Si Dingin Dan Si Barbar

Si Dingin Dan Si Barbar
Bab 193 - Miris


__ADS_3

Hiks... Hiks... Hiks...


" Daddy kenapa, Sayang? Jelasin sama Mommy! " ucap Rayne dengan bibir bergetar karena Raynevandra keluar dari dalam ruang ICU dengan wajah murka.


" Apa Mommy udah boleh masuk? " tanya Rayne lagi karena Raynevandra masih saja saling bersitatap tajam dengan Zeevanea seolah tak memperdulikan Rayne yang sangat mengkhawatirkan Evan juga.


" Mommy pengen masuk, Ray... Mommy pengen lihat keadaan Daddy... " lanjut Rayne berucap memohon dengan kekhawatiran yang kian melanda hebat, air matanya pun kembali tumpah ruah meski juga tidak terdengar isak tangisnya.


" Mommy harus kuat... Daddy pasti baik - baik aja. " lirih Raynevandra yang langsung melengos dari tatapan nyalang Zeevanea dan berpindah memeluk Rayne yang terus didampingi oleh Stevano.


" Daddy kenapa, Ray? Ngomong sama Mommy! " tegas Rayne dengan suara kian serak dan bergetar.


" Jangan sembunyikan keadaan Daddy dari Mommy, Nak! Mommy mohon, Sayang... " pekik Rayne dengan nada melirih saking khawatirnya dengan keadaan Evan yang belum juga diketahuinya.


" Mommy harus tenang... Mommy tambahin lagi doanya buat Daddy... " lirih Raynevandra yang ikut menangis di hadapan Ibunda tercintanya.


" Daddy kritis... " lirih Raynevandra penuh sesal dan langsung memeluk Rayne dengan punggung yang sama - sama bergetar hebat.


" Ya Allah Mas Evan... Kenapa malah jadi kaya gini, Mas... " lirih Rayne yang kian menangis histeris dalam dekapan Raynevandra.


Hiks... Hiks... Hiks...


" Memangnya Dokter di dalam bilang Daddy-mu sakit apa, Ray? Kenapa sampai kritis begini? " tanya Mama Rosa dengan berapi - api yang sangat penasaran kenapa Evan langsung drop seperti ini.

__ADS_1


" Sebelumnya Evan punya riwayat penyakit jantung ringan, Mam... Dan Evan sengaja menyembunyikannya dari kita semua. Jadi kemungkinan sekarang penyakitnya kambuh karena terlalu banyak memikirkan serentetan permasalahan keluarganya. " sahut Eric berucap logis yang akhirnya ikut angkat bicara, bukan bermaksud lancang tapi Eric merasa sudah waktunya keluarga mereka mengetahui kesakitan Evan yang sengaja disembunyikan, Raynevandra tetap memeluk Rayne.


" Evan!!! " teriak Mama Rosa meraung histeris, Richie yang di sampingnya pun langsung mencoba menenangkan Mama Rosa dengan memeluknya.


" Mas Evan!!! " teriakan Rayne bersamaan dengan teriakan Mama Rosa, Rayne sangat terkejut mendengar hal ini, Rayne sungguh tidak pernah menyangka jikalau Suaminya yang terlihat selalu sehat bugar itu nyatanya menyimpan penyakit yang terbilang berat tanpa diketahui olehnya dan keluarganya, tubuh Rayne pun langsung ambruk ke bawah tapi dengan sigap Raynevandra langsung menahannya, beriringan dengan teriakan dari kedua Perempuan penuh arti bagi Evan itu dengan penuh amarah Nala meninju tembok yang ada di hadapannya, Nala tak pedulikan kesakitan di tangannya, yang lebih menyakitkan bagi Nala ketika mendengar tentang keadaan Daddy kesayangannya.


Seluruh keluarga kian mendekat juga langsung menghampiri Raynevandra yang membuat gaduh setelah mendapat penjelasan mengejutkan yang diucapkan tiba - tiba oleh Eric itu, Alexandra dan keempat remaja itu pun juga kian mendekat dan membuat Devandroe terpaksa mengurungkan niatnya, Eric dengan sigap langsung mendekati Raynevandra dan memeluknya bersama dengan Rayne juga. Alexandra pun mendekati Raynevandra dan mengusap lembut punggung Raynevandra yang bergetar. Ayah Rudi pun langsung merosot ke bawah hingga tertunduk di lantai saking terkejutnya, kesedihan hebat semakin menyelimuti kedua keluarga besar ini, mereka semua nampak menangisi keadaan Evan.


Hiks... Hiks... Hiks...


" Kamu yang sabar, ya... Daddy pasti segera membaik... " lirih Alexandra saat Raynevandra sudah melepaskan diri dari pelukan Eric juga Rayne dan kini berpindah memeluk Alexandra, menumpahkan derasnya tetesan air mata pada bahu nyaman Alexandra yang serasa memberikan ketenangan untuknya.


" Daddy udah janji sama aku... Daddy akan baik - baik aja... Daddy juga janji kalau Daddy yang bakalan kasih nama buat anak - anak kita nanti... Tapi kenapa sekarang Daddy malah kaya gini? " ucap Raynevandra dengan terisak dan penuh kepiluan, Devandroe hanya terdiam Kelu meski ucapan Raynevandra sangat menyakiti hatinya, kesedihannya terhadap keadaan sang Ayah yang teramat mendalam membuat Devandroe menahan kesakitannya terhadap Raynevandra, Zeevanea yang sedari tadi langsung terdiam bungkam itu kini juga nampak terduduk lemas bersimbah air mata dengan ditemani oleh Neneknya.


Trap... Trap... Trap...


Plak!!!


" Akh!!! " teriak Zeevanea kencang sembari berdiri mengikuti tarikan paksa Nala, Bunda Sekar yang sedari tadi menemani Zeevanea nampak tercengang karena Nala yang tiba - tiba menarik paksa dan menampar Zeevanea tanpa aba - aba.


" Nala, jangan! " hardik Papi Ardi yang langsung berpindah mendekat pada Nala yang masih menggenggam erat tangan Zeevanea meski Zeevanea terus meronta, Eric hanya menoleh melihat kemarahan Putranya karena Eric masih berusaha menenangkan Rayne dalam pelukannya.


" Ini semua gara - gara Lo! " teriak Nala murka sambil menunjuk wajah Zeevanea dengan jari telunjuknya, Zeevanea menatap nyalang kepada Nala sambil memegangi pipinya yang terasa panas.

__ADS_1


" Lo bisa ngomong kaya gini karena Lo nggak berada di posisi Gue! " balas Zeevanea dengan teriakan juga, mereka semua yang masih dengan kesadaran penuh nampak miris melihat keadaan keluarga Evan yang sampai terkoyak seperti ini, ini adalah tamparan yang ketiga kalinya untuk Zeevanea.


" Lo bisa hormat nggak sih sama Daddy? Daddy itu Bapak Lo! Lo kira Lo siapa sampai berani bentak - bentak Daddy! " teriak Nala kian murka.


" Lalu menurut Lo apa Gue tetep harus diem aja sementara Gue sama Nicky yang nggak ngelakuin kesalahan sama sekali malah harus berkorban untuk menanggung semua dendam masa lalu mereka yang berbuat salah?! " jawab Zeevanea lantang tak pedulikan mereka semua yang berada disana sedang bersedih mendapati keadaan kritis Evan.


" Mommy sama Papi Dygta yang salah! Bukan Gue! " teriak Zeevanea kian murka dan tak ada takutnya meski juga ikut merasakan kesedihan yang sama atas keadaan Evan, Rayne pun kian menangis terisak dalam pelukan Eric karena Zeevanea juga terus menyalahkannya.


" Udah diapain aja Lo sama Nico sampai Lo berani bersikap kurang ajar sama Daddy? Udah ditidurin, iya? " tanya Nala dengan membentak kencang, Nala sangat emosi karena Nala sangat menyayangi Evan.


" Nala, stop! " sahut Eric melerai.


" Fokus sama keadaan Daddy-mu dulu... Jangan ngomongin yang lain yang enggak - enggak. " jelas Eric tanya Nala dan Zeevanea masih saling bersitatap tajam penuh murka, Ayah Rudi yang terkenal garang itu pun masih terlihat rapuh membayangkan kondisi Evan saat ini.


" Lo denger Gue baik - baik! " tegas Zeevanea dengan menatap tajam dan menunjuk Nala dengan jari telunjuk berkuku panjang itu tepat di depan wajah Nala.


" Gue nggak murahan kaya anak kesayangan Daddy yang udah buat malu dan mencoreng nama baik keluarga tapi tetap mendapatkan restu dari Daddy dan semua keluarga kita! Gue masih suci! " teriak Zeevanea murka sekaligus tetap merasa iri dengan Raynevandra, Raynevandra dan Alexandra nampak terkejut mendengar ucapannya, Alexandra terlihat sangat shock, tapi Raynevandra kembali mengeratkan pelukannya untuk memberikan ketenangan untuk Alexandra disamping Raynevandra juga menatap nyalang ke arah Zeevanea.


" Apa perlu Gue datengin Nicky kesini buat pamer sama Lo untuk ngelakuin itu di depan mata kepala Lo, hah? " lanjut Zeevanea yang serasa mendapat angin segar untuk membantah Nala juga semakin memojokkan Raynevandra yang membuatnya sangat iri.


" Kalau Gue memang masih Perawan apa Lo mau minum darah perawan Gue juga, hah? " lanjutnya yang kian merasa di atas angin, Nala pun langsung menggelengkan kepala berulang kali sambil mengernyitkan keningnya, Rayne kian tersayat hatinya mendengar ucapan - ucapan tidak pantas yang terlontar dari bibir Putrinya, para Orang Tua pun nampak tercengang dengan ucapan - ucapan Zeevanea.


" Daddy jadi sakit kaya gini karena Daddy ribut sama Lo! Bukan karena Ray! Nggak usah ngalihin pembicaraan! " tegas Nala dengan tersenyum mencibir dengan tatapan sinis mengintimidasi.

__ADS_1


" Lo nggak usah bawa - bawa Raynevandra meskipun dia juga punya salah! Daddy pasti sudah memikirkan semuanya dengan matang. Dan sebelum Lo jalan sama Nico Lo juga udah tau kalau Daddy anti Nitinegara! Salah siapa melanggar apa yang sudah menjadi ketetapan larangan keluarga? " lanjutnya berucap panjang lebar kian tersenyum sinis, bukan Nala namanya kalau tidak bisa berhasil membalikkan keadaan, Nala juga bagaikan duplikat Evan yang pintar memainkan keadaan, Zeevanea yang masih terlihat marah pun hanya bisa menahan amarahnya karena ucapan Nala membuatnya kalah telak.


" Percuma Daddy nyekolahin Lo tinggi sampai ke luar negeri tapi nyatanya Lo masih goblog nggak bisa ngerti mana yang larangan mana yang bukan! " tukasnya semakin memandang sebelah mata kepada Zeevanea.


__ADS_2