
Setelah kejadian semalam, Rayne nampak selalu gelisah dan tak lelap kala memejamkan matanya meski Evan sudah memeluknya semalam suntuk. Pikirannya melayang memikirkan Raynevandra yang masih kekeh tidak mau kembali pulang ke rumah. Jika kemarin - kemarin Rayne bisa sedikit tenang karena sudah mengetahui jika Raynevandra menginap di Rumah Sakit, tapi kini jelas Rayne kepikiran akan dimana Putranya itu bernaung. Zeevanea dan Stevano yang semalam dihibungi oleh Susi pun segara pulang ke rumah.
" Bawakan sarapan Mommy ke kamar, Daddy mau mandi dulu. " ucap Evan kepada Zeevanea yang baru saja turun dengan pakaian yang sudah rapih siap untuk ke galeri.
" Iya, Dadd... Aku ambilkan dulu. " jawabnya dan langsung bergerak, Evan yang baru saja selesai berlari pagi di sekitar rumahnya pun langsung beranjak ke lantai atas.
Trap... Trap... Trap...
Ceklek...
Hoek... Hoek... Hoek...
Evan yang baru saja masuk ke dalam kamar langsung menuju ke arah wastafel setelah mendengar dan melihat Rayne sedang menunduk dan muntah - muntah disana. Sesaat Evan memijit pelan tengkuk Rayne, tapi tiba - tiba terhenti karena Evan juga merasakan mual. Jadilah keduanya beradu di aras wastafel yang sama hingga beberapa saat.
" Hehehe... " Rayne tertawa kecil kala melihat keadaan mereka berdua yang setiap pagi muntah - muntah bersamaan.
" Kenapa ketawa? " tanya Evan, keduanya sudah selesai membasuh wahah dan mulutnya.
" Bayi kita ngerjain kita ini, Mas... " ucap Rayne dengan tetap tertawa kecil sambil mengusap perutnya.
" Zee sama Steve aja yang nggak ngerjain aku tiap pagi. " jawab Evan sambil terkikik.
" Malah seneng akunya waktu dulu kamu hamil Zee sama Steve... Pereda mualnya cuma bibir aku. Kamu maunya disosor terus. " lanjutnya mengingat masa - masa kehamilan Rayne yang pertama.
" Nanti nggak usah ke galeri, istirahat aja di rumah. " ucap Evan, Rayne pun mengangguk patuh tanpa membantah.
" Ganteng banget, sih... Abis dari mana pagi - pagi begini udah tega banget ninggalin aku sendirian di kamar, hmmm? " tanya Rayne sambil menatap dalam pada Evan.
" Lari pagi... " jawab Evan sambil geleng kepala dan gemas dengan Rayne.
" Dih baru sadar juga dia kalau Gue ganteng dari dulu... " lanjut Evan pongah.
" Kemana aja selama ini, hmmm? " lanjut Evan bertanya sambil menarik hidung Rayne.
__ADS_1
" Ih! Sakit tau! " pekik Rayne dan langsung menarik tangan Evan yang mencapit hidungnya, Evan semakin gemas melihatnya.
" Nggak sadar akunya kalau punya Suami ganteng... " jawab Rayne sambil manahan tawanya.
" Berarti selama ini Istri aku pingsan, dong? " tanya balik Evan dan semakin menatap gemas pada Rayne, Rayne hanya tersenyum.
" Terus yang hampir setiap hari mendesah sama aku siapa coba? " lanjutnya sambil menaik turunkan alisnya, Rayne hanya tersenyum menanggapi guyonan Evan.
Cup...
Setelah sekejap saling pandang dan tawanya mereda, bibir keduanya pun beradu dengan sendirinya.
Ceklek...
" OMG! Daddy, Mommy! " teriak Zeevanea kencang, saking asiknya berciuman Rayne dan Evan sampai tidak mendengar kala Zeevanea membuka pintu kamar mereka.
" Kasih morning kiss buat Daddy sama Mommy dulu sini... " ucap Evan yang malah memanggil Zeevanea untuk memberikan morning kiss kepadanya dan Rayne.
" Ck! Daddy belum mandi belum gosok gigi. " jawab Zeevanea sambil berdecak malas.
" Cerewet amat Sugar Baby Gue... " ledek Evan sambil terkikik.
" Udah, udah... Mas buruan mandi dulu sana gih. " sela Rayne, Evan dan Zeevanea jika sedang beradu argumen tidak akan berhenti jika tidak ada yang melerai, Evan pun langsung beranjak ke kamar mandi sementara Rayne menghampiri Zeevanea.
Trap... Trap... Trap...
" Ini sarapan Mommy... Tadi Daddy minta Zee anterin sarapan Mommy ke kamar. " ucap Zeevanea.
" Iya nanti Mommy makan kalau sudah selesai mandi. " jawab Rayne.
" Mommy di rumah aja nggak usah ke galeri. Biar aku aja yang ke galeri. " ucap Zeevanea setelah semalam melihat Mommynya terkapar lemah, Zeevanea merasa tak tega.
" Iya... Mommy emang nggak ke galeri dulu hari ini. Udah dilarang tadi sama Pak Pengangguran. " jawab Rayne.
__ADS_1
" Hahaha... " Zeevanea langsung tertawa kencang mendengar sebutan baru Rayne kepada Evan.
" Zee nggak nyangka punya keluarga gokil kaya gini... " ucap Zeevanea kemudian, Rayne hanya tersenyum sambil mengusap lembut rambut panjang Putrinya.
" Mommy santai banget kayanya meski tau kalau Daddy pengangguran... Santai banget tau nggak meskipun pemasukan berkurang. " ucap Zeevanea lagi.
" Ya terus Mommy harus ngapain? Orang Daddymu yang bertanggung jawab sama kehidupan kita aja santai kaya di pantai meskipun sekarang jadi Pengangguran. " jawab Rayne yang malah balik bertanya.
" Mommy sih diajak susah ayok, diajak glamor pun siap menempatkan diri. Dulu juga susah waktu masih bangun Gamyaraa. Masih kuliah dan nyambi ikut job Modelling kemana - mana. " jawab Rayne lagi.
" Kalau sekarang kita hidup enak kaya gini alhamdulillah banget, Mommy bersyukur sekali... " imbuhnya.
" Yang penting kita sekeluarga selalu hidup rukun, harmonis, itu semua sudah cukup buat Mommy... Daddymu itu Pria bertanggung jawab, Daddymu tidak akan lalai dalam tugasnya. Mungkin sekarang Daddymu hanya ingin mengistirahatkan dirinya dari tumpukan deadline pekerjaan. " tukasnya, wajahnya yang semula nampak terlihat berbinar kini meredup teringat akan Raynevandra yang sama - sama keras dengan Evan.
" Bangga banget kayanya jadi Istrinya Evano Gamya Kalandra yang arogannya minta ampun... " cibir Zeevanea, Zeevanea tak paham jika Mommynya sudah berpindah memikirkan Raynevandra.
" Bangga sekali pastinya, Sayang... Itu adalah kebanggan tersendiri buat Mommy. Dan merasa sangat bahagia sekali dicintai oleh seorang Evano Gamya Kalandra yang memang keras kepala dan jahilnya minta ampun itu... " jawab Rayne dengan mata berkaca - kaca meski Rayne tetap tersenyum mengingat segala tingkah jahil Evan yang di luar kepala.
" Beruntungnya Mommy yang dicintai oleh Daddymu hingg saat ini... Mommy yang dulu hanyalah orang biasa merasa beruntung telah dicintai seorang anak Sultan dengan segenap cinta dan ketulusan di dalam jiwanya. Meski bukan materi yang Mommy nomor satukan, tapi sikap Daddymu yang tegas dan penyayang membuat Mommy tenang, Mommy merasa terlindungi. Itulah yang membuat Mommy yakin untuk merajut kehidupan bersama seorang Evano Gamya Kalandra. " tukasnya, meski sedang membicarakan Evan tapi pikirannya melayang memikirkan Raynevandra.
" Apa sih kuncinya hubungan Mommy sama Daddy awet sampai sekarang? Daddy sama Mommy itu Couple Goals banget. " tanya Zeevanea penasaran.
" Kepercayaan dan tulusnya cinta yang utama, Sayang... " jawab Rayne, Zeevanea pun mengangguk - anggukkan kepalanya dengan mimik wajah yang seperti sedang berpikir.
" Dulu kan Oma nggak setuju banget kalau Daddy sama Mommy nikah, terus gimana caranya ngeluluhin Oma? " tanya Zeevanea penasaran dan mencoba melihat reaksi Rayne karena sebenarnya Zeevanea sedang membuka jalan untuk mencari cara untuk memperkenalkan Nicholas sebagai kekasihnya kepada Orang Tuanya, terutama Evan yang jelas akan mengibarkan bendera pertentangan dengan seorang Nitinegara.
" Warning buat kamu! " tegas Rayne serius, Zeevanea juga nampak semakin serius menatap Rayne.
" Kamu sudah tau bukan apa yang dilakukan Daddy dulu saat Oma menentang hubungan Mommy dan Daddy? " lanjut Rayne yang kembali bertanya, Zeevanea langsung menganggukkan kepala dengan cepat.
" Apa yang dilakukan Daddy tidak boleh ditiru dan tidak untuk ditiru karena itu keliru! " tegas Rayne, Zeevanea kembali mengangguk.
" Mommy hanya terus mencoba mendekati Oma pelan - pelan, nggak ada modus, dan benar - benar tulus... Bagaimanapun juga Oma itu Orang Tuanya Daddy, Oma itu Ibu dari Pria yang sangat Mommy cintai. Jadi Mommy juga wajib menghormati dan menyayangi keluarga Daddy. Lama kelamaan akhirnya Oma pun luluh dan mau menerima Mommy. " jawab Rayne menjelaskan, Zeevanea mengangguk lagi.
__ADS_1
" Serius banget dengerinnya, emang udah punya calon? " goda Rayne kemudian, Zeevanea hanya meringis tanpa berani menjawab yang sejujurnya perihal kedekatannya dengan Nicholas Aamauri Nitinegara.