Si Dingin Dan Si Barbar

Si Dingin Dan Si Barbar
Bab 38 - Tamu Pagi Hari


__ADS_3

Suasana sarapan di pagi yang cerah ini sudah nampak raut kebahagiaan pada seluruh wajah anggota keluarga Evan. Rayne dan Evan baru saja turun sementara keempat buah hati mereka sudah menunggu mereka berdua di ruang makan sembari bersenda gurau seperti biasanya.


Trap... Trap... Trap...


" Selamat pagi kesayangan - kesayangan Mommy... " ucap Rayne sumringah yang sedang menuruni tangga dengan digandeng mesra oleh Evan.


" Pagi Momm, Dadd... " balas keempatnya kompak layaknya paduan suara, Evan tak henti mengulas senyumnya merasa bahagia atas anugerah Tuhan dengan memiliki keluarga yang bahagia.


" Seneng banget deh Mommy lihatnya kalau pada sumringah gini... " ucap Rayne yang baru saja sampai di dekat tempat duduknya.


" Kalau Mommy seneng kita pasti tambah seneng. " ucap Devandroe, Rayne pun menatap gemas pada Devandroe.


" Pimpin doanya, Ray. " ucap Evan kemudian, Raynevandra pun segera mengucapkan doa sebelum makan pagi bersama anggota keluarganya, dan setelah lantunan doa itu selesai diucapkan, mereka berenam pun langsung melahab sarapannya tanpa suara hingga makanan mereka tandas tas bersisa.


Trap... Trap... Trap...


" Maaf Den Ray... Ada temennya nungguin di Paviliun depan. " ucap Susi yang menghampiri Raynevandra di ruang makan, keenam orang ini nampak mengernyit berjamaah.


" Siapa, Mbak? " tanya Raynevandra, ia dan anggota keluarganya baru saja selesai sarapan.


" Wah... Maaf, Den... Saya lupa tanya namanya, Den. " ucap Susi sambil garuk kepala sembari nyengir.


" Ya sudah, saya ke depan sekarang. " jawab Raynevandra yang langsung beranjak ke Paviliun depan, Susi pun kembali beranjak mengerjakan pekerjaannya.


Trap... Trap... Trap...


" Tumben... " lirih Rayne menggumam dan masih bingung, karena biasanya teman - teman Raynevandra langsung menuju ke Paviliun belakang.


" Cewenya yang semalem kali, Momm... " ucap Stevano asal, Evan yang baru saja menghisap rokoknya langsung terbatuk.


" Uhuk... " Rayne langsung mengambil alih rokok di tangan Evan dan memasukkannya ke dalam kobokan.


" Hahaha... " Zeevanea langsung tertawa melihat ekspresi oon Daddynya ketika menatap Mommynya memasukkan rokok yang baru saja dibakar itu ke dalam kobokan.

__ADS_1


" Kok dimatiin, sih... " ucap Evan kesal.


" Bikin batuk! " ketus Rayne.


" Hahaha... " Stevano, Zeevanea, dan Devandroe langsung ngakak berjamaah.


" Anak - anak berangkat sana... Nanti keburu telat. " ucap Rayne kemudian, ketiga anak Rayne dan Evan ini pun akhirnya berpamitan mesra seperti biasanya kecuali Raynevandra yang masih menemui tamunya di Paviliun depan.


Trap... Trap... Trap...


Bruuum... Whuuussszzzhhh...


" Anterin ke Dokter pagi ini aja deh, Mas... Dokternya pasti ada kok. " ucap Rayne pada Evan, Evan pun mengangguk sembari menyulut rokok baru yang baru saja diambilnya dari dalam bungkusnya.


" Ya Allah, Mas... Udah bakar lagi aja! " ketus Rayne sambil berkacak pinggang dan menghela nafas panjang.


" Abis sarapan kaya ada yang kurang kalau nggak dikasi rokok. " ucap Evan santai kemudian menghembuskan asap rokoknya ke udara, Rayne pun langsung menggelengkan kepalanya.


Trap... Trap... Trap...


" Boleh nggak, Dadd? Raynevandra tanya, tuh... " tanya Rayne pada Evan.


" Temanmu sudah berangkat duluan? " tanya Evan sembari menatap ponselnya dan mengepulkan asap rokonya ke sembarang arah, Raynevandra langsung menggelengkan kepalanya.


" Dia mau barengin aku... Tapi aku nggak enak, aku malu. " jawab Raynevandra kikuk.


" Boleh, ya... Hari ini aja. Aku janji cuma hari ini aja. " ucap Raynevandra sungguh - sungguh, membantah pun percuma pikirnya.


" Minta kunci mobilmu sama Uncle Bram... Suruh tinggal di rumah aja mobil temenmu, nanti biar diantar ke Sekolah sama Uncle Bram. " jawab Evan, Raynevandra dan Rayne saling pandang sambil tersenyum senang, Raynevandra pun mengangguk semangat dan langsung berlari keluar untuk mencari Bram.


Trap... Trap... Trap...


" Kok tumben langsung dikasih izin... " ucap Rayne pada Evan, Evan langsung memperlihatkan apa yang sedang dilihat dari ponselnya kepada Rayne.

__ADS_1


" Ini anak yang kemarin kan, Dadd? " tanya Rayne memastikan ulang sembari menatap Gadis cantik yang tengah duduk menunggu di ruang tamu yang ada di Paviliun depan rumah mereka melalui sambungan cctv yang langsung terhubung ke ponsel Evan.


" Gengsi lah dia dijemput terus dibarengin, secara si Ray itu Cowo, dan itu yang jemput Cewe... " ucap Evan sambil terkikik, Rayne pun langsung geleng kepala.


" Terus yang semalem telepon siapa coba? " tanya Rayne pada Evan, Evan langsung mengangkat bahunya karena tak tau.


" Kalau sampai Cewenya Ray tau pagi ini Ray dijemput temen barunya itu bisa ribut dong nanti kalau ketahuan... " ucap Rayne khawatir.


" Pikiranmu kejauhan! " pekik Evan sambil terkikik dan menyentil kening Rayne kemudian berjalan menuju lantai atas, meninggalkan Rayne yang masih berdiam termangu sembari memegangi keningnya yang baru saja disentil oleh Evan.


Trap... Trap... Trap...


Setelah Raynevandra menerima kunci mobil dari Bram, Raynevandra langsung kembali menghamipiri kedua Orang Tuanya untuk berpamitan. Evan baru saja kembali turun dengan pakaian santainya karena akan mengantarkan Rayne ke Dokter Kandungan untuk melepas KBnya. Setelah selesai berpamitan, Raynevandra pun langsung bergegas berangkat ke sekolah bersama Kekasihnya. Evan dan Rayne pun langsung berangkat ke tempat praktek Dokter Kandungan.


Trap... Trap... Trap...


Bruuum... Whuuussszzzhhh...


Dalam perjalanan menuju ke sekolah mereka, Alexandra terus saja menempel di sebelah pundak Raynevandra. Alexandra seolah menemukan kenyamanan sepenuhnya dari Raynevandra. Raynevandra sampai geleng - geleng kepala saking tak habis pikirnya dengan sikap Kekasih hatinya ini.


Cup...


" Baby... " rengek Alexandra tiba - tiba memanggil Raynevandra yang tengah mengemudikan mobil menuju ke sekolah.


" Apa, Baby? " tanya Raynevandra sembari mengecup s singkat kening Alexandra yang sedari tadi bertengger di pundaknya.


" I love you... " ucap Alexandra sambil nyengir, memperlihatkan deretan gigi putihnya yang berjajar rapi.


" Aku juga cinta kamu, Baby... " balas Raynevandra sambil tersenyum, Alexandra pun semakin mengeratkan rangkulannya di tangan kiri Raynevandra sembari menikmati kenyamanan tiada tara hingga mobil mewah yang dikendarai oleh Raynevandra sampai di tempat parkir sekolahan.


Raynevandra turun terlebih dahulu kemudian berjalan memutar menuju ke pintu sampaing sebelah Alexandra. Dengan santainya Raynevandra langsung membukakan pintu mobil untuk Alexandra lalu menjulurkan tangannya untuk membantu Alexandra turun dari mobil. Juluran tangan Raynevandra pun langsung disambut hangat oleh Alexandra yang semakin terpesona oleh seorang sosok Raynevandra. Setelah memastikan Alexandra turun dari mobil dengan benar, Raynevandra pun melepaskan tautan tangan mereka berdua. Lalu keduanya pun berjalan bersama dengan tampilan wajah berseri tapi masih nampak malu - malu kucing.


Trap... Trap... Trap...

__ADS_1


" OMG, Tasya!!! Lihat Gebetan Lo jalan bareng sama anak baru itu! " ucap Amelia histeris berbicara pada Tasya, seorang Gadis cantik yang tak lain adalah ketua Cheerleders yang sudah lama mendambakan bisa bersanding dengan si Kapten Basket idola sekolah tapi si Kapten Basket ini selalu saja menolak ketika Anastasya menyatakan cintanya yang sudah berkali - kali diutarakan, mata Anastasya langsung melotot sempurna sembari menatap ke arah Raynevandra dan Alexandra yang tengah jalan berdua.


__ADS_2