Si Dingin Dan Si Barbar

Si Dingin Dan Si Barbar
Bab 48 - Jepang


__ADS_3

Pagi kembali membumi... Menggantikan malam yang tenang dan sunyi. Menampakkan sinar cerahnya ke seluruh penjuru negri. Membelah keramaian hiruk pikuk sibuknya hari. Begitulah seterusnya mengikuti roda rotasi pada poros bumi.


Trap... Trap... Trap...


" Selamat pagi... " sapa dua pasang kembar yang baru saja turun untuk sarapan, wajah ketiganya nampak berseri, kecuali Raynevandra yang wajahnya terlihat pucat.


" Pagi kesayangan Mommy... " balas Rayne dari ruang makan yang baru saja menyajikan kopi pagi untuk Evan yang sudah duduk disana dengan membaca koran dan baru saja menyulut rokok baru yang akan dihisapnya untuk kedua kali.


Cup...


Cup...


Kedua pasang kembar ini langsung mengecup singkat bibir kedua Orang Tuanya secara bergantian. Dengan santainya Zeevanea langsung mengambil alih rokok di tangan Evan dan memasukkannya ke dalam kobokan tempat cuci tangan yang ada di meja makan. Setelahnya barulah ia mengecup singkat bibir Daddynya.


" Resek! " pekik Evan setelah Zeevanea menciumnya.


" Polusi! " pekik Zeevanea tak kalah nyaring, Evan dan lainnya langsung terkikik.


" Mommy itu harusnya nggak kasih uang Daddy sama sekali biar Daddy nggak bisa beli rokok. " ucap Zeevanea kesal dengan Evan, Rayne hanya tersenyum sambil geleng kepala, Rayne sudah memperingatkan Evan setiap hari tapi tetap saja Evan tak bisa berhenti merokok.


" Daddy beli pabriknya sekalian kalau kamu ngelarang Mommy kasih duit Daddy untuk beli rokok. " jawab Evan santai dengan wajah menjengkelkan seperti biasanya.


" Sombong amat! " pekik Zeevanea dan Raynevandra bersamaan.


" Ayo sarapan... Nanti keburu telat. " ucap Rayne, mereka semua pun langsung bersiap.



Sarapan pagi ala Jepang yang sudah bertengger di atas meja makan ini pun segera disantap oleh Evan sekeluarga. Semangkuk nasi lengkap dengan tambahan sup miso yang masih diberi tambahan dengan menu pelengkap lainnya. Diantaranya, salmon panggang, telur, dan natto yang turut meramaikan meja makan mereka pagi ini. Natto yaitu kacang kedelai yang telah di fermentasi. Japanese breakfast yang sangat menggugah selera juga sehat.


" Kita masih punya keluarga di Jepang nggak sih, Dadd? " tanya Zeevanea setelah mereka selesai sarapan, memang Evan adalah seorang blasteran Indonesia Jepang, Mama Rosa perpaduan antara Jawa dan Betawi dan Papa Hasa pure keturunan Jepang.


" Masih ada kedua Cucu dari Adik Eyangmu dan anak - anaknya. Orang Tua mereka sudah meninggal sejak mereka lulus SMA. " jawab Evan, anak - anak Evan dan Eric memanggil Eyang kepada Oma Hannah dan Opa Byakta yang tak lain adalah kedua Orang Tua Papa Hasa.


" Kenapa Daddy nggak pernah kenalin sama kita? " tanya Zeevanea lagi.


" Kita sama - sama sibuk, Zee... Daddy disini sibuk, Ryo sama Kio di Jepang juga sibuk. Tapi tetap komunikasi kok. Di resepsi Daddy sama Mommy dulu mereka juga datang, mungkin kamu lupa. " jawab Evan seadanya.


" Selebihnya Daddy sama mereka ketemu singkat - singkat aja sih meski jarang banget, urusan kerjaan juga. " lanjutnya, Zeevane mengangguk.


" Namanya siapa, Dadd? " tanya Zeevanea penasaran.


" Akio sama Ryoichi. Mereka berdua kembar, dan usianya sepantaran sama Daddy. " jawab Evan.


" Berarti keturunan kembar itu dari keluarga Eyang? " tanya Zeevanea antusias, Evan pun mengangguk.


" Opamu sebenarnya juga kembar, tapi saudara kembarnya tidak selamat saat dilahirkan. " jawab Evan, mulut keempat anak ini langsung membola membentuk huruf O.


" Kenalin dong, Dadd... Kan kita Saudara. Siapa tau pas ketemu di luar. " ucap Stevano.


" Kapan - kapan kalau liburan kita ke Jepang... Nanti Daddy ajak kalian nginep di rumah masa kecil Opa. Atur jadwal dari sekarang. " jawab Evan.

__ADS_1


" Aaah... Senangnya bisa liburan bareng sekeluarga. " ucap Zeevanea heboh dan antusias, ketiga lainnya pun ikut girang tapi tetap saja wajah Raynevandra terlihat pucat.


" Tahun baruan besok disana aja, Dadd... " sela Devandroe antusias.


" Daddy coba kosongin jadwal kalau bisa. Tahun baru juga bentar lagi. " jawab Evan.


" Tutup tahun kan kantor selalu ribet, Nak. Pegawainya pada liburan, tapi Daddy tetep jadi pajangan kantor. " lanjutnya sambil terkikik.


" Ya sudah, sebisanya kita semua aja. " jawab Devandroe, Evan pun mengangguk.


Trap... Trap... Trap...


Hoek... Hoek... Hoek...


" Loh, loh! Ray! " pekik Rayne dan langsung berlari menghampiri Raynevandra yang sudah terlebih dulu meringkuk menghadap wastafel yang ada di dapur, Evan dan ketiga anak lainnya juga langsung menatap Raynevandra.


Trap... Trap... Trap...


Hoek... Hoek... Hoek...


" Kamu masuk angin, Sayang? " tanya Rayne panik, Raynevandra tak menjawab karena masih saja memuntahkan isi perutnya.


Trap... Trap... Trap...


Hoek... Hoek... Hoek...


" Minyak kayu putih, Zee! " teriak Rayne sembari memijat tengkuk Raynevandra tapi Zeevanea sudah berada di dekatnya ketika Rayne berteriak memanggil.


" Lo kenapa sih, Ray? " taya Zeevanea sambil mengusap keringat yang bercucuran di dahi Raynevandra, Raynevandra hanya menggeleng disela muntahnya, Rayne pun masih tetap memijat tengkuk Raynevandra dengan minyak kayu putih dan menyuruh Raynevandra juga untuk mencium aroma minyak kayu putih tersebut.


Trap... Trap... Trap...


" Ayo, Mas... Aku anterin ke depan dulu. " ucap Rayne pada Evan.


" Telponin Dokter aja biar Raynevandra langsung di periksa. " ucap Evan yang juga khawatir.


" Sekalian izinin sama Gurunya kalau masih gitu aja. Suruh istirahat di rumah dulu. " lanjutnya.


" Iya, nanti aku urusin Ray lagi. " jawab Rayne sambil membenahi dasi Evan.


" Mas berangkat dulu aja. Aku nggak mau Mas telat. " lanjutnya, Evan pun mengangguk.


" Berangkat berdua aja Dadd biar sekalian. " sela Stevano.


" Daddy nggak ada meeting di luar, kan? " lanjutnya bertanya.


" Ya sudah... Kita berangkat bareng aja sekalian biar nyampe kantor sama - sama. " jawab Evan, Stevano pun mengangguk.


Cup...


" Andru berangkat juga, Sayang... Nanti keburu telat sekolahnya. " ucap Rayne berpindah pada Devandroe, Devandroe langsung menganggukkan kepalanya.

__ADS_1


" Andru berangkat Momm, Dadd, Kak... " pamitnya sembari mencium punggung tangan kedua Orang Tuanya kemudian mencium punggung tangan Stevano, tak lupa mengecupi bibir mereka seperti kebiasaan keluarganya.


Trap... Trap... Trap...


Cup...


" Aku berangkat, Kak... " ucap Devandroe berpindah menghampiri Zeevanea.


" Ya udah kiss aja nggak pakai salim. Tangan Kakak bau minyak kayu putih. " ucap Zeevanea kemudian mengecup bibir Devandroe singkat.


" Gue berangkat dulu, Ray... Cepet sehat, Lo! " pamitnya pada Raynevandra juga, Raynevandra hanya mengangguk tanpa menjawab, dan bergegaslah Devandroe.


" Assalamualaikum... " ucap Devandroe sembari berjalan menuju keluar rumah.


" Waalaikum salam. " balas mereka kecuali Raynevandra yang menjawab dalam hati.


Trap... Trap... Trap...



Bruuum... Whuussszzzhhh...


Cup...


" Aku berangkat dulu, Sayang... Kabarin kalau ada apa - apa sama Raynevandra. " pamit Evan pada Rayne, Rayne pun langsung mencium punggung tangan Evan lalu Evan langsung mencium bibir Rayne.


" Iya, Mas... Hati - hati di jalan. " jawab Rayne sambil mengusap sudut bibir Evan yang terkena lipstiknya, Evan pun mengangguk sambil mengulas senyum.


Cup...


" I love you, Honey... " ucap Evan yang tiba - tiba mencium lagi bibir Rayne di depan Stevano, Stevano langsung terkikik sembari menggelengkan kepala, Evan pun juga.


" Me too, Lovely... " balas Rayne tak kalah mesra sambil tersenyum menatap Evan dan Stevano bergantian.


" Aku berangkat ya, Momm... " pamit Stevano sembari mencium punggung tangan Mommynya dan mengecup singkat bibir Mommynya juga, berjalanlah mereka bertiga menuju teras.


Trap... Trap... Trap...


Cup...


" Bye, Honey... I love you... " ucap Evan lagi dan kembali lagi mengecup bibir Rayne sambil terkikik melihat Stevano.


" Iya, iya... Aku juga love you Mas Evanku... " balas Rayne sambil geleng kepala.


" Assalamualaikum. " ucap Evan dan Stevano bersamaan.


" Waalaikum salam. " jawab Rayne, ketiganya pun nampak melambaikan tangan sembari tersenyum bahagia, berangkatlah Evan bersama Stevano ke kantor dan Rayne langsung masuk kembali ke dalam rumah setelah mobil Evan yang dikendarai Stevano melesak keluar dari rumah.



Bruuum... Whuuussszzzhhh...

__ADS_1


Trap... Trap... Trap...


Beginilah keluarga Evan... Meski setelah berdebat semalam tapi sudah langsung kembali harmonis karena semua permasalahan juga sudah dijelaskan. Maka tak ada alasan bagi mereka sekeluarga untuk bertindak tidak harmonis seperti biasanya.


__ADS_2