Si Dingin Dan Si Barbar

Si Dingin Dan Si Barbar
Bab 87 - Always Ready


__ADS_3

" Aku pulang dulu, ya... " pamit Alexandra, keduanya masih berada di dalam kamar Raynevandra, sudah selesai makan berdua dan juga mengerjakan PR bersama.


" Besok pagi kalau masih pusing aku jemput terus aku anterin kamu ke Dokter. " lanjut Alexandra khawatir.


" Nggak usah ke Dokter... Ini cuma pusing aja, Baby... " tolak Raynevandra, Alexandra masih terlihat khawatir.


" Mesti ngentenin. " ucap Alexandra kesal, Raynevandra hanya tersenyum.


" Ayo aku antar kamu ke bawah. " ucap Raynevandra lagi dan langsung menggandeng mesra tangan Alexandra.


Trap... Trap... Trap...


Sesaat kemudian... Saat langkah kaki keduanya hampir sampai di depan pintu kamar, Rayenvandra nampak celingukan menatap ke sekeliling kamarnya juga sesekali menatap keluar kamar, dan Alexandra pun ikut berhenti melangkah karena Rayevandra yang tiba - tiba menghentikan langkag, keduanya pun berdiam disana.



" Makasih ya udah khawatirin aku, udah nemenin aku... Udah ngerawat aku juga. " ucap Raynevandra tulus sembari memeluk mesra Alexandra.


" Maafin aku yang jadi ngerepotin kamu kaya gini. " lanjutnya sembari mengeratkan pelukan hangat penuh cinta mereka.


" Aku yang harusnya minta maaf sama kamu, Baby... Tadi aku udah bikin kamu kesel. " lirih Alexandra sendu dan mengurai pelukan mereka, tapi keduanya masih saling bersitatap.


" Gara - gara aku maksa kamu jalan - jalan dan nonton malah nggak taunya berujung kamu sakit kaya gini. " ucap Alexandra penuh sesal dan sangat merasa bersalah.


Cup...


Raynevandra menanggapinya hanya dengan tersenyum sembari menggelengkan kepalanya, lalu mengusap lembut kepala Alexandra, tatapan itu pun kian dalam, keduanya pun berciuman mesra hingga beberapa saat barulah Raynevandra mengantarkan Alexandra untuk menemui Bram yang sudah diperintahkan Raynevandra untuk mengantarkan pulang Alexandra.


Trap... Trap... Trap...


Bruuum... Whuuussszzzhhh...


********************


Jreg!!!


Trap... Trap... Trap...


" Zeevanea, tunggu! " pekik Nicholas dan langsung berlari mengejar Zeevanea yang langsung berlari keluar dari mobil saat keduanya baru saja kembali ke Everic Hotel.


Trap... Trap... Trap...


" Heh, heh, heh! Lo berdua ngapain sih udah malem kejar - kejaran kaya gini! " pekik Nala kesal kala melihat Nicholas mengejar Zeevanea dan tanpa sengaja Nicholas menabrak Nala, tapi Nicholas hanya menatap sekilas pada Nala kemudian mengabaikan Nala untuk tetap berlari mengejar Zeevanea, Nala pun melanjutkan langkahnya keluar dari hotel sembari menahan kesal.


Trap... Trap... Trap...


Tok... Tok... Tok...


Tok... Tok... Tok...

__ADS_1


" Zeevanea, buka pintunya. " ucap Nicholas sembari mengetuk pintu kamar hotel yang Zeevanea tempati.


" Zeevanea!!! " panggil Nicholas kian kencang karena tak ada sahutan dari Zeevanea.


" Buka pintunya, Zeevanea!!! " teriak Nicholas terus memanggil Zeevanea, hingga hampir satu jam lamanya Nicholas memanggil Zeevanea dari luar kamar.


Trap... Trap... Trap...


" Lo kenapa sih? " tanya Nala sewot melihat wajah ditekuk Nicholas kala Nicholas menghampirinya di depan hotel, Nala sengaja menunggu Nicholas, Nicholas hanya menggeleng.


" Clubbing, yuk... " ajak Nala pada Nicholas.


" Males, Gue. " jawab Nicholas jujur dengan raut wajah yang sulit ditebak.


" Emang Lo kenapa lagi sama Zeevanea? " tanya Nala penasaran karena Nala tadi melihat keduanya itu kejar - kejaran seperti orang sedang bertengkar.


" Marah lagi Zeevanea sama Gue. " jawab Nicholas jujur dengan tatapan menerawang lurus ke depan sana.


" Lama itu anak kalau udah beneran marah... Susah dibujuknya kaya Daddy. " ucap Nala jujur, Nicholas nampak menghela nafas berat.


" Kaya yang kemaren Lo kira dia Sugar Baby itu kan lama marahnya sama Gue... Sama Lo juga ogah - ogahan, kan... " imbuhnya, Nicholas hanya diam mendengarkan karena pikirannya kini tengah fokus kepada Zeevanea seorang.


Trap... Trap... Trap...


" Udah malem, ngapain di luar? Mau kemana? " tanya Evan pada Nala, Evan baru saja kembali ke hotel bersama Rayne.


" Aku pengen clubbing... " jawab Nala jujur, Rayne langsung memelototkan matanya.


" Nico jangan mau diajak Nala! " lanjut Rayne berucap pada Nicholas.


" Enggak kok, Tan... Ini saya mau kembali ke Resort. Adik saya sendirian di Resort, nungguin saya. " jawab Nicholas jujur sambil tetap menahan tawanya ketika Nala menatapnya.


" Gue balik dulu... Kasian Joana di Resort sendirian. " ucap Nicholas pada Nala sambil tetap menahan tawanya, Nala pun langsung mencebikkan bibirnya sembari menatap sinis kepada Nicholas.


" Kalau begitu saya pamit ke Resort dulu, Tante, Om... " pamit Nicholas sambil mencium punggung tangan Rayne dan Evan bergantian, keduanya pun mengangguk mengiyakan, barulah Nicholas beranjak.


Trap... Trap... Trap...


Bruuum... Whuuussszzzhhh...


" Masuk sana! Udah tua keluyuran aja malem - malem! " pekik Nala pada Evan, keduanya langsung memelototi Nala bersamaan.


" Kamu yang ayo masuk! " sahut Rayne cepat juga tegas, Evan kembali menahan tawanya.


" Mommy, please! " pekik Nala frustasi, Rayne masih menatapnya tajam


" Oke Nala nggak akan pergi clubbing. " tegasnya, tatapan Rayne tetap sama.


" Nala mau jalan - jalan aja. " lanjutnya.

__ADS_1


" Awas kalau Mommy tau kamu pergi clubbing. " tegas Rayne.


" Iya Kakak Rayne! Enggak! " jawab Nala jengah tapi mengiyakan juga.


" Mommy sama Daddy masuk dulu... Jangan malem - malem dan jangan macem - macem! " ucap Rayne tegas.


" Ini aja udah malem masih aja dilarang malem - malem... " sanggah Nala dengan wajah menjengkelkannya, Rayne pun kembali memelototkan matanya.


" Kabooooor!!! " pekik Nala dan langsung berlari menjauh.


Trap... Trap... Trap...


Cup...


" Udah, jangan marah - marah. " ucap Evan sambil memeluk Rayne.


" Peluknya sampai pagi, ya... " ucap Rayne memberi kode sambil tersenyum, Evan langsung paham dan keduanya pun kemudian bergegas masuk ke dalam hotel dengan wajah berbinar setelah Evan melakukan pemamasan singkat dengan ciuman lembut di bibir Rayne.


Trap... Trap... Trap...


Ceklek...


Trap... Trap... Trap...


Cup...


Cup...


Cup...


" Awww!!! " pekik Rayne yang baru saja merebahkan tubuhnya di ranjang langsung dilompati oleh Evan ke atasnya.


" Hahaha... " Evan tertawa sambil menatap Rayne yang meringis kesakitan karena dadanya terbentur siku Evan.


" Sssshhhh... " lirih Rayne sambil mengusap - usap bekas tindihan siku Evan itu.


" Kok diusap sendiri... " ucap Evan cengoh.


" Sakit, Mas... Kena sikunya Mas Evan barusan. " jawab Rayne jujur dan tetap mengusap dadanya yang terasa sedikit ngilu itu.


" Sini... Biar Mas yang usapin, biar cepet ilang rasa sakitnya. " jawab Evan sambil tersenyum penuh makna.


" Modus. " cibir Rayne sambil mencebik tapi juga terkikik.


" Siapa yang modus coba! Siapa juga yang tadi bilang mau dipeluk sampai pagi! " sanggah Evan dengan wajah menjengkelkannya dan tetap mengusap bagian dada Rayne yang terasa ngilu itu dengan usapan tanpa modus.


" Abis enak, sih! " jawab Rayne malu - malu dan langsung membenamkan wajahnya yang memerah bak kepiting rebus pada dada bidang Evan, Evan tergelak kemudian langsung geleng - geleng kepala dan mengecupi kepala Rayne penuh cinta.


Cup...

__ADS_1


" Are you ready? " tanya Evan yang sudah kembali bersiap dengan posisi kuda - kudanya.


" I'am always ready! " balas Rayne cepat dan langsung menyahut cepat bibir Evan yang berada tepat di atas bibirnya.


__ADS_2