Si Dingin Dan Si Barbar

Si Dingin Dan Si Barbar
Bab 89 - Rahasia


__ADS_3

Evan sekeluarga juga Maura, Nicholas, dan Joana nampak berpencar di atas Fast Cruise yang akan menyebrangkan mereka ke Pulau Nusa Penida. Zeevanea terlihat sudah sedikit lepas dari templokannya kepada sang Mommy. Zeevanea terlihat menikmati perjalanannya di atas Fast Cruise. Zeevanea dan Maura pun tak henti berfoto dengan berlatar belakang air dan berada di atas Fast Cruise yang mereka tumpangi. Jelas Stevano lah yang menjadi Fotografer mereka. Tapi Nala dan Nicholas juga Joana juga berada tak jauh dari mereka bertiga. Sementara Rayne dan Evan pun juga sedang menikmati perjalanan ini dengan saling berpelukan mesra sembari menatap ke arah hamparan luasnya perairan yang membentang di hadapan mereka.


" Heleh udah pada tua masih mau sok - sok an gegayaan ala Titanic... " cibir Nala yang melihat Evan sedang memeluk Rayne dari belakang dan membentangkan kedua tangan Rayne ke samping seperti adegan di film Titanic.


" Jomblo sewot... " cibir Evan sambil melirik sinis kepada Nala yang duduk di belakang tak jauh darinya berdiri, Nala semakin mendengus kesal dan langsung mencebikkan bibirnya.


" Makanya cari Cewe sana biar nggak resek kalau liat orang mesra - mesraan... " lanjut Evan, semakin dilipat saja wajah Nala, sementara lainnya langsung terkikik.


Trap... Trap... Trap...


" Lepas! " bisik Zeevanea membentak pelan juga dengan tatapan mata yang tajam kala Nicholas tiba - tiba berpindah mendekat dan langsung memeluk pinggangnya tanpa ada yang melihat.


" Maafin aku... " lirih Nicholas dengan tatapan sendunya dan menahan tangan Zeevanea yang terus meronta melepaskan pelukan tangan Nicholas di pinggang Zeevanea.


Zeevanea akhirnya diam dengan wajah kian terlihat kesal karena tak berhasil melepaskan rangkulan tangan Nicholas di pinggangnya. Sementara Evan dan Rayne asik sendiri berkeliling Fast Boat, keenam anak muda ini pun bercanda bersama di satu area yang sama dan juga berfoto bergantian juga sesekali berfoto bersama. Beruntungnya Zeevanea karena yang lainnya tidak ada yang menyadari jika tangan Nicholas tengah memeluk pinggang rampingnya dari samping dan melingkar di belakang itu.


Trap... Trap... Trap...


" Main disini enak kayanya, Dek... Main sambil lihat hamparan air yang indah ini. " bisik Evan dengan seringai nakal.


" Nggak mau. " tolak Rayne tegas dengan tatapan tajamnya.


" Bentar aja. " ucap Evan memaksa.


" Nggak ada! " tolak Rayne.


" Bentar aja Adek Sayang... " ucap Evan pantang menyerah.


" Mas Evan mana bisa main sebentar! " jawab Rayne sinis juga tegas.


" Nanti kalau anak - anak lihat kita malu. " lanjut Rayne menolak.

__ADS_1


" Kamu pakai dress gini gampang mainnya... Tinggal masukin aja beres. " jawab Evan dengan santainya dan tetap memaksa.


" Kasihan nih pusakanya udah kenceng... " lanjut Evan dan langsung membawa tangan Rayne untuk menyentuh pusaka berharga yang sudah terasa mengeras itu.


" Ya udah cepetan sebelum ketahuan. " jawab Rayne yang akhirnya menyerah, dan Evan pun langsung melaksanakan tugasnya tanpa menunggu lama.



Sementara anak - anak yang lain juga sedang asik bersenda gurau dan berfoto bersama, Zeevanea kini sudah berhasil lepas dari pelukan Nicholas karena tadi Joana mengajak Nicholas untuk foto berdua. Zeevanea langsung beranjak ke tempat yang lain untuk menghindari Nicholas. Tapi baru beberapa langkah Zeevanea beranjak, Nicholas sudah menyadarinya dan langsung mengejar Zeevanea sementara Joana sudah kembali asik dengan yang lainnya.


Trap... Trap... Trap...


" Zeevanea tunggu! " pekik Nicholas, keduanya sudah menjauh dan tak terlihat oleh anak - anak yang lain, Zeevanea tetap berjalan tanpa perduli pada Nicholas.


Bugh!!!


Nicholas melangkah cepat hingga akhirnya ia berhasil merengkuh Zeevanea ke dalam pelukannya.


" Please maafin aku, Zeevanea... " lirih Nicholas yang tak juga pantang menyerah untuk mendapatkan hati Zeevanea.


" Aku cinta sama kamu... Jujur aku emang langsung jatuh cinta sama kamu sejak pertama kita bertemu. " ucap Nicholas yang kembali mengulangi perkataannya kepada Zeevanea semalam.


" Daddy nggak akan ngizinin, Nic! " bentak Zeevanea pelan.


" Hubungan lebih itu bukan untuk main - main... Dan aku juga nggak mau jalanin hubungan tanpa restu dari Orang Tuaku. " tegasnya.


" Lihat mataku... Tatap aku Zeevanea... " ucap Nicholas tegas dan merenggangkan pelukannya agar mereka berdua bisa bersitatap, dengan perlahan Zeevanea pun menurut dan membalas tatapan mata Nicholas yang dalam.


" Kita luluhkan kerasnya hati Om Evan sama - sama, ya... " lirih Nicholas dengan tatapan keduanya yang sama - sama dalam.


" Batu yang keras pun akhirnya bisa hancur karena terus - menerus terkena air, Zeevanea... " lanjutnya terus berusaha untuk meyakinkan Zeevanea.

__ADS_1


" Dan masalah Om Evan pun sebenernya sama Papi, bukan sama aku... " imbuhnya..


" Buktinya selama ini Om Evan wellcome sama aku... " lanjutnya.


" Daddy kelihatan wellcome karena menganggap kita cuma berteman. " tegas Zeevanea.


" Dan aku tau betul sosok keras seorang Evano Gamya Kalandra... Daddyku sangat anti Nitinegara. " tegasnya lagi dengan tatapan tajamnya.


" Aku rela melepas nama itu jika memang alasanmu menolakku karena nama belakang Nitinegara yang tersemat pada namaku sekarang. Dan aku juga bersedia pergi dari kehidupan keluarga Nitinegara jika kamu menginginkannya. Aku akan kembali menjadi Nicholas Amauri Abhivandya jika hanya dengan itu kamu bisa menerimaku. " jawab Nicholas menjelaskan dengan begitu tegas.


" Jangan gila kamu, Nic! " tegas Zeevanea tak setuju dengan ucapan Nicholas, tanpa sadar Zeevanea menggunakan kata kamu saat berbicara dengan Nicholas.


" Aku gila karenamu Zeevanea Gamyara Kalandra! " jawab Nicholas tak kalah tegas, Zeevanea nampak frustasi.


" Bagaimanapun juga Papi dan Mami yang udah ngerawat kamu setelah kedua Orang Tuamu tiada, mereka udah tulus sayangin kamu... Kamu nggak boleh ngelakuin hal itu sama mereka. Mereka akan terluka kalau sampai kamu menghapus nama belakang Nitinegara dan meninggalkan keluarga Nitinegara hanya karena aku. " ucap Zeevanea mulai melunak.


" Lalu aku harus gimana lagi kalau kamu tetep seperti ini? " tanya balik Nicholas dengan wajah frustasi.


" Yang bermasalah itu Om Evan sama Papi, bukan aku sama kamu... " lanjutnya sambil menggoncangkan kedua pundak Zeevanea yang dipegangnya.


" Dan perkara itu terjadi sudah lama, itu semua sudah jadi masa lalu mereka. " lanjutnya dengan suara melemah.


Bugh...


" Oke, kita coba... " ucap Zeevanea tergesa - gesa, tak mau Nicholas nekad dan meninggalkan keluarga Nitinegara karenanya, Nicholas yang sebenarnya terkejut langsung memeluk Zeevanea erat penuh kelegaan.


" Terima kasih, Zeevanea... Terima masih, Sayang... " ucap Nicholas tulus penuh syukur juga penuh kelegaan dan langsung memanggil Sayang kepada Zeevanea, Zeevanea yang baru saja menjawab pernyataan cinta Nicholas itu juga masih terlihat tercengang saking tak percayanya jika dirinya sudah mengatakan iya meski hanya dengan ungkapan kata konyol itu.


" Tapi aku mau kita rahasian dulu hubungan ini untuk sementara waktu. Aku juga butuh waktu untuk lebih mengenalmu... Dan bersikaplah biasa saja di depan semua orang sampai kita berdua benar - benar siap untuk mempublikasikan hubungan baru ini. "tegas Zeevanea menjelaskan, Nicholas pun mengangguk, ia menyadari jika Zeevanea dan dirinya memang belum saling kenal dan juga Evan memang akan sulit untuk menerima hal ini.


" Aku setuju... " jawab Nicholas, pelukan keduanya pun terurai.

__ADS_1


__ADS_2