
Beberapa hari berlalu setelah kepulangan Evan dari Rumah Sakit, kini di kediaman megah milik Evan dan Rayne nampak semakin ramai saja. Bukan ramai untuk menjenguk Evan yang baru saja pulang dari Rumah Sakit, tetapi di hari ini adalah merupakan hari dimana Raynevandra dan Alexandra akan dipersatukan dalam satu ikatan suci yaitu pernikahan. Meski hanya didatangi dan disaksikan oleh orang - orang terdekat tetapi tetap saja kediaman Evan menjadi lebih ramai dari biasanya. Ditambah dengan adanya dekorasi juga catering beraneka ragam macam makanan berporsi besar yang disajikan disana lah yang membuat keadaan di dalam kediaman Evan dan Rayne nampak berbeda dari biasanya.
" Sudah benar - benar yakin menjadi Imam dan Kepala Keluarga untuk calon Anak Istrimu? " tanya Evan yang sedari tadi terus menemani Raynevandra yang akan mengucap ijab qobul sebagai pintu pembuka lembaran status hidupnya yang baru.
" Yakin, Dadd. " jawab Raynevandra sok tenang yang memang harus mempertanggung jawabkan semua perbuatannya dengan jalan pernikahan.
" Terus doakan, aku. " lanjutnya, Evan hanya mengangguk sembari menahan matanya agar air mata yang sedari tadi di tahannya itu tidak tumpah membasahi suasana haru ini dimana Evan yang baru pertama kalinya akan melepas Putranya untuk menikah meski sebenarnya hatinya seolah belum rela karena merasa bekal yang diberikan untuk Raynevandra masihlah jauh dari kata cukup.
Sementara Evan dan Raynevandra sedang duduk bersama di teras rumah sembari menunggu Penghulu datang, Alexandra pun masih dirias di dalam kamar. Begitupun anggota keluarga yang lain pun juga sedang mempersiapkan dirinya. Dan obrolan Ayah dan Anak itu pun terhenti kala melihat Pak Penghulu bersama beberapa orang lain yang mulai terlihat berjalan mendekati tempat duduk Evan dan Raynevandra.
Trap... Trap... Trap...
" Selamat pagi... " sapa Pak Penghulu kepada Evan dan Raynevandra sambil menjulurkan tangannya untuk berjabat tangan kepada Evan terlebih dahulu barulah kepada Raynevandra, diikuti oleh beberapa orang lainnya, Evan dan Raynevandra hanya mengangguk menjawab ucapan selamat pagi yang diucapkan oleh Pak Penghulu, beriringan dengan itu nampak Eric dan Raka juga mendekat ke arah kerumunan kecil itu.
Trap... Trap... Trap...
" Ini Penghulunya, Ka... " ucap Evan kepada Raka dengan suara malas seolah tak bertenaga.
" Oh... Baik kalau begitu, kita langsung ke belakang saja. " sahut Raka cepat dan langsung mengajak mereka semua untuk berpindah menuju ke halaman belakang yang akan dipergunakan sebagai tempat pelaksanaan acara, Evan dan Raynevandra pun turut mengikuti Raka bersama Eric juga tentunya.
Trap... Trap... Trap...
" Kamu siap - siap dulu sana. " ucap Evan kepada Raynevandra.
" Aku cuma gini aja tinggal pakai sepatu sama jas. " jawab Raynevandra dengan santainya, Evan langsung menghela nafas berat melihat kesantaian Raynevandra, sementara Eric dan Raka nampak menoleh sekejap sambil menahan tawa.
Trap... Trap... Trap...
__ADS_1
" Ganti sepatu dulu, Sayang... " ucap Rayne kepada Raynevandra, Rayne datang dengan membawa sepatu juga jas untuk Putranya.l, juga membawakan jas kepunyaan Evan juga.
Plethak!
" Auh!!! " pekik Raynevandra yang langsung mengaduh kala Evan menimpuk kepalanya dengan satu sepatu yang baru saja diletakkan oleh Rayne di bawah kaki Raynevandra.
" Mas... " ucap Rayne melerai, Rayne terlihat cantik dengan kebaya yang digunakannya hari ini.
" Sebejat - bejatnya Daddy, Daddy nggak pernah sampai tega nyuruh Oma bawakan sepatu Daddy. " tegas Evan sedikit emosi.
" Aku nggak nyuruh Mommy juga... " sanggah Raynevandra dengan membelalakkan matanya.
" Udah, stop. " potong Rayne, Evan dan Raynevandra pun diam seketika meski masih sama - sama kesalnya.
" Ray memang nggak nyuruh aku. Udah Mas jangan bikin rusuh sama marah - marahnya Mas kaya gini. " lanjut Rayne yang malah memarahi Evan seolah Evan adalah biang keladinya, Rayne pun langsung menarik sebelah tangan Evan untuk membantu Evan mengenakan jas-nya, dan setelah Ayah dan Anak ini selesai bersiap, mereka pun langsung menghampiri tempat dimana Penghulu sudah menunggu mereka.
Trap... Trap... Trap...
" Iya. " jawab Evan datar, Penghulu itu pun nampak terdiam sejenak melihat Pemuda di hadapannya yang dipikirnya masih terlalu muda untuk menikah.
" Oke kita latihan dulu ya, Dek... " ucap Pak Penghulu kepada Raynevandra, Raynevandra hanya mengangguk sembari menyempatkan melirik Daddy dan Mommy-nya.
" Apa sudah dihafalkan bacaan Ijab Qabul-nya? " tanya Pak Penghulu memastikan, kembali lagi Raynevandra hanya mengangguk tanpa berucap, Eric dan Raka kembali lagi terlihat menahan tawa melihat kesamaan perangai Evan dan Raynevandra.
" Oke kalau begitu kita latihan. " jawab Pak Penghulu itu sendiri dan langsung menjulurkan tangannya agar dijabat oleh Raynevandra, Raynevandra pun langsung sigap.
" Nanti kalau saya bilang tunai sembari menghentakkan tangan, Adek langsung mengucap Ijab Qabul juga dengan sekali tarikan nafas. " terang Pak Penghulu, Raynevandra pun kembali mengangguk tanpa kata dan Pak Penghulu pun langsung memulai ucapannya hingga kata tunai diucapkan.
__ADS_1
" Saya terima nikah dan kawinnya Alexandra Median Razaf binti Bapak Salman Hilal Razaf dengan mas kawin seperangkat perhiasan berlian 18 karat dan Diafragma Advertising dibayar tunai. " ucap Raynevandra tegas dan lancar, nampak melegakan untuk mereka yang menyaksikan meski ini masih sebatas latihan, Evan dan Rayne juga Eric dan Raka nampak terkejut mendengar Raynevandra mengucap kata Diafragma Advertising yang juga dijadikan mahar oleh Raynevandra.
" Baik... Sudah benar bacaannya. Kita bisa langsung kalau Pengantin Perempuan sudah siap. " ucap Pak Penghulu dengan wajah lega juga sumringah dan tersenyum menatap Raynevandra, tapi Raynevandra tetap mengangguk saja tanpa bersuara karena sejatinya Raynevandra juga mulai merasa gugup.
" Calm down, Dude... " bisik Raka, Raynevandra pun hanya nyengir tipis.
Tak berselang lama kemudian, Pak Penghulu itu pun kembali melaksanakan serangkaian acara Ijab Qabul Raynevandra yang sebenarnya. Dan seusai Raynevandra mengucap dengan lancar sebait kalimat Ijab Qabul-nya di depan Penghulu serta Papi Salman, sosok Alexandra yang kini sudah sah menjadi Istri dan Raynevandra pun langsung dikeluarkan dari tempat singgahnya untuk menghampiri Raynevandra yang masih bersama dengan Penghulu juga beberapa kerabat mereka yang nampak menemani Raynevandra mengikrarkan janji suci pernikahannya.
Trap... Trap... Trap...
Derai air mata Rayne dan Evan nampak masih terus mengalir kala menyaksikan Putra kesayangannya yang kini sudah menyandang gelar baru berjudul Suami dari Alexandra. Papi Salman pun nampak terharu dengan keberlangsungan acara sakral ini meski tak sampai menitikkan air mata seperti Evan tapi nampak pula mata memerah berkaca - kaca yang terdapat dalam mata Papi Salman.
" Ini berkas pernikahan yang harus ditanda tangani oleh kedua Mempelai... " ucap Pak Penghulu sambil menyerahkan dua buah buku nikah tersebut ke hadapan Raynevandra yang kini sudah duduk berdampingan dengan Alexandra.
" Tapi sebelum itu, alangkah baiknya untuk Mempelai Perempuan mencium tangan Suaminya terlebih dahulu sebagai tanda bakti dan penghormatan untuk sang Suami. " lanjutnya, Alexandra dan Raynevandra nampak menghela nafas karena saking tegangnya, barulah kemudian Alexandra mencium punggung tangan Suaminya itu untuk pertama kalinya.
Menetes juga air mata Papi Salman melihat Putri Bungsunya yang kini sudah memiliki Suami, nampak mata Devandroe yang juga terlihat menatap pilu ke arah kedua Mempelai yang tengah mengharu biru dalam suasana ini, Alexandra pun kembali menangis sejak duduk di samping Raynevandra karena saking terharunya juga.
" Cium Istrimu, Ray... " ucap Eric menimpali.
Cup...
Raynevandra dan Alexandra kembali terdiam sejenak dan saling bersitatap dengan mata yang sama - sama basahnya, barulah Raynevandra mencium bibir Alexandra di depan mereka semua.
" Keningnya. " bisik Rayne sambil menarik jas belakang Putranya, sementara para Orang Tua disana nampak geleng kepala sembari menatap haru kala melihat Raynevandra yang malah mencium bibir Alexandra.
Hati Devandroe seolah ditancapi ribuan belati yang terasa amat menyayat hati melihat Perempuan yang didambanya sejak lama itu kini akhirnya melabuhkan hatinya sebagai Istri sah dari Saudara kembarnya sendiri.
__ADS_1
Cup...
Raynevandra pun kembali mencium kening Alexandra dengan penuh perasaan. Dan setelah mereka semua terdiam dengan keharuan ini, Pak Penghulu pun kembali mengambil alih acara Ijab Qabul hingga usai.