Si Dingin Dan Si Barbar

Si Dingin Dan Si Barbar
Bab 201 - Foto Bersama


__ADS_3

Setelah acara Ijab Qabul berakhir, acara senang - senang ini pun masih berlanjut di lapangan basket yang ada di belakang rumah megah Evan. Sesi foto tak terlewatkan juga mengingat acara pada hari ini adalah termasuk acara penting bagi keluarga mereka, terkhusus bagi kedua Mempelai yang tengah berbahagia. Hanya resepsi kecil yang mendatangkan beberapa sahabat juga saudara dan kerabat dekat mengingat pernikahan Raynevandra dan Alexandra ini adalah pernikahan yang terjadi karena buah dari kecelakaan. Keluarga dan kerabat serta sahabat pun langsung memberikan ucapan selamatnya kepada sepasang Mempelai berdua juga kedua pasang Orang Tua Pengantin yang turut serta dalam kebahagiaan ini.


" Seneng nih yang udah bebas apa aja sama Alexa... " goda Aaron kepada Raynevandra, Alexandra yang duduk di samping Raynevandra nampak tersipu juga malu mendengar ucapan Aaron yang tengah menggoda keduanya.


" Kalau dibilang seneng sih pasti seneng banget... " jawab Raynevandra, Alexandra kian tersipu malu mendengarnya.


" Tapi di balik kebahagiaan ini tanggung jawab Gue juga besar. " lanjutnya melanjutkan ucapannya yang dijeda.


" Yang penting kan happy, Ray... " sahut Bradley sambil nyengir.


" Happy - happy aja pikiran Lo! Lo puasin happy - happy sekarang! Bentar lagi juga pasti bakalan ditodong sama Uncle Jeff buat kawinin Grace. " jawab Raynevandra sekenanya.


" Bukannya udah sering tuh Gue kawinnya? " tanya balik Bradley sambil cengengesan, Grace langsung berdecak karena ucapan Kekasihnya ini sangat tidak pantas untuk diumbar meski mereka semua adalah Sahabat dekat.


" Ralat, deh. Gue nikahin... " jawab Bradley lagi sambil menatap Grace dengan cekikikan, mereka semua pun nampak geleng kepala.


" Emang Grace mau Lo nikahin? " tanya Raynevandra lagi.


" Pasti mau dong. Gue kan bertanggung jawab. " jawab Bradley yakin, sementara Grace juga hanya nyengir, kalau saja bukan gank gesrek ini yang menyinggung perihal hubungannya dan Bradley yang sempat kepergok oleh Papi-nya pasti Grace akan marah, tapi dengan gank ini mereka semua sudah mengenal dekat diantara masing - masing jadi Grace merasa biasa saja.


" Andong kemana, sih? Kok nggak ada gabung disini... " ucap Brylee yang tiba - tiba mencari keberadaan Devandroe.


" Nyusu sama Mommy. " jawab Raynevandra asal.


" Kalau nyusu sama Mommy Lo ya bukan Andong, lah... Tapi Uncle Evan. Hahaha... " jawab Bradley sekenanya sambil terbahak.


" Sialan, Lo! Malah ngomongin Nyokap Bokap Gue! " kesal Raynevandra yang tak terima jika Rayne dan Evan disangkut pautkan dengan obrolan gila mereka.


" Gue cari Andong bentar deh... " ucap Brylee dan langsung berdiri kemudian beranjak untuk mencari keberadaan Devandroe.


Trap... Trap... Trap...

__ADS_1


" Lagian tumben juga si Andong nggak ikut gabung sama kita... " sahut Aaron.


" Patah hati dia... Andong udah lama suka sama Nyonya Gue. " jawab Raynevandra seadanya, Alexandra langsung menunduk sungkan.


" Feeling Gue nggak pernah salah. " celetuk Grace menggebu - gebu.


" Lo kaya dukun aja! Sok - sok an feeling Lo bener. " sahut Rania, Kekasih Aaron, yang lainnya pun mulai asik mengobrol sendiri meski sesekali juga masih ikut menimpali.


" Lo diem aja dari tadi, Ka... " ucap Raynevandra kepada Arkana, Putra pertama Raka yang juga sepantaran dan sepermainan dengan mereka semua.


" Cari Cewe sana... Lo keseringan jalan berdua sama Andong jadi kaya nggak sempet cari Cewe. " sahut Grace dengan cepat mengomentari Arkana.


" Terus mau ngapain, Kakak? " tanya balik Arkana kepada Raynevandra dengan senyum kikuknya.


" Ya nimbrung kek, apa gitu... " jawab Raynevandra, Arkana hanya nyengir saja tanpa menjawab.


Sejujurnya Arkana merasa kasihan dengan Devandroe yang saat ini tengah patah hati atas pernikahan Raynevandra dan Alexandra. Arkana adalah tempat berbagi Devandroe selama ini. Diantara para Sahabat mereka yang lain memang si pendiam Devandroe juga terbilang lebih dekat dengan Arkana yang juga tak jauh berbeda pendiamnya. Maka dari itu Arkana hanya diam memperhatikan obrolan para Anak Sultan yang kini tengah bersamanya.


Trap... Trap... Trap...


" Tidur. Pusing kepala Gue. " jawab Devandroe seadanya, jelas saja kepalanya pusing karena memikirkan Alexandra yang kini sudah berstatus sah sebagai Adik Iparnya.


" Tidur beneran dia, Bryl? " tanya Aaron kepada Brylee yang tadi menjemput Devandroe.


" Iya... Tidur di kamar tamu tuh anak. " jawab Brylee menjelaskan.


" Gue cari di kamarnya nggak ada terus kata Kakak Zee di kamar tamu. " lanjutnya.


" Kamar Lo kurang gede apa pakai pindah ke kamar tamu segala? " tanya balik Bradley penasaran, Devandroe hanya diam kemudian duduk di tengah - tengah Grace dan Audrey.


" Tapi masuk akal juga sih kalau Lo mulai pindah ke kamar tamu... " lanjut Brylee memotong sebelum Devandroe sempat menjawab sambil terkikik.

__ADS_1


" Maksud Lo? " tanya Devandroe polos.


" Bentar lagi di dalem kamarnya Ray pasti bising. " jawabnya santai seolah tanpa dosa, Devandroe dan Raynevandra nampak mencebikkan bibirnya bersamaan sementara Alexandra hanya diam semakin tak tega setelah mengetahui jika selama ini Devandroe memiliki perasaan lebih terhadapnya, Alexandra yang semula mengelak hanya bisa diam saat Raynevandra menceritakan perihal Devandroe kepadanya.


" Kamar Gue bakalan kosong, kok... Entar malem Gue langsung cabut sama Nyonya Gue. " sahut Raynevandra memutus guyonan Brylee.


Sebenarnya Raynevandra juga bermaksud memberitahukan kepada Devandroe meski tidak berucap secara langsung jika Raynevandra akan pergi dari rumah megah kedua Orang Tuanya. Evan dan Raynevandra memang sudah membicarakan perihal tempat tinggal Raynevandra setelah menikah, dan Raynevandra pun merasa tidak keberatan untuk pindah karena pada kenyataannya Raynevandra harus berusaha untuk mandiri mulai detik ini.


" Terus Lo mau tinggal dimana? " tanya Rania penasaran.


" Buat sementara Gue mau tinggal di markas dulu sambil nunggu dapet rumah kecil - kecilan yang penting suasanya nyaman. " jawab Raynevandra, Alexandra pun juga sudah diberitahukan mengenai hal ini, Raynevandra selalu menceritakan semuanya kepada Alexandra.


" Lo nggak keberatan Lexa diajak tinggal di markas sama Ray? " tanya Grace kepada Alexandra.


" Gue nggak masalah dimana aja kita tinggal nantinya... " jawab Alexandra yang baru saja mengangkat wajahnya ketika Grace bertanya kepadanya.


" Sempit loh kamar Ray di markas. " lanjut Grace bertanya lagi, memang ada beberapa kamar di dalam gerai markas mereka dan seringkali dipergunakan mereka untuk beristirahat ketika berada di sana.


" Nggak papa, kok... Gue nggak masalah. " jawab Alexandra kikuk meski tetap tersenyum kaku.


" Lo tega, Ray! " ucap Grace berpindah kepada Raynevandra.


" Gue harus mandiri. " jawab Raynevandra seadanya, pembicaraan mengenai tempat tinggal ini pun memang sudah dibicarakan dengan matang bersama Alexandra.


" Daddy Gue bisa kaya sekarang awalnya juga tinggal di apartemen kecil sama Mommy Gue. " lanjutnya yang tetap menjadikan Evan sebagai tauladan kehidupannya karena perjuangan Evan untuk hidup mandiri memang patut diacungi jempol.


Maksud kata markas ini adalah gerai Advertising kecil yang semula dirintis oleh Raynevandra dan ketiga Sahabatnya itu. Tapi setelah Raynevandra bercerita kepada Evan, Evan langsung membeli saham dari ketiga Bocah anak Sahabatnya itu dan jadilah kini gerai Advertising kecil itu kini sudah menjadi milik Raynevandra seutuhnya meski Evan melarang ketiga Bocah tersebut untuk memberitahukan hal ini kepada Raynevandra. Mereka bertiga pun berhasil menutupi semua itu dari Raynevandra seperti yang Evan perintahkan karena pembagian pekerjaan mereka hingga saat ini pun masih sama seperti sebelum Evan membeli semua sahamnya.


" Foto - foto lagi, yuk... Mumpung Pengantin barunya masih seger. " ucap Grace dengan penuh semangat.


" Tadi kan nggak ada Andong fotonya. " lanjutnya menjelaskan, Arkana nampak menatap sendu kepada Devandroe yang nampak semakin pendiam.

__ADS_1


" Oke ayuk... " potong Brylee semangat dan langsung menarik tangan Alexandra juga Raynevandra secara bersamaan kemudian membawa sepasang Mempelai ini menuju spot foto di area lapangan basket tersebut, mau tak mau akhirnya Devandroe pun mengikuti juga.


Trap... Trap... Trap...


__ADS_2