
Pagi ini mata Nicholas terlihat sayu... Bagaimana tidak, semalaman ia tidak bisa tidur dan bahkan benar - benar tidak tidur hanya karena sedang memikirkan Gadis pujaannya yang semalam kembali merajuk kepadanya. Pesan dan teleponnya pun semalaman tetap diabaikan oleh Zeevanea. Kini Nicholas terlihat galau tak bersemangat. Setelah mandi pagi pun wajahnya tetap terlihat tak bersemangat.
Trap... Trap... Trap...
Ceklek...
" Jo... " panggil Nicholas yang menghampiri Joana ke kamar yang ditempati di Resort, wajah Nicholas terlihat lesu.
" Iya, Bang... " jawab Joana sambil mengernyitkan keningnya melihat wajah kusut sang Abang tercinta.
" Abang mau ke tempat Zeevanea, kamu mau ikut? " tanya Nicholas yang tak tega membiarkan Adiknya sendirian di Resort.
" Boleh... Ayuk. Aku udah siap kok. " jawab Joana dan langsung berdiri dari duduknya, kebetulan ia juga sudah selesai mandi dan berdandan, keduanya pun langsung bergegas.
Trap... Trap... Trap...
Bruuum... Whuuussszzzhhh...
" Abang udah lama kenal sama Kak Zeevanea? " tanya Joana saat mereka dalam perjalanan, Nicholas menggeleng.
" Abang sebenernya sempet satu kampus sama Nala dan Stevano di kampus yang dulu sampai kita jadi Sahabatan. Tapi kan terus Abang pindah ke Manchester. " jawabnya menjelaskan, Joana pun mengangguk paham.
" Tapi kalau sama Zeevanea masih baru kenal waktu baru dateng ke Jakarta ini. Di Jakarta sempet ketemu beberapa kali, terus kemarin yang Papi serahin Resort disini yang kolaborasi sama Kalandra itu ke Abang, dikenalin sama Zeevanea lagi sama Papi. " lanjutnya, Joana pun kembali mengangguk - anggukkan kepalanya.
" Papi deket banget ya sama Kak Zee? " tanya Joana penasaran.
" Deket, sih... Sama Steve juga deket, kelihatan akrab mereka. " jawab Nicholas jujur, Joana langsung menatap keluar jendela mobil yang dikendarai Nicholas.
" Kamu nggak usah khawatir... Kita ini anaknya Papi... Nggak akan ada yang lebih deket sama Papi dan lebih disayangin sama Papi kecuali kita anak - anaknya Papi. " ucap Nicholas yang seolah paham akan pemikiran Joana, Joana hanya diam tetap menatap keluar jendela.
Sementara Zeevanea yang kini baru saja selesai sarapan bersama anggota keluarganya juga nampak tidak bersemangat. Evan menawarkan berjalan - jalan ke tempat - tempat lain yang belum mereka kunjungi di Bali pun Zeevanea tetap terlihat malas menjawab.
" Lo kenapa, sih? " tanya Nala kesal karena sedari tadi menggoda Zeevanea tapi Zeevanea mengabaikan saja.
" Iya, nih... Kamu kenapa sih, Dek? " timpal Evan ikut bertanya juga, Zeevanea hanya menggelengkan kepalanya.
__ADS_1
" Lo kaya orang lagi putus cinta aja... " sahut Stevano menimpali, Maura dan Rayne langsung tersenyum.
" Oiya, Gue inget. " ucap Nala antusias, mereka semua langsung menatap Nala bersamaan.
" Pasti gara - gara semalem. " lanjut Nala berucpa dengan lantangnya.
" Abang! " teriak Zeevanea kesal, Nala langsung menatapnya penuh makna sementara yang lainnya nampak menatap penuh tanya karena memang tidak tau.
" Semalem kenapa? " tanya Evan penuh selidik dengan tatapan memindai pada Nala dan Zeevanea.
" Nggak ada apa - apa kok, Dadd... " sahut Zeevanea cepat sembari menatap tajam pada Nala, tapi Nala menatap balik dengan tersenyum sinis penuh makna, Evan juga tidak bisa percaya begitu saja dengan jawaban Zeevanea.
" Kalau ada apa - apa cerita aja, Sayang... Kita ini kan keluarga. " timpal Rayne menyahut karena Rayne juga penasaran.
" Nggak ada apa - apa kok, Momm... Abang ini aja yang asal ngejeplak kalau ngomong. " sanggah Zeevanea.
" Ya udah kalau memang nggak ada apa - apa, mending kita jalan - jalan lagi... " sahut Evan penuh dengan semangat.
" Ayo, come on... " jawab Nala semangat.
" Nusa Penida, i'm coming... " lanjutnya, mereka semua terlihat tertawa karena Nala, tujuan mereka hari ini memanglah ke daerah Nusa Penida.
Trap... Trap... Trap...
" Pagi, Nico... " balas Rayne ramah, sementara lainnya hanya mengangguk dan tersenyum saja, sekilas Nicholas menatap kepada Zeevanea yang langsung membuang muka ketika Nicholas datang menghampiri.
" Tante, Om... Kenalin ini Joana, Adik saya. " jelas Nicholas memperkenalkan Joana kepada Rayne dan Evan.
" Eh... Tante kirain Pacarnya. " celetuk Rayne sambil tersenyum.
" Nico belum ada Pacar, Tan... Tapi kalau calon Pacar ada. " jawabnya kikuk sambil melirik Zeevanea, Rayne pun tetap tersenyum meski tak paham jika sosok yang dimaksud Nicholas adalah Zeevanea.
" Hai, Sayang... " lanjut Rayne menyapa Joana, Joana langsung mencium punggung tangan Rayne juga menatap Rayne dengan tatapan yang sulit diartikan, setelahnya Joana pun juga mencium punggung tangan Evan, Evan hanya tersenyum singkat.
" Kita mau ke Nusa Penida, Nic... Lo mau ikut? " ajak Nala langsung.
__ADS_1
" Boleh kalau nggak ada yang keberatan Gue sama Joana ikut... " jawab Nicholas sungkan, Evan hanya terkikik singkat, Zeevanea pun juga tapi Zeevanea kesannya lebih sinis, sementara yang lain nampak mengiyakan.
" Ayo ikut aja... " ucap Rayne ramah, Zeevanea pun langsung mendengus kesal meski tak ada yang mengetahuinya kecuali Nicholas yang sejak tadi tidak pernah mengalihkan pandangan tersembunyi itu.
" Kalau liburan itu enaknya pergi rame - rame, lebih seru... " lanjut Rayne, Nicholas dan Joana pun mengangguk dan mereka pun bergegas dengan dua mobil menuju ke Pelabuhan Sanur untuk menyeberang ke daerah Nusa Penida.
Trap... Trap... Trap...
Bruuum... Whuuussszzzhhh...
" Zeevanea bisu, Ray nggak ada, sepi jadinya... " gerutu Nala saat mereka dalam perjalanan menuju ke Pelabuhan.
" Iya tumben kamu, Dek... " sahut Evan yang duduk di samping Nala yang sedang mengemudi, Stevano dan Maura satu mobil dengan Nicholas.
" Lagi males aja, Dadd... Capek aku... " keluhnya dan nampak sudah meletakkan kepalanya di pangkuan Rayne yang duduk di sebelahnya sejak masuk mobil, Rayne mengusapnya lembut.
" Ya udah sekarang istirahat aja... " sahut Rayne, Zeevanea pun mengangguk.
Trap... Trap... Trap...
Setelah sampai di Pelabuhan Sanur, mereka semua pun langsung bersiap dengan Fast Cruise yang akan mengantarkan mereka menyeberang ke Pulau Nusa Penida. Untuk seluruh akomodasi juga ticketing selama berada di Bali, Evan tentu sudah menyerahkan kepada anak buahnya di Everic untuk mengurusnya. Dan meski sebenarnya satu armada Fast Cruise terisi oleh banyak orang, Evan meminta satu Fast Cruise ini dikhususkan untuk menampung Evan sekeluarganya saja. Sehingga kemana saja Evan dan keluarganya berkunjung, Evan dan keluarganya tinggal menikmati liburan mereka saja tanpa perlu repot untuk mengurus perintilannya.
Ada tiga Pulau kecil yang juga menjadi destinasi wisata lain di sekitar Pulau Bali. Yaitu, Pulau Nusa Lembongan, Pulau Nusa Ceningan, dan Pulau Nusa Penida. Untuk Pulau Nusa Penida sendiri itu terbagi ke dalam tiga wilayah, yaitu barat, timur, dan selatan.
" Lo kaya capek banget, Nic... " ucap Stevano yang melihat tampang lesu Nicholas.
" Semalem nggak bisa tidur Gue... Badan pegel semua jadinya. " jawabnya jujur.
" Ya jelas nggak bisa tidur orang semalem abis lari - larian sambil nyanyi kaya film India... " sahut Nala dengan wajah menjengkelkannya, Zeevanea langsung melirik sinis pada Nala, Nicholas pun menangkap hal itu.
" Ngapain aja Lo semalem? Dugem? " tanya Stevano antusias jadi penasaran, Nicholas nampak menggaruk tengkuknya yang tak gatal sambil terus berpikir akan menjawab apa.
" Dibilang semalem Nico abis shooting film ala - ala India juga! " sahut Nala pada Stevano.
" Coba semalem ujan, pasti tambah dramatis... Sayangnya semalem nggak ujan. " lanjut Nala antusias.
__ADS_1
" Serah Lo dah! Nggak paham Gue. " jawab Stevano malas karena jawaban mereka tak jelas.
Setelah menunggu beberapa saat, Evan dan kekuarganya juga dengan Nicholas dan Joana pun akhirnya menaiki Fast Cruise yang akan mengantarkan mereka ke Pulau Nusa Penida.