berhamburan ke segala arah.


" Ada apa ini? " tanya Evan datar diiringi dengan tatapan dingin yang menusuk tulang, Evan juga mencengkeram tangan Rayne agar tak mendekati kedua Putranya disana, tatapan Devandroe dan Raynevandra masih beradu tajam dan nampak kilatan amarah yang menyelimuti tatapan keduanya.


__ADS_2