
" Eunggghhh... " Raynevandra melenguh sembari membuka perlahan matanya, dan tersenyum kala mendapati Kekasihnya tetap tertidur lelap dalam pelukannya.
Raynevandra dan Alexandra kelelahan setelah menyatukan diri berulang - ulang sedari siang hingga malam, hingga akhirnya mereka berdua pun terlelap karena sangat kelelahan.
Rumah Alexandra memang seringkali sepi karena kedua Oramg Tuanya juga masih sibuk merintis bisnis baru di Luar Negeri. Sementara sang Kakak juga masih berkuliah di Luar Negri. Sementara para Pembantu dan Penjaga rumah memiliki paviliun sendiri di bagian belakang rumah Alexandra jadi Alexandra pun bebas mau melakukan itu kapan saja bersama Raymevandra. Alexandra juga berpesan kepada semua Pembatu juga Penjaga rumahnya untuk tidak masuk ke dalam rumah utama selama Alexandra bersama Raynevandra. Mereka hanya diperkenankan masuk jikalau Alexandra membutuhkan sesuatu. Sementara CCTV juga jelas sudah dimatikan jika keduanya sedang bersama.
" Bangun, Baby... Udah malem. " ucap Raynevandra membangunkan Alexandra, Alexandra tak bergerak sama sekali, nampak ia sangat nyaman dan nyenyak berada dalam dekapan hangat Raynevandra Gamyara Kalandra.
" Baby... Bangun, yuk... Udah malem. " ucap Raynevandra lagi sembari berbisik di telinga Alexandra, Alexandra hanya melenguh tanpa bergerak lebih, Raynevandra mulai resah karena jam dinding di kamar Alexandra sudah menunjukkan pukul setengah sembilan malam.
" Baby... Aku harus pulang, udah malam... " ucap Raynevandra lagi, perlahan Alexandra nampak mengerjapkan matanya, menyesuaikan indera penglihatannya dengan sorot cahaya di dalam kamarnya.
" Kamu nggak mau temenin aku? " tanya balik Alexandra dengan suara serak khas bangun tidur itu.
" Ini kan udah ditemenin... " jawab Raynevandra sambil meninggikan kembali selimut Alexandra yang melorot dan menampakkan dua bukit kembar yang seringkali menggoda Raynevandra.
" Aku kesepian... " lirihnya memelas, Raynevandra nampak terlihat bingung.
" Ya udah aku temenin... Tapi aku pulang dulu sebentar, nanti aku kesini lagi. " jawab Raynevandra yang tak tega.
" Mencak - mencak nanti si Andru kalau aku nggak pulang. " lanjutnya jujur.
" Kalau dia ngadu sama Mommy Daddy juga bakalan bahaya buat kita. " imbuhnya.
" Jangan lama, ya... " lirih Alexandra sendu dan kembali memeluk Raynevandra.
" Iya... Aku nggak akan lama. " jawab Raynevandra sambil tersenyum dan mengusap lembut puncak kepala Alexandra.
" Aku cuma ambil seragam sama buku buat besok. " lanjutnya, Alexandra pun mengangguk dan senang karena malam ini ada Raynevandra yang akan menginap menemani dirinya.
" Sini bajunya... Aku bantu pakaikan. " ucap Alexandra dan langsung beranjak duduk, Raynevandra pun langsung mengambil seragamnya yang sedari tadi siang sudah berserakan di lantai, Alexandra pun langsung membantu Raynevandra bersiap hingga selesai.
" Nanti aja mandinya disini... Kalau kamu mandi dulu sekarang, aku khawatir Devandroe bisa curiga sama kamu. " ucap Alexandra sambil merapikan kerah seragam Raynevandra, Raynevandra hanya mengangguk sambil terus tersenyum.
" Aku tunggu kamu di kamar aja, ya... Kunci aja rumahnya, terus kunci rumah sama kunci pagar bawa aja. Bibi sama yang lain udah aku suruh ke belakang dari tadi siang. " ucap Alexandra menjelaskan, Raynevandra pun mengangguk kembali.
Cup...
__ADS_1
" Aku pulang dulu... Nanti aku kesini lagi. " ucap Raynevandra kemudian mencium mesra bibir Alexandra.
" Hati - hati, Papa... Cepat kembali... " ucap Alexandra sumringah setelah ciuman mereka berakhir, Raynevandra hanya tersenyum lalu mengacak gemas rambut Alexandra, kemudian Raynevandra pun beranjak tanpa diantarkan ke depan oleh Alexandra yang masih berbalut selimut tebal tanpa pakaian.
Trap... Trap... Trap...
Bruuum... Whuuussszzzhhh...
Karena sudah malam, jalanan Jakarta sudah tak begitu padat. Raynevandra pun bisa mengebut agar bisa cepat sampai di rumah. Dan hanya dengan setengah jam saja akhirnya Raynevandra telah sampai di rumah. Ia pun segera bergegas cepat.
Trap... Trap... Trap...
Ceklek...
Trap... Trap... Trap...
Devandroe yang sedang makan malam sendirian langsung menoleh saat langkah Raynevandra sampai di dekat ruang makan, sebenarnya Devandroe menunggu Raynevandra pulang jadi ia juga baru makan malam sekarang.
" Makan malam dulu, Dek... " ucap Devandroe menghentikan langkah tergesa Raynevandra.
" Lo makan dulu aja. " jawabnya dan langsung berlari menaiki anak tangga, Devandroe pun melanjutkan kembali makan malamnya meski sendiria tanpa Raynevandra.
Trap... Trap... Trap...
Trap... Trap... Trap...
" Makan dulu sana, udah malem... " ucap Devandroe yang tiba - tiba masuk ke dalam kamar Raynevandra, Raynevandra menatap bingung kepada Devandroe.
" Lo kenapa? " tanya Devandroe penasaran.
" Alexandra sa...kit... " jawabnya berbohong, dengan wajah tegang ia menjawab Devandroe, takut Devandroe tak mempercayai alasannya yang spontan ini.
" Sebenernya nggak tega Gue ninggalin Alexandra sendirian tadi... Tapi ya gimana lagi ini juga udah malem. " lanjutnya sok santai meski pada kenyataannya dadanya berdegub kencang hampir meloncat dari tempatnya.
" Orang Tuanya Ale kemana? " tanya balik Devandroe yang tak langsung percaya dengan ucapan Raynevandra.
__ADS_1
" Bokap Nyokapnya masih ada kerjaan di Korea... Kakaknya juga kuliah di Luar Negeri. " jawab Raynevandra jujur kali ini.
" Terus sekarang mau Lo gimana? " tanya balik Devandroe.
" Kalau Gue temenin dia gimana? " tanya Raynevandra sendu, meminta pendapat pada Devandroe.
" Jujur, Gue nggak tega... " lanjutnya.
" Emang Ale sakit apa? " tanya Devandroe lagi, dan tak langsung mengiyakan permohonan izin Raynevandra, batin Raynevandra mulai berteriak frustasi.
" Asam lambungnya kambuh... " jawabnya berbohong lagi.
" Dari tadi siang dia terus muntah - muntah, sampai lemes, sampai nggak kuat bangun juga tadi. " lanjutnya dengan wajah memelas sendu mencoba untuk meyakinkan Devandroe dengan alasan kebohongannya malam ini.
" Ya udah mandi dulu, sana... Abis itu makan terus samperin Ale. " jawab Devandroe yang akhirnya percaya.
" Gue pakai ini aja, deh... Sekalian Gue bawa seragam sama buku buat besok. Kasihan Alexandra sendirian. " jawab Raynevandra dengan bergegas mengambil seragamnya, kini di dalam hati ia bersorak senang meski wajahnya tetap terlihat biasa saja.
" Jangan diapa - apain anak orang... " ucap Devandroe mengingatkan, Raynevandra yang baru saja mengambil setelan seragamnya di dalam alamari dan tetap memegangi bersama gantungannya, ia akan menggantungnya di mobil.
" Paling juga cuma Gue cium doang kaya biasanya... " jawab Raynevandra santai, meletakkan sejenak seragamnya di ranjang untuk menggendong tas punggungnya.
" Emang Ale udah Lo cium? " tanya Devandroe penasaran dengan mata yang membelalak saking terkejutnya.
" Tiap pagi sama pulang sekolah juga selalu Gue cium kali... " jawabnya santai dan mengambil kembali seragamnya, melirik sinis pada Devandroe yang terlihat terkejut.
" Cium di bibir? " tanya Devandroe antusias dengan masih terbelalak kaget.
" Iya lah... " jawab Raynevandra ngegas, menyeringai melihat ekspresi Devandroe, wajah Devandroe nampak tercengang seketika saking terkejutnya mengetahui Alexandra sudah seringkali dicium Raynevandra.
" Gue berangkat. " pamit Raynevandra tanpa tunggu lama, kemudian langsung beranjak tanpa perduli lagi dengan ekspresi keterkejutan Devandroe yang seolah terlihat patah hatinya setelah mendengar penuturan Raynevandra.
Trap... Trap... Trap...
Bruuum... Whuuussszzzhhh...
Di dalam mobil yang sudah melaju membelah jalanan Obu Kota itu wajah Raynevandra nampak berseri - seri bagaikan mentari di pagi hari. Pikiran liarnya kembali membayangkan kejadian tadi siang saat ia berpeluh keringat penuh desah manja nan membara dengan Alexandra. Tanpa diduga... Burung dalam sangkar itu kembali melayangkan protesnya dengan membuat sesak celana yang dikenakan oleh Raynevandra.
__ADS_1
" Sabar, ya... Sebentar lagi pasti dielusin lagi sama Mama. " ucap Raynevandra sambil mengusap pelan bagian yang sesak itu dengan sebelah tangannya, dan satu tangannya lagi tetap memegang kemudi bulat mobil mahalnya.
Raynevandra pun terkikik sambil geleng kepala. Membayangkan betapa liar sang Gadis pujaan yang membuatnya semakin dimabuk kepayang di atas ranjang. Ide gila pun muncul dari benaknya... Raynevandra memiliki ide untuk menghajar Alexandra semalam suntuk.