
Keesokan harinya, Devandroe dan Raynevandra masih saja saling mendiam. Saat bertemu di meja makan ketika sarapan pagi pun keduanya terlihat seperti orang yang tak kenal. Bahkan, sikap Raynevandra seolah menunjukkan jika ia berada di tempat itu sendirian saja tanpa keberadaan Devandroe. Devandroe diam karena ia juga merasa bersalah kepada Raynevandra. Tapi ia paham, Raynevandra itu seorang yang sulit diajak bicara jika masih berada dalam emosi. Makan dari itu Devandroe hanya diam menatap sendu kepada Raynevandra. Setelah keduanya selesai sarapan pun, keduanya langsung bergegas tanpa ada pamit satu sama lain.
Trap... Trap... Trap...
Bruuum... Whuuussszzzhhh...
Berbeda di Jakarta, berbeda pula di Bali. Evan dan keluarganya yang masih berada di Bali kini harus menuruti keinginan Zeevanea yang kekeh untuk melakukan pemotretan disana. Beruntungnya team dari Queen Fashion Model Management ini sangat sigap dan bisa langsung tancap gas menuju ke Bali untuk acara pemotretan Zeevanea. Beruntung juga team yang tergabung di Queen Fashion Management ini pun jumlahnya banyaka sehingga tak akan keteteran meskipun padatnya rentetan jadwal pekerjaan yang harus mereka tangani terjadi bersamaan. Nampaknya Maura juga turut andil dalam pemotretan ini meski sebenarnya Stevano tidak mengizinkan tapi rengekan Zeevanea mengalahkan segalanya. Stevano pun hanya bisa pasrah menuruti keingingan sang Adik kembar yang tak bisa lagi dicegah.
" Ciye, ciye... Udah berani curi - curi pandang nih... " goda Nala pada Nicholas yang juga berada disana karena ada janji surfing dengan Evan tapi Evan dan Rayne masih sibuk mengurusi keperluan photoshoot Zeevanea.
" Mau digampar sama sandal? " celetuk Evan sinis, Evan paham kemana arah pembicaraan Nala.
" Kejem beud Aki - Aki! " umpat Nala pada Evan.
" Bodo amat! " pekik Evan sinis.
" Ayo Momm... Zee udah selesai, tinggal surfing aja. " ucap Evan berpindah pada Rayne, Rayne masih menatap riasan di wajah Putrinya itu setelah selesai didandani oleh make up artist.
" Mommy sama Daddy tinggal dulu, ya? Daddy ngajak surfing lagi. " pamit Rayne pada Zeevanea.
" Ada Kakak Steve sama Maura disini. " lanjutnya, Zeevanea pun mengangguk.
" Oke... Mommy tinggal aja. " jawabnya sumringah.
Cup...
" Daddy!!! " teriak Zeevanea marah karena Evan tiba - tiba mengecup bibirnya dengan cepat sehingga lipstik yang masih basah itu jadi belepotan, Nicholas pun langsung terdiam di tempatnya, kembali melihat kecupan Ayah dan Anak itu di depan mata kepalanya.
" Dasar Aki - Aki main nyosor aja sama daun muda! " ucap Nala tanpa filter.
" Ya Allah Bokap Gue!!! " desah Stevano frustasi melihat Evan mencium gemas pada Zeevanea.
" Nyari Istri muda sana dari pada nyiumin Zeevanea nggak tau tempat. " lanjut Nala berucap kesal.
__ADS_1
" Zeevanea itu marah bukan karena dicium sama Daddy... Tapi noh lipstiknya masih basah jadinya berantakan dan Zeevanea marah. " jelas Evan dengan santainya sambil menatap Zeevanea dengan tertawa.
" Enak aja nyuruh Daddy cari Istri muda! Mommy kalian aja masih kaya Kakaknya Zeevanea. " lanjutnya sambil tersenyum nakal kepada Rayne, Rayne hanya terkikik melihat perdebatan mereka.
" Kita berdua kulineran aja yuk, Nic... Ngintilin Daddy sama Mommy percuma, nanti juga bakalan mesra - mesraan nggak tau tempat. " ucap Nala menghentikan langkah Nicholas yang akan menyusul Evan dan Rayne yang baru saja akan beranjak.
" Itu ngerti... " ucap Evan dengan wajah menjengkelkannya, Nala pun langsung menatap Evan dengan memicingkan matanya jengah.
" Gue terserah aja yang penting jangan ngajakin Gue macem - macem. " jawab Nicholas santai sambil terkikik.
" Alah Lo sok bersih! Idup Lo aja banyakan di Luar Negri pakai sok bersih segala! " cibir Nala dengan wajah menjengkelkannya.
" Gue masih ting - ting, Man! Jangan salah Lo! " pekik Nicholas kencang sambil terkikik menatap Nala, Zeevanea yang tak sengaja mendengar ucapan Nicholas tanpa sadar menatap ke arah Nicholas, setelah Zeevanea juga menyadari tatapan mata Nicholas juga mengarah ke arahnya, Zevanea langsung membuang muka, Evan dan Rayne pun langsung melangkah pergi tanpa perduli lagi dengan tatapan kesal Nala yang masih tertuju ke arah mereka.
Trap... Trap... Trap...
" Belum, lah... " jawabnya santai sambil menatap deburan ombak di hadapannya.
" Emang Lo nggak pernah punya Cewe? " tanya Nala yang masih saja penasaran.
" Pernah lah kalau punya Cewe... " jawab Nicholas jujur.
" Tapi ya nggak sampai ML juga kali Gue sama mereka. " jelasnya.
" Emang Lo nggak pengen gitu? " tanya Nala kian tak terarah.
" Sayang burung Gue, Man! " tegas Nicholas sambil terkikik.
" Iya kalau jadi sama Pacar Gue, kalau putus kan kasian Istri Gue nanti dapet sisa orang. " tegasnya.
" Gue nggak kaya Lo kali yang suka celap - celup sana sini. " imbuhnya mencibir Nala karena Nicholas juga paham bagaimana Nala.
__ADS_1
" Gue nyelup juga milih yang virgin kali, Nic! " jawab Nala tak kalah tegas.
" Kalau udah bekas orang Gue juga ogah. " lanjutnya menegaskan.
" Berhenti, Man! Tobat! Entar Lo kadung cinta sama Cewe dan pas udah manteb mau Lo nikahin nggak taunya udah nggak virgin baru tau rasa, Lo! " ucap Nicholas mengingatkan Nala.
" Ya nggak jadi Gue nikahin lah... Gitu aja ribet amat. " jawab Nala dengan santainya juga dengan wajah menjengkelkannya, tapi Nicholas hanya tertawa menatap pada Nala.
" Ya tetep kasian Cewenya dong orang Lo aja udah berkali - kali nyelup sana sini. Lo juga bekas orang tapi Lo nggak mau bekas orang. Gimana sih Lo, ah! " jawab Nicholas tak mau kalah.
" Kita ini Laki, Man! Nggak kelihatan dan nggak berbekas meskipun kita udah pernah nyelup sana sini. " jawab Nala dengan entengnya.
" Serah Lo, dah. " ucap Nicholas jengah tapi ia tetap tertawa karena Nala memang begitu adanya.
Keduanya yang semula berniat kulineran tapi nyatanya hanya berjalan - jalan di tepi pantai sembari menatap sana sini sembari mengobrol santai. Hingga akhirnya langkah kedunya pun kembali ke tempat semula ia berpisah arah dengan Evan dan Rayne tadi. Dan ketika sampai kembali di tempat pemotretan semula, masih ada Stevano dengan Zeevanea dan Maura yang sudah duduk santai di tempat tersebut sembari menikmati es kelapa mudanya masing - masing. Meski Maura sudah berganti pakain santai, tapi sepertinya Zeevanea masih akan melakukan pemotretan lagi karena kini ia terlihat masih mengenakan gaun yang lain lagi.
Trap... Trap... Trap...
" Abang!!! " teriak Zeevanea kesal, ketika ia sedang asik bercanda dengan Stevano dan Maura, Nala yang baru datang bersama Nicholas itu langsung menarik sedotan yang terselubung pada kelapa muda yang dipegang oleh Zeevanea dan meminum es kelapa muda itu dengan sedotan bekas Zeevanea dengan santainya tanpa dosa, lainnya langsung menatap Zeevanea dan Nala bersamaan.
" Aus tau, Dek! " pekik Nala setelah melepaskan tenggakannya pada es kelapa muda milik Zeevanea itu, Nicholas hanya diam sambil menahan tawanya melihat ekspresi kekesalan Zeevanea meski sebenarnya ia juga merasa kagum akan kecantikan itu.
" Lah bukannya Lo tadi bilang mau kulineran? " tanya Stevano menimpali, ingat akan ucapan Nala yang mengajak Nicholas kulineran tadi.
" Males Gue cuma berdua sama Nico. " jawab Nala seadanya.
" Ya udah pesen sana, pesenin lagi buat aku. Sambil nungguin Emak Bapak kita kentcan. " ucap Zeevanea kesal sembari mengerucutkan bibirnya, Nicholas langsung beranjak pergi ke kedai es kelapa muda sebelum Zeevanea selesai berucap, dan Nala pun langsung menyusulnya.
Trap... Trap... Trap...
Kedua Pemuda tampan ini kembali datang dengan membawa tiga buah es kelapa muda. Dan Nicholas pun langsung menyodorkan satu buah es kelapa muda di tangan kanannya kepada Zeevanea. Bukannya langsung menerima, tapi Zeevanea masih terlihat acuh dan malah merebut es kelapa muda milik Nala. Terlihat sedikit kekecewaan pada raut wajah Nicholas. Tapi sebisa mungkin ia tetap bersikap biasa saja karena ia sadar, pasti tak akan mudah untuk Zeevanea memberikan maaf kepadanya. Alhasil es kelapa muda itu pun disahut Nala sebagai ganti miliknya yang disabet Zeevanea.
__ADS_1