
Raynevandra :
Mommy kapan pulang, sih?
Mommy disana enak - enakan liburan sama Kakak sama yang lain, aku sama Andong kaya anak terlantar tau nggak di rumah berdua aja sama Pembantu.
ketus Raynevandra yang langsung menghubungi Mommynya setelah pulang sekolah.
Rayne :
Maafin Mommy ya, Sayang...
Mommy nggak pernah nelantarin kalian.
jawab Rayne sendu.
Sebenernya Mommy sama yang lain rencananya pulang besok, tapi ini Aunty Sandra ngabarin kalau Aunty Sandra Sabtu lusa ini mau bikin birthday party disini.
lanjutnya menjelaskan.
Raynevandra :
Ya udah aku sama Andong yang nyusul aja kalau gitu...
jawab Raynevandra ketus.
Rayne :
Besok kamu sekolah, Nak...
sanggah Rayne logis.
Raynevandra :
Ya udah lusa kalau gitu aku nyusulnya...
Kan Sabtu aku libur, jadi Jum'at pulang sekolah aku langsung nyusul sama Andong.
tegas Raynevandra.
Rayne :
Iya, iya...
Nyusul aja.
jawab Rayne menyetujui.
Raynevandra :
__ADS_1
Ya udah...
Lusa Ray sama Andong nyusul.
ucap Raynevandra yang masih bernada ketus, Rayne hanya mampu menghela nafas kasar dengan perangai Raynevandra yang sebenarnya sangat posesive seperti Evan dan panggilan telepon ini pun langsung dimatikan oleh Raynevandra.
Tut... Tut... Tut...
Cup...
" Kenapa? " tanya Evan karena wajah Rayne terlihat sendu, kini mereka baru saja selesai makan siang bersama.
" Raynevandra marah, Mas... Ray bilang aku nelantarin dia sama Devandroe di rumah sendirian sementara kita yang disini enak - enakan liburan. " jelas Rayne dengan mata berkaca - kaca.
" Ya udah suruh nyusul aja... " jawab Evan dan langsung menarik Rayne ke dalam pelukannya.
" Jum'at pulang sekolah Raynevandra nyusul kesini sama Devandroe... " jawab Rayne sembari mendusel, mencari posisi nyaman di dada bidang itu, Evan pun mengangguk sembari mengusap lembut kepala Rayne dan sesekali mengecupnya mesra.
" Tuh kan, udah main peluk cium sembarangan... " cibir Nala pada Rayne dan Evan, Rayne tetap mendusel manja sementara Evan sudah pasti langsung merotasikam matanya malas.
" Mommymu ini lagi sedih, Nala... Ray ngamuk, Ray bilang Mommy nelantarin Ray sama Andru. " jelas Evan jujur, mata Nala langsung membola sempurna diiringi dengan mulutnya yang juga menganga lebar.
" Gimana bisa Ray ngomong kaya gitu sama Mommy? " tanya Stevano tenang.
" Ya kita liburan, mereka berdua di rumah sendirian... Meski rencana awal kita kesini buat kerja. " jawab Evan juga menirukan penjelasan Rayne, Stevano pun mengangguk paham dan kemudian mendiam, ikut memikirkan kedua Adiknya yang memang di rumah sendirian.
" Hahaha... " Nala terbahak kemudian, Evan langsung menatapnya tajam karena Rayne sedang sendu tapi Nala malah menertawakan.
" Ayo, Sayang... " ucap Evan sembari mengurai pelukan Rayne dengan perlahan, keduanya pun ikut beranjak.
Trap... Trap...Trap...
Tadi setelah selesai berkunjung ke Bukit Molenteng, Evan dan rombongannya juga mengunjungi Atuh Beach, Diamond Beach, dan Bukit Teletubbies. Meski tak begitu lama singgah di tempat - tempat tersebut, mereka tetap terlihat menikmatinya. Kini tujuan mereka selanjutnya adalah Kelingking Beach dan beberapa destinasi wisata lain yang berada di area Pulau Nusa Penida ini.
" Rame banget... " ucap Nala malas saat sampai di Kelingking Beach tapi kondisi pantai sedang ramai - ramainya.
" Iya, Mas... Kalau jam segini sampai jam tiga-an nanti disini memang selalu padat. " jawab Guide mereka.
" Kesini itu sebaiknya sore, lihat sunset paling indah di Pulau Nusa Penida itu sebenernya di tempat ini. " lanjutnya menjelaskan.
" Lah kenapa tadi Om nggak bilang? " jawab Nala dengan nada meninggi.
" Pak Evan yang minta kesini dulu... " jawab Guide mereka dan sedikit melirik sungkan pada Evan yang sedari tadi menggandeng tangan Rayne karena jalanan di area ini terbilang sedikit sulit.
" Dasar aki - aki! " cibir Nala dengan wajah menjengkelkannya, Evan hanya diam saja sok tidak mendengar, sementara yang lain juga Guide mereka nampak menahan tawanya.
Kelingking Beach adalah salah spot Pulau Nusa Penida yang paling terkenal. Kelingking Beach bukan hanya menyuguhkan pantai berpasir putih yang menggoda, tapi juga samudera luas yang bisa dilihat disetiap sudut pandang mata kita. Banyak situs perjalanan besar menggunakan foto Kelingking Beach untuk mengiklankan Bali dan bahkan terkadang Indonesia. Tempatnya memang sangat spektakuler dan sungguh menakjubkan. Bebatuan Pantai Kelingking terlihat seperti tulang punggung dinosaurus yang akan minum di laut. Dan teluk tersebut terkenal dengan julukannya T-Rex Bay. Bahkan jika beruntung, Wisatawan dapat melihat ikan pari manta dari atas tebing.
__ADS_1
" Tapi disini kita harus ekstra hati - hati... " ucap Guide mengingatkan.
" Selain karena jalanan terjal setapak seperti ini, disini juga sering terjadi kecelakaan karena Wisatawan seringkali bertindak ekstrim demi mendapatkan sebuah spot foto yang dirasanya menarik. " lanjutnya menjelaskan.
" Langsung turun aja, Om... Ini udah selesai foto - fotonya. " ucap Nala karena penasaran dengan keindahan pantai di bawah sana, mereka sudah banyak mengambil foto di atas tebing.
" Mari kalau begitu... " jawab si Guide ramah dan mereka pun beranjak turun ke bawah untuk menikmati pemandangan laut yang menakjubkan di bawah sana.
Trap... Trap... Trap...
" Ayo, Mas gendong aja... " ucap Evan karena jalanan menurun ini terlihat ekstrim dan Rayne pun seolah ragu - ragu untuk melangkah.
Malu sama anak - anak. " ucap Rayne lirih.
" Gandeng aja. " lanjutnya, Evan pun mengiyakan meski sebenarnya khawatir.
" Adeknya jagain, Bang... " ucap Evan pada Nala untuk menjaga Zeevanea.
" Adeknya Steve ini mah. " jawab Nala sambil terkikik, Evan langsung menatapnya sengit.
" Gendong... " ucap Zeevanea pada Nala, Nicholas langsung menatap Zeevanea.
" OMG, Zeevanea! " teriak Nala frustasi, yang lain pun langsung menoleh.
" Ogah! Lo berat! Nanti punggung Gue sakit. " tolak Nala tegas, Zeevanea langsung melengos karena dikatakan berat oleh Nala.
" Minta gendong Nico, noh! " lanjutnya, Zeevanea semakin kesal dengan Nala, sementara Nicholas tetap menatap Zeevanea, sementara kening Evan juga nampak berkerut.
" Kakak, gendong... " ucap Zeevanea berpindah pada Stevano.
" Terus Maura gimana, Dek? " tanya Stevano yang sebenarnya juga tak enak jika membiarkan Adiknya.
" Sini Kakak gandeng aja kalian berdua. Jalan depan belakang, Kakak yang di tengah, kalian pegangan tangan Kakak. " lanjut Stevano berusaha menjaga keduanya.
" Aku nggak papa... Kakak gendong Kakak Zee aja. " sela Maura, tapi Stevano nampak tak tega dan beralihlah lagi Zeevanea dengan wajah kesalnya karena kedua Kakaknya menolak untuk menggendongnya meski alasan Stevano juga terbilang logis.
" Daddy, gendong... " ucap Zeevanea berpindah pada Evan.
" Mommy sama Nala... Zee minta gendong. " ucap Evan pada Rayne, Rayne pun menurut dan langsung menggandeng Nala, mereka pun akhirnya berjalan turun menapaki jalan setapak terjal ini menuju ke pantai indah di bawah sana, Nicholas juga nampak menggandeng tangan Joana meski matanya juga sesekali menatap Zeevanea.
Trap... Trap... Trap...
Bagian pertama jalan setapak, menyusuri bukit hingga belokan pertama juga cukup mudah. Dan setelah memeriksanya untuk lanjut atau berbelok ke Pantai lain yang jalanannya terbilang lebih aman, ternyata mereka memiliki keberanian dan pebih tertantang untuk pergi jauh ke pantai. Rute jalan setapak itu pun kemudian berlanjut hingga ke pantai. Mereka nampak antusias dan tidak menyerah di tengah jalan meski Guide mengatakan jika menapaki jalan memanjat akan lebih mudah dari pada turunan. Tapi di bawah sana, pantainya yang luar biasa sudah seolah melambaikan tangannya ke arah rombongan Evan. Guide mereka juga terus mengingatkan untuk tetap hati - hati. Selain itu juga, dimanapun pantai di Pulau Nusa Penida, ombak dan arus sangatganas dan berpotensi menyeret Wisatawan ke tengah lautan lepas.
" Kenapa tadi nggak minta gendong sama aku? " ucap Nicholas pada Zeevanea dengan berbisik.
" Jangan gila! " hardik Zeevanea pelan karena memang mereka sedang bersama yang lainmya.
" Lain kali kalau butuh sesuatu, atau minta tolong apa pun itu, kalau ada aku nggak usah minta tolong sama yang lain. " tegas Nicholas.
__ADS_1
" Ya mana mungkin tadi aku minta gendong sama kamu, terus Joana gimana? Kita lagi rame - rame juga. " tanya balik Zeevanea kesal.
" Ya lain kali, Sayang... " jawab Nicholas mengalah kepada Zeevanea.