
Malam harinya, Raynevandra mengantarkan Rayne untuk pulang setelah hampir setengah hari ini mereka menemani Alexandra di Rumah Sakit sekaliam Raynevandra juga pulang untuk membersihkan diri dan mengambil pakaian ganti untuknya yang akan kembali menjaga Alexandra. Kedua Orang Tua Alexandra sudah kembali ke Jakarta, dan sore tadi juga langsung bergegas ke Rumah Sakit setelah sampai di rumah dan menghubungi Alexandra. Mau tak mau Alexandra yang ketakutan pun akhirnya menceritakan jika saat ini dirinya tengah dirawat di Rumah Sakit. Kedua Orang Tuanya yang baru saja tiba dari Korea itu pun langsung bergegas cepat ke Rumah Sakit.
Sedikit rasa lega bagi Alexandra juga Raynevandra karena Orang Tua Alexandra tidak menunjukkan kemarahan yang berlebihan atas kesalahan yang diperbuat oleh Alexandra dan Raynevandra. Kedua Orang Tua Alexandra langsung berbicara dengan Rayne perihal peresmian pernikahan anak - anak mereka. Rayne setuju, tapi Rayne juga berucap akan memberitahukan kepada Evan terlebih dahulu. Sepasang Sejoli ini juga menceritakan semuanya hingga tertanamnya benih Raynevandra di dalam rahim Alexandra. Tapi seperti ekspresi Rayne tadi, kedua Orang Tua Alexandra juga langsung mengiyakan agar Putrinya tidak semakin merasa tertekan. Rayne juga menceritakan bagaimana kecewanya Evan tadi kala mengetahui hal yang sedang menimpa kedua belah pihak keluarga mereka.
Kalau dibilang tidak kecewa itu tidak mungkin, kedua Orang Tua Alexandra sebenarnya juga sangat kecewa dengan kelakuan sepasang sejoli ini, terlebih kepada Alexandra. Tapi nasi sudah menjadi bubur... Jadi kedua Orang Tua Alexandra pun langsung membicarakan tentang kelanjutan lebih jauh hubungan antara Raynevandra dan Alexandra. Kedua Orang Tua Alexandra merasa lega karena Raynevandra juga mau bertanggung jawab. Ketakutan akan banyaknya Remaja di luaran sana yang hamil di luar nikah tapi malah ditinggalkan oleh Kekasihnya tak lagi menjadi momok menakutkan bagi keluarga Alexandra karena Raynevandra sudah menunjukkan ketegasannya dengan mempertanggung jawabkan perbuatannya. Maka dari itu, setelah pembicaraan penting ini selesai Rayne dan Raynevandra pun pamit pulang, meninggalkan sejenak Alexandra yang tengah didampingi oleh kedua Orang Tuanya.
Trap... Trap... Trap...
Bruuum... Whuuussszzzhhh...
Dalam perjalanan menuju pulang ke rumah, Rayne terus saja memberikan wejangan - wejangan penting kepada Raynevandra. Raynevandra hanya mengangguk dan memperhatikan semua ucapan yang dilontarkan oleh Mommynya. Raynevandra sebenarnya juga sangat merasa bersalah kepada kedua Orang Tuanya. Tapi Raynevandra tetap tegas untuk bangkit dengan cara mempertanggung jawabkan perbuatannya, juga agar tidak semakin membuat kedua Orang Tuanya kecewa. Dan tanpa terasa obrolan panjang lebar berisikan wejangan seorang Ibu untuk anaknya itu pun terjeda kala mobil Raynevandra sudah berhenti di depan pelataran paviliun belakang rumah mereka. Keduanya pun langsung turun dan masuk ke dalam rumah secara bersamaan.
Trap... Trap... Trap...
Ceklek...
Trap... Trap... Trap...
" Assalamualaikum... " ucap Rayne di depan pintu smebari berjalan masuk bersama Raynevandra.
" Waalaikum salam. " jawab Zeevanea sambil berjalan keluar, ketiganya pun langsung berbagi kecupan seperti biasanya.
" Daddy mana? " tanya Raynevandra langsung.
" Di kamar... Ini mau Kakak ajak makan malam. " jawab Zeevanea.
" Aku mau ketemu Daddy dulu. " ucap Raynevandra dan langsung beranjak, Zeevanea nampak menatap bingung dengan kaos putih polos yang sedang dikenakan Raynevandra terlihat seperti terdapat bercak darahnya.
Trap... Trap... Trap...
" Bukannya Mommy tadi pergi ke Rumah Sakit sama Daddy? " tanya Zeevanea, keduanya berjalan masuk ke dalam rumah.
" Daddy pulang duluan. " jawab Rayne seadanya.
" Loh kenapa Daddy biarin Mommy sendirian? Mommy sama Daddy tengkar lagi? " tanya Zeevanea menggebu - gebu.
__ADS_1
" Tadi waktu Mommy selesai periksa kandungan, Mommy sama Daddy nggak sengaja ketemu Ray di Rumah Sakit, Ray lagi nganterin Alexa. Jadi ya Mommy nemenin Alexa sambil nunggu Orang Tuanya datang. " jawab Rayne, Zeevanea pun mengangguk paham tanpa curiga akan apa yang sedang menimpa Alexandra.
" Mommy buruan mandi, aku udah laper... " ucap Stevano sok merengek manja saat Rayne dan Zeevanea sampai di ruang keluarga, Stevano sedang bersama Devandroe.
" Mommy mandi sebentar sekalian panggil Daddy sama Ray. Sabar ya, Sayang... Maaf Mommy baru pulang. " jawab Rayne, Stevano pun mengangguk smebari menunjukkan wajah lesunya.
Trap... Trap... Trap...
" Kok masih disini? Kenapa nggak masuk? " tanya Rayne pada Raynevandra yang masih berdiri di depan pintu kamar Rayne dan Evan, Raynevandra masih berdiam di depan pintu kamar yang terbuka itu sambil memegang engselnya.
" Daddy bobo... " jawab Raynevandra tanpa mengalihkan pandangannya kepada Evan yang sedang terlelap penuh ketenangan seolah tak memiliki beban berat di pundaknya.
" Ayo masuk... Mommy akan bangunkan Daddy. " ajak Rayne, keduanya pun langsung masuk ke dalam kamar bersama - sama.
Trap... Trap... Trap...
" Mas... " lirih Rayne sambil mengusap - usap pelan bahu Evan.
" Bangun, yuk... Sudah waktunya makan malam. " ucap Rayne lagi dan kini Evan sudah mulai membuka matanya.
" Suruh anakmu keluar. " ucap Evan pelan penuh penekanan meski suaranya masih serak karena bangun tidur.
" Dia bukan hanya anakku tapi juga anakmu! " jawab Rayne pelan.
" Orang Tua yang baik tidak akan membiarkan anak - anaknya tenggelam dalam kesusahan sendirian... " lanjut Rayne berucap lirih Rayne berucap lembut untuk membujuk Evan agar tidak lagi marah kepada Raynevandra.
" Kesusahan itu dimulainya sendiri, bukan karena suratan takdir. Percuma saja kita menemaninya dalam kesusahan yang sengaja dibuat tanpa memikirkan resiko yang akan diterima. " tegas Evan pelan.
" Aku tau Putra kita bersalah... Putra kita memang menyebabkan kesusahannya itu sendiri. Tapi aku mohon maafkan Putra kita. " lirih Rayne yang terus berusaha membujuk meluluhkan kerasnya perangai Evan.
" Aku masih ingat saat dulu pertama kali kita berdua melakukan hal itu sebelum kita menikah... " lirih Rayne kembali berucap setelah menjeda sejenak ucapannya, Rayne duduk di samping Evan dan menggenggam tangan Evan.
" Posisi kita sama dengan Raynevandra... Hanya saja saat itu aku tidak sampai mengandung sebelum kita resmi menikah. " lanjutnya.
__ADS_1
" Jangan pernah lupakan sebab musabab kita melakukan hal itu sebelum kita menikah. " tegas Evan.
" Sedangkan anakmu? Selama ini kita sudah menerima Kekasihnya dengan tangan terbuka, tapi inikah balasannya? " hardik Evan dan kembali bertanya.
" Bayangkan betapa malunya kita nanti kalau sampai kabar ini tersebar keluar! " teriak Evan yang tak dapat lagi menahan amarahnya.
" Jangan hanya menyalahkan Raynevandra, Mas... Kita juga bersalah karena gagal membimbing Putra kita ini. " jawab Rayne bijak.
" Aku tidak gagal! Anakmu saja yang tidak bisa mengendalikan dirinya! " bentak Evan.
" Pendarahan kenapa Alexa? " tanya Evan sinis mengalihkan pembicaraan, Rayne yang semula menatap Evan kini berpindah menatap Raynevandra, Raynevandra yang semula hanya diam menunduk perlahan mengangkat wajahnya.
" Kelelahan habis genjot - genjotan? " lanjutnya bertanya dengan diiringi senyum sinis, jelas Evan menduga hal itu karena hal itu juga pernah terjadi kepada Rayne dulu.
" Daddy, please... Maafin Ray. " ucap Raynevandra malu, akhirnya ia memberanikan diri untuk berucap, ia berucap pun dengan bibir yang terlihat bergetar.
" Ray emang salah, Dadd... Maafkan Ray... Ray akan bertanggung jawab. Ray akan berusaha sekuat tenaga untuk mempertanggung jawabkan perbuatan Ray. " lanjut Raynevandra berucap penuh ketakutan dan dengan mata berkaca - kaca, Raynevandra paham betapa kecewanya Evan kepada dirinya.
" Jangan pernah lagi memanggilku Daddy! Aku tidak mempunyai anak yang bisanya membuat malu keluarga! " tegasnya.
" Jangan seperti ini, Mas! " pekik Rayne menyela, dadanya langsung berdegub kencang tak beraturan setelah mendengar ultimatum Evan, Raynevandra nampak tersenyum tipis tapi juga miris melihat Daddynya menolaknya.
" Nggak masalah kalau Daddy nggak mau lagi mengakui Ray sebagai anak Daddy... Ray juga sudah meminta maaf kepada Daddy, tapi Ray juga tidak berhak memaksa Daddy untuk mau memaafkan Ray. Ray sadar, kesalahan Ray teramat besar dan tak termaafkan. Ray juga sudah mencoreng nama baik keluarga besar Kalandra. Dan sekarang, untuk terakhir kalinya Ray memohon dengan sangat kepada Daddy... Ray mohon Daddy mau memaafkan Ray dan Alexa. Ray mohon dampingi Ray saat Ray menikahi Alexa nanti. Itu saja keinginan terakhir Ray. Setelah ini Ray akan pergi dari rumah ini agar Daddy tidak lagi menanggung malu atas kehadiran dan kesalahan Ray disini. " tegasnya.
" Kamu nggak boleh pergi, Ray! Tetap tinggal disini bersama Alexandra setelah kalian menikah nanti. " tegas Rayne semakin panik tak karuan, dua manusia berbeda generasi di hadapan ini memang sosok kembaran tapi si kembar beda generasi ini masih nampak saling acuh.
" Oh iya, Dadd... Satu lagi yang Raynevandra minta dari Daddy. " ucapnya lagi meski sedari tadi Evan sama sekali tak menanggapi ucapannya.
" Konsumsi rokok, kopi, alkohol, dan obat - obatan terlarang tolong dikurangi... Tidak baik untuk kesehatan jantung Daddy. " tukasnya menyindir, Evan tidak menjawab tapi langsung menoleh dan menatap tajam pada Raynevandra yang kini tengah menampilkan senyum teduhnya kepada Evan, Evan sendiri juga langsung menduga jika Raynevandra mengetahui perihal jantungnya yang kini sedang bermasalah.
" Terima kasih Daddy sudah bersusah payah bekerja siang malam untuk membesarkan Ray selama ini. Ray tau, apa pun yang akan Ray perbuat tidak akan pernah cukup untuk membalas semua kasih sayang yang Daddy berikan untuk Ray. Daddy juga nggak usah khawatir jikalau nanti dengan kehadiran anak Ray itu Daddy akan semakin malu... Ray pastikan tidak akan ada nama belakang Kalandra untuknya. " tegasnya, Evan hanya diam sementara Rayne semakin bersimbah air mata sampai tak sanggup lagi untuk berucap.
" Ray pamit... Ray sayang Daddy... " tukasnya sembari menatap Evan dengan air mata yang menggenang kemudian langsung keluar dari kamar kedua Orang Tuanya tanpa menoleh sedikit pun.
Trap... Trap... Trap...
__ADS_1
" Berhenti, Ray! " teriak Rayne dan langsung berdiri untuk mengejar Raynevandra, tapi secepat kilat Evan menarik tangan Rayne.