Si Dingin Dan Si Barbar

Si Dingin Dan Si Barbar
Bab 105 - Aku Juga Istrimu!


__ADS_3

Perempuan sexy yang sedang menginap bersama Teo di Lux Resort itu kini nampak tengah dilanda kebosanan... Pasalnya sang Pria sejak hari ini nampak mementingkan para Sahabatnya dibandingkan bergumal di dalam kamar bersamanya. Sueah sejak tadi, lama sekali Teo pergi dari kamar dan mengatakan kedatangan para Sahabatnya yang entah sejak kapan datang disana juga tidak diketahuinya. Yang jelas diketahuinya adalah ia dan Teo hanya pergi ke Bali berdua.


Karena merasa diabaikan oleh Teo, ia yang semula menghabiskan waktunya berhari - hari hanya di dalam kamar mewah yang ditempatinya di Lux Resort ini bersama Teo, semakin merasakan bosan. Ia pun berencana untuk menikmati keindahan Pulau Bali di sudut yang lain. Sebelum ia keluar dari kamar, tak lupa ia berpamitan kepada Teo meski sedari tadi pesan wassapnya juga belum dibaca oleh Teo. Setelah selesai berdandan sexy, ia pun langsung bergegas keluar dari Lux Resort.


Trap... Trap... Trap...


Ia berjalan santai menyusuri mewahnya setiap sudut Lux Resort yang ia lewati dengan sesekali menunduj menatap ponselnya, berharap balasan pesan dari Teo tentunya. Tapi ganyanya juga terlihat angkuh bagi siapa saja yang memandangnya.


Bruggghhh!!!


" Auwww!!! " teriaknya kesakitan dan terkejut kala tiba - tiba ada dua orang Perempuan yang tiba - tiba bertabrakan dengannya, keduanya sama - sama terjatuh tapi keduanya juga langsung kembali berdiri.


" Punya mata nggak sih Lo, hah! " teriaknya marah, lututnya terlihat sedikit memerah, kakinya juga terasa sedikit ngilu karena heels tinggi miliknya itu meleset dari pijakannya kala ia terjatuh, teriakannya yang kencang membuat orang - orang disekitar sana menoleh ke arahnya.


" Anda yang seharusnya berjalan dengan benar. " jawab tenang orang yang tak sengaja ditabraknya itu dengan gaya yang begitu anggun tapi juga tak kalah terlihat angkuh.


" Lo yang nabrak Gue, ******! " bentaknya semakin kencang dan semakin menjadikan mereka pusat perhatian di sekitar sana.


" Jaga mulut anda! " bentak Anak Perempuan yang ditabrak oleh Selingkuhan Teo ini, Selingkuhan Teo ini pun semakin marah dan langsung mengayunkan tangannya ke atas untuk menampar Anak Perempuan tersebut.


Trap... Trap... Trap...


"Stop!!! " teriak Teo kencang dengan berlari cepat langsung menghampiri mereka setelah matanya melihat jika Selingkuhannya sedang bersiap menampar seseorang, Ibu dan Anak ini langsung menatap dengan pandangan berbeda ke arah Teo yang sedang berlari, Perempuan Simpanan ini pun kembali menurunkan tangannya dan berbinar melihat Teo datang membelanya.


" Apa - apaan ini! " bentak Teo meradang.

__ADS_1


Trap... Trap... Trap...


Ketika Teo sudah berada bersama Selingkuhannya di tempat keributan, Evan dan Rayne juga pasukan mereka nampak baru saja turun untuk bergabung bersama gerombolan Evan yang sedari tadi masih betah ngobrol di Restoran disana. Tapi langkah ramai itu langsung terhenti kala melihat terjadinya kerumunan orang tak jauh dari arah mereka berjalan. Evan dan keluarganya pun langsung menatap ke arah kerumunan, sementara gerombolan Evan yang semula sedang ngopi bareng bersama Teo juga langsung mendekat kepada Teo. Raka langsung sigap menyuruh Petugas Keamanan untuk mensterilkan lokasi mereka sekarang dan hanya tersisa gerombolan besar ini saja yang masih berada di tempat.


Trap... Trap... Trap...


" Mereka nabrak aku, Pa! Lutut sama kakiku sakit jadinya... Untung perut aku nggak kenapa - kenapa, aku khawatirin Baby kita. " rengek manja si Selingkuhan di depan mereka semua, mengadu kepada Teo sambil menunjukkan lututnya yang memang terlihat memerah, wajah Teo nampak merah padam, ia juga langsung terlihat gusar, semua teman - temannya tadi semakin menatap penuh tanya kepada Teo, tapi Evan terlihat tenang, Evan menatap Teo sembari melipat kedua tangannya di dada, Sandra nampak menggelengkan kepalanya sesaat, Sea yang tertutup tubuh Richie langsung menyerobot ke depan untuk menggenggam tangan Sandra.


" Bener apa yang ****** Papa bilang? " teriak Maura yang langsung histeris bersimbah tangis, emosinya semakin meluap setelah mendengar penuturan Selingkuhan Papanya, si Selingkuhan langsung menatap Teo dan Maura bergantian dengan penuh tanya, Stevano yang akan menghampiri Maura langsung ditahan oleh Richie, sementara Rayne pun semakin mempererat pegangannya pada lengan Evan yang tengah bersidekap.


" Tutup mulutmu, Gadis liar! " teriak Simpanan Teo dengan angkuhnya, tak terima dikatakan ****** oleh Maura, Maura dan Sandra lah yang ditabrak oleh Simpanan Teo, semua orang nampak semakin tercengang melihatnya, Maura dan Sandra nampak menggelengkan kepalanya, tak habis pikir dengan Teo.


" Siapa Perempuan dan Gadis liar ini, Pa? Mereka menyakitiku! " adunya setengah berteriak kepada Teo.


" Aku juga Istrimu! " jawabnya tak mau kalah, Sandra dan Maura pun semakin menatap tajam penuh kekecewaan kepada Teo.


" Papa jawab Maura! " teriak Maura menyahut dengan tangis histeris, Sandra langsung memeluk Maura dengan wajah sok tenang meski sejujurnya hatinya sungguh tersayat, Sea pun jadi ikut merangkul keduanya dengan perasaan semakin tak tega.


" Maafkan Papa, Sayang... " ucap Teo lirih dan beranjak pelan mendekati Maura, berniat untuk memeluk Maura, tapi Sandra langsung menarik Maura agar Teo tak bisa memeluk Putri mereka.


" Sandra! " teriak Teo marah karena Sandra sengaja menjauhkan Maura darinya, Sandra menghalangi Teo untuk mendekati Maura.


" Oh... Jadi beginikah perlakuanmu kepadaku sekarang? Tega membentakku di depan Putrimu dan Sahabat - Sahabatmu, lalu berkata pelan kepada Jalangmu? " ucap Sandra tenang tapi bernada sinis, Teo nampak mematung seketika setelah mendengar ucapan Sandra.


" Tutup mulutmu! " timpal Simpanan Teo yang tak terima dikatakan ****** oleh Sandra yang sudah diketahuinya adalah Istri Teo, Sandra tak menghiraukannya dan tetap menatap Teo.

__ADS_1


" Talak aku sekarang juga, Atreo Jarvis Mallory! Talak aku di depan Putri kesayanganmu juga di depan Sahabat - Sahabatmu! " tegas Sandra dengan begitu angkuhnya, menatap tajam kepada Teo yang mulai menatapnya gusar meski di dalam hatinya sudah remuk tak terbentuk, para Sahabat mereka yang belum mengetahui kabar Rumah Tangga Teo dan Sandra nampak semakin tercengang setelah Sandra mengucapkan meminta talak kepada Teo.


" Papa tega, Pa! Papa jahat! " ucap Maura yang kembali berteriak, hatinya sangat terluka melihat keadaan Orang Tuanya.


" Hari ini adalah hari ulang tahun Mama, Pa! Apa Papa sudah lupa, Papa selalu mengajak Mama pergi ke Bali setiap Mama berulang tahun? Papa juga selalu memberikan setangkai bunga mawar di setiap tanggal ulang tahun Mama. Tapi sekarang mana, Pa? Mana? " lirih Maura dengan suara yang tak lagi berteriak, lirih Maura bersama kehancuran hatinya, ia memeluk Sandra erat sembari menatap Teo dengan berderai air mata, Teo pun akhirnya tersadar kalau ternyata hari ini adalah hari ulang tahun Istrinya, pantas saja jika tadi Evan menyindirnya pedas.


" Maura selalu inget cerita Papa dan Mama... Betapa indah dan romantisnya kisah cinta Papa dan Mama dulu... Papa melamar Mama di Bali juga waktu itu. Dan sekarang... " ucap Maura menggantung dan menatap Teo penuh kekecewaan.


" Setuju tidak setuju Maura sudah mendengar, Mama meminta talaknya kepada Papa di tempat yang sama, di Bali juga, di depan aku Maura, Putri kalian berdua! " lanjutnya, tapi kini Maura kembali berteriak histeris saking frustasinya.


" Maafkan Mama ya, Sayang... Mama gagal memberikan keluarga yang utuh untuk Maura. Mama sudah tidak bisa mempertahankan keutuhan Rumah Tangga kita. " ucap Sandra yang tetap berlagak tegar untuk menenangkan Putrinya, dan tetap menghalangi Teo yang berusaha untuk mengambil alih Maura dari dekap erat Sandra, tapi akhirnya Teo pun berhasil memeluk keduanya saat Sandra tengah lengah dan berkonsentrasi menenangkan Maura yang sedikit meronta.


" Maafin Papa, Sayang... " ucap Teo sambil memeluk keduanya dan mengecupi kepala Sandra dan Maura bergantian, tanpa sadar Sandra pun menitikkan air matanya berada dalam pelukan Teo yang juga sama tengah menitikkan air matanya.


" Ayo, sudah... Kita ke kamar dulu... Kita harus siap - siap. " ucap Sandra yang langsung mengurai pelukan mereka bertiga lalu menatap Maura dan kembali mengabaikan Teo, Maura yang masih sesenggukan itu pun menatap kepada sang Papa penuh dengan kekecewaan.


" Maura kecewa sama Papa! Papa jahat! Maura benci Papa! " teriak Maura kembali murka dan merasa sangat tercabik hatinya.


" Jangan pernah membenci Papamu, Sayang... Bagaimanapun salahnya Papamu, Papamu tetaplah Papamu. Darahnya lah yang mengalir di dalam tubuhmu. " tegas Sandra yang sudah kembali tenang, sekilas menatap Teo kemudian membawa Maura pergi dari sana, Teo mematung tercengang menatap Sandra dan Maura yang beranjak meninggalkannya.


Trap... Trap... Trap...


Brugh!!!


Hiks... Hiks... Hiks...

__ADS_1


__ADS_2