Si Dingin Dan Si Barbar

Si Dingin Dan Si Barbar
Bab 75 - Puncak Dan Barbeque


__ADS_3

Hampir setengah hari ini dimanfaatkan oleh lima pasang muda - mudi ini untuk bersantai dan bersenda gurau bersama di sebuah villa mewah milik keluarga Xaquille Aaron Wijaya. Kini hari sudah menjelang sore, suasana di ouar villa nampak mendung, dan mereka semua masih terlihat asik bercanda bersama - sama sambil menikmati banyaknya macam camilan khas Bogor yang sudah sedari tadi tersedia disana.


Lo makan apa sih, Ndru? Kayanya Gue nggak pernah lihat. tanya Raynevandra sambil menatap Devandroe yang duduk di sebelah Aaron sambil menikmati buah langka yang dipetiknya dari kebun belakang villa ini, Alexandra yang duduk di sebelah Raynevandra pun ikut menoleh juga.


Apa sih ini namanya, ciplukan atau apa tadi kata Bapak yang dibelakang... jelas Devandroe menjelaskan meski bingung.


Enak kok itu, manis. Gue sering metik juga kalau di belakang pas ada. sahut Aaron.


Aku mau... bisik Alexandra pada Raynevandra tapi Devandroe juga mendengarnya.


Nih... Abisin. ucap Devandroe dan menyodorkan beberapa biji sisa buah ciplukan di tangannya itu kepada Alexandra, Alexandra nampak menatap Raynevandra seolah memberitahu untuk mengambilkannya.


Nih... ucap Raynevandra setelah mengambil alih dari tangan Devandroe, wajah Alexandra pun kembali berbinar senang, Raynevandra dan Devandroe pun langsung geleng kepala sambil terkikik melihat tingkah Alexandra, Devandroe terus mengamati Alexandra yang nampak nyaman berada di samping Raynevandra, Sarah pun juga melihat itu, tapi yang lainnya seolah tak menyadari keadaan mereka ini.


Trap... Trap... Trap...


Permisi, Den Aaron... Itu makanan beratnya sudah selesai dibawa ke belakang, mau disiapkan sekarang apa bagaimana? ucap salah satu Pembantu yang menghampiri Aaron yang sedang bersama teman - temannya di ruang keluarga.


Siapin sekarang aja, Bi... Sorean kita balik Jakarta soalnya. jawab Aaron, Bibi pun langsung undur diri dan melanjutkan pekerjaannya.


Trap... Trap... Trap...


Gue belakang dulu, mau lihat Bibi siapin makanan kita. ucap Aaron dan langsung menggandeng tangan Rania juga untuk berdiri mengikutinya ke belakang.


Ikutan Gue... sahut Devandroe, Sarah yang semula duduk di sofa sembari mengamati Devandroe juga Alexandra pun ikut berdiri tiba - tiba dan langsung membuntuti Devandroe.


Trap... Trap... Trap...


Andru deket sama Sarah? tanya Raynevandra pada Alexandra.


Lumayan, sih... jawab Alexandra.


Kamu udah lama kenal Andru? tanya Raynevandra lagi.


Lumayan juga... jawab Alexandra sambil nyengir, Raynevandra langsung mengusuk kepala Alexandra gemas.


Si Sarah kayanya ada hati sama Andong deh, Ray... celetuk Grace menimpali.


Syukur deh, laku juga doi... Gue ikut seneng kalau dia udah punya Cewe. jawab Raynevandra dengan santainya.


Tapi sejauh yang Gue lihat si Andong kayanya biasa aja sama si Sarah. lanjut Grace yang sebenarnya menangkap reaksi berbeda ketika Devandroe menatap Alexandra.


Cinta itu tumbuh dan bersemi karena terbiasa, Sayang... sahut Bradley.


Nanti pasti mereka tiba - tiba jadian. lanjutnya.


Atau malah bisa jadi sekarang udah jadian tapi masih malu buat ngaku sama kita semua. sahut Audrey.


Bener banget... sahut Bradley dan Brylee kompak, mereka semua langsung tertawa.


Ke belakang, yuk... Udah kebayang - bayang sama kambing guling tadi Gue... celetuk Raynevandra dan langsung berdiri dari duduknya.


Kata Andong Lo nggak peenah doyan daging kambing, kenapa sekarang kayanya Lo jadi ngebet banget? tanya Bradley.


Pengen aja. Makanya tadi Gue sengaja beli kambing guling itu biar kita bisa makan rame - rame. jawab Raynevandra jujur.


Kalau acara barbeque an yang bakar - bakar biasa aja kan bosen. Yah... Itung - itung ganti suasana juga mumpung nggak di rumah. lanjutnya.


Bakar rumah Lo aja pasti tambah seru. celetuk Brylee kemudian langsung nyengir.


Villa sebelah aja Lo bakar pasti disini langsung rame. jawab Raynevandra tak kehabisan akal karena villa di sebelah milik Axelle ini adalah milik


Chiquita Aurishtella Queensha Wijaya atau Irish yang tak lain adalah Adik kandung dari Axelle Xaquille Zeroun Wijaya, Ayah dari Aaron.


Mereka semua terkikik kecuali Brylee yang langsung mencebik, kemudian langsung menyusul yang lainnya yang sudah berada di halaman belakang villa.


Trap... Trap... Trap...



Eeeh, buset! Segini banyaknya siapa yang mau abisin, Ray? ucap Bradley tercengang, ia baru saja sampai di halaman belakang villa bersama Raynevandra dan beberapa lainnya ini.


Ya kita lah... jawab Raynevandra nyolot, lainnya hanya geleng kepala.


Trap... Trap... Trap...



Devan... Gue mau lagi dong. ucap Alexandra yang kembali melihat Devandroe makan buah ciplukan, Sarah langsung menatap mereka, sementara Raynevandra nampak sedang mengamati kambing guling yang sudah digantung kembali dan sudah dihangatkan itu.

__ADS_1


Nih... Abisin... Tadi aku sengaja cari lagi soalnya aku lihat kayanya kamu suka. ucap Devandroe sambil tersenyum dan menyodorkan kembali sekeranjang kecil buah ciplukan itu kepada Alexandra, Sarah yang menatap keduanya langsung tersenyum getir.


Thank you Kakak Ipar... ucap Alexandra sumringah, senyum di bibir Devandroe perlahan memudar seketika karena dipanggil Kakak Ipar oleh Alexandra.


Trap... Trap... Trap...


Lexa, Sarah, Lo mau rujak buah nggak? Nih banyak camilan makanan ringan juga kalau Lo berdua belum mau makan yang berat - berat. teriak Grace kencang.


Bentar, Grace... Sisain buat Gue. jawabnya karena masih asik dengan ciplukannya.


Nanti aja, Grace... sahut Sarah juga sambil menatap pada Devandroe yang terus mengamati pergerakan Alexandra dalam diam.


Trap... Trap... Trap...



Makan bareng, yuk... ajak Raynevandra yang menghampiri Alexandra dengan membawa nampan berisikan nasi Briyani dengan lauk irisan daging kambing guling tersebut.


Banyak banget, Baby... ucap Alexandra tercengang dengan isi nampan.


Makan berempat sama Andru sama Sarah juga. jawabnya santai.


Biar makin akrab. lanjutnya santai.


Kriiing... Kriiing... Kriiing...


Siapa sih ini ganggu aja. gerutu Raynevandra karena ponselnya tiba - tiba berdering kemudian ia langsung merogoh sakunya. Dan tulisan Daddy Ketcheh nampak menyala - nyala di layar ponsel yang menunjukkan panggilan video itu.


Mommy? tanya Devandroe.


Mas Evan... jawabnya sambil terkikik, Devandroe pun ikut terkikik juga.


Raynevandra :


Iya, Dadd...


ucapnya langsung setelah menggeser tombol hijau pada layar ponselnya dan menampakkan tatapan mata setajam elang di layar ponselnya.


Evan :


Kemana aja beberapa hari ditelponin nggak pernah diangkat?


tanya Evan tegas.


Raynevandra :


jawabnya sok santai.


Evan :


Angkat telpon Mommymu...


Jangan bikin Mommymu panik.


tegas Evan.


Raynevandra :


Iya, maaf.


jawabnya pendek.


Evan :


Kamu dimana?


tamya Evan yang sedari tadi menatap backgroud perbukitan di belakang Raynevandra.


Raynevandra :


Tadi sekolah pulang pagi dan Aaron ngajakin ke villanya di Puncak.


jawab Raynevandra jujur, kamera ponsel Raynevandra tak sengaja mengarah pada Alexandra tapi Raynevandra langsung menyadarinya.


Tuh ada Grazia Gioia Lazuardi, Aaron, Rania, Achilleo Brylee Harris, Amadeo Bradley Harris, Audrey.


Ini rame - rame, sama Devandroe juga nih.


Nih Andru sama Cewenya juga.

__ADS_1


Aku nggak sama Alexa aja.


lanjutnya menjelaskan sembari membidik ponsel kameranya ke arah orang - orang yang disebutkan, kemudian memberikan ponselnya pada Devandroe, Devandroe nampak tak suka ketika Raynevandra mengatakan kepada Daddynya jika Sarah adalah Kekasihnya, tatapan Sarah langsung menyendu melihat hal itu, dan ternyata tatapan itu juga tertangkap mata Alexandra meski Alexandra hanya diam memperhatikan.


Devandroe :


Assalamualaikum, Dadd...


ucap Devandroe sambil tersenyum paksa karena masih tak terima dengan ucapan Raynevandra.


Evan :


Waalaikum salam...


balas Evan sambil tersenyum juga.


Kamu pulang pagi juga sekolahnya, Ndru?


lanjut Evan bertanya, Devandroe pun mengangguk.


Devandroe :


Samaan tadi, sekolahnya pulang pagi semua karena Gurunya rapat.


jawabnya jujur, Evan mengangguk.


Evan :


Ya udah, kalian hati - hati...


Jangan pulang malam, lagi musim hujan, Puncak rawan longsor.


ucap Evan.


Devandroe :


Oke, Dadd...


Abis ini setelah makan langsung pulang kok.


jawab Devandroe patuh.


Ini nih si Ray ngajakin barbequean kambing guling disini.


jelasnya.


Evan :


Doyan Raynevandra?


tanya Evan sembari mengernyitkan kening karena Evan juga hafal jika Raynevandra tidak pernah mau makan daging kambing.


Devandroe :


Tiba - tiba doyan kayanya...


Hehehe...


jawab Devandroe diiringi dengan tertawa.


Evan :


Ya sudah, lanjutin acaranya...


ucap Evan.


Bawa jalan anak Gadis orang dijagain yang bener.


Jangan pulang larut malam.


Bilang sama Raynevandra juga.


tegasnya.


Devandroe :


Iya.


jawabnya patuh kemudian Evan langsung mematikan panggilan video ini secara sepihak dan Devandroe pun langsung mengembalikan ponsel Raynevandra.

__ADS_1


Tut... Tut... Tut...


Mereka semua pun langsung menyantap sajian khas Timur Tengah yang kini tersaji di hadapan mereka masing - masing. Raynevandra nampak sangat lahab ketika menikmati nasi Briyani dengan potongan kambing gulingnya. Devandroe yang semula bingung dengan sikap Raynevandra kini sudah kembali biasa saja. Minuman berbotol bertuliskan Soju itu pun juga nampak menghiasi meja makan di halaman belakang villa milik keluarga Aaron ini. Ramai riuh ini pun semakin terasa karena candaan mereka juga terlihat semakin tak terarah dan topik yang dibercandakan juga malah semakin kemana - mana. Tapi keromantisan momen ini tetap terasa karena mereka semua datang ke tempat ini juga dengan pasangan masing - masing, meski tak dapat dipungkiri jika Devandroe dan Sarah hanyalah sebatas Sahabat tapi yang lainnya sudah menganggap keduanya juga berpasangan layaknya empat pasang muda mudi ini yang notabenenya memang adalah pasangan Kekasih.


__ADS_2