
" Mau kemana? " tanya Nicholas dengan suara serak khas baru bangun tidur ketika merasakan pergerakan tubuh sexy Zeevanea yang semalaman tadi terus dipeluknya dari belakang tapi kembali lagi meski sesekali berpindah posisi.
" Aku laper... " lirih Zeevanea jujur sembari duduk di tepian ranjang dan menoleh pada Nicholas yang masih berbaring tapi tangan Nicholas masih tetap menjulur posesive melingkari pinggang rampingnya.
" Telepon ke Resto aja, suruh anterin makanan kita kesini. Aku masih mau pacaran. " jawab Nicholas dan kembali manarik mundur tubuh Zeevanea yang tadinya sudah duduk di tepian ranjang.
" Nikita! " teriak Zeevanea kaget juga kesal karena Nicholas malah kembali menariknya naik ke atas ranjang meski hanya menggunakan satu tangan saja bahkan tubuh Zeevanea langsung kembali terjerembab kembali di atas tempat tidur, Nicholas nampak mendesis dalam diam kala antena paginya yang sedang memancar itu tanpa sengaja terhantam bongkahan bokong padat yang di hempaskannya.
" Jangan panggil aku Nikita dong, Sayang... Emang dikira aku Cewe apa. " ucap Nicholas dengan mimik wajah yang dibuat sok sedih, Nicholas sudah berpindah posisi menatap Zeevanea dari atas.
" Aku laper. Lepas ih! " pekik Zeevanea yang kembali meronta dan enggan menjawab keluhan Nicholas yang tak mau dipanggil Nikita.
" Semalem ngerengek minta nginep disini, udah diizinin sama aku eh sekarang balik garang lagi sama akunya. Tega banget. " cibir Nicholas pada kelakuan Zeevanea.
" Aku kan udah ngomong kalau aku laper. " sungut Zeevanea kesal.
" Morning kiss aku mana? " tanya balik Nicholas yang sengaja mengabaikan ucapan Zeevanea, sontak saja Zeevanea langsung memutar bola matanya jengah, wajah Nicholas terlihat menatap penuh harap kepada Zeevanea.
" Nggak ada! Minggir, sana! Aku laper! " ketus Zeevanea sambil berontak berusaha terlepas dari pelukan Nicholas yang malah semakin kuat.
" Cium dulu! " pekik Nicholas tak mau kalah, baru kali ini ia menghardik kepada Zeevanea, intonasi nada bicaranya terdengar tegas.
__ADS_1
" Nikita, lepas! " pekik Zeevanea yang juga tak mau kalah tentunya.
Cup...
Nicholas langsung menyambar lipatan bibir Zeevanea yang nampak mengerucut menahan kesal di bawahnya itu tanpa permisi. Serangan gairah alami di pagi hari dari jiwa Lelakinya kian meronta kala ketegangan kesal yang ditunjukkan oleh reaksi tubuh Zeevanea terlihat melemah, Zeevanea pun nampak mulai meresapi akan apa yang dinamakan ciuman, dan dengan perlahan ia seperti terlena, membalas ciuman mereka dengan serampangan karena memang baru Nicholas lah yang menciumnya seperti ini. Nicholas semakin terlihat antusias mencecap hingga basah dengan gerakan kaku Zeevanea yang mulai menerima dan membalas ciuman mereka untuk pertama kalinya. Keduanya sama - sama merasakan aura yang kian memanas yang menguar merasuki rongga jiwa di pagi yang penuh akan kabut gairah.
Tangan lentik itu pun tanpa terasa sudah mulai bergerayangan ke segala arah tanpa tuntunan dan tanpa tujuan pasti. Tangan lentik itu bergerak kesana - kemari tanpa tau efek samping dari gerayangan yang jelas berdampak semakin menyulut desiran naluri Nicholas di pagi yang indah ini. Nicholas terlihat tenang dan juga senang pagi ini meski desiran gelora Lelakinya kian terasa tapi juga kian ia enyahkan, ia merasa semakin bergelora kala merasai balasan sentuhan nyata yang dilakukan oleh Kekasihnya itu pagi ini. Satu tangan kekar itu pun mulai merayap perlahan pada punggung Zeevanea sementara satu tangannya nampak menggenggam satu tangan Zeevanea dan meletakkan tangan itu diantara kedua dada yang saling berhadapan bertabrakan. Nafas keduanya mulai nampak memburu, Nicholas mengakhiri ciuman paginya dan menjatuhkan kepalanya pada ceruk leher Zeevanea, kepalanya menunduk mengahadap ke bawah sembari ia menstabilkan deguban jantung yang terasa bersahutan seirama dengan deguban jantung Zeevanea juga tentunya.
Dada keduanya nampak dengan jelas naik turun seirama. Zeevanea lebih terlihat terengah karena ciuman mereka pagi ini adalah ciuman berdurasi terlama yang pernah mereka lakukan. Wajar saja Zeevanea terlihat lebih terengah karena memang ia masih mempunyai pengalaman baru ini ketika ia bersama Nicholas meski Nicholas pun pada kenyataannya juga baru melabuhkan ciuman pertamanya pada Zeevanea. Nicholas memang tak pernah sekalipun mencium bibir Pasangannya sebelum Zeevanea. Dan entah kenapa dengan Zeevanea ia merasakan aura berbeda yang membuatnya semakin menambatkan rasa cinta yang teramat dalam di dalam relung hati terdalam seorang Zeevanea Gamyara Kalandra yang terkenal barbar dan arogan. Dan sangat tanpa diduga, akhirnya ciuman pertamanya pun berlabuh pada bibir Perempuan cantik di hadapannya ini. Deguban jantung Zeevanea terasa kian berdetak kencang. Tubuhnya terasa kaku kala merasakan hembusan nafas Nicholas yang tanpa sengaja menerpa ujung mungil si bukit kembar melalui celah - celah piyama yang masih membungkus, terlihat tepian kerah rendah piyama itu meliuk - liuk tertiup oleh deru nafas Nichilas yang masih terengah di pundaknya. Zeevanea semakin membeku di tempatnya, ia tidak berani bergerak. Mengungkapkan rasa kegeliannya pun rasanya tak mungkin. Jelas Zeevanea akan merasa malu jika ia mengucapkannya secara gamblang kepada Nicholas. Dalam kebekuan itu, ia merasakan tubuhnya yang perlahan kian berdesir panas. Ia yang tak paham hanya diam dan masih terlihat kaku, terlihat kikuk untuk bergerak.
Tapi Nicholas, Pemuda tampan itu tanpa sengaja mengintip dua bongkahan menggoda dari celah tepian kerah rendah piyama yang dikenakan oleh Kekasihnya. Meski rupa nyatanya masih tertutupi oleh bra bermotif bunga itu, tapi ia sudah bisa menangkap seberapa besar ukurannya. Ia semakin tertegun, menatap kelu dua bongkahan gundukan bukit itu melalui helaian kerah rendah piyama Zeevanea yang tanpa sengaja tertiup oleh deru nafasnya. Jiwa kelelakiannya terasa kian memberontak pagi ini... Ia terdiam dalam pendaman hasrat yang kini terus ditahannya.
Cup...
Tapi tanpa diduga oleh Nicholas, Zeevanea malah tiba - tiba menunduk dan menangis terisak tanpa Nicholas tau sebab musabab yang menyebabkan Kekasihnya itu tiba - tiba terisak. Meski Nicholas masih belum paham akan penyebab kesedihan tersebut, tapi Nicholas langsung membenarkan posisi mereka. Nicholas langsung mengangkat tubuh Zeevanea dan mendudukkan Zeevanea di atas pangkuannya sementara Nicholas sendiri terlihat duduk sambil bersandar pada headboard ranjang yang mereka gunakan. Salah besar gerakan Nicholas yang jelas membuat dirinya sendiri tersiksa karena menahan sesak. Tapi Nicholas dengan penuh kesabaran tetap berusaha menenangkan Zeevanea dengan mengusap lembut punggung yang bergetar karena isakan itu juga sesekali mengecupi puncak kepala Zeevanea dengan penuh penghayatan. Untuk saat ini Nicholas lebih memilih diam tanpa bertanya perihal penyebab kesedihan itu, ia sengaja membiarkan si cantik kesayangannya ini menumpahkan tangisnya agar segera merasakan kelegaan.
" Jangan dipendam sendiri kesedihanmu... Aku bersedia menjadi pendengar jika kamu berkenan membagi kesedihan itu denganku. " ucap Nicholas lirih ketika isakan Zeevanea sudah mereda.
" Berbagilah denganku... " lanjutnya penuh ketulusan, dengan gerakan perlahan Zeevanea nampak mendongakkan kepalanya dan menatap dalam kepada Nicholas.
" Apa kamu benar - benar tulus mencintaiku? " tanya Zeevanea pelan juga serius, baru kali ini ia membahas perihal hubungan mereka berdua secara serius.
__ADS_1
" Aku mencintaimu... Aku sangat - sangat mencintaimu Zeevanea Gamyara Kalandra. " jawab Nicholas penuh ketegasan juga menatap Zeevanea penuh cinta.
" Jangan pernah berpikir untuk menghianatiku jika memang cintamu tulus untukku. " tegas Zeevanea dengan tatapan sendunya.
" Jangan pernah meragukan cintaku kepadamu. " jawab Nicholas tegas.
" Apakah kini hatimu sudah bersedia menerima hatiku? " lanjut Nicholas yang kini berbalik bertanya kepada Zeevanea.
" Aku mulai terbiasa denganmu... Meski aku belum bisa sepenuhnya percaya akan kesungguhan cintamu. " jawab Zeevanea jujur, Nicholas nampak diam juga sedikit merasa lega meski ia juga masih menunggu kejelasan lain yang ia tangkap dari gelagat Zeevanea.
" Jujur saja, peliknya kemelut cinta kedua Orang Tuaku dulu membuatku takut untuk memulai sebuah hubungan percintaan hingga saat ini. " ucap Zeevanea setelah mejeda sejenak dan mengatur nafasnya yang tercekat.
" Aku takut disakiti... Aku takut jikalau nanti sampai merasakan sakit hati yang membekas meski sudah berpuluh tahun berlalu. " lanjutnya, Nicholas masih diam dan setia mendengarkan dengan seksama.
" Kepergian Mommy dulu menyisakan kesakitan yang teramat dalam untuk Daddy hingga saat ini. " lanjutnya, matanya terlihat mulai kembali berembun.
" Daddy kehilangan nyawa hidupnya setelah Mommy pergi meninggalkannya dengan membawku dan Kakak Steve ke Venice waktu itu. " lanjutnya.
" Daddy terlunta sekian tahun lamanya hingga akhirnya sedikit mereguk bahagia meski bersimbah sayatan lara kala menemukan Mommy yang sedang mengandung darah daging Daddy Dygta. " lanjutnya lagi.
" Meski akhirnya takdir kembali menyatukan kedua Orang Tuaku hingga saat ini, tapi kini usahaku untuk membuka hatiku kepadamu kembali terpatahkan setelah melihat Daddy berciuman dengan Mantan Pacarnya semalam. " pungkasnya, Nicholas pun kini pahama akan penyebab kesedihan Zeevanea, dan maksud dari penuturan panjang lebar Zeevanea ini pun sudah dapat disimpulkan oleh Nicholas dan dari sini pula lah ia juga jadi tau akan apa penyebab si Cantik ini masih setia sendiri tanpa pasangan sebelum ia memenangkan hubungan mereka.
__ADS_1