
Hari - hari berlalu tanpa terasa... Suasana hangat yang sudah berpindah penuh kedinginan nan terasa hambar itu pun masih saja menggerogoti di dalam kubu keluarga Evan. Suasana keluarga besar yang semula selalu harmonis dan hangat itu kini sudah berubah mendingin sejak serentetan masalah datang silih berganti menggerogoti keharmonisan yang terjalin selama ini.
Stevano yang tetap dengan keputusan tegasnya untuk tetap menantikan kelahiran sang buah hati pun masih tetap enggan menikahi Maura karena alasan perselingkuhan yang dilakukan dengan sengaja oleh Maura. Maura sendiri pun nampaknya juga masih berdiam tanpa berniat menjawab bujukan kedua Orang Tuanya untuk mempertahankan hubungannya dengan Stevano yang terjalin sudah cukup lama. Bujukan - bujukan dari kedua Orang Stevano juga bujukan yang lebih menaruh harap kepadanya yang dilontarkan oleh Teo dan Sandra selaku kedua Orang Tua dari Maura pun tetap diabaikan oleh Stevano. Tekad Stevano sudah bulat, tekad Stevano tetap sama untuk tetap membesarkan sang buah hati seorang diri.
__ADS_1
Zeevanea pun masih tetap sama dengan pendiriannya untuk tetap memperjuangkan cinta pertamanya bersama Nicholas. Meski penentangan keras yang terlontar dari Evan sudah cukup jelas alasannya tapi Zeevanea seolah enggan menanggapi dan tetap maju dengan keputusannya untuk berjuang bersama dengan Nicholas dalam mempertahankan hubungan keduanya yang tidak mendapatkan restu dari Evan. Hubungan Nicholas dan Zeevanea pun masih terjalin hingga saat inieski keduanya sudah sama - sama mengetahui akan penentangan Evan selama ini. Meski kini jarak memisahkan mereka berdua, cinta keduanya yang begitu besar tak menyurutkan niatnya untuk berpisah sedikit pun. Keluarga Nitinegara yang selama ini sudah berusaha untuk turut membujuk Evan pun akhirnya hanya bisa menyerahkan kembali kepada sepasang Kekasih ini yang tetap akan memperjuangkan cintanya meski Evan menentangnya dengan alasan yang sangat jelas.
Devandroe... Devandroe dan Raynevandra pun nampak masih bergulat dengan perang dinginnya meski Devandroe tidak pernah menunjukkan secara terang - terangan akan kesakitan dan kekecewaannya kepada Raynevandra juga semua orang hingga saat ini juga. Sikapnya yang pendiam dan terlihat penuh ketenangan seolah membungkam kesakitan dan kekecewaan yang telah dirasanya selama ini. Keluarga yang selalu mendukung dan menyayanginya itu pun hanya bisa terus mendukung dan juga meredam perang dingin ini dengan menunjukkan sikap terbaik mereka sebagai Orang Tua yang baik dari anak - anak yang sedang berperang dingin ini.
__ADS_1
Evan sungguh benar - benar membungkam mulut siapa saja agar kondisi memprihatinkan di dalam kubu keluarganya tidak sampai terendus keluar. Evan tetap mementingkan privasi keluarganya. Evan juga tetap menyayangi anak - anaknya. Cintanya yang teramat besar kepada Zeevanea pun tak membuatnya goyah untuk menyerah kepada Zeevanea. Perkara Stevano pun sebenarnya sungguh sangat mengejutkan untuk Evan dan keluarga lainnya. Perkara Stevano ini pun langsung menyita perhatian Evan meski Evan terlihat mendiam. Dimana memang Stevano yang selama ini dikenal dengan sosok pendiam dan tak banyak tingkah tapi nyatanya juga memiliki kesalahan yang sama fatalnya seperti kesalahan yang sebelumnya dilakukan oleh Raynevandra. Keputusan tegas yang diambil oleh Stevano pun kembali membuat Evan membelalakkan matanya. Evan sungguh tidak menyangka jika Putra pertamanya ini akan mengambil keputusan setegas ini tanpa bisa dibantah lagi.
Inilah akhir dari cerita ini... Stevano si pendiam dengan keputusan mengejutkannya dan Zeevanea si Barbar yang tetap maju memperjuangkan kisah cintanya meski penolakan keras Evan sudah dilayangkan beserta alasan tegasnya.
__ADS_1