
Trap... Trap... Trap...
" Tadi akur minta dikelonin, sekarang ribut lagi... " cibir Richie oada Rayne dan Evan yang nampak kejar - kejaran di lorong resort menuju kamar mereka, yang dicibir tak menghiraukan dan tetap melangkah.
" Kenapa lagi mereka? " tanya Vivian yang jadi ikut penasaran.
" Mana ku tau... " jawab Richie acuh dan kembali melanjutkan langkahnya.
Trap... Trap... Trap...
" Ci... " panggil Dygta yang tak sengaja berpapasan dengan Richie dan Vivian, keduanya pun langsung menghentikan langkah.
" Apa kabar? " sapa Dygta sambil menjulurkan tangannya.
" Baik. " jawab Richie dan membalas singkat jabat tangan Dygta, kemudian Vivian dan Kinanti juga anak - anak Dygta pun ikut saling sapa.
Trap... Trap... Trap...
" Papikuuu... " ucap Anya setengah berteriak memanggil dan menghampiri Richie yang sedang bersama mereka.
" Masuk sana! Cewe udah malem keluyuran aja! " hardik Richie pada Anya yang datang bersama Brian, Nicholas nampak menahan tawanya melihat ekspresi kaku Brian.
" Mana ada keluyuran... Orang abis nyusulin ngopi Zee sama Steve tapi malah nggak jadi ngopi tadi. " jawabnya cuek.
" Sekarang Zee sama Stevenya mana? " tanya balik Richie.
" Nangis tuh Zeevanea abis ngomelin Daddy. Itu tadi juga masih ditenangin sama Steve. " jawab Anya seadanya.
" Zeevanea nangis? Memangnya Daddymu ngapain sampai si Barbar itu sampai nangis segala? " ulang Richie tak percaya, Anya pun langsung menggedigkan bahunya.
" Saya permisi duluan. " ucap Nicholas pamit dan langsung beranjak.
" Kita duluan. " pamit Richie, Dygta pun mengangguk.
Trap... Trap... Trap...
" Ya sudah ayo ke kamar, kita juga harus istirahat. " ucap Dygta mengajak Kinan dan Joana masuk ke kamar meskipun pikirannya pergi ke arah Rayne.
" Aku ke kamar juga ya, Pih, Mih, Jo... " pamit Brian juga, Brian pun juga langsung beranjak menuju kamarnya setelah mereka menganggukkan kepala mengiyakan ucapan Brian.
Trap... Trap... Trap...
" Pih... " panggil Joana saat mereka sudah berada di dalam ruang tamu kamar Dygta dan Kinan, Dygta pun mendongak menatap Putrinya.
__ADS_1
" Kemarin Tante Rayne bilang, rumah di Paris yang dulu Papih kasih buat Tante Rayne itu disuruh nempatin aku kalau nanti aku jadi kuliah di Paris. " jelasnya langsung kepada Papinya.
" Papih masih mampu belikan rumah baru buat kamu tinggal disana. " jawabnya datar.
" Apa yang sudah kita kasih buat orang tidak baik kalau diambil lagi. " tegasnya dan langsung beranjak berpindah masuk ke dalam kamar, Kinan dan Joana menatap Dygta dengan tatapan yang sulit diartikan, Dygta sendiri jelas tidak akan mengiyakan ucapan Joana, suasana kamarnya yang menjadi saksi bisu kemesraanya bersama Rayne di rumah itu dulu langsung menjajah otaknya.
Trap... Trap... Trap...
" Kak! " panggil Aga yang baru saja masuk ke dalam kamar sang Kakak, Dygta pun berhenti berjalan dan langsung menoleh.
" Ngopi, yuk... Kak Galang ngajakin kita ngopi, tuh. " ucap Aga.
" Capek Gue, Ga! " tolak Dygta.
" Bentar aja. " ucap Aga ngotot.
" Ya sudah, ayo. " jawab Dygta dan kembali berbalik lagi untuk pergi bersama Adiknya.
" Bentar, Gue minta parfum Lo dulu. " ucap Aga.
" Parfumnya di kamar, Ga... " sela Kinan menjawab, Aga pun langsung menjawil pundak Joana meminta Joana mengambilkan parfum milik Dygta, setelahnya Kakak beradik ini pin beranjak, tapi Joana masih berada di dalam kamar kedua Orang Tuanya.
Trap... Trap... Trap...
" Kemarin itu Abang ngajakin aku gabung jalan - jalan sama keluarga mereka, Mih... " jawab Joana, Kinan nampak diam mendengarkan.
" Ternyata Abang itu dulu temen kuliahnya Kak Stevano sama Kak Nala waktu Abang belum pindah ke Manchester. " lanjutnya.
" Terus ya kemarin itu Tante Rayne ngomongin soal rumah yang katanya dulu dikasih Papih itu. Tante Rayne bilang aku suruh nempatin daripada dibiarin kosong. " tukasnya.
" Memangnya anaknya yang Cewe itu nggak tinggal disana? " tanya Kinan.
" Kak Zee tinggal di apartemen katanya. " jawab Joana seadanya.
Obrolan Ibu dan Anak ini pun terus berlanjut, sementara Aga dan Dygta juga baru saja tiba di area cafe yang ada di Lux Resort. Tapi keduanya langsung berhenti melangkah meski tak janjian setelah keduanya menatap ke sebuah sudut ruangan yang menampakkan sepasang muda mudi yang tengah berpelukan mesra.
" Nicki sama Zeevanea itu? " tanya Aga penasaran tapi melihat dari perawakan keduanya Aga yakin itu adalah sosok Nicholas dan Zeevanea, Dygta hanya mengangguk sembari terus menatap ke arah Zeevanea dan Nicholas.
" Perasaan kemarin - kemarin mereka musuhan, kenapa sekarang pelukan mesra banget? " tanya Aga sangat penasaran karena kini ia melihat Nicholas beberapa kali mengecupi puncak kepala Zeevanea kesayangannya.
" Tanya sama mereka sana. " jawab Dygta dan kembali melangkah menuju tempat berdiri berpelukan dua anak manusia tersebut.
Trap... Trap... Trap...
__ADS_1
Hiks... Hiks... Hiks...
" Abang, Adek... " ucap Dygta memanggil, nampak punggung Zeevanea bergetar dalam pelukan hangat sang Putra, keduanya pun langsung terkejut dan menoleh dengan wajah yang terlihat panik.
" Pih... " lirih Nicholas, sementara Zeevanea langsung berpindah memeluk Dygta.
" Adek kenapa? " tanya Dygta kepada Zeevanea sembari memeluk Zeevanea, Zeevanea tidak menjawab dan masih saja menangis seperti saat dalam pelukan Nicholas tadi.
" Kamu apain Zeevanea, Bang? " sela Aga bertanya pada Nicholas.
" Nggak diapa - apain, Dadd... Tapi nggak mau cerita juga dia... Nangis aja dari tadi. Bingung jug akunya. " jawab Nicholas seadanya.
" Tadi Anya bilang Zee lagi sama Stephen, sekarang Stephennya mana? Kenapa sekarang sama Abang? " lanjut Dygta bertanya pada Nicholas.
" Steve lagi nyusulin Om Evan sama Tante Rayne. " jawab Nicholas.
Hiks... Hiks... Hiks...
" Cerita sama Daddy, Sayang... Kamu kenapa, hmm? " lirih Dygta bertanya sambil megusap lembut kepala Zeevanea, Zeevanea tetap diam dan menangis dalam pelukan Dygta, bahkan isakannya semakin menjadi, punggungnya semakin bergetar dengan kencang.
" Sayang ngomong, dong... Jangan buat aku cemas. " ucap Nicholas khawatir, Aga dan Dygta langsung menatap Nicholas bersamaan.
" Ngomong apa barusan? " tanya Aga sambil menatap jahil pada Nicholas.
" Aku nggak tega, Dadd... Nangis terus Zeevanea dari tadi. " jawab Nicholas.
" Panggil apa tadi sama Zeevanea? " lanjut Aga memperjelas pertanyaannya, Nicholas menoleh sekilas kepada Dygta kemudian menggaruk tengkuknya yang tidak gatal sambil nyengir karena keceplosan.
" Sayang, Sayang! Mau bikin perang ketiga pacarin anaknya Evan! " jawab Aga ketus dengan nada sedikit meninggi.
" Ya emang kita berdua pacaran... Yang bermasalah itu Papi sama Om Evan, bukan kita berdua! " jawab Nicholas nyolot tapi itulah adanya, Aga dan Dygta pun langsung bersitatap saking terkejutnya.
" Anak Lo nabuh genderang perang sama Kalandra. " ucap Aga sambil mengacak kasar rambutnya.
" Ya sudah kalau Adek nggak mau cerita sama Daddy sekarang... Nanti lain waktu kita ngobrol lagi ya, Dek... Sekarang Adek masuk kamar dulu, gih... Udah malem. Anterin, Adeknya Bang... " ucap Dygta dan mengurai pelukan mereka sembari mengusap lembut air mata Zeevanea.
" Bye, Dadd... Uncle... " ucap Zeevanea, Nicholas langsung menggandeng tangan Zeevanea dan mengantarkan Zeevanea ke kamarnya.
Trap... Trap... Trap...
" Shock Gue, sumpah! " ucap Aga yang masih seolah tak percaya setelah mengetahui jika Nicholas dan Zeevanea berpacaran.
__ADS_1
" Bisa mencak - mencak si Evan kalau tau Zeevanea pacaran sama anak Lo! " lanjutnya menggerutu, Dygta tetap diam bergelut dengan pikirannya yang langsung menerawang.