
Evan pun akhirnya berangkat ke Bali dengan membawa Zeevanea bersamanya. Bukan tanpa alasan Evan membawa Zeevanea kali ini bersamanya, tapi Evan merasa bersalah karena merasa lalai menjaga Putrinya hingga tanpa diketahui jika selama ini Putrinya menyimpan sebuah ketakutan besar atas kejadian di masa lalu mereka. Tentunya Evan juga pergi bersama dua orang Asisten setia milik Kalandra Group, yaitu Davi dan Jovanka. Davi adalah Asisten Pribadi Evan, sementara Jovanka adalah Asisten Pribadi Eric. Tapi Evan selalu membaea keduanya ketika Evan melaksanakan dinas ke luar Kota bahkan ke luar Negri.
Setelah beberapa puluh menit mengudara, Jet Pribadi milik Kalandra Group ini pun akhirnya mendarat dengan sempurna di Bandara Ngurah Rai Bali. Evan bersama rombongannya yang sudah menemui Petugas Penjemputan dari Everic langsung menuju hotel mewah berkonsep unik yang berjudul Everic tersebut. Everic sendiri sebenarnya adalah gabubgan dari nama Evan dan Eric dan Everic ini memanglah sebuah hotel yang didirikan bersama oleh Evan dan Eric. Tapi untuk saat ini status kepemilikan Everic sudah sah menjadi milik Evan pribadi setelah kedua Kakak Beradik ini melakukan jual beli saham secara resmi.
Sementara si Bungsu Raynevandra kini baru saja selesai istirahat yang kedua. Raynevandra sengaja meminta pada Ghania yang tak lain adalah teman sebangku Alexandra untuk duduk di tempat yang semula ditempati oleh Raynevandra, bersebelahan dengan tempat duduk Brylee. Mau tak mau akhirnya Brylee pun pasrah saja, dengan wajah yang ditekuk kesal Brylee terpaksa duduk bersebelahan dengan Ghania.
" Masih pusing, nggak? Kalau masih pusing mending istirahat ke UKS aja. " tanya Alexandra pada Raynevandra sembari memegangi kening Raynevandra.
" Udah enggak, kok... " jawab Raynevandra dengan mengulas senyum termanisnya.
" Abis dimanjain sama kamu pagi tadi mual pusingku langsung ilang, Baby. Kamu emang jago manjain aku. Aku sampai ketagihan. " bisik Raynevandra, Alexandra langsung mencubit pinggang Raynevandra, tak habis pikir Raynevandra membahas urusan ranjang tersembunyi mereka di dalam kelas seperti ini.
" Sakit, Babyh! " pekik Raynevandra pelan sembari membawa sebelah tangan Alexandra untuk masuk ke dalam baju seragamnya dan mengusap lembut bekas cubitan Alexabdra di perutnya.
" Dielus gini kan enak daripada dicubit, sakit. " ledeknya pada Alexandra, Alexandra mencebik dan langsung menarik tangannya dengan cepat kemudian melengos menatap ke luar jendela.
" Jangan ngambek dong... " ucap Raynevandra sembari berdiri dan membungkuk agar bisa menatap pada Kekasihnya yang sedang memalingkan wajah ke luar jendela.
" Bodo! " ketus Alexandra sambil mengerucutkan bibirnya.
" Cium nih kalau masih ngambek! " ancam Raynevandra jahil tapi tak main - main.
" Cium aja kalau berani! " tantang Alexandra tak mau kalah.
__ADS_1
Cup...
Bukan Raynevandra namanya kalau tidak usil juga semaunya sendiri. Dengan santainya Raynevandra memegangi dagu Alexandra dan menolehkan ke arahnya. Setelahnya, Raynevandra pun langsung mendaratkan bibirnya di atas bibir Alexandra. Sontak saja Alexandra langsung gelagapan tak karuan. Ia mengira Raynevandra tak akan seberani ini tapi nyatanya apa yang diperkirakannya salah besar. Dan semua mata penghuni kelas yang tak sengaja menatap ke arah keduanya langsung membola seketika.
Brugh!!!
" Ini masih di kelas, Bego! " ketus Brylee sembari melempar kepala Raynevandra dengan kotak pensil milik Ghania, Raynevandra langsung melepas ciumannya dan menatap sekilas Alexandra sambil terkikik, Alexandra kemabali melengos karena sking malunya banyak yang melihat ke arahnya dan Raynevandra, Raynevandra menoleh ke arah Brylee yang melemparnya dengan kotak pensil milik Ghania dan membalasnya.
Brugh!!!
" Resek, Lo! " ketus Raynevandra dan langsung melempar kembali kotak pensil Ghania ke arah Bryleee, Ghania hanya melongo sembari menatap kotak pensilnya yang dilempar - lempar oleh kedua anak Sultan tersebut, sementara Bradley dan Aaron nampak tertawa sambil geleng kepala.
Trap... Trap... Trap...
Hiks... Hiks... Hiks...
" Please, Ray! Stop! Aku cinta sama kamu! Aku tau kamu cuma panas - panasin aku sama anak baru ini! Please, Ray... Izinin aku.. Aku tulus cinta sama kamu. " teriaknya frustasi dengan berlinang air mata, Alexandra yang semula menatap keluar jendela langsung menoleh dan dibuat melongo oleh pernyataan mengejutkan yang baru saja terucap itu.
" Record in, Brad... Kirimin ke Uncle Evan pasti seru ini. " ucap Aaron jahil, dengan polosnya Bradley pun lansgung merekamnya.
" Untuk yang ke sekian kalianya Gue tetep harus jujur dan tetep harus bilang sorry, Tasya... Gue udah berkali - kali ngomong sama Lo kalau Gue nggak bisa. " tegas Raynevandra, Alexandra yang semula menatap ke arah luar jendela langsung menoleh pada Raynevandra dan Anastasya, dia lah Anastasya, Gadis cantik ketua Cheerleaders yang selama ini menaruh hati pada Raynevandra meski Raynevandra selalu menolaknya.
" Tapi kenapa Ray?! Kenapa Lo nggak bisa terima Gue? Gue cinta sama Lo, Ray! Sungguh... Please kasih Gue kesempatan, Raynevandra! " pekik Anastasya frustasi, ia semakin menangis histeris karena tak terima melihat Raynevandra mencium bibir Alexandra di depan mata kepalanya juga di depan teman - teman sekelasnya dengan begitu santainya.
" Sorry, Sya! " ucap Raynevandra tegas sembari menatap dalam penuh keseriusan pada Anastasya.
__ADS_1
" Gue sama Alexa emang udah lama kenal, dan kami berdua emang Pacaran. Bener - bener Pacaran karena kami berdua emang saling cinta, bukan cuma untuk buat Lo panas ati. " jelas Raynevandra, Anastasya semakin terlihat frustasi, ia menggeleng - gelengkan kepalanya berkali - kali saking tak percayanya.
" Lo jahat, Ray! Lo tega sama Gue! Gue cinta sama Lo Ray! Tapi Lo tega nolak Gue yang bener - bener cinta sama Lo sejak kita SMP! " teriak Anastasya semakin meraung - raung dan semakin menjadi tontonan teman sekelas mereka, Anastasya memukul - mukul dada Raynevandra sembari ia menangis terisak, memang benar jika Raynevandra dan Anastasya memanglah teman sejak SMP.
" Sadar, Tasya! Cinta itu nggak bisa dipaksa! " tegas Raynevandra.
" Kalau Gue nerima cinta Lo karena terpaksa, itu sama aja Gue nyakitin Lo lebih dalam lagi! " tegasnya lagi, Anastasya masih saja tak terima ditolak oleh Raynevandra.
" Demi Lo, Ray! Gue rela jadi yang kedua! Terima Gue jadi yang kedua Raynevandra! " pekik Anastasya yang semakin hilang kendali saking cinta butanya kepada Raynevandra.
" Big No, Tasya! " tegas Raynevandra dan menggenggam tangan Anastasya yang sedari tadi dibiarkan saja memukul - mukul dadanya.
" Lo harus lupain Gue! Lo pasti bisa! Dan Lo pasti dapetin Cowo yang lebih sayang dan cinta sama Lo ketimbang Gue yang nggak pernah cinta sama Lo sedikit pun! " tegas Raynevandra, sejujurnya ia juga tak tega melihat Anastasya sedemikian hancurnya karena ia selalu menolak Anastasya, tapi apa bisa dikata memang Raynevandra tak pernah mencintai Anastasya.
" Oke kalau Lo masih terus nolak Gue! Jangan harap besok Lo masih bisa lihat Gue hidup! Lebih baik Gue mati! " teriak Anastasya semakin merancu tak karuan sembari menatap tajam Raynevandra dengan berlinang air mata.
" Lo jagan gila, Tasya! " teriak Raynevandra frustasi.
" Kalau Lo cinta sama Gue, lepasin Gue... Ikhlasin Gue bahagia sama Alexa! " tegas Raynevandra.
" Lo jahat, Ray! Lo jahat! " teriak Anastasya kencang dan langsung berlari keluar dari kelas dengan berderai air mata dan segala kehancurannya.
Trap... Trap... Trap...
" Tasya!!! " pekik Sahabat Anastasya dan langsung mengejar Anastasya.
__ADS_1
Trap... Trap... Trap...