
Seperti yang semua orang ketahui, surfing bukanlah olahraga yang bisa dikuasai dalam waktu satu hari. Butuh kegigihan, ketekunan dan juga kesabaran untuk bisa menguasai papan dan ombak. Surfing sendiri termasuk olahraga ekstrim yang terkadang membahayakan tapi lebih banyak menyenangkan. Banyak yang mulai tertarik dengan surfing, tetapi banyak juga yang langsung menyerah setelah sekali mencoba surfing. Dan untuk keluarga Evan ini, mereka semua terlihat sangat antusias dan semangat untuk belajar.
Akhirnya Rayne beserta dua Putri itu selesai bersiap dengan pakaiannya yang akan dipergunakan selama mereka surfing, mereka bertiga pun langsung bergabung bersama dengan Evan bersama Nala, Nicholas, juga Stevano dan tak ketinggakan Instruktur yang ditgaskan untuk membantu mereka. Dan mereka pun langsung mendapatkan pelajaran pembekalan perihal olahraga surfing. Selama Evan dan keluarganya sedang dibimbing untuk diberikan pembekalan ringan, beberapa Crew dari persewaan peralatan surfing ini pun mulai mempersiapkan peralatan - peralatan yang dibutuhkan untuk dipergunakan selanjutnya. Papan - papan seluncuran berukuran besar pun perlahan nampak dipersiapkan disana. Banyak orang tergoda untuk melompat di papan yang lebih kecil, lebih pendek secepat mungkin, tapi papan yang lebih besar akan lebih membantu pemain untuk mengembangkan keterampilan berselancar yang lebih baik dan pemain akan mendapatkan lebih banyak gelombang (dan bersenang - senang) di tahap awal.
Ketika tahapan ini selesai, mereka dibawa ke tepi pantai dan diinstruksikan untuk tidak terburu - buru nyemplung ke dalam air dulu. Mereka diinstruksikan untuk melakukan peregangan. Mereka juga nampak diinstruksikan untuk memeriksa papan, tali pengikat, dan langkah terpenting luangkan waktu sejenak untuk menyaksikan ombak. Setiap hari berbeda di atas air, jadi mereka dianjurkan untuk meluangkan waktu untuk melihat apa yang terjadi hari itu sembari tetap mengawasi terus para peselancar lain dan lihat apa yang mereka lakukan. Mengawasi ini pun berarti juga memperhatikan untuk menjaga jarak dari peselancar lain yang berpengalaman atau pemula lainnya. Bagaimanapun juga keselamatan orang lain sama pentingnya dengan keselamatan Anda sendiri setiap kali Anda berada di air.
Saat dirasa latihan yang dilakukan di daratan sudah cukup mantap, maka jangan ragu untuk membuktikan kemampuan dengan membawa papan ke air dan mulai mendayung. Ketika sudah berada di air, pastikan supaya papan tetap mengambang melintasi air. Dayungan atau kayuhan menggunakan tangan perlu dilakukan panjang - panjang dan sapuan yang dalam. Pada awal belajar berselancar, mereka diajarkan bagaimana mendayung untuk mencapai lokasi yang tepat untuk menaklukkan ombak. Disarankan juga untuk menghindari mendayung saat ombak menerpa tubuh dan tunggu sampai ombak berlalu lalu baru bisa mengayuh lebih cepat. Tak lupa mereka diinstruksikan untuk merapatkan jari agar bisa mendorong lebih jauh.
Dengan perlahan tapi pasti, Evan dan pasukannya pun mulai menyeburkan diri ke area pantai bersama Instruktur yang menemani mereka. Evan yang sudah terlebih dahulu pernah mencoba olahraga ekstrim ini memilih menjadi leader khusus untuk Istrinya dan Instruktur yang ditugaskan pun mengizinkan Evan setelah sebelumnya meminta Evan untuk mempraktekkan kepiawaiannya bermain surfing. Anak - anak mereka serta Maura dan Nicholas hanya tersenyum sambil geleng kepala melihat keposesive-an sikap Evan.
Pada saat mereka semua mencoba, tak serta merta mereka langsung bisa lancar karena olahraga ini pada dasarnya juga adalah olahraga yang tidak bisa dikuasai dalam waktu sekejap. Butuh banyak kali percobaan hingga mereka bisa melakukan apa yang diinstruksikan oleh Instruktur mereka, itu pun masih belum sepenuhnya benar. Tapi mereka semua terlihat serius dan antusias serta bahagia yang bercampur deg - deg an meski mereka juga masih bergerak terbata - bata mengikuti arahan dari Instrukturnya. Evan dan Rayne pun tak kalah antusiasnya dibandingkan dengan anak - anak mereka. Bahkan keromantisan keduanya ketika bermain surfing nampak membuat iri semua mata yang melihatnya.

" Ayo, pelan - pelan aja... " ucap Evan pada Rayne, Rayne pun mengangguk dan tangan kiri Evan nampak menggandeng tangan Rayne yang dituntunnya beranjak ke tengah dan tangan kanannya membawakan papan surfing untuk Rayne, anak - anak mereka sudah didampingi oleh para Instruktur yang mendampinhi mereka.
" Tenang, Sayang... Pelan - pelan aja. " ucap Evan yang dengan perlahan akan mengajarkan olahraga ini kepada Istrinya, dan menyerahkan papan surfing tersebut kepada Istrinya.
__ADS_1
" Aku deg - degan, Mas... Mas jangan langsung lepas aku dulu, ya... " ucap Rayne dan memang merasa gugup karena baru pertama kali ini ia menjajal olahraga ekstrim.
" Pelan - pelan aja, pasti bisa. " jawab Evan sembari mengusap pipi Rayne.
" Mas temani... Mas nggak akan lepas sebelum kamu siap. " tambahnya, Rayne pun menganggukkan kepalanya.
Cup...
Evan langsung mencium bibir Rayne agak lama untuk menenangkan kegugupan Rayne. Tapi anak - anak mereka tak sengaja menatap ke arah Rayne dan Evan yang kemudian membuat mereka berteriak.
" Nggak usah protes... Daddy cuma mau ilangin gugupnya Mommy kalian. " jelas Evan jujur, tapi Nala dan Zeevanea tak percaya dan langsung mencebik kesal.
" Modus! " pekik Nala sinis, Zeevanea hanya menatap kesal pada mereka berdua yang bermesraan tak tau tempat.
" Whatever!!! " pekik Evam sambil tersenyum sinis pada Nala dan kembali mengajak Rayne mencoba olahraga surfing ini.
Mereka sekeluarga pun kembali belajar bersurfing. Meski Rayne sudah didampingi oleh Evan, tapi masih ada juga Instruktur yang mengawasi keduanya dari sedikit kejauhan. Nampak Nicholas yang diam - diam memperhatikan Zeevanea yang terlihat kesulitan ketika belajar mempraktekkan kegiatan olahraga ini, dan Nicholas pun menghkhawatirkan Zeevanea dalam diam meski ia lebih sering terlihat berinteraksi dengan Nala karena Stevano sudah jelas juga sedang memecah konsentrasinya untuk memperhatikan Maura yang juga ikut bersama mereka. Acara liburan dadakan mereka kali ini pun menjadi semakin meriah dengan kegiatan surfing mereka hari ini. Dan tanpa terasa, mentari pun sudah terasa menyengat di atas kepala, isyarat dari hari yang sudah beranjak menuju siang hari. Keluarga Evan pun memutuskan untuk berhenti berlatih, dan mengatakan akan melakukannya lagi nanti ketika hari sudah sore. Setelah selesai berganti pakaian, mereka semua pun beranjak berpindah tempat.
__ADS_1
Trap... Trap... Trap...

Cup...
" Aku jalan - jalan di sekitar sini ya, Dadd, Momm... " ucap Zeevanea pada Evan.
" Main sana, Daddy capek... " jawab Evan dan langsung rebahan di pasir.
" Mommy ikut, Sayang... " timpal Rayne dan meletakkan jaket parasut milik Stevano di bawah kepala Evan tak lupa memberikan kecupan singkat di kening Evan, Evan pun langsung memejamkan matanya dengan bertutupkan payung besar yang dipinjamnya dari tempat persewaan peralatan surfing tadi.
Jelas saja, Nicholas dan Nala juga Stevano dan Maura juga langsung mengikuti Rayne dan Zeevanea. Meninggalkan Evan yang nampak berbaring beristirahat di atas pasir tanpa memperdulikan apa pun juga. Bahkan seliweran orang - orang yang berlalu lalang di sekitarannya pun diabaikannya. Maklum saja, Evan memang tidak pernah rewel untuk urusan tidur jika sudah ada Rayne yang terlihat matanya, dimana saja tak masalah buat Evan yang notabenenya juga sering menghabiskan malam di tengah hutan kala ia sedang camping bersama teman - temannya.

Rayne dan anak - anak ini pun berjalan - jalan sambil berfoto - foto di sekitaran tempat yang mereka lalui.
__ADS_1