Si Dingin Dan Si Barbar

Si Dingin Dan Si Barbar
Bab 55 - Temu Kangen


__ADS_3

Trap... Trap... Trap...



" Stevano... Apa kabar, Nak? " sapa Dygta ramah pada Stevano yang datang menghadiri meeting ini bersama Evan, Dygta langsung paham akan sosok Stevano karena ketika bertemu dengan Zeevanea kala itu Zeevanea sempat bercerita banyak hal mengenai Zeevanea dan Stevano dan menunjukkan foto terbaru Stevano, Stevano langsung mencium punggung tangan Dygta.


" Eh, Papi... Steve baik, Pi... Papi, sehat? " tanya balik Stevano setelah menjawab pertanyaan Dygta sembari menatap sekilas kepada Daddynya, keduanya pun langsung berpelukan hangat hingga beberapa saat, sementara Evan sendiri masih diam tertegun di tempatnya karena saking terkejutnya dengan keberadaan mantan Rivalnya yang telah lama menghilang dan tak pernah menghadiri acara meeting yang seringkali dilaksanakan oleh Official Resort ini meski pada kenyataannya Resort mewah di Bali ini adalah hasil kolaborasi antara Kalandra Group dan Niggar Company yang berdiri ketika Evan dan Dygta belum berseteru untuk memperebutkan Rayne.


" Papi juga sehat, Kak... Zeevanea sama Mommy sehat? " lanjut Dygta, Evan langsung sadar dari lamunannya ketika Dygta mempertanyakan kata Mommy yang tak lain maksudnya adalah Rayne, Istri Evan.


" Sehat, Pi... Alhamdulillah. " jawab Stevano sambil tersenyum.


" Zee ikut kesini, kok... Lagi nunggu di Everic dia. Kalau Mommy di rumah, Adek - Adek sekolah soalnya jadi nggak ikut kesini. " lanjutnya menjelaskan sekenanya, Dygta pun menganggukkan kepalanya sembari mengusap kepala Stevano dan menatap penuh kagum terhadap sosok Stevano yang sudah tumbuh besar dan terlihat sangat berwibawa.



" Apa kabar Pak Evan? " tanya Dygta yang baru sempat menyapa Evan sembari menyodorkan tangannya untuk berjabat tangan dengan Evan, senyum tulus itu mengembang mengarah kepada Evan yang selalu saja bersikap datar dan arogan sejak dulu kala.


" Seperti yang Pak Dygta lihat sekarang... " jawab Evan datar sembari membalas jabatan tangan Dygta dan melepasnya dengan cepat diiringi dengan senyum kecutnya, mereka bertiga langsung duduk menempati kursi yang telah dipersiapkan oleh Pengelola Resort, Jovanka dan Davi juga sudah duduk tenang disana sejak tadi bersama Asisten Dygta dan beberapa orang yang tak lain adalah orang - orang kepercayaan yang mengelola Resort mewah ini, dan masih setengah jam lagi meeting ini baru akan dimulai.



Kriiing... Kriiing... Kriiing...


" Mommy... " ucap Stevano pada Evan, ponsel Stevano berdering dan menunjukkan nama Mommy menyala - nyala di layarnya, Evan hanya menatap sekilas ponsel Stevano kemudian Evan dan Dygta terlihat menyulut rokoknya bersamaan.


" Angkat, dong. Kan yang ditelepon kamu. " jawab Evan santai sembari mengepulkan asap rokoknya ke udara.


Stevano :


Assalamualaikum, Momm...


ucap Stevano mengangkat video call dari Mommynya, pembicaraan mereka ini pun jelas akan terdengar oleh beberapa orang yang berada di dekat Stevano.


Rayne :


Waalaikum salam, Kak...


jawab Rayne langsung.


Kenapa ke Bali nggak pamit Mommy, sih?


Untung aja tadi Mommy dibilangin Sabita waktu Mommy telpon ke kantor.


lanjut Rayne bernada kesal, Sabita adalah Sekretaris Evan sejak lama.


Enggak Bapaknya enggak anaknya kompak banget susah buat dihubungin.


lanjutnya semakin kesal.


Stevano :


Ya Allah, Mommyku Sayang...


Bucinnya Ibu Presdir ini...


Ditinggal Daddy belum setengah hari udah kalang kabut aja.


Lagian disini ngurusin kerjaan, not vacation.


goda Stevano sambil terkikik mengira Mommynya sudah merindukan Daddynya, Rayne pun langsung mencebik karena Putranya itu malah menggodanya, Evan nampak terkikik juga tapi ia menyembunyikannya dengan dalih menghisap dan mengepulkan asap rokoknya ke udara mengingat ada Dygta disana, sementara Dygta nampak santai saja, jelas - jelas obrolan ini didengar oleh beberapa orang di sekeliling Stevano.


Rayne :


Bukan masalah kerja atau liburannya, Kakak...


Mommy itu khawatir karena kamu jam segini belum pulang.


jawab Rayne yang memang khawatir, Stevano masih terkikik bahkan nyengir tanpa dosa.

__ADS_1


Stevano :


Iya, iya...


Maafin Steve ya, Mommy Sayang...


Maafin Steve nyusulin Daddy nggak pamit dulu sama Mommy.


ucap Steve lembut, Rayne masih menatapnya sendu.


Rayne :


Ya sudah kalau kamu memang nyusulin Daddy.


Mommy mau lanjut bantuin Bibi masak kalau gitu.


Kamu ati - ati, jagain Adeknya juga biar nggak dikira Sugar Babynya Daddy.


ucap Rayne lega.


Stevano :


Hwakakakaka...


Stevano terbahak seketika, Evan dan Dygta sama -  sama terlihat menahan tawanya, sejujurnya Evan ingin ngakak juga tapi berhubung disana ada Dygta jadinya Evan hanya bisa menahan tawanya karena gengsi, tapi ternyata Stevano malah mengarahkan camera ponselnya ke arah Evan, Evan pun sadar camera.


Evan :


Apaaa...


jawab Evan langsung dengan nada meledek sok dibuat kesal.


Rayne :


Apa sih, Mas!


sahut Rayne membalas dengan nada sewot.


Evan :


Jangan keluar rumah kalau Suami lagi nggak ada.


ucap Evan menggoda Rayne.


Rayne :


Keluar pun percuma ada Bisma yang siap laporan sama Mas.


jawab Rayne sambil mencebik, Evan hanya tertawa tanpa suara, panggilan video yang semula akan dihentikan tapi malah berkelanjutan.


Evan :


Eh, iya...


Raynevandra gimana, Sayang?


Baik - baik aja dia?


lanjut Evan bertanya serius tentang Raynevandra yang tadi pagi tidak enak badan.


Rayne :


Ngotot sekolah si Ray, Mas...


Udah dimarahin sama Zee masih ngotot sekolah aja, katanya nggak mau ulangan Fisika sendiran kalau hari ini nggak masuk.


Aku juga udah cegah tapi tetep ngotot pergi sekolah juga.


Aku lupa bilang sama Mas tadi waktu Mas pulang ambil baju.

__ADS_1


Ini juga nggak tau kok belum pulang sampai jam segini.


Aku telponin dari tadi nggak dijawab juga.


Yang di rumah cuma Devandroe aja ini.


Tapi tadi si Ray pergi sekolah sama Bram, kok.


jawab Rayne menjelaskan panjang lebar.


Evan :


Basket kali...


jawab Evan santai karena memang semua Putranya doyan basket dan kadang suka lupa waktu hingga pulang hampir petang karena saking asiknya bermain bola basket.


Langsung telpon Bram aja kalau Raynevandra emang pergi sama Bram.


lanjut Evan memberi saran.


Rayne :


Ya udah kalau gitu, aku matiin dulu telponnya.


Aku mau telpon Bram dulu.


ucap Rayne, Evan pun menganggukkan kepalanya.


Assalamualaikum, Daddy...


ucap Rayne memberi salam.


Evan :


Waalaikum salam, Sayang...


jawab Evan, panggilan video itu pun terputus bersamaan dan Evan pun langsung memberikan ponsel Stevano kembali.


Trap... Trap... Trap...



" Whohooo... Rukun nih sekarang udah pada tua... " ledek Aga yang baru saja datang ke tempat meeting tersebut menggoda Kakaknya dan Evan yang terlihat duduk berdampingan, Evan dan Dygta pun langsung menatap tajam pada Aga.


" Uncle... " sela Stevano menyapa Aga, yang tak lain adalah Adik Dygta.


" Stephen? " tanya balik Aga yang sedikit pangling dan menatap dalam pada Stevano, Stevano pun menganggukkan kepalanya.


" Namanya Stevano bukan Stephen... " sela Evan sewot, Aga nampak tersenyum sinis sembari melirik Evan, Aga dan Stevano pun langsung berpelukan hangat.


" Uncle apa kabar? " tanya Stevano saat pelukan keduanya sudah terlepas.


" Sehat, dong... Kamu sendiri gimana? " jawab Aga.


" Sehat, Uncle... " jawab Stevano sambil tersenyum.


" Mommy mana? Pasti seru nih kalau ketemu Daddy Dygta disini. "ucap Aga jahil, Evan langsung mengerang dan menatap Aga tajam, sementara Dygta nampak menggelengkan kepalanya seolah melarang Aga untuk membuat onar.


" Mommy di rumah... " jawab Stevano sambil melirik Daddynya.


" Waaah... Sayang banget, nih... Kalau ada Mommymu disini kan bisa sekalian temu kangen. " ucap Aga yang masih jahil saja, Stevano hanya tersenyum kemudian menatap Daddynya sambil tersenyum juga.


" Udah lengkap, Ga... Mulai gih meetingnya. " sela Dygta menghentikan kejahilan Aga.


" Nicky mana? " tanya balik Aga, Dygta langsung menunjuk dengan dagunya ke arah Putranya yang baru saja tiba disana.


Trap... Trap... Trap...


__ADS_1


" Mohon maaf, saya datang terlambat... " ucap Pemuda tersebut dengan sopan sembari membungkukkan badannya, Stevano nampak mengernyitkan keningnya seketika.


__ADS_2