
Tanpa terasa rombongan keluarga Evan ini pun akhirnya berlabuh di Pulau Nusa Penida. Setelah turun dari Fast Cruise, mereka langsung disuguhkan dengan berbagai panorama khas pesisir & bukit yang menakjubkan di daerah Pulau Nusa Penida yang begitu sangat memanjakan mata. Nampak ada Guide yang menjemput dan akan menemani perjalanan mereka disini. Jelas Guide ini juga telah dipersiapkan oleh anak buah Evan di Everic. Berangkatlah mobil mereka menuju pada destinasi wisata pertama yang akan mereka kunjungi, yaitu Bukit Molenteng / Thousand Island...
Diam - diam Nicholas menggandeng mesra tangan Zeevanea karena Zeevanea selalu berjalan di barisan paling belakang bersama Joana karena jalanan menuju ke Bukit Molenteng ini menuruni bukit. Zeevanea tetap meronta karena mereka sedang bersama yang lainnya. Tapi Nicholas juga pantang menyerah dan tidak melepaskan genggaman tanggannya bahkan malah semakin merapatkan genggaman tangannya kepada Zeevanea.
" Umek aja cium, nih. " bisik Nicholas pelan, semakin melotot saja mata Zeevanea dan mereka tetap melanjutkan langkahnya mengikuti langkah yang lainnya.
Trap... Trap... Trap...
Bukit Molenteng merupakan sebuah bukit batu yang menyuguhkan keindahan gugusan pulau batu karang yang dikenal dengan sebutan Pulau Seribu Nusa Penida. Bahkan karena pemandangannya yang menakjubkan, destinasi wisata ini sering dijuluki sebagai Raja Ampat-nya Bali.
Masih berada di kawasan Bukit Molenteng, Evan dan keluarganya juga mencoba untuk memanjat rumah pohon yang berada tepat di sisi tebing bukit. Mereka semua terlihat takjub dengan pemandangan di sekitar sana. Berdiri di atas balkon rumah pohon sambil menikmati birunya laut yang memanjakan mata, rombongan ini pun tak ketinggalan untuk berfoto dengan latar belakang pemandangan Pantai Atuh, Diamond Beach, dan laut nan biru yang membentang luas.
" Nginep disini seru kayanya... Indah banget pemamdangannya. Keren banget liat hamparan air dari sini. " ucap Stevano saat mereka berada di atas rumah pohon dan mengedarkan pandangannya ke segala arah, mereka juga diberitahukan jika rumah pohon ini juga disewakan.
" Mommy sama Daddy itu pasti kesenengan kalau kita nginepnya disini. " sahut Nala mencibir.
" Orang yang bilang seru Stevano, kenapa bawa - bawa Daddy? " sanggah Evan tak terima.
" Ya pasti main terus orang tempat dan suasananya mendukung gini... " jawabnya santai tanpa filter.
" Mulutmu! " ketus Evan dengan tatapan tajamnya, ada anak - anak lain disana, sementara Rayne juga menatap marah pada Nala, tapi Nala hanya nyengir tanpa dosa.
" Iya nih lemes banget kalau ngomong. " sahut Zeevanea juga kesal dengan Nala.
" Halah Lo juga bentar lagi pasti punya Pacar... Lo kalau punya Pacar pasti seneng diajakin ke tempat romantis begini. " jawab Nala enteng dengan tatapan memindai pada Zeevanea juga pada Nicholas.
" Kaya Lo pengalaman Pacaran aja... " sahut Nicholas sambil terkikik tak lupa menatap sekilas pada Zeevanea.
" Jangan salah, Man... Gue jago taklukin Cewe tau nggak. " jawab Nala bangga.
" Cewe yang asal comot itu? " sahut Evan bertanya dengan wajah menjengkelkannya.
" Meskipun nggak asal comot dan bibit bebet bobotnya jelas tapi Daddy pasti nggak akan langsung setuju kalau Zee punya Pacar. " jawab Nala seperti tak nyambung tapi perkataan itu menyiratkan sebuah makna atas pengetahuannya tentang Zeevanea dan Nicholas.
" Lo ngomong apaan sih? Kenapa malah bawa - bawa Gue? " sahut Zeevanea kesal, Nala malah santai menatap Zeevanea dan Nicholas bergantian.
" Kumat, kan! " dengus Zeevanea kesal dan berdebar takut mulut Nala mengucapkan yang tidak - tidak kepada Daddynya.
" Ya udah, ayo lanjut... " lerai Stevano, mereka semua pun kembali melanjutkan wisatanya.
Trap... Trap... Trap...
__ADS_1
Meski medannya berbatu dan banyak anak tangga yang harus ditaklukan, Bukit Molenteng nyatanya memberikan pengalaman seru buat mereka yang menyempatkam singgah di tempat ini. Lelahnya perjalanan mereka seolah terbayarkan ketika sampai ke atas tebing dan melihat indahnya gugusan tebing serta birunya lautan. Tak hanya gugusan pulau - pulau kecil yang cantik dan wajib di foto, panorama sekitar pun terlihat sangat menakjubkan.
" Barangkali Bapak atau Mas - Mas nya mau coba adrenalin terjun dari atas tebing? " ucap Guide mereka memawarkan.
" Atau Ibu dan Mbak - Mbak nya juga mau snorkeling? " lanjutnya.
" Ada ya, Om? " sahut Nala bertanya.
" Ada, Mas... " jawab Guide tersebut.
" Aku mau yang terjun dong, Om... Tapi aman, kan? " jawab Nala, Guidenya pun mengangguk.
" Aman, Mas. " jawabnya.
" Daddy nggak mau coba? " tanya Nala pada Evan, Evan hanya meringis sembari menggerakkan bola matanya ke arah lengannya yang digandeng erat oleh Rayne.
" Daddy nggak akan kenapa - kenapa, Mommy... Jangan lebay, deh! " keluh Nala sambil menatap malas pada Rayne.
" Bahaya! " tegas Rayne.
" Aman kok, Bu... " sahut Guide mereka sambil tersenyum.
" Bapak tidak akan kenapa - kenapa. " lanjutnya, Rayne tetap tak menggubrisnya.
Trap... Trap... Trap...
" Ayuk berdua. " lanjutnya mengajak Nala, kini pandangan Rayne berpindah pada Zeevanea tapi Zeevanea hanya nyengir saja.
" Ayok... " jawab Nala antusias, kemudian menjulurkan lidahnya meledek Rayne, Evan hanya diam sembari menahan tawanya.
" Kakak ikut juga sana, jagain Adeknya. " perintah Rayne pada Stevano.
" Aku aja nggak bawa baju ganti. " jawab Stevano, Rayne pun semakin memberengut kesal.
" Daddy nggak dibolehin tapi Steve malah disuruh... Gimana sih, Mommy! " protes Nala.
" Anaknya banyak Daddynya cuma satu. " jawab Rayne ketus.
" Hahaha... Dikorbanin Lo sama Mommy... " ucap Nala sambil terbahak, yang lainnya juga ikut tertawa.
" Tega ternyata Emak Gue... " lirih Stevano dengan wajah yang sok dibuat memelas, Rayne langsung berpindah memeluk Stevano dan mengecupi puncak kepala Stevano penuh kasih, Zeevanea dan Nala pun langsung bersiap diantarkan oleh Guide mereka sementara yang lainnya berjalan ke bawah untuk menunggu.
__ADS_1
Trap... Trap... Trap...
" Gue ikut, La... " ucap Nicholas saat Nala dan Zeevanea baru saja melangkah, Nala nampak tersenyum penuh makna, dan begegaslah ketiganya dan lainnya melanjutkan ke bawah tebing.
Trap... Trap... Trap...
" Sini, Sayang... " ucap Rayne memanggil Joana yang berdiri sendirian, Joana tersenyum dan mendekat kepada Rayne untuk menunggui mereka bertiga melompat dari atas tebing.
Trap... Trap... Trap...
Sembari menunggui ketiganya terjun dari atas tebing, Rayne nampak mengajak ngobrol Joana yang terlihat kaku saat bersama mereka. Evan hanya diam sembari menikmati rokoknya, sementara Stevano sedang menjadi juru photo untuk Maura.
" Aku nggak suka kamu ngelakuin hal ekstrim kaya gini. " gumam Nicholas sat berdua dengan Zeevanea, Nala sedang bersiap untuk terjun.
Baru juga diiyain udah main atur aja Nikita. cibir Zeevanea kesal.
" Aku kaya gini karena aku khawatirin kamu, Sayang... " jawab Nicholas frustasi.
" Eh panggil apa barusan? " lanjutnya bertanya memperjelas ucapan Zeevanea.
" Nikita... " jawab Zeevanea santai dengan wajah menjengkelkannya.
" Dari kemaren tega banget panggil aku Nikita... " jawab Nicholas menggerutu, Zeevanea malah terlihat santai, Nala pun baru saja melompat terjun ke bawah tanpa mereka berdua sadari.
" Panggil yang mesra gitu kek... " lanjutnya protes, Zeevanea langsung memutar bola matanya dengan malas.
" Anggep aja Nikita itu panggilan sayang dari aku. " jawab Zeevanea sambil menahan tawanya melihat ekspresi kesal di wajah Nicholas.
Trap... Trap... Trap...
" Mau terjun sekarang, Mbak, Mas? " tanya Guide mereka.
" Terjunnya barengan bisa, Pak? Saya khawatirin Pacar saya. " tanya Nicholas, mata Zeevanea langsung merotasi malas.
" Sebaiknya satu - satu, Mas... Aman, kok. " jawab Guidenya.
" Ya udah, saya saja yang terjun dulu. Dan tolong Bapak pastikan Pacar saya benar - benar aman. " tegas Nicholas, si Bapak pun mengangguk.
Cup...
" Aku tunggu kamu di bawah... Kamu ati - ati. " ucap Nicholas kemudian mengecup singkat kening Zeevanea, Zeevanea hanya mengangguk malas, malu berdebat karena ada orang lain yang juga berada dengan mereka.
Nicholas pun bersiap untuk terjun. Zeevanea menatap pada Nicholas yang tengah bersiap. Hingga setelah Nicholas selesai diterjunkan, Zeevanea lah selanjutnya. Dan Zeevanea pun terjun juga... Nampak Nicholas masih menunggu Zeevanea di bawah, sementara Nala sudah kembali bergabung dengan yang lainnya untuk mengompori Evan agar turun juga. Meski gagal...
__ADS_1
Byurrr...
Cup...