Si Dingin Dan Si Barbar

Si Dingin Dan Si Barbar
Bab 212 - Miris


__ADS_3

Brak!!!


Brak!!!


Trap... Trap... Trap...


Trap... Trap... Trap...


Dua pasang kaki melangkah dengan iringan deru nafas yang semakin terdengar memburu tak beraturan. Sepasang Suami - Istri kecil ini baru saja tiba di kediaman Evan. Raynevandra dengan terburu - burunya menutup pintu mobil, keluar dari mobil dan membawa dengan cepat pula Istrinya untuk mengikuti laju irama langkah kakinya. Raynevandra langsung memberikan serangannya kembali setelah sebelumnya sempat menyerang Istrinya kala keduanya masih berada dalam perjalanan pulang. Suasana rumah megah ini nampak sudah sepi meski jam masih menunjukkan pukul setengah sepuluh malam. Entahlah kemana perginya mereka semua Raynevandra pun tak memperdulikannya karena kini fokusnya tetap berada pada Istri kesayangannya. Sepasang Pengantin baru ini nampaknya masih terus menyalurkan hasrat membara yang memenuhi seluruh rongga jiwa dan raganya. Ciuman - ciuman mesra berbalut luapan hasrat membara itu pun turut mengiringi langkah keduanya yang sedang berjalan dengan cepat untuk masuk ke dalam rumah. Raynevandra sudah seperti orang yang sangat kehausan akan belaian manja nan menggoda dari sang Istri tercinta.


Undakan tangga yang kini ditapaki keduanya pun turut menjadi saksi bisu dari keganasan Raynevandra yang terus memberikan serangan tanpa ampun kepada Istri-nya yang juga terlihat sangat menikmati apa yang sedang Suami-nya perbuat kepadanya. Alexandra turut memberikan balasan perlakuan yang sama dengan buncahan gelora membara yang menyeruak keluar dari dalam dada yang semakin berdegup dengan kencangnya. Langkah kaki serampangan itu pun terus mengantarkan keduanya yang sedang bercumbu mesra hingga kepada kamar yang ditempati oleh keduanya. Nafas kian memburu beradu dengan buncahan cinta berbalut naf su.


Ceklek...


Ceklek...


" Heh, Bangsat!!! " teriak Zeevanea kencang kala ia baru saja keluar dari kamar untuk pergi ke dapur mengambil minum.


" Dasar nggak tau malu! " bentak Zeevanea murka.


Tatapan nyalang penuh kecemburuan itu pun menusuk tatapan mata Raynevandra yang juga menatapnya dengan tak kalah nyalang, Alexandra langsung menjengit dan dengan cepat berlindung di belakang punggung Suaminya karena merasa takut setelah kepergok oleh Zeevanea. Beriringan dengan Zeevanea yang tengah membuka pintu kamar, ternyata Devandroe juga membuka pintu kamarnya untuk keluar mengambil air putih juga. Devandroe pun terdiam mematung di tempatnya dengan tak sengaja menatap kepada Alexandra yang sudah bersembunyi di balik punggung Raynevandra.

__ADS_1


" Iri? Bilang, Boss!!! " cibir Raynevandra kepada Zeevanea, Zeevanea semakin menatap nyalang kepada Raynevandra, tatapan keduanya terlihat sama - sama angkuhnya dan sama sekali terlihat tak ada takutnya.


" Segitu bangganya hamilin anak orang sebelum menikah? Cuih!!! Najis!!! " cibir balik Zeevanea kepada Raynevandra dengan tatapan sinisnya juga seolah meludah di depan Raynevandra, Alexandra nampak menarik baju Raynevandra tapi Raynevandra tetap menatap Zeevanea dengan tajam.


" Gue emang salah... Tapi Gue tetep bangga sama diri Gue karena Gue mampu mempertanggung jawabkan kesalahan Gue tanpa harus melawan kepada kedua Orang Tua Gue. " jawab tegas Raynevandra dengan tatapan sinis dan menyebalkan persis seperti tatapan Evan ketika sedang menatap remeh seseorang.


" Bangsat!!! " teriak Zeevanea murka, merasa tersindir dengan ucapan Raynevandra, tangannya yang sudah melayang pun langsung ditangkap oleh Raynevandra, lagi - lagi Devandroe hanya menjadi penonton dalam persembunyian.


Setelah menghempaskan dengan kasar tangan Zeevanea, Rayenavndra pun langsung menggandeng kembali tangan Istri-nya dan meninggalkan Zeevanea begitu saja. Alexandra hanya menunduk karena takut juga sungkan dengan Zeevanea yang tadi sempat menyindir kehamilannya yang di luar nikah.


Trap... Trap... Trap...


Trap... Trap... Trap...


" Jaga mulut, Lo! Gue keluar mau ambil minum! " tegas Devandroe pelan penuh penekanan.


" Selama ini Gue diem bukan karena Gue takut sama Lo tapi karena Gue nggak mau Daddy sama Mommy sedih lihat kita berdua berantem! " tegas Devandroe kemudian langsung beranjak pergi sambil menabrakkan bahunya dengan bahu Raynevandra.


Trap... Trap... Trap...


" Harusnya Lo hajar aja dia, Ndru! Dia juga yang udah ngerusak Cewe idaman Lo! " sahut Zeevanea yang masih berdiri di tempatnya dan melihat pertikaian kecil Devandroe dan Raynevandra dengan maksud memanas - manasi Devandroe agar berbuat seperti dirinya yang menunjukkan rasa irinya kepada Raynevandra.

__ADS_1


" Jangan kaya anak kecil. " ucap Devandroe yang paham akan maksud Zeevanea yang mencoba menyulut emosinya, ekspresinya tenang dan datar tidak seperti ekspresi Zeevanea yang tetap menatap penuh kemurkaan.


" Aku harap Kakak tidak lagi melibatkan aku sebagai alat pelampiasan kecemburuan Kakak kepada Raynevandra. " tukasnya tegas kemudian langsung bergegas pergi untuk mengambil air putih, wajah Zeevanea semakin terlihat geram dengan kedua Adik kembarnya ini.


Trap... Trap... Trap...


" Hahaha... Bye Barbar... " teriak Rayenavndra pongah sembari mengacungkan jari tengahnya ke arah Zeevanea kemudian langsung beranjak masuk ke dalam kamarnya dengan terus menggandeng mesra tangan Istrinya.


Trap... Trap... Trap...


" Sial!!! " teriak Zeevanea semakin murka, kesal dengan Raynevandra juga kesal karena niatnya terpergoki oleh Devandroe, Zeevanea pun akhirnya memilih untuk kembali ke dalam kamarnya.


Trap... Trap... Trap...


Devandroe yang sedang mengambil air putih di dapur itu pun masih tetap berada di dapur hingga beberapa saat kemudian. Ia terdiam hingga beberapa saat memikirkan apa yang baru saja terjadi kepada mereka sesaat lalu. Devandroe merasa bersedih, hubungan persaudaraan di dalam keluarganya yang dulu selalu hangat dan ceria penuh dengan candaan penuh kasih sayang itu kini nampak merenggang. Kehangatan yang semula selalu tercipta beriringan dengan canda tawa penuh cinta seolah tak pernah dirasakannya lagi semenjak adanya perseteruan di dalam kubu keluarga mereka terjadi.


Miris memang... Tapi inilah kenyataan yang sebenarnya... Kenyataan tidak menyenangkan yang sedang melingkupi keluarga Evan yang semula hangat dan bahagia bertabur dengan buncahan banyak cinta di dalamnya.


Zeevanea masuk ke dalam kamarnya dengan penuh kemurkaan. Ia merasa kian emosi kala Devandroe yang dengan terang - terangan seperti menjatuhkannya di depan Raynevandra. Padahal niat Devandroe hanyalah karena tidak ingin ikut campur dengan urusan perseteruan mereka meski Devandroe dengan Raynevandra sendiri juga masih saling mendiamkan. Zeevanea terus mengumpat tak karuan. Barang - barang di dalam kamarnya pun kini sudah nampak berserakan berjatuhan di sembarang arah karena Zeevanea melampiaskan kemarahannya dengan melemparkan barang - barang di dalam kamarnya. Kamar yang semula nampak rapih bersih itu pun kini sudah berubah layaknya kapal pecah yang berantakan tak karuan dengan benda - benda berserakan dimana - mana.


Sementara Raynevandra dan Alexandra, jelas keduanya langsung melanjutkan kegiatan memadu kasih yang sempat terhenti akibat insiden kecil pemergokan Zeevanea tadi. Meski tadi sempat juga Alexandra menolak untuk melanjutkan, tetapi bujuk rayu Raynevandra pun akhirnya berhasil meluluhkan Alexandra. Dan kini di dalam kamar Raynevandra itu pun tengah terjadi pergulatan panas yang dilakukan oleh Raynevandra dan Alexandra.

__ADS_1


__ADS_2