
Kondisi kesehatan Evan memang langsung menurun drastis setelah merasakan keterkejutan atas kejadian lalu dimana Evan mendapati Raynevandra yang menghamili Alexandra. Kekecewaan yang teramat mendalam kepada Putra kesayangannya itu pun membuat dirinya merasakan kesakitan yang teramat besar.
Mungkin untuk saat itu Evan bisa menyembunyikan penyakit jantung ringan yang baru saja dideritanya. Tapi rentetan kejadian hari ini yang terjadi beruntun di dalam kediamannya tanpa disangka membuat kondisi Evan kembali menurun drastis kembali tanpa diduga dan langsung menggemparkan seluruh anggota keluarga yang tak pernah mengetahui penyakit jantung yang disembunyikan oleh Evan. Tanda tanya besar masih bersarang di dalam otak anggota keluarga Evan yang memang tidak mengetahui kondisi kesehatan Evan yang sebenarnya. Di dalam rumah ini, hanya Raynevandra saja yang mengetahuinya. Jelas saja Raynevandra langsung sigap meski kepanikan melanda hebat. Dan setelah sampai di Rumah Sakit, Evan pun langsung dibawa ke ruang ICU langsung tanpa disinggahkan di ruang UGD untuk lebih mengkondisikan. Seluruh anggota keluarga Evan pun terpaksa menunggu di luar ruang ICU sesuai perintah dari Dokter yang menangani Evan.
Hiks... Hiks... Hiks...
" Kamu kenapa, Mas? " lirih Rayne terisak dalam dekapan Devandroe, sementara Stevano dan Raynevandra nampak terduduk dan tertunduk lesu di lantai di depan pintu ruang ICU, Devandroe pun ikut menitikkan air matanya meski ia hanya diam tanpa bersuara, sementara Bisma juga nampak berdiri di sekitaran sana dengan penuh kekhawatiran kepada Tuan Mudanya.
" Mommy tenang, ya... Kita doakan Daddy sama - sama. Daddy pasti baik - baik aja. " ucap Devandroe lirih berusaha menenangkan Rayne, Devandroe juga sangat mengkhawatirkan Evan sama seperti yang lainnya.
" Gimana Mommy bisa tenang, Sayang... Mommy seperti orang bodoh yang sama sekali tidak peka dengan kondisi Daddy kalian... " lirih Rayne menjawab ucapan Devandroe, jika bayangan kecupan mesra Evan tadi melintasi pikirannya terasa sangat memilukan untuk Rayne dimana ia sampai tercengang kala mengetahui di depan mata kepalanya sendiri jika tubuh kekar Suami tercintanya langsung melemah pingsan dalam dekapannya setelah mengucap kata cinta kepadanya.
Trap... Trap... Trap...
Hiks... Hiks... Hiks...
" Mommy... " lirih Zeevanea yang sudah sampai disana bersama Bram dan langsung bersimpuh di bawah kaki Rayne.
" Maafin Zee, Momm... Zee udah bikin Daddy kaya gini... " ucap Zeevanea penuh dengan rasa bersalah, tangis Rayne dan Zeevanea pun beradu.
" Mommy juga minta maaf, Sayang... Tolong maafkan Daddy juga... Percayalah bahwa Daddy sangat menyayangimu... Maafkan Mommy yang tanpa sengaja telah membawamu dalam masalah di masa lalu Mommy... " lirih Rayne berucap kepada Zeevanea, Zeevanea langsung menggeleng - nggelengkan kepalanya, tak mau Rayne meminta maaf kepadanya, ia sadar jikalau tadi ia bersikap sangat keterlaluan kepada Evan.
Trap... Trap... Trap...
" Ray... " ucap pelan Papi Salman, Papi Alexandra itu tiba - tiba datang dan menghampiri Rayenbandra yang masih duduk tertunduk di samping Stevano.
" Pa...pi... " ucap Raynevandra kaget karena tiba - tiba ada yang menepuk pundaknya, Stevano yang berada di samping Raynevandra nampak tetap diam tak bergeming.
" Siapa yang sakit? " tanya Papi Salman setelah Raynevandra berdiri dan mencium punggung tangannya.
" Daddy, Pi... Daddy tadi pingsan. " jawab Raynevandra dengan suara melemah, sekilas melirik Devandroe tapi yang berpapasan dengan lirikan matanya adalah tatapan Zeevanea karena Devandroe sedang menunduk.
__ADS_1
" Papi sama siapa? Siapa yang sakit? " tanya balik Raynevandra, Papi Salman yang semula akan berucap pun mengurungkannya.
" Dari tadi Alexa telpon kamu tapi nggak diangkat... Kamu lupa kalau sekarang waktunya Alexa check up kandungan? " tanya balik Papi Salman dengan menatap Raynevandra juga menyadari keadaan Evan yang sedang dirawat.
" Ya Allah, Pi... Ray minta maaf... Ray benar - benar blank padahal tadi siang Lexa udah ingetin. " jawab Raynevandra penuh sesal, Papi Salman memakluminya.
" Terus Lexa-nya sekarang mana, Pi? " tanya Raynevandra sambil celingukan.
" Masih di dalam ruang periksa ditemani Mami... Tadi dateng udah agak malem karena nungguin kamu terus pas sampai sini ternyata antri lama makanya ini sampai malam begini masih disini. " jelas Papi Salman memerinci.
" Aku ke tempat Lexa dulu, Pi... " ucap Raynevandra cepat dan langsung bergerak meninggalkan Papi Mertuanya disana.
Trap... Trap... Trap...
Trap... Trap... Trap...
" Momm... Daddy kenapa, Momm??? " tanya Nala panik, Nala baru saja datang bersama Eric dan Sea juga Ara dan Marcello.
" Ray menemui Alexa di ruang Obgyn... " sahut Papi Salman menjawab.
" Eh, Pak Salman... " ucap Eric dan langsung berjabat tangan dan saling sapa sekejap dengan Papi Salman, Rayne pun langsung menoleh pada Papi Salman, Rayne pun langsung berdiri dari duduknya dan berjabat tangan dengan calon Besannya, Zeevanea dan Devandroe pun langsung menepi, kekecewaan Devandroe kian terasa mendalam mendengar ucapan Papi Salman.
" Ibu harus sabar... Pak Evan pasti baik - baik saja... " ucap Papi Salman yang langsung berpindah menyapa Rayne, Rayne hanya mengangguk kemudian berpindah menumpahkan tangisnya dalam pelukan Sea.
" Alexa nggak kenapa - kenapa kan, Pak Salman? " tanya Sea kepada Papi Salman.
" Tidak, Bu Sea... Hanya kontrol kandungan saja. " jawabnya pelan, mereka mengangguk lagi, nampak Devandroe yang kini terduduk bersimpuh di tempat yang semula diduduki oleh Raynevandra, ucapan Papi Salman sungguh nyata dan sangat mengguncangkan dirinya.
Setelah beberapa lama berselang keadaan di depan ruang ICU itu masih tetap sama. Hingga akhirnya Alexandra selesai memeriksakan kandungannya dan kini dibawa oleh Raynevandra ke tempat dimana Daddy-nya dirawat bersama dengan Mami Syahnaz juga tentunya mereka menuju ke ruang ICU. Meski Raynevandra mengajak Alexandra dan Maminya bergabung disana tapi Raynevandra juga tidak menjelaskan apa pun mengenai Evan. Dan untuk Eric, tadi saat keluarga Evan dalam perjalan menuju ke Rumah Sakit Raynevandra meminta Stevano untuk mengabarkan berita ini kepada Eric. Jadilah sekarang Eric dan keluarganya juga berada disana.
Trap... Trap... Trap...
__ADS_1
" Mommy... " lirih Alexandra memanggil Rayne yang masih berada dalam pelukan Sea, Rayne pun merenggangkan pelukannya dan berpindah memeluk Alexandra, Mami Syahnaz nampak mengusap lembut punggung Rayne agar merasa sedikit tenang, beriringan dengan itu juga Devandroe yang semula duduk menelungkup seperti Stevano langsung mendongakkan kepalanya setelah mendengar suara Perempuan yang tak asing di telinganya, hati Zeevanea kembali berdenyut nyeri melihat reaksi keluarganya terhadap Alexandra, dan Raynevandra yang baru tiba kembali disana pun langsung ditarik menepi oleh Eric untuk dimintai penjelasan.
Trap... Trap... Trap...
" Mommy yang sabar, ya... Lexa yakin Daddy pasti baik - baik aja. " lirih Alexandra.
" Mommy nggak boleh sedih, kasihan Adik bayi kalau Mommy sedih... " lanjutnya mencoba menenangkan Rayne, Rayne hanya menjawab dengan mengangguk saja kemudian berpindah saling berbagi pelukan sekejap dengan Mami Syahnaz sebelum kembali masuk ke dalam pelukan Sea, hati Zeevanea kembali bergemuruh merasakan kecemburuan mendalam.
Trap... Trap... Trap...
Trap... Trap... Trap...
Hiks... Hiks... Hiks...
Cup...
" Papi pamit pulang dulu ya, Ray... Pamitkan sama Mommy. " ucap Papi Salman yang langsung menghadang Raynevandra yang baru saja berjalan menghampiri kerumunan Rayne dan yang lainnya, Raynevandra pun mengangguk dan langsung memeluk Alexandra dengan air mata yang langsung tumpah ruah.
" Kamu yang sabar ya, Baby... Daddy pasti baik - baik aja. Terus dampingi Mommy... " lirih Alexandra sambil mengusap lembut bahu bergetar Raynevandra yang kini tengah menangis tanpa suara dalam dekapan Alexandra kecintaannya, hati Devandroe kian berdenyut nyeri melihatnya.
" Udah malem, Ray... Biarkan Alexandra pulang dan beristirahat. " sela Eric.
" Maafin aku yang lupa anter kamu check up hari ini... " lirih Raynevandra yang masih terisak dalam dekapan Alexandra.
" Nggak papa... Aku ngerti, Daddy lagi sakit. " jawab Alexandra lembut sembari mengusap lembut pundak dan punggung Raynevandra.
" Kamu harus tegar... Daddy butuh kamu... Papa Baby pasti kuat... " ucap Alexandra lagi berusaha menguatkan hati Raynevandra.
" Semangat, Papa Baby! " seru Alexandra, Raynevandra pun seolah mendapatkan kembali semangatnya untuk berdiri tegak menunggu kepulihan Evan, kecupan mesra bersimbah air mata itu pun akhirnya mendarat dengan sekejap pada bibir Alexandra, Eric dan Pak Salman langsung geleng kepala melihat Raynevandra yang tidak tahu tempat ketika berciuman.
" Evan kecil... " gumam Eric di dalam hati.
__ADS_1