Si Dingin Dan Si Barbar

Si Dingin Dan Si Barbar
Bab 123 - Whatever


__ADS_3

Pagi ini di salah satu sudut ruang Restoran yang berada di Lux Resort nampak ramai dengan barisan Pengunjung yang sedang melakukan sarapan pagi. Baik di area VVIP maupun area non VVIP. Restoran nampak ramai meski tetap terkesan penuh dengan ketenangan. Tamu - tamu undangan pesta Ulang Tahun Sandra semalam pun masih banyak yang berada di Lux Resort meski ada juga sebagian yang sudah langsung meninggalkan tempat setelah acara Ulang Tahun Sandra berakhir. Banyak juga Tamu asal Bali yang semalam menghadiri acara Ulang Tahun Sandra mengingat dahulu sebelum Sandra dan Teo menikah, Sandra yang notabenenya adalah seorang Dokter juga pernah berdinas di Bali.


Trap... Trap... Trap...


" Sendirian aja, Pak Presdir... " ucap Dante sambil menepuk kasar pundak Evan, Dante baru saja tiba di Restoran bersama sang Istri juga Moza dan juga Raka bersama Istrinya, Noela juga lengkap bersama anak - anak mereka, mereka semua pun langsung memposisikan diri untuk duduk disana, anak - anak pun langsung mengambil posisi duduk terpisah dari para Orang Tua, Evan hanya menatap Dante sekilas kemudian kembali menghisap dalam rokok di tangannya.


" Rokok kopi, rokok kopi... Kaya nggak ada yang lain aja. " timpal Noela mencibir Evan, Raka nampak menahan tawa melihatnya karena memang Raka pasti tak akan berani melakukan hal yang seperti Istrinya lakukan sekarang mengingat jika Evan lah yang memberinya pekerjaan dan membuatnya merasakan kehidupan yang lebih dari nyaman sampai sekarang ini, rasa hormat Raka kepada Evan memang selalu dijunjung tinggi.


" Ada yang lain, Noe... " sahun Nadine sambil menatap sinis juga jahil sekilas pada Evan.


Apaan? tanya Noela semangat.


" Having ***!!! " bisik Nadine yang langsung mendekatkan bibirnya di telinga Noela tapi yang lain masih bisa mendengar.


" Mulutmu! Ada anak - anak! sahut Dante memekik pelan penuh penekanan yang lain pun langsung terkekeh sementara Evan tetap diam saja tanpa menghiraukan dan tetap terlihat anteng menikmati rokoknya.


" Btw... Queen kemana sih Mas Daddy? " tanya Moza penasaran karena Evan yang biasanya kemana - mana selalu bersama Rayne tapi kali ini Moza tak melihat keberadaan Rayne disana, Evan hanya diam seolah ia hanya seorang diri di tempat itu, ia sama sekali tidak berniat membuka mulutnya untuk menjawab rentetan pertanyaan mereka.


" Namanya Rayne buka Queen, Moo... " sahut Dante yang jadi ikut meledek, menirukan ucapan Evan kala Istrinya dipanggil Queen oleh mereka yang 0ernah turut menjadi saksi masa kelam Evan dan Rayne kala itu.


" Hahaha... " mereka semua langsung tergelak kecuali Raka yang terus memperhatikan Evan dengan pemikiran lebih dalam.


Trap... Trap... Trap...


" Morning... " sapa Raynevandra datar dan langsung menyapa.


" Morning, mini me... " balas Evan sambil menatap sendu Raynevandra yang datang bersama Alexandra tentunya tapi Raynevandra tak tampak mengecup bibir Daddynya.


" Pagi, Om... Pagi, semua... " sapa Alexandra juga, mereka semua nampak tersenyum sementara Evan hanya mengangguk.


" Mommyku mana? " tanya Raynevandra langsung karena melihat Mommynya tidak berada disana bersama mereka.


" Masih di kamar. " jawab Evan seadanya.


" Kamu nggak kasih morning kiss buat Daddy, Dude? " tanya Evan yang memang biasanya sampai seperti Sahabat dengan Raynevandra.


" Enggak! " pekik Raynevandra datar, orang - orang yang ada disana pun langsung tergelak melihat interaksi keduanya tapi Raka malah merasa semakin penasaran, Evan pun kembali diam dan menghisap kembali rokok di tangannya.


Trap... Trap... Trap...


" Pagi semua... " sapa Devandroe yang datang bersama Rayne dan Stevano.


Trap... Trap... Trap...


" Lo gimana sih Steve dibilang suruh nunggu juga main tinggal aja. " gerutu Nala yang baru datang bersama Marcello dan Ara, orang - orang disana pun mengurungkan untuk menjawab sapa pagi dari Devandroe.

__ADS_1


" Lo kelamaan. " jawab Stevano datar.


" Loh, Zeevanea mana? " tanya Rayne sambil menatap Alexandra dan Evan bergantian.


" Astaga!!! " pekik Nala kaget sambil menepuk keningnya kencang.


" Kenapa? " tanya Evan pada Nala.


" Minggat semalem katanya. " jawab Nala seadanya menirukan ucapan Zeevanea semalam.


" Abang yang bener? Kenapa nggak dicegah? " sahut Rayne panik, matanya mulai terlihat berkaca - kaca.


" Ya aku kira bercanda... " jawab Nala berbohong, yang sebenarnya tak enak melihat ekspresi sedih Rayne, sebenarnya Nala juga baru ingat jika semalam Zeevanea tidur di kamar Nicholas.


" Ini semua gara - gara kamu, Mas! " pekik Rayne yang langsung menyalahkan Evan, air matanya perlahan menetes membasahi pipi, matanya menatap Evan nyalang tapi juga masih terlihat sendu.


" Aku nggak salah! Jangan seenak kepalamu nuduh orang sembarangan! " pekik Evan datar dan penuh penekanan.


" Daddy nggak usah ngomong kasar sama Mommy! " bela Stevano kepada Mommynya.


" Whatever!!! " pekik Evan tegas sambil menatap Stevano kemudian langsung berdiri dari duduknya dan menyesap dalam puntung rokoknya sembari beranjak.


Trap... Trap... Trap...


" Siapa yang Pecundang, Ray? Daddy yang kamu maksud? " tanya balik Evan sambil menunjuk dirinya sendiri juga menatap tegas pada Raynevandra dan sekilas menatap sinis pada Rayne.


" Ray nggak nyangka Daddy tega hianatin Mommy! Daddy tega tau, nggak! Mommy lagi hamil juga! " jawab Raynevandra tegas seolah tanpa takut pada Evan, mereka semua yang berada disana semakin dibuat tercengang bungkam akan ucapan yang dilontarkan Raynevandra.


" Pergi ke ruang CCTV, lihat kelakuan Mommy kalian disana sebelum kalian lebih berdosa lagi karena menyalahkan Daddy tanpa tau pasti! " ucap Evan tegas menatap bergantian pada Stevano, Devandroe, dan Raynevandra dan terakhir menatap nyalang kepada Rayne.


" Lalu simpulkan dengan otak pintar kalian siapa yang korban disini! Rugi rasanya Daddy kasih makan kalian makanan bergizi tapi kalau otak kalian tetap saja tumpul! " tandasnya kemudian beranjak pergi begitu saja.


Trap... Trap... Trap...


" Mas Evan, tunggu! Mas!!! " pekik Raka dan langsung menyusul Evan meski Evan sama sekali tak menoleh sedikit pun.


Trap... Trap... Trap...


" Kakak mau lihat CCTV, kalian mau ikut? " tanya Stevano pada Devandroe dan Raynevandra.


" Aku ikut. " jawab Raynevandra, sementara Devandroe hanya mengangguk saja.


" Gue ikut, Steve. " sahut Nala yang semakin penasaran dengan acara minggat terselubung Zeevanea.


" Kamu sama Mommy dulu, ya... " ucap Raynevandra pada Alexandra, Alexandra pun mengangguk, keempat Punggawa Kalandra ini pun beranjak bersama.

__ADS_1


Trap... Trap... Trap...


" Ada apa lagi? " tanya Nadine pada Rayne.


" Dygta, Nad... " lirih Rayne sendu sambil menatap Nadine.


" OMG! " pekik Moza yang langsung terlihat frustasi.


" Itu orang gila memang harus dikasih pelajaran! Hobby banget ngerusuhin Rumah Tangga orang! " sahut Dante yang langsung emosi setelah mendengar Rayne menyebut nama Dygta.


" Udah tau Bini orang juga masih dikejer aja! " lanjutnya frustasi.


" Jangan langsung emosi kalau nggak tau ceritanya. " sahut Nadine cepat.


" Si Panci nggak akan semarah itu kalau Bajingan tengik itu berbuat ulah! " tegas Dante logis, matanya menatap tajam pada Nadine, Nadine pun langsung mendengus khawatir.


Trap... Trap... Trap...


" Tegang banget masih pagi juga... " ucap Galang yang baru datang bersama Istri dan anaknya juga dengan beberapa anggota gerombolan mereka yang lain.


" Evan kumat. " jawab Dante malas.


" Kumat kenapa? " sahut Eric.


" Cemburunya kumat. " jawab Dante yang langsung menduga jika saat ini Evan memang sedang dibakar api cemburu pada Dygta.


" Kenapa, Dek? " tanya Eric berpindah pada Rayne dan langsung memeluk Rayne.


" Semalem kita ribut, Kak... Aku sama anak - anak nggak sengaja mergokin Mas Evan ciuman sama Mantannya waktu aku nyusulin yang Mas Evan ngejar Nala semalem. " jelas Rayne lirih, Eric dan yang lain nampak mendengarkan dengan seksama sembari mengusap lembut kepala Rayne.


" Michelle? " tebak Eric, Rayne langsung menggeleng, mereka semua pun jadi penasaran akan sosok Perempuan yanh diceritakan oleh Rayne.


" Terus siapa, dong? " sahut Dante yang semakin penasaran.


" Keyra, Te... " lirih Rayne sambil menatap Dante, jelas Dante dan Sahabat Evan juga pasti kenal dengan Perempuan bernama Keyra yang memang dulu adalah teman SMA mereka.


" Cari mati itu bocah! " sahut Irish yang langsung ikut emosi juga.


" Hahaha... Yang pernah diselingkuhin sama Keyra ikutan emosi nih. " ucap Jeffry yang langsung ngakak, Irish langsung menimpuk wajah Jeffry dengan cluth mahal yang dipegangnya, yang lain yang mengetahui kisah mereka pun ikut tertawa meski kebanyakan tak kencang.


" Brengsek! " umpat Irish sambil menatap penuh permusuhan pada Jeffry yang masih saja ngakak menatapnya.


" Keyra Istrinya Aga, Rayne? " sahut Galang penasaran, Rayne pun mengangguk samar, Galang memang juga berteman baik dengan Dygta dan juga Aga.


" Perang lagi nih Kalandra sama Niggar. " sahut Ben yang dari tadi hanya diam menyimak.

__ADS_1


__ADS_2