Si Dingin Dan Si Barbar

Si Dingin Dan Si Barbar
Bab 16 - Bengal VS Bengal


__ADS_3

Malam ini, keluarga Eric masih menginap di rumah Evan dan Rayne karena Evan yang memintanya meski anak - anak juga sebenarnya senang - senang saja bisa berkumpul bersama dimanapun tempatnya. Mama Rosa beserta Ray dan Andru pun juga sudah bergabung di rumah ini sejak sebelum makan malam tadi. Dan kini mereka semua tengah bersantai, bercengkrama di ruang keluarga.


" Ini kenapa sih berdua ini masih nempel sama Oma? " sungut Mama Rosa pada Ray dan Andru yang sedari tadi mengapitnya dan bergelendotan manja pada Omanya, Eric dan Evan juga Rayne dan Sea langsung menatap mereka, sedangkan anak - anak yang lainnya nampak asik sendiri bermain ply station.


" Main sama Kakak - Kakakmu sana. " lanjut Mama Rosa, tapi keduanya tetap tak bergeming dan malah memeluk erat Mama Rosa dengan wajah yang sendu.


" Dikasih uang jajan banyak sama Oma? " tanya Evan pada Ray dan Andru, Ray langsung melengos sementara Andru langsung diam setelah mendengar suara Daddynya.


" Dikasih uang jajan banyak, dong... " jawab Ray pongah sambil melirik sinis pada Evan, Evan nampak mengangkat sebelah bibirnya sembari menatap sinis potokopiannya yang bengal itu.


" Mana ada Oma kasih. Mama nggak kasih, Mommynya yang kasih. Itu uang jajan dari Mommy kalian. " sanggah Mama Rosa berucap pada Evan juga Ray dan Andru.


" Ray aja yang kemaren minta buat beli helm karena helmnya pecah abis dijatuhin. " jelas Mama Rosa pada Evan.


" Kalau Mommy masih kasih uang jajan berarti Daddy stop nggak uang jajan kalian? " tanya Evan lagi pada Ray dan Andru, Andru langsung menggeleng sementara Ray masih memeberengut kesal.


" Udah lah, Mas. " sela Rayne, Evan masih menatap pada Ray dan Andru.


" Orang Daddy cuma bercanda juga kalian berdua langsung main kabur ke rumah Oma tanpa pamit. Jangan salahkan kalau Daddy marah. " lanjut Rayne berucap menjelaskan.


" Kalau Daddy bener - bener serius pasti Mommymu udah kaya setrikaan rusak yang mondar - mandir sana - sini, anak - anak gimana Mas, jajannya gimana, kasihan Mama... " timpal Evan sembari menirukan suara Rayne ketika khawatir, Eric dan Sea nampak menahan tawa karena ada si kembar yang sedang disidang.


" Kamu juga, Sayang... Anak - anak di rumah Mama, ada Mama juga, nggak mungkin dibiarin kelaparan. " lanjut Evan, Rayne pun mencebik seperti Ray yang sedari tadi mencebik.


" Kenapa dulu pas minggat ke Paris nggak pernah mikirin Daddy makan apa. " lanjutnya.


" Makan ati sama minum air mata... " cibir Eric sambil terkikik, Rayne yang semula merasa tersindir dengan ucapan Evan langsung menunduk dan menyembunyikan kikikannya setelah mendengar Eric berkata seperti itu, kini gantian Evan yang melengos.


" Emang kenapa sih kalian pakai mau stop uang jajan mereka berdua? Dan Ray sama Andru kenapa pulang ke rumah Oma tanpa pamit? Daddy sama Mommy kalian juga nggak akan melarang kalian nginep di rumah Oma. " tanya Mama Rosa yang memang belum tau perihal sebabnya juga.


" Mama kaya nggak tau aja kalau dua Cucu Mama ini bengal. " jawab Evan.


" Kaya Lo enggak. " potong Eric cepat, Evan langsung mencebik lagi.


" Gaya boleh, Boy... Tapi ya tunjukin kalau memang mampu. Kalau belum mampu nggak usah belagu. " ucap Evan pada Ray dan Andru, kesannya santai tapi Evan serius.

__ADS_1


" Untung Daddy yang kalian tantangin, kalau orang lain bisa habis kalian. " lanjut Evan yang sebenarnya memberikan wejangan.


" Kita kan cuma bercanda, Daddy malah nanggepin serius. " sungut Ray tak terima.


" Daddy tau kalau kalian cuma bercanda. Daddy marah karena kalian nginep di rumah Oma tanpa pamit. Lagian kan udah kesepakatan bersama kalau kalian kalah tanding basket sama Daddy uang jajan sebulan di stop. " jawab Evan, Mama Rosa pun paham alasan kaburnya si kembar kecil ke rumahnya tanpa pamit kepada Orang Tuanya.


" Terus kita ke sekolah mau jajan pakai apa coba kalau nggak minta Oma? " jawab Ray yang masih ngeyel juga seperti Evan dengan wajah menjengkelkannya.


" Jajan nggak melulu sama duit, Ray... Minta dibekalin sama Mommy kan bisa dibawa ke sekolah. " jawab Evan.


" Idih! Kita Cowo, udah gede, udah SMA masa iya masih disuruh ke sekolah bawa bekal. " sungut Ray tak terima.


" Siapa suruh belagu! " ketus Evan, Ray pun kembali mencebik.


" Sportif dong. " lanjut Evan, Ray malah melengos.


" Kan kita udah sportif, nggak minta uang jajan. " jawab Ray tanpa menatap Evan karena masih kesal.


" Sini ngadep sama Daddy ngomongnya. " jawab Evan, dengan terpaksa Ray pun kembali menoleh pada Evan.


" Kan kita udah sportif buat nggak minta uang jajan... " jawab Ray jengah.


" Kalaupun kita ke rumah Oma juga nggak papa dong yang penting kan kita berdua nggak minta uang jajan sama Mommy. Itu kan udah sportif. " lanjutnya.


" Yang malah nggak sportif itu kan Daddy karena ternyata Daddy masih kasih uang jajan buat kita. " lanjutnya, mata tajam Evan langsung mendelik, Sea dan Eric kembali tercengang dengan ucapan Ray yang malah menyalahkan Evan tapi mereka hanya bisa menahan tawanya, sementara Rayne dan Mama Rosa langsung menggelengkan kepalanya.


" Udah, udah! Pusing kepala Mama dengerin kamu sama Ray debat. Nggak akan ada habisnya. " potong Mama Rosa karena memang jika Evan dan Ray berdebat bisa panjang kali lebar kali tinggi wacananya, bahkan jika Evan berdebat dengan Ray bisa lebih parah dari perdebatan Evan dengan Zeevanea biasanya, keduanya pun mendiam seketika.


" Udah dong, Mas! Udah malem, waktunya istirahat. " ucap Rayne pada Evan, Evan diam saja tak menjawab dan menyulut rokoknya.


" Ray sama Andru bobo gih, Sayang... Kalian besok harus sekolah. " ucap Rayne pada si kembar kecil, mereka berdua pun langsung menghampiri Rayne setelah mencium pipi Mama Rosa bersamaan.


Cup...


" Night, Mommy... " ucap Ray setelah mengecup bibir Rayne.

__ADS_1


" Night, Baby... " balas Rayne, Ray pun langsung melenggang oergi setelah mencium pipi Eric dan Sea, tanpa mengecup bibir Evan.


Trap... Trap... Trap...


" Tidooooorrr...!!! " teriak Ray heboh dan langsung berlari setelah mematikan play station yang sedang dimainkan Kakak - Kakaknya.


Trap... Trap... Trap...


" Bangsat!!! " teriak Nala tak terima tapi Rayne sudah berlari menaiki tangga.


" Adek!!! " teriak Zeevanea kencang berbarengan dengan teriakan Nala.


" Abang... " lirih Eric, Nala tak menjawab tapi masih terlihat kesal, Evan langsung geleng kepala sementara Rayne dan Mama Rosa nampak mengelus dada.


" Bobo, Bang... Bobo anak - anak. " ucap Sea pada anak - anaknya dan anak - anak Evan.


Cup...


" Night, Mommy... " ucap Andru setelah mengecup bibir Mommynya.


" Malem, Sayang... " balas Rayne sembari mengusap kepala Andru.


Cup...


Andru pun berpindah mengecup bibir Evan, Evan yang semula akan menghisap rokoknya jadi menjauhkan tangannya yang memegangi rokok itu.


" Maafin Andru, Dadd... Andru ke rumah Oma nggak pamit. " lirihnya menatap pada Evan yang baru saja menghembuskan asap rokoknya ke udara.


" Bobo sana. " ucap Evan setelah menganggukkan kepalanya, Andru pun mengangguk kemudian langsung beranjak setelah mencium pipi Mama Rosa, Eric, dan Sea bergantian.


Trap... Trap... Trap...


Cup...


Setelahnya, Nala, Stevano, Zeevanea, Cello, dan Ara pun juga mencium pipi para Orang Tua sebelum mereka beranjak ke kamar masing - masing. Dan terakhir, oara Orang Tua ini pun juga beranjak menuju kamar masing - masing.

__ADS_1


Trap... Trap... Trap...


__ADS_2