Si Dingin Dan Si Barbar

Si Dingin Dan Si Barbar
Bab 166 - Dicintai Zeevanea


__ADS_3

Trap... Trap... Trap...


Klothak!


" Lagi nonton apaan, sih? Serius amat kayanya... " ucap Zeevanea yang tiba - tiba sudah menghampiri Nicholas tanpa Nicholas sadari saking seriusnya ia menatap layar ponselnya hingga tanpa sengaja ponsel Nicholas sampai terjatuh saking terkejutnya.


" Eh, Sayang... Bukan apa - apa kok. " jawabnya kikuk, Zeevanea hanya diam dan langsung duduk di samping Nicholas tak mau bertanya lebih jaug lagi karena memang dirasanya tidak terlalu penting, Nicholas pun langsung mengambil cepat ponselnya yang terjatuh dan meletakkan di meja setelah ia mematikannya, memang sebenarnya ia sedang fokus menonton video yang dikirimkan oleh Nala.


" Kenapa sedih gitu wajahnya? Udah mulai sayang sama aku ini kelihatannya kalau mau ditinggal balap sedih gini... " tanya Nicholas sembari menyelipkan guyonan untuk menggoda Kekasihnya.


" Kalau udah emangnya nggak boleh? " jawab Zeevanea sewot sembari mengerucutkan bibirnya berlagak kesal.


" Boleh banget dong, Sayang... Makasih ya udah mulai sayang sama aku... Aku seneng banget jadinya. Aku juga seneng banget udah mulai diterima di hati kamu, udah mulai dicintai sama kamu... " jawab Nicholas tulus sembari mengusap lembut rambut Zeevanea, Zeevanea langsung memeluk pinggang Nicholas dari samping dan menyandarkan kepalanya di dada Nicholas.


" Bobo gih kalau udah ngantuk... Aku langsung pulang kalau gitu biar kamu bisa istirahat. " ucap Nicholas dengan terus mengusap lembut kepala Zeevanea.


" Temenin bentar napa! Aku masih kangen, tau! " sentaknya tapi pelan karena memang sudah lebih dari seminggu ini mereka tidak bertemu saking sibuknya mereka.


" Ya udah aku temenin... Sebenernya aku juga kangen banget sama kamu... " jawab Nicholas dan melabuhkan sekejap kecupannya di kening Zeevanea sembari tetap mengusap lembut kepala Zeevanea.


" Besok jalan, yuk... " ajak Nicholas kemudian.


" Mau jalan kemana? " tanya balik Zeevanea.


" Terserah kamu pengennya jalan kemana. " jawab Nicholas.


" Gimana kalau ke Puncak? Tapi kita naik motor aja, soalnya kalau week end gini udah pasti jalanan macet parah. " jawab Zeevanea.


" Boleh - boleh... " jawab Nicholas dengan penuh semangat.


" Tapi besok jemput aku kesini dulu abis itu temenin aku ke rumah Papi bentar... Tadi kan aku juga udah janji kalau besok mau mampir kesana. " ucap Zeevanea.


" Beres, Sayangku... " jawab Nicholas dengan senyum yang merekah, begitupun Zeevanea yang semakin bahagia karena kini ia sudah mulai merasakan apa itu cinta dengan Pasangannya.


" Btw... Kamu kenal sama Accellio? " tanya Zeevanea pada Nicholas.


" Kenal deket sih enggak, cuma sebatas kenal karena sama - sama Pembalap aja. " jawab Nicholas seadanya.


" Kamu pasti kenal deket sama Accellio... Soalnya yang pas event balap disini waktu itu aku sempet ketemu Nala sama Steve pas mereka lagi ngobrol bareng. Ada Om Evan sama Om Eric juga waktu itu. Kelihatannya mereka juga deket banget sama Papinya Accellio. " lanjutnya.


" Ya emang deket banget orang mereka se-gank dari jamannya mereka sekolah... " jawab Zeevanea.


" Aku juga nonton loh waktu itu... " ucap Zeevanea lagi yang langsung mendongak menatap wajah Nicholas.


" Kok kamunya nggak ada waktu Steve sama Nala masuk ke dalem sama Om Evan? " tanya Nicholas yang masih mengingat hari itu.

__ADS_1


" Aku cabut duluan, mau nonton sama Kakak Anya sama temen - temen... " jawab Zeevanea sambil nyengir, Nicholas langsung mencubit gemas hidung Zeevanea tapi kemudian Nicholas menunduk dan menggesek - gesekkan hidungnya yang mancung dengan hidung Zeevanea.


" Doain musim ini lancar ya, Sayang... " ucap Nicholas lirih dan masih tetap dengan posisi mereka.


" Aku pasti akan doain kamu... " jawab Zeevanea lirih juga, tatapan keduanya semakin beradu dalam.


Hidung - hidung yang semula menempel mesra itu pun perlahan tergeser dari posisinya. Berganti dengan bibir keduanya yang saling menempel hingga akhirnya menaut mesra dengan sendirinya hingga beberapa saat. Setelah selesai berciuman dengan penuh kelembutan, Nicholas dan Zeevanea sama - sama mengusap tepian bibir pasangannya yang nampak sedikit basah dengan tatapan yang masih dalam dan mesra tapi juga tersirat kesenduan dan kerinduan yang mendalam pada tatapan mesra keduanya.


Kriiing... Kriiing... Kriiing...


" Nala is calling... " tulisan yang menyala - nyala di layar ponsel Nicholas.


" Ish! Bikin bad mood aja si Abang! " gerutu Zeevanea yang merasa terganggu dengan panggilan telepon di ponsel Kekasihnya itu.


" Aku angkat dulu biar nggak makin resek. " ucap Nicholas dan Zeevanea pun mengiyakan dan kembali memeluk erat Nicholas dengan mesra seolah enggam untuk ditinggal.


Nala :


Lo lama banget angkat telepon aja!


teriak Nala dari seberang sana, Nicholas yang semula akan mengucap salam jadi mengurungkan karena teriakan Nala menguar terlebih dahulu, Nicholas pun langsung me-load speaker panggilan tersebut.


Jangan - jangan Lo lagi mraktekin video yang Gue kirim tadi.


lanjutnya sambil terkikik.


Heh, jangan ngawur!


pekik Nicholas tegas, Zeevanea nampak menatap Nicholas penuh tanya sementara Nala malah tertawa.


Nala :


Cobain praktek sono!


Kalau berhasil siap - siap Gue aduin sama Daddy!


Hahaha...


ledek Nala sambil terbahak.


Zeevanea :


Kirim video apaan, Lo?


Kalau Lo ngawur Gue geplak kepala Lo!

__ADS_1


sahut Zeevanea geram, Nicholas nampak menggaruk kepalanya yang tak gatal.


Nala :


Video hot, dong...


Biar lebih Barbar kalian pacarannya.


Hahaha...


jawab Nala sambil terus tertawa, tapi Zeevanea langsung mematikan panggilan telepon dari Abangnya tersebut dan meletakkan kembali ponsel Nicholas di meja.


Tut... Tut... Tut...


Cup...


" Hobby banget itu anak main Perempuan! " gerutu Zeevanea yang kesal dengan kelakuan Abangnya, Nicholas hanya tersenyum.


" Kalau nanti kamu jauh sama aku jangan harap aku kasih ampun kalau sampai kamu ketahuan main Perempuan! " hardik Zeevanea pada Nicholas.


" Ih, posesive juga ternyata Pacar aku yang cantik ini... " goda Nicholas, Zeevanea langsung melengos dan mengerucutkan bibirnya.


" Nggak akan, Sayang... Kamu tau sendiri betapa susahnya aku mendapatkanmu... Belum lagi sekarang kita juga harus tetap berjuang untuk mendapatkan restu dari Om Evan. " jawab Nicholas jujur sambil mengecupi kepala Zeevanea, Zeevanea pun mengangguk dan setuju.


" Ya udah... Udah makin malem, kamu cepet bobo gih. Aku pulang dulu... " ucap Nicholas.


" Besok jemput aku jam tujuh pas... " jawab Zeevanea, Nicholas langsung mengangguk dan keduanya pun langsung berdiri.


Cup...


" Night, Lovely... " ucap Nicholas setelah mengecup singkat kening Zeevanea.


" Night too, Nikitaku... " jawab Zeevanea sambil nyengir, Nicholas langsung mencebik tapi juga terkikik.


" Udah... Aku pulang dulu. " ucap Nicholas lagi, Zeevanea pun mengangguk.


" Nggak usah dianter keluar, kamu langsung masuk kamar aja. Langsung istirahat. " titah Nicholas sembari mengusap lembut pipi kanan Zeevanea, Zeevanea kembali mengangguk patuh sembari bersitatap berdua.


Cup...


Kecupan itu kembali menautkan bibir keduanya hingga beberapa saat. Setelah kecupan itu usai, keduanya nampak tersenyum sembari melambaikan tangan. Zeevanea dan Nicholas pun melangkah ke arah tujuan masing - masing dengan perasaan yang berat seolah enggan untuk berpisah. Sesekali saling menoleh pun tak terelakkan hingga akhirnya terputus saat Zeevanea masuk ke dalam kamar.


Trap... Trap... Trap...


Ceklek...

__ADS_1


Trap... Trap... Trap...


__ADS_2