Si Dingin Dan Si Barbar

Si Dingin Dan Si Barbar
Ban 163 - Lamaran Raynevandra


__ADS_3

" Kenapa wajahmu terlihat menyedihkan begitu? " cibir Ayah Rudi melihat raut wajah kusut Evan saat rombongan mereka baru saja turun dari mobil yang baru saja mendarat dengan selamat di kediaman Alexandra.


" Aku nggak nyangka bakalan ngelepas Ray secepat ini, Yah... " jawabnya lirih berbalut aura kesenduan.


" Semua ini tidak akan pernah terjadi kalau kamu mendidiknya dengan benar! " pekikan pelan Rudiansyah Armaya yg tetap menyalahkan Menantu kesayangannya.


" Sudah, Mas! " lerai Bunda Sekar, Ayah Rudi pun langsung beranjak berpindah berdiri di samping Eric, dan mereka semua pun langsung bergegas bertamu.


Trap... Trap... Trap...


" Raynevandra, tunggu! " pekik Evan memanggil Raynevandra, Raynevandra yang tadinya berjalan bersama Rayne langsung menghampiri Evan yang tertinggal di belakang bersama dengan Rayne juga, orang - orang yang lain pun jadi ikut berhenti.


Trap... Trap... Trap...


" Sejak pengucapan ikrar janji sucimu malam ini didengar oleh semua orang yang menyaksikan acara lamaranmu ini, selalu ingatlah jikalau mulai detik itu juga tanggung jawabmu bertambah. Maafkan Daddy jikalau bekal yang selama ini Daddy berikan kepadamu masih belum cukup untuk mengiringi langkah kakimu ke jenjang selanjutnya itu. " ucap Evan tegas dengan mata yang berkaca - kaca.


" Mungkin memang ada benarnya jika pendidikan yang selama ini Daddy terapkan kepadamu memiliki kekeliruan yang fatal sehingga keadaan sekarang memaksamu untuk berada pada situasi sulit seperti ini yang memaksamu juga untuk dewasa sebelum waktunya. " lanjutnya, Raynevandra langsung menggelengkan kepalanya, sejujurnya ia merasa sangat bersalah dan merasa teramat trenyuh mendengar penuturan tulus dari dalam hati yang Evan ucapkan, Rayne langsung mengusap lembut punggung Suaminya.


" Selama ini Daddy tidak pernah salah dalam mendidik Ray... Mungkin memang sudah garis takdir Ray yang beralur seperti ini. " jawab Raynevandra juga dengan mata berkaca - kaca.


" Maafkan Ray dan segala kesalahan Ray, Dadd... Ray mohon, Daddy tetap sabar membimbing Ray ke depannya... Dewasa sekarang ataupun nanti itu hanyalah perkara waktu. Usia seseorang pun tak bisa menentukan tingkat kedewasaan seseorang. " tukasnya dengan bibir bergetar menahan tangis dan langsung memeluk Evan erat, Rayne pun ikut memeluk mereka berdua.


" Doakan Ray, Dadd... Doakan kami yang akan menapaki babak baru kehidupan kami... " lirih Raynevandra yang sudah terisak dalam dekapan Evan.


" Doa Daddy tak akan pernah terputus untukmu, Jagoan! Berbahagialah... Daddy merestui kalian... " tukas Evan sambil menyeka cepat air matanya seiring dengan terurainya pelukan mereka, dan kembali beranjaklah mereka.


Trap... Trap... Trap...


"Assalamualaikum... " ucap mereka di depan pintu rumah Alexandra yang sudah nampak terbuka lebar.


Trap... Trap... Trap...


" Waalaikum salam... " balas Papi dan Mami Alexandra sembari berjalan keluar menyambut para tamu spesialnya malam ini disusul oleh dua pasang Orang Tua yang nampaknya Kakak beradik dan juga dengan seorang baya dengan rambut yang sudah memutih serta sepasang baya yng juga turut hadir menyambut kedatangan tamu spesial disana, seserahan yang dibawa oleh pihak keluarga Evan pun juga langsung diserahkan kepada Tuan Rumah.


" Mari silahkan masuk... " sapa si empunya rumah dengan begitu ramahnya sembari menggiring masuk tamu kehormatannya yang baru saja datang.


Trap... Trap... Trap...

__ADS_1


" Mari silahkan duduk... " ucap Mami Alexandra dengan tersenyum ramah, kedua keluarga Sultan itu pun langsung mencari posisi duduk dengan teratur.


Trap... Trap... Trap...


" Nah, itu baru anak - anak baru saja turun... " ucap Papi Alexandra, mereka semua langsung menoleh menetap pada Alexandra yang muncul dari lantai atas dengan digandeng oleh sang Kakak, Alexandra dan Raynevandra bersitatap dalam dengan iringan deguban di dada yang sudah tak karuan hebatnya.


Trap... Trap... Trap...


Alexandra dan Mahira langsung menunduk sekejap untuk memberikan hormatnya kepada para tamu keluarga Raynevandra kemudian barulah ia duduk bergabung bersama mereka. Alexandra duduk diapit oleh Mami dan Papinya, sementara Mahira duduk di samping Maminya.


" Perkenalkan, nama saya Salman Hilal Razaf dan ini Istri saya Syahnaz Sadiqah Razaf. Dan ini adalah kedua Putri kami... Yang pertama ini bernama Mahira Arradina Razaf, dan yang duduk di tengah - tengah kami ini adalah Putri kedua kami, Alexandra Medina Razaf... " ucap Pak Salman memperkenalkan keluarganya, nampak tamunya mengangguk juga tersenyum.


" Yang dua pasang ini adalah Kakak kandung dari Istri saya, dan yang ini Ibu serta Papa dan Mama Mertua saya. " lanjutnya menjelaskan anggota keluarganya yang nampak hadir menemani disana, senyum ramah pun terus terpancar.


" Baiklah, untuk mempersingkat waktu jadi saya langsung saja... Untuk perkenalan rombongan keluarga kami bisa ditunda nanti mengingat rombongan kami yang banyak ini. " ucap Papi Ardi yang langsung mengambil alih acara ini setelah sedari tadi melihat wajah Ayah Rudi dan juga wajah Evan yang nampak tegang meski keduanya hanya diam, mereka semua nampak memperhatikan dengan seksama dan penuh ketenangan.


" Saya Ardiansyah Armayaya mewakili dari pihak keluarga Evano Gamya Kalandra. Sebelumnya kami sekeluarga menyampaikan permohonan maaf yang sebesar - besarnya atas segala salah dan kekhilafan dari tindak tanduk Cucu saya Raynevandra terhadap Putri Bapak Salman, Alexandra. " ucap Papi Ardi mengawali perbincangan malam ini, semua orang nampak terfokus dengan Papi Ardi.


" Dan saya yang malam hari ini turut mendampingi keluarga besar Evan untuk sowan kemari, dengan tujuan selain untuk bersilaturahmi juga tidak lain dan tidak bukan adalah untuk mengantarkan salah seorang anggota keluarga kami yaitu Raynevandra yang berkeniatan untuk melamar Putri kedua dari Bapak Salman dan Ibu Syahnaz, ananda Alexandra Medina Razaf... " ucap Papi Ardi dengan pelan dan perlahan, para keluarga Alexandra nampak berbahagia, senyum merekah yang berbalut kesenduan itu pun tetap terukir menyambut keseriusan Raynevandra yang benar - benar datang melamar dan akan mempertanggung jawabkan perbuatannya kepada Putri mereka.


" Selanjutnya, berkaitan dengan tujuan kedatangan Bapak Evano Gamya Kalandra sekeluarga untuk melamar Putri kedua kami yaitu ananda Alexandra Medina Razaf. " lanjutnya.


" Terlepas dari peliknya prahara yang ananda berdua telah perbuat, saya juga menyampaikan permohonan maaf kepada keluarga besar Bapak Evan. " jelasnya.


" Dan malam hari ini, saya Salman Hilal Razaf beserta keluarga besar menerima kedatangan dan niat baik Bapak Evano Gamyara Kalandra sekeluarga dengan kedua tangan terbuka serta dengan hati yang bahagia. Sesungguhnya, kedatangan Bapak Evano Gamya Kalandra sekeluarga terkhusus untuk ananda Raynevandra Gamyara Kalandra memanglah begitu kami nantikan. " tukasnya sambil menukikkan tatapan terakhirnya kepada Raynevandra.


" Namun, alangkah lebih baiknya jika kita sebagai Orang Tua memberikan kesempatan kepada ananda Raynevandra Gamyara Kalandra untuk menyampaikan lamarannya secara langsung kepada ananda Alexandra Medina Razaf di depan kedua belah pihak keluarga besar kita. " imbuhnya.


" Saya Raynevandra Gamyara Kalandra, Putra kelima Evano Gamya Kalandra dan Rayne Ayyara Kalandra... "


" Dengan berbekal restu dari kedua Orang Tua saya, saya mempercayai bahwa garis jodoh seseorang itu memanglah sudah ditetapkan dalam suratan takdir kehidupan bagaimanapun caranya untuk mempertemukan. "


" Papi... "


" Jikalau Alexandra Medina Razaf memanglah jodoh saya, maka izinkanlah saya untuk membahagiakan dia dengan menjadikannya Istri sah saya. "


ucap Raynevandra meminta izin kepada Orang Tua Alexandra terlebih dahulu, ucapan itu pun spontan tanpa persiapan dan tanpa belajar terlebih dahulu, Raynevandra mengira jika pada acara malam hari ini hanyalah Orang Tua saja yang akan berbicara.

__ADS_1


" Papi merestui kalian berdua. " jawab Pak Salman tegas meski matanya nampak berkaca - kaca, nampak tersenyum lega keluarga Kalandra kali ini.


" Alexandra Medina Razaf... "


" Hari ini, malam ini, di depan kedua Orang Tua kita dan juga keluarga besar kita, akan aku sampaikan sebuah niat tulusku kepadamu. "


" Selain berdasar atas rasa cinta yang begitu besarnya, pertanggung jawaban kita berdua akan sebuah kesalahan bersama juga harus kita segerakan, dan itu tidak akan berarti apa - apa apabila tidak ada dirimu yang mendampingiku. "


" Alexandra Medina Razaf... "


" Bersediakah kamu untuk menerima khitbah dariku ini untuk benar - benar menjadikanmu Istriku dan bersediakah kamu menerimaku dengan segala kekuranganku? "


tukas Raynevandra yang melamar Alexandra secara resmi di depan kedua belah pihak keluarga besar mereka, kedua mata sepasang Kekasih ini nampak saling bersitatap dalam penuh cinta yang juga berbalut kesenduan.


" Raynevandra Gamyara Kalandra... "


" Terima kasihku tak pernah putus untuk selalu kuucapkan kepadamu. "


" Memang tak dapat dipungkiri jikalau pertemuan sakral kita malam hari ini berdasar atas kesalahan yang memang harus kita pertanggung jawabkan berdua. "


jawab Alexandra dengan pelan dan juga bibir bergetar.


" Raynevandra Gamyara Kalandra... "


" Bersama izin dan restu dari kedua Orang Tuaku juga kedua Orang Tuamu yang sebentar lagi akan menjadi Orang Tua kita malam hari ini..."


" Aku Alexandra Medina Razaf bersedia menerimamu sebagai calon Suamiku... " tukasnya diiringi dengan tetesan air mata yang perlahan membasahi wajah ayunya.


" Alhamdulillah... " ucap mereka semua penuh dengan kelegaan juga dengan keharuan, Rayne dan Mama Rosa serta Mami Astri dan Bunda Sekar juga Mami Alexandra nampak menyeka air mata yang jatuh secara bersamaan, sedangkan Evan yang sedari tadi terdiam hanya menatap Raynevandra dengan mata tajam yang terus berkaca - kaca.


" Cincinnya, Dek... " sela Papi Ardi memberikan petunjuk langkah selanjutnya kepada Raynevandra, Raynevandra langsung mengangguk dan bergegas.



Cincin indah nan mewah betabur berlian tersebut akhirnya tersemat dengan indah di jari manis Alexandra. Tangan gemetar Raynevandra pun berhasil melakukan simbolis pengikatannya kepada Alexandra. Setelahnya, Alexandra pun memasangkan cincin juga di jari manis Raynevandra. Tepuk tangan meriah pun menguar setelah keduanya meresmikan pertunangannya malam hari ini. Meski kedua belah pihak keluarga besar nampak lega juga bahagia, tapi tetap saja tidak dapat dipungkiri jikalau tahta kesenduan dan keharuan menyelimuti malam bahagia ini.


__ADS_1


__ADS_2