Si Dingin Dan Si Barbar

Si Dingin Dan Si Barbar
Bab 43 - Wejangan


__ADS_3

Hiks... Hiks... Hiks...


Maura yang diam - diam sudah mendapatkan informasi mengenai Perempuan yang bersama Papanya waktu itu kini tengah menangis sendiri di dalam sebuah bilik kamar mandi di area mall yang ia kunjungi. Ya... Maura yang sedang jalan - jalan dengan teman - temannya tak sengaja bertemu dengan sang Papa yang sedang bersama selingkuhannya. Ia pun pamit ke kamar mandi kepada sahabat - sahabatnya sementara para sahabatnya itu kini tengah menunggu pesanan makanan mereka datang. Maura tak sengaja bertemu dengan Papanya dan selingkuhan Papanya saat ia berada di food court ini.


Tangis Maura pecah, ia tak bisa lagi menahan kesedihannya. Ia sangat sedih... Bagaimana nanti jikalau sang Mama melihat kelakuan buruk sang Papa yang kini kembali kumat dengan berselingkuh di belakang sang Mama. Maura terus menangis, ia sudah tak tahan lagi melihat Papanya menggandeng mesra seorang Perempuan selain dirinya dan Mamanya. Tapi setelah tangisnya perlahan berhenti, Maura segera merapikan penampilannya kembali agar tak menimbulkan curiga pada sahabat - sahabatnya. Akhirnya, Maura pun kembali ke area food court karena teman - temannya pasti sedang menunggunya.


Trap... Trap... Trap...


Mata Maura kian membelalak ketika sudah berada di area food court. Ada Evan dan Raka yang sedang berdiri tegak di depan sang Papa yang terlihat tetap tenang dan mesra dengan selingkuhannya. Raka diam saja, ekspresinya juga terlihat biasa saja. Tapi tidak dengan Evan... Ia bersidekap di dada dengan menatap tajam pada Teo yang duduk bersama dengan selingkuannya. Maura tak berani mendekat, Maura menatapnya saja dari tempat duduknya. Maura juga tidak bisa mendengar percakapan apa yang tengah diucapkan oleh Evan kepada Papanya. Tapi jelas terlihat kemarahan yang terpancar dari gelagat Evan yang sedang berdiri dengan aura kegaharannya. Tak lama kemudian, Evan dan Raka pun beranjak. Tapi tidak disangka oleh Maura jika Papanya pun membuntut di belakang Evan dan Raka. Sementara si selingkuhan nampak melipat wajahnya karena baru saja bertemu tapi Teo malah ikut pergi dengan mereka berdua.


Trap... Trap... Trap...


" Sandra mana? " tanya Evan saat sudah kembali ke cafe, ia sengaja ingin melihat ekspresi Teo, Teo dan Raka langsung duduk kembali di tempatnya semula.


" Istri Lo Rayne bukan, sih? Dateng - dateng malah nyariin Sandra... " sahut Irish sewot.


" Ibu mantan cemburu ini ceritanya... " jawab Evan santai sambil menyenggol pundak Irish dengan pinggangnya karena Evan masih berdiri di tempatnya.


" OMG, Evan! " teriak Irish tak terima, yang lainnya langsung terkikik.


" Sandra ke dalem sama Kak Vaness beli bedak... Mau Lo beliin? " sahut Nadine sambil melirik sinis, Dante langsung tertawa melihat ekspresi Istrinya.


" Kalau Gue jadiin Bini kedua boleh, nggak? " jawab Evan santai dengan wajah menjengkelkannya, Rayne dan Nadine langsung melengos bersamaan, Evan yang melihat Rayne melengos langsung kembali duduk di tempatnya semula juga.


" Mommynya Ray cemburu ini? " goda Evan pada Rayne, Rayne tak menjawab hanya mencebik.


" Rasain, Lo! " pekik Nadine sembari menatap Evan dan Rayne.


" Gue cuma kasihan sama Sandra... Kali aja dia kurang sejahtera sama Teo. " ucap Evan lagi sembari melirik sinis pada Teo, Teo hanya diam tak mau menanggapinya.

__ADS_1


" Anak cuma satu, Istri juga cuma Sandra doang, kalau sampai Sandra nggak sejahtera terus kemana aja Teo selama ini? " sela Jeffry ikut menggoda Teo meski Jeffry tak paham jika sebenarnya Evan sedang menyindir Teo, yang lainnya hanya tersenyum menanggapinya, hanya Raka dan Evan juga Rayne yang paham akan hal tersembunyi ini.


" Tuh, Rayne... Sandra masih sah jadi Istrinya Teo aja Evan berani terang - terangan ngomong kaya gini depan Lo... Gimana lagi nanti kalau ada Janda kembang lewat coba? " sela Marvell sambil terkikik sendiri.


" Senyum, dong... Cuma bercanda ini... " ucap Evan pada Rayne tapi Rayne masih diam saja.


" Mana bisa aku berpaling dari Istri secantik dan sebaik kamu... " lanjutnya.


" Gombal. " ketus Rayne sembari menahan tawanya.


" Senyum ya senyum aja kali, Sayang... Nggak usah ditahan gitu, malah bikin aku gemes aja tau nggak. " cibir Evan, Rayne pun langsung tersipu malu dan menunjukkan senyumnya.


Trap... Trap... Trap...


" Lo beli bedak ke Afrika apa, San... Beli bedak aja lama banget. " ucap Nadine saat Sandra dan Vanessa sudah kembali, raut wajah Sandra nampak kaku, wajahnya juga terlihat sembab, Sandra hanya diam sembari menatap Teo yang sedang memainkan cangkir kopinya, Rayne dan Evan dan Raka saling melempar pandang seketika.


" Duduk dulu... " ucap Vanessa, Sandra mengangguk tapi tidak kembali ke tempat duduknya di samping Teo, tapi memilih tempat duduk kosong di samping Evan, setelah Sandra duduk Vanessa pun ikut duduk di sebelah Teo.


" Mantan Pacar Lo yang mana? " sahut Irish antusias bertanya.


" Ada lah... Lo kepo amat. " ucap Sandra sok santai dengan senyum yang dipaksakan.


Tak berselang lama, gerombolan Evan beserta para Istri ini pun beranjak pulang karena hari sudah hampir malam. Raynevandra juga sudah bertemu Rayne yang tak disangka ada disana juga. Zeevanea dan Anya pun juga sudah dihampiri oleh Rayne ketika Evan mengikuti Teo tadi. Hingga akhirnya, mereka yang tak membawa mobil pun langsung pulang bersama Suaminya. Dan kini di cafe tersebut tinggalah Evan dan Rayne beserta anak - anaknya karena gerombolan Raynevandra tadi juga ikut pulang seiring dengan Orang Tua mereka.


Trap... Trap... Trap...


Bruuum... Whuuussszzzhhh...


" Baby... Kenalin ini Mommy sama Daddyku... Ini Alexandra, Momm, Dadd... Cewenya Ray. " ucap Raynevandra dengan jelasnya tanpa ragu pada Alexandra juga Mommy dan Daddynya, Raynevandra baru saja mengajak Alexandra berpindah ke meja Daddynya.

__ADS_1


" Sore, Om, Tante... Nama saya Alexandra. " sapa Alexandra sopan sambil mencium punggung tangan Evan dan Rayne bergantian, Evan hanya mengangguk sementara Rayne menyapa Alexandra dengan senyum teduhnya.


" Sore, Sayang... " balas Rayne sambil tersenyum ramah.


" Kamu yang kemarin ketemu di ruang Kepsek, kan? " tanya Rayne pada Alexandra.


" Iya, Tante... " jawab Alexandra sambil tersenyum kikuk, Rayne pun tersenyum.


" Emang kenalnya udah lama kok udah digandeng aja, Ray? Mommy masih nggak ngeh, masa baru kenal langsung Pacaran. " tanya Rayne penasaran, berpindah pada Raynevandra.


" Kita kenal udah agak lama sih, Momm... Waktu mau turnamen basket yang terakhir itu. " jelas Raynevandra sambil nyengir tapi jujur, Rayne pun mengangguk sembari mulutnya membulat membentuk huruf O.


" Raynevandra... " panggil Rayne, Raynevandra yang cengar - cengir sembari menatap Alexandra yang terlihat kikuk itu pun menoleh.


" Iya, Momm... " jawabnya.


" Mommy nggak ngelarang kamu Pacaran... Tapi kalian berdua harus selalu ingat dimana batasan kalian. Mommy nggak mau anak - anak Mommy terjerumus dalam pergaulan bebas. Mommy setuju - setuju saja kalian Pacaran, asalkan Pacaran yang sehat. " ucap Rayne yang langsung memberikan wejangannya kepada Raynevandra dan Alexandra di hadapan Evan juga, sepasang muda - mudi ini nampak membeku di tempatnya, tapi Raynevandra pandai menyimpan debaran di dadanya dengan ekspresi yang tak terbaca, seperti ekspresi Evan saat ini, sementara Alexandra hanya diam memperhatikan.


" Paham? " tanya Rayne pelan penuh penekanan, keduanya nampak mengangguk pelan dan bersamaan, diam - diam Evan nampak tersenyum tanpa mereka ketahui.



" Ya sudah... Pulang sama Mommymu juga, Daddy bawa motor, nggak ada helm lagi mau bonceng Mommymu. " ucap Evan pada Raynevandra.


" Ya ayuk... Tapi aku mau anterin Alexa pulang dulu loh, ya... " jawab Raynevandra santai.


" Nggak usah deh, Dek... Kamu anterin Alexa aja. Mommy pengen naik motor sama Daddy. " tolak Rayne.


" Helmnya nggak ada, Sayangku... " ucap Evan jengah tapi memasang wajah sok lucu, Raynevandra nampak terkikik, Alexandra menahan tawanya.

__ADS_1


" Beli di depan ada. " ucap Rayne kekeh dan langsung menarik tangan Evan menuju keluar dari cafe tersebut, Raynevandra dan Alexandra pun jadi geleng kepala melihat mereka berdua.


Trap... Trap... Trap...


__ADS_2