
" Kamu inget waktu pertama kali kamu datang kesini untuk menemui Ayah dan Bunda? " tanya Ayah Rudi kepada Evan, Evan hanya diam sembari menatap penuh tanya kepada Ayah Mertuanya meski Evan masih sangat ingat akan rentetan kejadian waktu itu.
" Sama halnya dengan Cucu Ayah, Putrimu... " lanjut Ayah Rudi yang sengaja menggantungkan kalimatnya dan semakin menatap dalam kepada Evan sembari mengepulkan asap rokoknya ke udara.
" Kamu pun datang kemari sebagai Kekasih dari Putri Ayah untuk melamar Putri Ayah dengan tanpa membawa restu dari Mama-mu... " lanjutnya lagi, keduanya terlihat menghisap rokok bersamaan.
" Mama-mu menolak memberikan restu karena Mama-mu berfikir jika Putri Ayah hanya akan memanfaatkan kekayaanmu, kekayaan keluarga kalian. " lanjutnya kembali berucap secara perlahan.
" Ayah bisa memaklumi penolakan Mama-mu karena memang saat itu keluarga Ayah hanyalah keluarga sederhana yang hidup di bawah garis rata - rata, maka tak heran jikalau Mama-mu sampai berfikir jika Putri Ayah hanya memanfaatkanmu. " lanjutnya berucap dengan pandangan menerawang ke depan.
__ADS_1
" Hingga akhirnya kalian berdua memilih jalan nekad dan melakukan cara itu demi mendapatkan restu dari Mama-mu. " tukasnya dan kembali menatap dalam kepada Evan, dan kembali lagi keduanya nampak terlihat menghisap rokoknya secara bersamaan.
" Apa yang akan kamu lakukan kalau sampai Zeevanea dan Nicholas juga sampai melakukan cara itu demi mendapatkan restumu, hmmm? " imbuhnya dan berbalik bertanya kepada Evan.
" Dan kalau sampai hal itu terjadi, pantaskah disebut karma? " lanjutnya bertanya lagi, Evan hanya diam saja dan terlihat tanpa ekspresi, datar sekali.
" Ayah tidak akan turut campur mengenai keputusanmu atas kelanjutan hubungan Zeevanea dan Nicholas. Bagaimanapun juga posisi kita berdua sama, yaitu sebagai kepala keluarga yang jelas akan menginginkan semua hal terbaik untuk keluarganya. " ucap Ayah Rudi setelah menjeda sejenak ucapan sebelumnya, berucap secara bijak turut memposisikan dirinya juga.
" Perjuangan Zeevanea dan Nicholas pasti lebih berat karena sekarang yang dihadapi adalah kamu. Bukan lagi orang seperti Mama-mu yang harus dihadapi oleh Putri Ayah dahulu, dan keras kepalanya Mama-mu pun tidak melebihi mu. " lanjutnya lagi.
__ADS_1
" Ayah sangat memahami akan kesakitanmu atas kesalahan fatal yang pernah diperbuat oleh Putri Ayah di masa lalu itu memanglah berat... Tapi setidaknya tetaplah memikirkan Cucu Ayah. Yang melakukan kesalahan adalah Putri Ayah, bukan Cucu Ayah. " tukasnya memberikan pertimbangan kepada Evan.
Setelah makan malam penuh drama di kediaman Evan berakhir, Rudiansyah Armaya langsung mengajak sang Menantu kesayangannya itu untuk berkunjung ke sebuah tempat bersejarah dalam kehidupan mereka. Rudiansyah Armaya membawa Evan ke sebuah unit rumah susun yang dahulu kala ditinggalinya sebelum keluarga Armaya memintanya kembali pada keluarga Armaya. Disinilah mereka berdua sekarang... Di rumah susun yang dulu ditinggali oleh Rayne bersama kedua Orang Tuanya. Memang dahulu kala saat Rudiansyah Armaya dan Sekar Reswara memutuskan untuk kembali ke kediaman keluarga Armaya keduanya langsung menyuruh Richie untuk menjual unit rumah susun ini sesuai permintaan dari Eyang Alamsyah Armaya. Akan tetapi diam - diam Evan lah yang membelinya tanpa sepengetahuan siapapun juga. Karena pada saat itu juga, di saat yang bersamaan, kala itu Rayne pun pergi meninggalkan Evan setelah pertengkaran besar terjadi diantara Rayne dan Evan. Semua rentetan kejadian peristiwa yang menimbulkan kesalah pahaman dengan Rayne telah diutarakan oleh Evan meski akhirnya tetap membuat Evan yang sudah kehilangan kata - kata untuk membujuk Istrinya itu benar - benar menyayat urat nadinya saking merasa frustasinya.
Sementara Evan sendiri langsung dilarikan ke Rumah Sakit karena percobaan bunuh dirinya. Papa dari Evan yang bernama Harsaka Kalandra ini pun terpaksa disusulkan juga untuk dikarikan ke Rumah Sakit lantaran penyakit jantung yang telah lama dideritanya kembali kumat setelah melihat pertengkaran besar yang terjadi diantara Putra Bungsu dan Menantu kesayangannya. Hingga akhirnya sosok tegas nan penyayang keluarga itu pun harus meregang nyawa di Rumah Sakit setelah dirawat beberapa hari dan tak sadarkan diri sama sekali. Sampai detak jantungnya benar - benar berhenti pun matanya tak pernah terbuka lagi. Hingga saat pemakaman sang Papa dilakukan, Evan tak bisa menyaksikan karena Evan masih belum juga tersadar dari masa kritisnya kala itu. Dan disinilah awal mula kehancuran keluarga Evan dan Rayne.
Dan ternyata tanpa disangka - sangka, pertengkaran besar ini pun juga berimbas pula pada keluarga Armaya. Ibunda dari Rayne yang tak lain adalah Bunda Sekar langsung terkena serangan stroke seketika mendengar kabar pertengkaran besar yang berbuntut pada kaburnya Putri tercintanya dengan membawa sepasang Cucu kembarnya. Dan berawal dari peristiwa ini juga lah awal mula dari pertemuan Rayne dengan keluarga Nitinegara... Rayne yang berniat kabur ke luar negeri tak bisa semudah itu melenggang karena sosok Evan yang sudah jelas akan menelusuri setiap jengkal jejak langkah kakinya. Dan benar adanya jikalau Rayne memang tak bisa kabur begitu saja untuk keluar negeri. Tetapi Rayne seolah mendapat persetujuan dari alam karena dipertemukan dengan sosok Hagata Rancaka Nitinegara yang tak lain adalah Aga, Adik kandung dari Lingga Pradygta Nitinegara alias Dygta yang akhirnya Aga bersedia membantu Rayne dan berhasil membawanya keluar dari negara ini untuk berpindah menetap di luar negeri. Hingga disana Rayne pun akhirnya hidup dengan identitas barunya sebagai Queen Rayya.
Dari pertemuannya dengan Aga pula lah akhirnya Rayne dipertemukan dan hingga tanpa sengaja didekatkan dengan sosok Pria kalem nan pendiam yang perangainya sangat berbeda jauh dari sosok seorang Evano Gamya Kalandra yang terbilang sangat keras dan arogan itu, yaitu bertemu dengan Lingga Pradygta Nitinegara atau Dygta. Dari pertemuan yang semakin intens dengan Dygta itu pula lah hingga tanpa diduga akhirnya keduanya dipersatukan oleh semesta untuk menjadi sebagai sepasang Kekasih. Dan seiring waktu berlalu, hubungan antara sepasang Kekasih itu pun terjalin kian erat menuju jenjang keseriusan. Keduanya pun memutuskan untuk kembali ke Indonesia dan segera menikah... Dan
__ADS_1
Tetapi apa lah daya, ketika keputusan besar itu ditetapkan malah terkuaklah semuanya secara perlahan. Rayne Ayyara Armaya yang semula sudah melayangkan gugatan perceraian terhadap Evano Gamya Kalandra ternyata ditolak mentah - mentah oleh Evano Gamnya Kalandra. Evan menolak mentah - mentah untuk menandatangani surat gugatan perceraian yang diajukan oleh Rayne kepadanya, dan Rayne pun masih sah sebagai Nyonya Evano Gamya Kalandra hingga hubungan tersembunyi yang terjalin diantara Rayne dan Dygta terkuak hingga sampai diketahui oleh Evan. Dari sisitulah awal kebencian Evan kepada Dygta dan seluruh keluarga Nitinegara bermula dan mendarah daging hingga saat ini.