
" Cantik banget calon Istri siapa sih ini... " goda Nicholas pada Zeevanea yang sedang duduk menyisir rambutnya di depan meja rias yang ada di kamar Nicholas, Zeevanea hanya mencebik sembari menatap Nicholas malas dari pantulan cermin di hadapannya, Nicholas baru saja selesai mandi dan kini juga sedang mengeringkan rambut basahnya dengan handuk kecil yang dibawanya dari dalam kamar mandi.
" Selesai musim balap tahun ini aku akan melamarmu... Aku akan menikahimu. Aku tak mau berlama - lama lagi. " lanjut Nicholas berucap dengan sungguh - sungguh, Zeevanea langsung menoleh dan menatap sengit pada Nicholas yang ternyata sudah berpindah memeluknya dari belakang, kening keduanya pun langsung berbenturan meski tidak keras, jadilah kening dan hidung serta bibir mereka juga bertabrakan.
" Kita luluhkan kerasnya hati Om Evan sama - sama, ya... " lanjutnya semangat memperjuangkan cintanya kepada Zeevanea.
" Terima kasih kamu sudah bersedia membuka hati buat aku. Tak ada hal lain yang lebih membuatku bahagia selain hal indah ini... " tukasnya kemudian mengecup bibir Zeevanea.
Flashback On :
" Kamu sudah denger penjelasan Om Evan? " tanya Nicholas pertama kali setelah Zeevanea mengakhiri cerita sedihnya, Zeevanea nampak menggeleng samar.
" Jangan langsung menyimpulkan sesuatu yang belum tentu kebenarannya meski kamu sudah melihat kenyataan di depan mata. " lanjutnya bijaksana.
" Kamu juga pasti masih inget gimana kita waktu pertama kali kita ketemu... " lanjutnya lagi, sudut bibir Nicholas nampak terangkat ke atas dan ia merasa geli sendiri setelah menyadari kebodohannya di waktu itu.
" Tapi ternyata aku salah, bukan? Perempuan cantik yang aku kira adalah Sugar Baby ini ternyata adalah Putri cantik seorang Evano Gamya Kalandra yang sekaarang calon Istri aku sendiri... " lanjutnya sambil terkikik.
" Temui Om Evan, minta penjelasan lebih dulu... Dan segera meminta maaflah jika memang pradugamu itu ternyata salah. Nggak baik marah lama - lama sama Orang Tua sendiri. " tukasnya menasehati Zeevanea.
" Ini beda, Nikita! " sahut Zeevanea yang langsung sewot.
" Jangan panggil Nikita dong, Sayang... Tega banget sama calon Suami sendiri. " sanggah Nicholas dengan wajah yang dibuat sok memelas sedih.
" Kalau aku sama Daddy kan memang Bapak sama Anak, lah ini Daddy ciumannya sama Mantannya. Apa lagi coba kalau si Mantan Cassanova itu nggak selingkuhin Mommy! Lagian Daddy juga pasti marah kalau dicium Perempuan sembarangan. Nah ini melongo aja! " jawab Zeevanea kesal.
" Yakin? " tanya balik Nicholas, Zeevanea hanya diam dan tetap memberengut kesal.
" Itu juga belum tentu bener, Sayangku... " jawab Nicholas penuh ketenangan.
" Makanya kamu temui Om Evan dulu, minta penjelasan dulu sebelum kamu menyimpulkan sepihak akan apa yang kamu lihat meski sudah jelas di depan mata. " lanjut Nicholas menjelaskan dengan perlahan.
" Dan nggak usah teriak - teriak... " imbuhnya yang sudah bisa menebak akan kemarahan Zeevanea yang pasti meledak - ledak.
" Itu semua udah pasti benernya! Apa yang kami lihat semalem nggak mungkin salah! " jawab Zeevanea kekeh dengan pendiriannya, Nicholas hanya diam tapi juga tetap memperhatikan.
__ADS_1
" Mommy, Kakak Steve, aku, Andru, Ray, sama Alexandra ngelihat jelas ciuman mereka. " lanjutnya berapi - api.
" Tapi tidak ada salahnya kamu meminta penjelasan langsung kepada Om Evan, Sayang... " jawab Nicholas bijak.
" Kamu boleh marah kalau memang Om Evan terbukti berselingkuh. " lanjutnya, Zeevanea hanya diam dan tetap kesal.
" Aku pun akan melakukan hal yang sama denganmu kalau sampai kedua Orang Tuaku berselingkuh. " lanjutnya.
" Andai kamu tau peliknya cinta segitiga Daddy dan Mommy juga Daddy Dygta mungkin kamu juga akan merasa sepertiku. " ucap Zeevanea setelah terdiam beberapa saat.
" Sampai saat ini aku merasa sangat takut untuk menjalin hubungan dengan Pria... " lanjutnya menyendu.
" Tolong percaya sama aku... Aku benar - benar mencintaimu. " potong Nicholas serius untuk meyakinkan Zeevanea.
" Aku tidak akan berjanji, tapi aku akan memberikan pembuktian kepadamu jika aku juga akan berusaha membantu menghilangkan rasa takut juga membuatmu bahagia dengan hubungan tanpa perselingkuhan. Tapi tolong berikan kepercayaanmu. Bukalah hatimu untuk hatiku... " lanjutnya dengan saling bertatap dalam dengan Zeevanea.
" Bantu aku untuk menghilangkan ketakutanku... Sebenarnya aku juga punya harapan akan hubungan kita yang masih serampangan ini berjalan panjang tanpa perselingkuhan. " lirih Zeevanea kelu.
" Dengan senang hati, calon Istriku... " jawab Nicholas diiringi dengan senyum yang perlahan mengembang.
" Cobalah membuka hatimu untukku untuk melawan dan menghilangkan ketakutanmu. " lanjutnya sambil menggenggam tangan Zeevanea dan mengecupinya mesra.
" Aku akan mencobanya... Semua butuh waktu dan butuh proses. Kalau memang kamu menginginkan kita tetap melanjutkan hubungan ini, bersabarlah membantuku yang keras kepala ini. " jawab Zeevanea lirih dan merasa semakin tenggelam akan tatapan dalam mata Nicholas.
" Dengan senang hati, Sayangku... Calon Istriku... " jawabnya mantab sambil tersenyum lega penuh bunar kebahagiaan, setidaknya kini hubungannya dengan Zeevanea semakin jelas.
" Ya sudah, kamu mandi dulu gih... " ucap Nicholas lagi setelah keduanya terdiam sejenak.
" Abis kamu mandi kita sarapan. Terserah kamu mau sarapan disini apa di bawah. Aku nurut aja sama calon Istri. " lanjutnya, Zeevanea pun langsung beranjak je kamar mandi tanpa kata sementara Nicholas tetal duduk menunggu di atas tempat tidur sambil terkikik menatap Zeevanea.
Trap... Trap... Trap...
Flashback Off :
Ciuman keduanya kembali berlangsung lama... Kali ini Zeevanea benar - benar berusaha membuka hati untuk dapat menerima Nicholas sepenuhnya dan yang dirasanya bahwa ia sudah mulai terbiasa dengan keberadaan Nicholas bersamanya yang juga ternyata membuatnya lebih nyaman karena kini ada yang berperhatian lebih kepadanya meski tak dipungkiri jika perhatian yang didapatkan dari keluarganya juga melimpah ruah.
__ADS_1
" Stop, Nic! " pekik Zeevanea menyudahi tiba - tiba ciuman panjang kedua mereka, nafas keduanya nampak terengah, Nicholas pun langsung mengangkat Zeevanea dan langsung memangkunya di kursi rias yang semula diduduki oleh Zeevanea.
" Aku masih mau... " lirih Nicholas menggoda tapi wajahnya dibuat sok sedih.
" Kamu mau bunuh aku, cium aku selama itu sampai bikin aku sesak nafas! " bentak Zeevanea kesal, Nicholas hanya terkekeh santai.
" Bibirmu yang manis ini sudah membuatku candu... " jawab Nicholas sambil terkikik dan memainkan jari telunjuknya di tepian bibir Zeevanea, Zeevanea kembali mencebik dan melengos untuk melepaskan tangan Nicholas di bibirnya.
" Pesen makan sana! Aku masih males kalau nanti ketemu Daddy. " ucap Zeevanea kembali pada topiknya semula.
" Kamu mau makan apa? " tanya balik Nicholas.
" Terserah, asal jangan yang berat atau berlemak. " jawab Zeevanea.
" Takut banget gendut. " ledek Nicholas sambil menarik wajah Zeevanea agar menoleh mentap kepadanya.
" Biarin! " jawab Zeevanea acuh, Nicholas pun kembali terkikik.
" Kalau aku gendut kamu pasti bakalan selingkuh dan akhirnya ninggalin aku! " lanjutnya menghardik diiringi dengan tatapan yang begitu sengit.
" Hahaha... " tawa Nicholas langsung menggema dan membuat Zeevanea semakin kesal.
" Udah, jangan mikirin soal selingkuh. Karena aku nggak akan pernah menyia - nyiakan kesempatan yang kamu berikan dengan melakukan hal bodoh itu. " potong Nicholas.
" Yang aku takutin itu jika suatu saat nanti kamu merasa bosan karena kita menjalani hubungan jarak jauh. " lanjutnya kembali serius.
" Kalau ada waktu senggang kan bisa ketemuan. " jawab Zeevanea enteng.
" Paris - Jepang itu jauh, Sayang... " jawab Nicholas sambil geleng kepala.
" Kalau senggangnya kita bentar aja ya gimana mau puas ketemu? " lanjutnya.
" Bukannya kamu kuliah di Manchester? Sejam aja juga sampai penerbangan UK - Paris. Naik kereta kan juga bisa. " jawab Zeevanea.
" Iya... Tapi kan aku juga pasti sibuk balap kalau lagi musim balap. " jawab Nicholas.
__ADS_1
" Kalau musim balap sih aku emang di Jepang karena memang keanggotaan aku disana. " lanjutnya menjelaskan, Zeevanea pun mengangguk paham.