Si Dingin Dan Si Barbar

Si Dingin Dan Si Barbar
Bab 62 - Minta Maaf


__ADS_3

Dygta pun akhirnya duduk berdua dengan Evan di sofa yang ada di dalam ruang perawatan Zeevanea. Richie, Rayne, Aga, Stevano, juga Maura tengah mengelilingi ranjang Zeevanea.


" Langsung saja katakan apa yang ingin Anda bicarakan. " ucap Evan tegas dan datar tanpa basa basi karena tak ingin berlama - lama lagi bersama Dygta, ditambah sekarang juga sudah ada Rayne disana, semakin tak rela saja Evan jika Dygta menatap penuh damba kepada Istrinya.


" Kedatangan saya kemari karena saya ingin meminta maaf kepada Pak Evan dan Zeevanea perihal sikap Nicholas Putra saya semalam. " jawab Dygta tegas.


" Nicki memang tidak mengetahui jika Zeevanea adalah Putri Pak Evan, meski Nicki kenal baik dengan Stevano dan Nala. Dan mungkin kalaupun waktu itu Nala sempat memperkenalkan Nicki dengan Zeevanea, Nicki sudah pernah melihat Zeevanea dengan Pak Evan sebelumnya. Maka dari itu ketika Nicki melihat Pak Evan bersama Zeevanea dan kalian berdua terlihat mesra, Nicki menyimpulkan sepihak jika Zeevanea adalah Sugar Baby Pak Evan. " jelas Dygta.


" Sudahlah... Itu cuma salah paham. " jawab Evan malas, Dygta nampak terdiam kelu.


Trap... Trap... Trap...


" Lo juga sih, Van... Zee udah segede gitu masih Lo ciumin bibirnya aja. " sela Richie yang berjalan menghampiri Evan dan Dygta.


" Udah kebiasaan dari dulu, kali... Itu juga bentuk kasih sayang Gue sama anak - anak Gue. Steve aja juga masih kaya gitu. Nala yang bengal itu aja masih suka Gue ciumin. Anya aja tuh sekarang yang nggak mau Gue cium. " jawab Evan menjelaskan seadanya.


" Terus kalau orang nggak kenal lihat Gue sama Steve atau sama Nala kaya gitu dikira Gue sama Steve melenceng gitu? " lanjut Evan bertanya kesal.


" Ya iyalah anak Gue nggak mau lagi Lo cium bibirnya lagi kaya waktu dia masih kecil, dia udah gede juga. Malu dilihat orang. " jawab Richie kesal dan logis.


" Ya udah biarin aja orang di luaran sana mikir apa, kalau mereka tau aslinya pasti mereka juga bakalan diem dan malu sendiri udah nuduh Gue sama Zeevanea yang enggak - enggak. Ribet amat pikiran Lo. " jawab Evan malas, mereka semua berpikir ada benarnya juga ucapan Evan.


" Yang jadi masalah itu kalau Rayne denger Gue cium Zeevanea dari orang yang nggak kenal dan ngira Gue bener - bener punya Sugar Baby, padahal yang Gue cium di depan umum itu Zeevanea. Beda lagi nanti ceritanya, bakal panjang juga nanti nangisnya Adek Lo kalau sampai denger berita hoax kaya itu. " tegas Evan, Richie langsung mencebik kesal.


" Serah Lo dah! " ketus Richie, Evan hanya menanggapinya santai.


" Sekali lagi saya minta maaf atas nama Nicki... Terima kasih atas waktunya. " ucap Dygta setelah Evan dan Richie selesai beradu argumen, Evan menjawab hanya dengan anggukan saja, Dygta pun beranjak mendekati Zeevanea, mata Evan langsung mendelik tajam ke arah Dygta yang nampak berjalan santai ke arah ranjang Zeevanea.

__ADS_1


Trap... Trap... Trap...


" Zee maafin Nicki, ya... Nicki nggak tau kalau Zee anaknya Daddy. " ucap Dygta yang langsung menggeser posisi Aga yang berdiri di samping ranjang Zeevanea, menghadap pada Rayne yang berdiri di sisi ranjang lainnya.


" Zee kesel tau nggak, Pi! Anak Papi itu seenaknya aja ngehina Zee waktu Abang Nala mau kenalin dia sama Zee. " cerita Zeevanea pada Dygta, Evan menatap tak bersahabat ke arah mereka karena Zeevanea sama sekali tidak menceritakan hal itu kepadanya.


" Papi tau Nicki salah, Nicki emang nggak tau makanya Nicki sampai berpikir seperti itu. Papi minta maaf atas nama Nicki ya, Princess... Nanti Papi suruh Nicki minta maaf langsung sama Zee. " jawab Dygta tapi Zeevanea masih mengerucutkan bibirnya, Evan langsung mencebik mendengar Dygta memanggil Zeevanea Princess, Dygta menatap Zeevanea sembari mengusap lembut kepala Zeevanea.


" Kalau aja Zee tau si resek itu anaknya Papi pasti malah Zee omelin sampai habis. Bikin malu Zee aja sembarangan nuduh Zee Sugar Babynya Daddy di depan banyak orang. " jawab Zeevanea kesal, Dygta langsung tersenyum.


" Udah gitu si Abang juga diem aja malah pasang wajah ngeselin ikutan nuduh Zee gitu. " lanjutnya.


" Iya... Papi minta maaf atas nama Nicki, ya... " ucap Dygta, Zeevanea pun akhirnya menganggukkan kepalanya.


" Emang Abang kenalin kamu sama Nico dimana sih, Dek? " sela Stevano penasaran, Dygta dan Aga kembali diam untuk menjadi pendengar.


" Waktu kita lagi ngumpul di Cafe kapan hari itu loh, Sayangku... Waktu aku mau nonton sama Maura juga. Yang malemanya kita janjian mau makan malem di luar sama Mommy sama Daddy, sama Papici juga sama Nenek sama Kakek. " jawab Zeevanea.


" Yang kamu pulang duluan itu, Dek? " sela Evan bertanya kepada Zeevanea dari tempat duduknya, Zeevanea pun mengangguk.


" Malah Abang marahin Zee juga waktu itu... Bilangnya Abang kalau Zee cuma mau One Night Stand kenapa nggak cari yang muda, kenapa carinya Om - Om. Om Evan gitu maksudnya! " ucap Zeevanea, mereka semua nampak membelalakkan matanya seketika.


" Tumben nggak langsung Lo tampol, Dek... " lanjut Richie sambil terkikik, Rayne langsung menatap tajam pada Richie, tapi Richie tetap saja cekikikan.


" Udah... Sampai panas tangan Zee nampar si resek itu anaknya Papi Dygta. " jawabnya, Aga nampak menahan tawanya membayangkan Keponakannya ditampar Zeevanea, Dygta hanya diam menatap Zeevanea.


" Benci - benci gini awas nanti jatuh cinta... " ledek Richie dengan santainya.

__ADS_1


" Amit - amit, Papici! " teriak Zeevanea kesal, Evan langsung berjalan mendekat pada mereka.


Trap... Trap... Trap...


" Lo jangan ngaco! Gue orang pertama yang akan menentang kalaupun hal itu bener - bener terjadi. " hardik Evan pada Richie, Richie langsung terkikik, tak takut sama sekali meski mata Evan memelototinya, yang lain nampak mendiam karena Evan berbicara serius.


" Lo aja sana buruan minta Brian buat cepetan ngelamar Anya! Jangan cuma ngomong kalau anak Gue cinta Gue bisa apa meskipun sebenernya hati kecil Lo berat buat Besanan sama keluarga Nitinegara... Anya juga harus mikirin perasaan Lo. " lanjut Evan dengan maksud meledek balik tapi maksudnya juga masuk akal, gantian Richie yang mencebik.


" Lo nggak inget apa Lo dulu pernah ngomong apa... " ucap Evan lagi, Richie nampak berpikir.


" Minta dinikahin jangan cuma mau ditidurin! " bisik Evan dengan senyum mengejek juga dengan wajah menjengkelkannya, meski berbisik tapi mereka semua yang berada di dalam ruang perawatan Zeevanea masih bisa mendengar apa yang Evan katakan, Rayne dan Dygta langsung menatap Evan bersamaan.


" Ini beda ceritanya, Bangsat! " ketus Richie geram, Aga dan Dygta menatap tajam pada Evan.


" Enak aja Lo samain Anya sama perkara Rayne dulu. " lanjutnya, Evan hanya tersenyum sinis.


" Gue balik, ya... " ucap Aga yang akhirnya angkat bicara menyela pembicaraan Evan dan yang lainnya, meladeni kerusuhan Evan pasti tidak ada habisnya pikir Aga, Rayne pun mengangguk sembari menatap Aga.


" Makasih ya, Ga, Ta... Udah sempetin jenguk Zee kesini. " ucap Rayne dengan senyum kikuknya ketika bersitatap dengan Dygta, Aga dan Dygta pun mengangguk bersamaan.


" Senyum terus yang lagi ketemu mantan calon Suami... " cibir Evan yang jelas cemburu, Stevano dan Zeevanea saling melempar pandang, begitupun Aga dan Dygta yang menatap Evan dengan menahan kegeraman.


" Mas! " pekik Rayne kesal.


" Emang bener, kan? " tanya balik Evan dengan wajah menjengkelkannya seperti biasanya.


" Kami permisi... Terima kasih atas waktunya. " ucap Aga kemudian langsung keluar bersama Dygta.

__ADS_1


Trap... Trap... Trap...


Setelah kemarahan Rayne tadi memang sebenarnya keadaan di ruang perawatan Zeevanea masih belum kondusif. Evan juga masih dengan gengsi yang membumbung tinggi, Rayne juga sebenarnya masih marah kepada Evan yang tega memperlakukan Zeevanea dengan begitu kejamnya. Sementara Aga dan Dygta, jelas keduanya pulang dengan perasaan dongkol karena ulah Evan yang terus menyangkut pautkan dengan masa laku mereka.


__ADS_2