
Dada Devandroe langsung bergemuruh hebat kala semakin lama berdiam dan menyaksikam apa yang tengah dilakukan oleh Raynevandra dan Alexandra di dalam kamarnya. Nafas Devandroe terasa tersengal - sengal hingga tubuhnya pun seolah membatu dan terasa kaku untuk digerakkan.
Cpak... Cpak... Cpak...
Suara kecipakan dari dalam kamar Pengantin baru yang terdengar bersadur dengan mendayunya suara erangan yang menguar dari bibir Alexandra membuat dada sang pemilik cinta dalam diam itu kian merasa kaku tersayat. Akan tetapi Devandroe juga tetap berdiam menatap dari luar kamar Raynevandra. Tubuhnya terasa menegang kaku dan seperti sulit untuk digerakkan saking terkejutnya dengan apa yang tengah disaksikan oleh indera penglihatannya.
" Papa, stooop!!! " teriak Alexandra dengan suara yang terdengar penuh erangan, hati Devandroe terasa kian tersayat ketika mendengar kata Papa terucap dari bibir Alexandra untuk memanggil Raynevandra.
" Kenapa minta stop, hah? " tanya Raynevandra dengan nafas terengah dan berpindah posisi mensejajarkan dirinya dengan tubuh Alexandra yang sudah dibaringkan di sana.
" Masukiiin... " rengek Alexandra memanja sambil membuang muka karena masih merasa malu dengan Raynevandra meski kini keduanya telah sah sebagai Suami-Istri.
" Buru - buru amat... " ledek Raynevandra sambil tersenyum jahil.
" Sakit kelamaan kena jari... " lirih Alexandra berucap jujur dengan kembali menatap Raynevandra.
" Terus maunya pakai apa, hmm? " tanya balik Raynevandra dengan maksud menggoda Alexandra.
" Pakai dedek gemes... " jawab Alexandra dan kembali membuang muka karena malu, wajahnya sudah bersemu merah karena malu harus mengucapkan kata - katanya itu.
" Nih... " ucap Raynevandra dan langsung dengan cepat memelorotkan celana training panjangnya di depan wajah Alexandra, Devandroe menggelengkan kepalanya berkali - kali secepat kilat seolah tak percaya dengan apa yang dilihatnya saat ini.
Tanpa kata Alexandra langsung membalik posisi mereka dan langsung memanjakan dedek gemesnya itu dengan mulutnya. Devandroe terhenyak kian tak berdaya melihat Alexandra yang sampai melakukan hal seperti itu. Raynevandra mulai mengerang merasakan kenikmatan yang diberikan oleh Istrinya. Devandroe merasa kikuk, ia bahkan sampai bertanya - tanya apabila miliknya juga diperlakukan seperti itu apakah pasangannya tidak merasa jijik? Belum usai dengan pikiran Devandroe yang melayang memikirkan hal itu nampaklah Raynevandra yang sudah kembali berganti posisi. Raynevandra tetap berada di atas Alexandra dengan membalik posisi badannya. Jadi saat ini keduanya bagaikan burger yang saling bertumpukan meski Raynevandra nampak memberi sedikit sela diantara perut Alexandra. Alexandra sibuk dengan dedek gemesnya dan Raynevandra pun jelas sibuk dengan sarang dedek gemes yang berada di bawah perut sedikit membuncit itu.
Suara *******, erangan, yang bersahutan dengan suara kecipakan pun semakin beradu mesra. Devandroe merasa kian tak karuan. Baru pertama kali ini ia melihat adegan Suami - Istri di atas tempat tidur ditambah adegan ini nyata tanpa editan. Memang Devandroe juga tidak pernah menonton video semacamnya maka dari itu menjadi kepikiran dan terus bertanya - tanya sembari terus menatap ke dalam kamar Raynevandra. Kekecewaan dan kesakitan hatinya seolah menyingkir dengan sendirinya untuk saat ini. Rasa penasarannya yang tinggi membuatnya tetap berdiam di tempat persembunyiannya.
__ADS_1
Jlebbb!!!
" Akkkhhh!!! " teriak Raynevandra dan Alexandra bersamaan, beriringan dengan masuknya pedang panjang itu ke dalam sarangnya.
" Faster, Baby! Akhhh... " ucap Alexandra yang langsung menginginkan penyatuan dalam gerakan bertempo cepat.
" Anak Papa pasti kuat... Mama-mu sangat meresahkan, nggak mau main pelan... " ucap Raynevandra dengan suara sedikit kencang disela gencatannya, keterdiaman Devandroe buyar seketika setelah mendengar suara menyakitkan telinga yang diucapkan oleh Raynevandra, Raynevandra pun langsung menambah kekuatan hentakannya untuk menuruti keinginan nakal Istrinya.
" Oughhh... Janganhhh berhhhentihhh... " rintih Alexandra yang sangat menikmati apa yang Raynevandra persembahkan kepadanya.
Raynevandra yang semakin merasakan kegerahan langsung melepaskan kaos yang dikenakannya dan membuangnya ke sembarang arah, tetapi tidak ingin melepas sama sekali pakaian yang dikenakan oleh Alexandra. Meski pakaian Alexandra masih lengkap tetapi tetap saja Raynevandra masih bisa melakukan jelajah tangannya ke sembarang sudut kemolekan tubuh Istrinya. Dan kala Alexandra menarik tangan Raynevandra untuk melepaskan kancing seragam atasanya, Raynevandra langsung menolaknya dan tetap memberikan gencatannya di bawah sana.
" Babyyyyhhh... Papahhh... " teriak keduanya bersahutan kala puncak dari kegiatan berpeluh keringat bersama menjelang sore hari ini baru saja usai dituntaskan dengan berbagai macam gaya andalan beriringan dengan tersemburnya lava putih itu di permukaan kulit sensitif yang sedari tadi digunakannya untuk bersarang mereguk kenikmatan bersama.
Trap... Trap... Trap...
" I love you, Pa... " ucap Alexandra di saat Raynevandra menggendongnya ke kamar mandi dengan seragam lengkap yang sudah terkoyak oleh ulah Raynevandra, tapi Raynevandra tak langsung menjawab, ia hanya tersenyum sembari menatap dalam kepada Istrinya.
" Kok malah senyum - senyum sendiri, sih... " ucap Alexandra lagi.
" Sebenernya aku masih gimana gitu kalau kamu panggil aku Papa... " jawab Raynevandra seadanya, jawaban Raynevandra langsung membuat kening Alexandra mengkerut karena bingung.
" Seneng sih... Itu juga sama halnya dengan panggilan mesra kita. Cuma ya kaya nggak nyangka aja kalau sebentar lagi akan ada dua orang malaikat kecil kita yang akan memanggilku juga dengan sebutan seperti yang kamu ucapkan itu... " lanjutnya memberikan penjelasan.
" Terus mau dipanggil apa coba? Papi, Ayah, Bapak, Daddy, atau mungkin Mas, gitu? " tanya balik Alexandra dengan polosnya yang tetap membicarakan dirinya untuk membahasakan dirinya ketika memanggil Raynevandra.
__ADS_1
" Mas Evan... Hahaha... " jawab Raynevandra sambil tertawa dan kembali lagi Alexandra dibuat bingung dengan jawaban Suaminya yang malah membawa - bawa Daddy-nya
" Om aja boleh, nggak? Hahaha... " tanya Raynevandra lagi sambil tersenyum jahil kepada Istrinya yang menggemaskan itu.
" Om - Om dong jadinya Suami aku ini... " jawab Alexandra sambil mengerucutkan bibirnya.
" Maksud aku, yang aku bicarain itu panggilan anak kita buat aku, Baby... " ucap Raynevandra memperjelas karena yang dipikirnya Alexandra adalah panggilan Alexandra untuk Raynevandra.
" Ya kan udah kesepakatan kita kalau nantinya mau dipanggil Papa Mama... " jawab Alexandra seadanya dan baru ngeh dengan jawaban Raynevandra yang sempat membuatnya bingung.
" Aku nggak papa kalau maunya kamu kaya gitu... Aku nggak masalah. Toh kapan hari itu kita juga sudah sempat membicarakannya. " jawab Raynevandra, Alexandra pun kembali tersenyum senang dan mereapatkan pelukannya di tubuh Suaminya sambil menciumi pipi Raynevandra.
" Tapi untuk sementara jangan panggil Papa di depan orang - orang, ya... " ucap Raynevandra lagi, Alexandra langsung berhenti menciumi Raynevandra dan menatap Raynevandra dengan tatapan yang sulit diartikan.
" Aku masih kikuk, Baby... " lanjut Raynevandra yang langsung memberikan pengertiannya, wajah Alexandra pun mulai terlihat lebih rileks.
" Nanti kalau anak - anak kita sudah lahir kamu bebas panggil aku Papa sesuka hatimu dimana pun kita berada. " tukasnya.
" Tapi kalau lagi berdua boleh kan aku panggil kamu Papa? " tanya balik Alexandra dengan maksud memastikan.
" Boleh, Istriku... " jawab Raynevandra sambil mengangguk dan tersenyum kepada Alexandra, Alexandra pun ikut tersenyum juga.
" Terima kasih atas pengertianmu. " ucap Raynevandra lagi, senyum keduanya pun semakin beradu mesra dengan tatapan cinta yang kian membara.
" Papa juga mencintai Mama dan anak - anak kita... " ucap Raynevandra lagi yang baru menjawab ucapan cinta yang sebelumnya diucapkan oleh Alexandra.
__ADS_1