
Sepulang sekolah hari ini, Raynevandra ada jadwal latihan basket bersama team basket di sekolahnya. Setelah mengantarkan Alexandra pulang ke rumahnya, langsung saja Raynevandra kembali lagi ke sekolahnya untuk bergabung bersama anggota team basket yang lain yang akan mengikuti kegiatan esktra kurikuler olahraga bola basket yang sudah terjadwal hari ini.
Trap... Trap... Trap...
Ketika susah sampai kembali di sekolah, dan tepatnya sudah sampai di lapangan basket, Raynevandra langsung menuju pada gerombolan si kembar Bradley dan Brylee juga Aaron yang jelas juga sudah berada disana menunggu kedatangannya. Raynevandra pun nampaknya sudah mengganti seragam sekolahnya dengan seragam latihan saat tadi ia mengantarkan Alexandra pulang. Tak lama berselang, Bapak Guru kegiatan ekstra kurikuler olahraga basket ini telah datang dan kegiatan ekstra kurikuler bola basket pun langsung dimulai. Raynevandra dan seluruh peserta ekstra kurikuler bola basket ini pun mulai pemanasan didampingi langsung oleh Guru Pelatih ekstra kurikuler bola basket tersebut.
Setelah pemanasan usai, dilanjutkan dengan pembelajaran inti dari kegiatan ekstra kurikuler bola basket. Bapak Pelatih ini pun memberikan arahan - arahannya terlebih dahulu diiringi dengan pemraktekan dari apa yang dijelaskan olehnya. Seluruh Siswa yang mengikuti kegiatan ekstra kurikuler bola basket ini nampak sangat antusias dan sangat bersemangat mengikutinya. Bapak Pelatih pun juga terlihat tak kalah semangat dari para anak didiknya. Sangat kentara sekali adanya kekompakan antara Pelatih dan para anak didiknya. Kegiatan ekstra kurikuler olah raga yang biasanya selalu melelahkan seolah tidak terasa dikarenakan situasi yang membahagiakan ini membuat rasa lelah mereka semua sirna. Setelah mengistirahatkan sejenak para anak didiknya, Bapak Pelatih ini pun kembali menatap sropwatchnya kemudian bersiap memberikan instruksi selanjutnya setelah waktu yang ditentukan untuk beristirahat telah usai.
" Sekarang waktunya kita tanding, ya... " ucap Coach Raffi dengan semangat.
" Siap, Coach!!! " jawab anak - anak didik ini tak kalah semangat.
" Karena hari ini jumlah yang datang tetap banyak seperti biasanya, jadi seperti biasanya juga, kita bagi jadi empat team. Tiga team Putra dan satu team Putri. " jelasnya, anak - anak didiknya ini pun nampak mengangguk semangat.
" Team pertama yang akan bertanding adalah team Putri terlebih dahulu, dan tiga team Putra selanjutnya. " imbuhnya, Coach Raffi dan team Putra pun langsung meminggirkan dirinya sementara team Putri mulai bersiap dan membagi menjadi dua bagian team dengan jumlah lebih sedikit untuk bisa bertanding.
" Wasit, Ray! " pekik Coach Raffi sembari melemparkan peluitnya kepada Raynevandra kemudian Coach Raffi berpindah mengambil alat tulisnya untuk mencatat hasil dari pertandingan ini, Raynevandra yang semula akan minggir pun langsung bersiap kembali menjalankan tugasnya.
Dan tanpa terasa, pertandingan team Putri pun usai. Kini giliran team Putra yang akan melanjutkan pertandingan.
" Raynevandra, Brylee, Bradley, Aaron, Bagas, dan Salman, bentuk team kalian dan kalian Kaptennya. " jelas Coach Raffi.
__ADS_1
" Siap, Coach! " jawab keenam anak ini dengan kompak.
Setelah peluit ditiup oleh Coach Raffi, pertandingan Putra yang pertama pun dimulai. Team dari Raynevandra lah yang terlebih dahulu bertanding melawan team Bagas. Setelahnya, team Aaron dengan team Salman, dan team Bradley dengan team Brylee sebagai team pamungkas yang bertanding.
Menit demi menit berlalu, waktu pun berjalan tanpa terasa. Akhirnya selesailah sudah kegiatan ekstra kurikuler bola basket hari ini. Setelah semua Peserta dikumpulkan kembali oleh Bapak Pelatih, mereka semua diberikan penjelasan singkat tentang apa - apa saja hasil pengamatan Bapak Pelatih selama latihan hari ini berlangsung. Dan kegiatan ini pun akhirnya selesai, para Peserta pun perlahan bubar jalan meninggalkan lapangan basket.
Trap... Trap... Trap...
" Lo terus - terusin kaya gitu Gue aduin sama Mami Irish baru tau rasa, Lo! " pekik Aaron menghardik Bradley saat mereka baru saja sampai di parkiran dan akan bersiap untuk pulang.
" Bawel Lo, ah! Lo kaya nggak mau cobain aja! Enak tau, Kak! " jawab Bradley nyolot kepada Aaron.
" Apaan sih ini pada ngomongin enak - enak? " tanya Raynevandra memotong sebelum Aaron sempat menjawab, ia baru sampai di parkiran belakangan bersama Brylee.
" Nih bocah kemaren kepergok kita lagi enak - enak sama Grace pas listrik di villa mati. " jawab Aaron sambil melirik jengah sekilas kepada Bradley, Bradley nampak santai saja karena Aaron, juga Brylee dan Raynevandra sudah tau akan gaya berpacaran Bradley.
" Alexa ngajakin cari jajanan dulu buat dibawa pulang... Nungguin Lo pada kelamaan. " jawab Raynevandra seadanya.
" Doyan banget makan si Alexa rupanya. " ucap Aaron.
" Iya... Banyak makannya dia. " jawab Raynevandra sambil terkikik membayangkan Alexandra yang kerap kali makan apa pun berulang - ulang.
" Kemaren Gue sempet kaget tau, nggak... Abis dia makan bareng nasi kebuli sama Lo sama Andong sama Sarah itu terus Gue nggak sengaja lihat Alexa masih makan lagi dua mangkuk asinan buah yang pedes banget itu. " ucap Brylee yang tanpa sengaja kemarin melihat Alexandra makan asinan buah hingga dua mangkuk dengan kepedasannya yang ekstra, Raynevandra semakin terkikik karena memang benar apa yang diucapkan oleh Brylee.
" Gue aja ngicip sesendok punya Audrey kemaren langsung berhenti. " lanjutnya.
__ADS_1
" Takut sakit perut Gue, sumpah. " tukasnya, Raynevandra masih saja terkikik.
" Kemaren itu Gue juga ngelihat dia masih makan rujak pas abis makan asinan... " timpal Aaron, kini Raynevandra langsung geleng - geleng kepala sambil tergelak.
" Gue nggak masalah asal dia doyan dan perutnya kuat - kuat aja. " ucap Raynevandra yang akhirnya menjawab laporan dari Sahabatnya perihal makanan Alexandra.
" Tapi jangan dibiarin terus - terusan juga kali Ray... Kalau kebanyakan pedes juga nggak bagus, bikin sakit perut juga nanti. " timpal Bradley.
" Udah Gue ingetin berkali - kali meskipun Lo semua nggak nyuruh Gue... " jawab Raynevandra.
" Katanya hambar kalau makan nggak ada pedes - pedesnya. " jelas Raynevandra, ketiga Sahabat Raynevandra nampak berdecak karena seolah masih tak percaya.
" Malahan akhir - akhir ini Gue yang nggak begitu doyan makan... " lanjutnya bercerita, ketiga Sahabatnya ini pun langsung menatap Raynevandra bersamaan.
" Kalau biasanya tiap pagi Gue sarapan anteng - anteng aja, sekarang muntah Gue kalau mau sarapan. Bangun tidur itu pun sering langsung muntah - muntah kadang, makanya Gue sekarang jadi nggak pernah sarapan. " jelasnya lagi.
" Makanya kemaren itu Gue sreg pas ngelihat orang jual kambing guling itu langsung Gue beli. Mumpung perut Gue mau diisi. " tukasnya.
" Lo kenapa tiba - tiba jadi gitu, Ray? " tanya Brylee penasaran.
" Kemaren si Andong juga cerita kan kalau Lo itu sebenernya nggak pernah doyan daging kambing. " lanjutnya, Raynevandra pun mengangguk.
" Gue aja bingung... " jawab Raynevandra sembari terkikik tapi matanya menerawang ke depan, ia bingung juga dengan keadaan dirinya akhir - akhir ini yang keadaan tubuhnya seolah berubah tak seperti biasanya.
" Langsung banjir air liur rasanya kerongkongan Gue pas Gue ngelihat kambing guling kemaren. " imbuhnya kemudian tertawa, ketiga Sahabatnya pun jadi ikut menertawakan Raynevandra yang berubah aneh dari cerita ini.
__ADS_1
Setelah keempatnya selesai bercerita dan bercanda di parkiran, keempatnya pun langsung beranjak pulang karena hari sudah petang. Mobil keempatnya pun keluar dari sekolah dengan beriringan.
Bruuum... Whuuussszzzhhh...