Si Dingin Dan Si Barbar

Si Dingin Dan Si Barbar
Bab 117 - Renata Keyrana Maharani


__ADS_3

Trap... Trap... Trap...


" Sayang, tunggu!!! " teriak Evan kencang sambil mengejar Rayne yang berlari menuju keluar dari Lux Resort.


Trap... Trap... Trap...


" Berhenti, Sayang! " teriak Evan lagi karena meski langkah kakinya lebar tapi Rayne memang sudah jauh di depan.


" Aku bisa jelasin semuanya! Percaya sama aku! " tegas Evan dan terus berlari mengejar Rayne.


" Kejadian itu tidak seperti yang kamu lihat, Sayang! " teriak Evan terus berusaha menahan laju langkah Istrinya.


Bruggghhhh!!!


" Awww!!! " pekik Rayne terkejut, ia tiba - tiba bertabrakan dengan seseorang yang baru saja keluar dari Cafe di dalam Lux Resort itu tanpa sengaja.


" Sorry! " ucap seseorang yang ditabrak oleh Rayne itu, Rayne masih menunduk membersihkan lututnya.


" Queen! Aga! " pekik keduanya bersamaan, Dygta yang sedang bersama Aga pun jadi terkejut juga setelah melihat siapa yang ada di hadapannya.


" Kamu nggak papa, kan? " tanya Aga khawatir, sementara Dygta nampak terdiam kelu menatap sendu kepada Rayne.


" Nggak papa, Ga. " jawab Rayne.


" Kenapa jam segini lari - lari? " tanya Aga penasaran.


Trap... Trap... Trap...


" Sorry, aku harus pergi. " ucap Rayne cepat kala melihat Evan sudah terlihat mendekat ke arahnya berdiri, Aga dan Dygta masih terlihat bingung tapi juga tak berniat mengejar karena melihat kedatangan Evan.


Trap... Trap... Trap...


Happp!!!

__ADS_1


Kala mereka sampai di depan pintu lobby, Rayne pun berhasil ditangkap oleh Evan. Evan langsung memeluk Rayne erat. Dygta dan Aga menatap keduanya penuh tanya.


" Jangan pergi! Aku bisa jelasin semuanya! Percaya sama aku! " pekik Evan dengan nafas tersengal, Rayne pun juga terlihat ngos - ngosan.


" Kamu jahat, Mas! " pekik Rayne emosi.


" Semua itu nggak seperti yang kamu kira, Sayang! Aku berani bersumpah! " tegas Evan sambil memegangi dadanya yang masih naik turun ngos - ngosan.


Trap... Trap... Trap...


" Evan... Rayne... " ucap seorang Perempuan yang tiba - tiba berada disana, Rayne pun semakin terlihat penuh emosi dengan kedatangan Perempuan ini.


" Kompak sekali kalian berdua! Kalian berdua jahat tau nggak! " teriak Rayne kencang, Dygta dan Aga yang berdiri tak jauh dari mereka nampak siaga dan memasang telinga lebar - lebar, ditambah mereka berdua juga mengenal sosok Perempuan yang baru datang tersebut.


" Keyra yang cium aku duluan, Sayang! Sumpah aku tadi nggak bales! Aku tadi beneran kaget. " tegas Evan dengan mata yang sekilas melirik marah kepada Perempuan yang ternyata bernama Keyra itu, si Perempuan nampak terlihat resah meski ia pun merasa kelu untuk berucap.


Trap... Trap... Trap...


" Ada apa ini? " tanya Aga tegas setelah mendengar nama Istrinya disebutkan oleh Evan.


" Ini semua urusan saya karena menyangkut Istri saya! " tegas Aga dengan menatap penuh dendam kepada Evan.


" Apa??? " teriak Rayne dan Evan bersamaan yang terkejut mendengar ucapan Aga.


" Jadi ****** ini Istrimu, Ga? " lirih Rayne bertanya penuh kekecewaan kepada Aga, mendengar Rayne memanggil Istrinya ****** hatinya langsung bergemuruh hebat, Aga pun mengangguk sambil menatap Rayne.


" Renata Keyrana Maharani ini memang Istriku, Queen. " jawab Aga tegas juga malu karena Rayne menyebut Istrinya ******.


" Ambil, Mas! Puas - puasin ciuman sama Istri orang kalau aku masih kurang buat kamu! " teriak Rayne histeris, Dygta langsung mendekat dan memeluk Rayne erat tapi Aga langsung sigap menghadang, Aga lah yang jadi memeluk Rayne.


" Jangan sentuh Istri saya! " teriak Evan marah dan langsung mendekat kepada Aga dan Dygta tapi Aga malah berbalik badan dan melindungi Rayne dalam pelukannya, tatapan ketiga Pria dewasa ini nampak beradu ketajaman.


Trap... Trap... Trap...

__ADS_1


" Bener apa yang dikatakan Queen, Re? " tanya Aga pelan penuh penekanan, tatapan matanya sangat tajam, Keyra hanya mendunduk tak berani menatap mata Suaminya yang menyalak penuh amarah, derap langkah kaki nampak mendekat ke arah mereka tapi mereka semua tak ada yang menyadari hal itu.


" Jawab! " bentak Aga geram, Rayne dan Keyra pun sampai menjengit karena terkejut, tapi Dygta dan Evan tetap saling bersitatap tajam.


" Jelasin semuanya, Renata! " tegas Aga lagi dan masih tetap berteriak kencang.


" Evan yang cium aku, Ga! Evan yang mulai semuanya! " teriak Keyra membalikkan ucapan Evan, matanya menatap tajam pada Aga seolah tak ada takutnya.


" Omong kosong! " sahut Evan membentak cepat yang jelas tidak terima, Aga mulai bisa menilai ucapan siapa yang sebenarnya meski ia masih diam mendalami ucapan Evan dan Keyra.


" Kalian berdua memang pandai bersilat lidah! ucap Aga tegas juga sinis sambil menatap Evan dan Keyra bergantian.


" Kalau saya mau dengan Istri anda, sudah dari dulu saya menjadikannya pelampiasan di atas ranjang, bukan hanya sebatas ciuman yang membuat Istri saya salah pahan! " sinis Evan yang tak terima dikatakan bersilat lidah.


" Dan sangat disayangkan kalau anda menilai saya bersilat lidah! Evano Gamya Kalandra tidak pernah sudi menyentuh barang bekas pakai! " sinis Evan dengan tatapannya yang kian menajam.


" Dan sayangnya lagi, anda mendapatkan Istri yang dulu bekas saya, bekas selingkuhan saya! " imbuhnya sambil tersenyum sinis pada Aga, dari ucapan Evan itu Aga semakin paham dan bisa menarik kesimpulan dari kejadian ini.


" Lo tega, Evan! " teriak Keyra histeris karena Evan malah membeberkan masa lalunya kepada Aga, Evan dan Aga nampak tidak memperdulikan teriakan Keyra.


" Gue akui, Key! Gue nggak munafik kalau dulu Gue emang pernah cinta sama Lo! Lo pernah buat Gue nyaman waktu Gue terpaksa pisah sama Rayne karena terhalang restu Orang Tua. Tapi harusnya Lo sadar, Rayne lebih dari segalanya buat Gue dibandingin Lo yang cuma Gue jadiin selingkuhan Gue waktu itu! Dan Lo tau itu! Lo juga tau Gue cinta mati sama Rayne! " tegas Evan panjang lebar dengan berucap penuh amarah.


" Tapi sekarang apa, hah? " lanjut Evan bertanya dengan membentak kencang.


" Lo ulangin lagi! Lo buat Istri Gue salah paham lagi karena ulah Lo! Perempuan macem apa sih Lo, hah? " pekik Evan emosi, sejujurnya Aga merasa tidak terima Istrinya dihina sedemikian keji oleh Evan, tapi ia juga seolah tidak bisa berbuat apa - apa untuk melakukan pembelaan.


" Gue nyesel tau nggak pernah cinta sama Lo! " tukasnya sambil menunjuk Keyra dengan jari telunjuknya tepat di hadapan mata Keyra, Aga terus berusaha tenang meski kini dadanya sedang memberontak bergemuruh tak karuan.


" Ayo masuk kamar, Sayang! Kamu salah paham! " ucap Evan tegas kepada Rayne, Rayne tak menjawab, ia masih nyaman dalam dekapan Aga.


" Selesaikan masalah kalian... " ucap Dygta lembut pada Rayne sembari mengurai pelukan Aga kepada Rayne, keduanya kini berdiri berhadapan, Dygta seolah tak memperdulikan kemarahan Evan.


" Aku janji sama kamu, aku janji akan selalu ada buat kamu kapan pun kamu butuh tempat untuk bersandar. " tegasnya sambil mengusap lembut air mata Rayne yang masih berderai.

__ADS_1


" Aku turut bahagia melihatmu bahagia meski tak lagi bersama denganku... Sampai kapan pun cinta ini tak akan pernah luntur... Kamu cinta pertamaku, kamu juga Ibu dari anakku. " tegasnya lagi, Rayne semakin menangis meski tanpa suara karena Dygta kembali menyinggung tentang anak mereka dulu yang belum sempat terlahir tapi sudah harus dikeluarkan paksa.


" Selalu doakan anak kita, ya... Dia akan menjadi Bidadari kita di surga yang senantiasa akan menunggu kita disana. Maafkan aku yang membuatmu kecewa atas kehilangannya. " imbuhnya dengan mata berkaca - kaca, Dygta memang masih menyimpan duka mendalam atas kejadian berpuluh taun itu, Dygta yang sudah tidak tahan lagi pun akhirnya menarik Rayne ke dalam pelukannya.


__ADS_2