Si Dingin Dan Si Barbar

Si Dingin Dan Si Barbar
Bab 30 - Nitinegara


__ADS_3

Trap... Trap... Trap...



" Tumben sudah di rumah, Nak... " sapa Dygta pada Putranya yang sudah duduk manis di sofa ruang tamu rumah mereka sembari tangannya bersidekap di dada, Dygta baru saja sampai bersama Kinan tapi Kinan masih berada di halaman depan karena ada beberapa surat penting yang diserahkan oleh Security rumah mereka.


" Papi dari mana? " tanyanya datar, Dygta yang merasa Putranya tak seperti biasanya nampak menatap bingung ke arah Putranya.


" Jemput Mamimu belanja di mall... " jawab Dygta jujur.


" Bohong! " pekiknya tegas, wajah Dygta nampak semakin bingung saja apa lagi melihat mimik wajah Putranya terlihat sedang marah.


" Kamu bisa tanya sama Mami kalau nggak percaya. " jawab Dygta jujur tapi sang Putra nampak menatapnya sinis kemudian melengos, tak seperti biasanya yang selalu bersikap hangat.


Trap... Trap... Trap...



" Eh... Anak Mami sudah di rumah... " sapa Kinan sumringah sembari masuk ke dalam rumah dan mendekat ke arah Putranya, seketika itu juga wajah Putranya berubah santai tak seperti ketika menatap Dygta tadi.


" Iya, Mi... " jawabnya sembari tersenyum pada Maminya, setelah memeluk Maminya sekejap, ia pun langsung beranjak dan masuk ke dalam kamarnya, nampak wajah Dygta yang terlihat semakin bingung tapi tetap menampakkan wajah biasa saja di hadapan Istrinya, Dygta dan Kinan pun beranjak juga menuju kamar mereka.


Trap... Trap... Trap...


Berbeda di kediaman Dygta dan Kinan, berbeda pula di kediaman Rayne dan Evan. Setibanya di rumah, Zeevanea langsung masuk ke dalam kamarnya kemudian mandi. Anya pun juga demikian. Ia ikut dengan Zeevanea pulang ke rumah Zeevanea. Setelah sampai di dalam kamar pun, Anya juga langsung bergegas mandi. Kini kedua Gadis cantik tersebut sudah selesai mandi dan sudah kembali cantik dengan pakaiannya yang jelas sudah berganti. Anya memutuskan untuk menghampiri Zeevanea karena ia malas di kamar sendirian.


Trap... Trap... Trap...


Ceklek...


Zeevanea yang sedang memainkan ponselnya mendongak sekilas ketika melihat pintu kamarnya dibuka. Anya pun langsung bergabung di atas ranjang Zeevanea, tak lupa menutup kembali pintu kamar Zeevanea.


Trap... Trap... Trap...


" Apaan? " ketus Zeevanea yang mencium gelagat tak biasa dari Anya, Anya mendongak ragu tapi Zeevanea semakin menatapnya penuh makna.


" Itu tadi beneran mantan pacarnya Mommy? " tanya Anya yang masih serasa tak percaya meski tadi ketika di mobil Zeevanea sudah menjelaskan hal apa yang diketahuinya perihal kejadian yang diketahuinya di masa kecilnya dulu.


" Ish! Masa iya Gue harus bilang berkali - kali biar Lo percaya. " jawab Zeevanea malas, Anya pun kembali terdiam.


" Nggak usah cerita soal ini sama Mommy. Nanti kalai ketahuan Daddy bisa ngamuk. " imbuhnya.

__ADS_1


Ceklek...


" Eh, ada Kakak Anya... " ucap Evan yang baru saja membuka pintu kamar Zeevanea.


" Hai, Dadd... " sapa Anya sambil menunjukkan deretan gigi rapihnya.


" Hai, Sayang... " balas Evan sambil tersenyum juga pada Anya juga Zeevanea, Evan pun mendekat ke arah keduanya yang sedang rebahan di atas ranjang Zeevanea.


Trap... Trap... Trap...


Cup...


Cup...


Evan mengecup bibir Zeevanea seperti biasanya kemudian Anya pun juga setelahnya.


" Bau rokok! " ketus Zeevanea tanpa menatap Evan dan ia sendiri tetap asik dengan permainan di ponselnya.


" Ya emang Daddy abis ngerokok. " jawab Evan santai dan duduk di samping Zeevanea, Zeevanea langsung mencebik tapi Anya dan Evan nampak tersenyum melihat ekspresi Zeevanea yang terbilang menggemaskan itu.


" Main apa sih, Dek? " tanya Evan sembari menggoda Zeevanea yang tengah asik bermain Mobile Legend itu dengan menyenggol - nyenggolkan sikunya pada siku Zeevanea, Zeevanea nampak geram dengan kejahilan Daddynya dan terpaksa langsung menghentikan permainan yang tengah seru - serunya itu.


Tatapan sengit Zeevanea beradu dengan tatapan Evan yang nampak terlihat menahan senyumnya, sementara Anya langsung nyengir melihat ekspresi berbeda dari Zeevanea dan Evan.


" Nakal! " ucap Evan gemas dan langsung memiting Zeevanea yang baru saja memanggilnya dengan sebutan Mas Evan.


Trap... Trap... Trap...


" Mandi dulu, Mas... Air angetnya udah aku siapin. " ucap Rayne yang baru saja masuk ke dalam kamar Zeevanea.


" Anakmu nakal, Mommy... Manggil aku Mas Evan tuh barusan. " adu Evan pada Rayne sembari tetap memiting gemas Zeevanea, Zeevanea diam saja malas berdebat dengan Daddynya meski terasa sedikit sesak karena pitingan itu sedikit kuat.


" Idih, ngadu! " cibir Zeevanea sembari mengerucutkan bibirnya, Evan langsung melepaskan pitingannya dan menghujani Zeevanea dengan kecupan bertubi - tubi saking gemasnya, Rayne pun langsung geleng kepala sambil tersenyum.


" Hahaha... " Anya yang sedari tadi tertawa tanpa suara kini akhirnya terbahak juga.


" Eh, Kakak... Mommy nggak tau ada Kakak disini. " ucap Rayne menyapa Zeevanea karena tubuh Zeevanea tertutup Evan dan Zeevanea.


" Iya, Mom... Tadi abis pergi sama Zee langsung ikut kesini. Hehehe... " jawab Zeevanea sambil tertawa melihat Zeevanea diperlakukan seperti anak kecil oleh Evan.


" Daddy, geli! " pekik Zeevanea sembari menjauhkan dirinya dari Evan karena Evan masih saja mengecupinya tanpa henti, Evan pun akhirnya menghentikannya.

__ADS_1


" Daddy gemes, Sayang... " ucap Evan sembari mengacak kasar rambut Zeevanea, Zeevanea kembali mengerucutkan bibirnya karena rambutnya diacak - acak oleh Daddynya.


" Harusnya kamu seneng loh Sayang udah segede ini Daddymu masih tetep nunjukin sayangnya seperti ini. " ucap Rayne dan langsung duduk di samping Anya.


" Seneng sih seneng, Momm... Tapi kalau diluar terus diciumin kaya gini tuh bakalan dikira kalau aku Sugar Babynya Daddy. " jawab Zeevanea sedikit menyinggung perihal penilaian Nicholas yang salah waktu itu meski Zeevanea juga enggan memberi tahu perkara ini kepada mereka.


" Halah! Bodo amat! " jawab Evan cuek kemudian mengambil rokok dan menyulutnya.


" Lagian kalau nantinya masuk berita nanti juga mereka pada malu sendiri karena baru tau kalau kita ini siapa. " lanjutnya sembari mengepulkan asap rokoknya ke sembarang arah.


" Nanti kalau ada yang naksir Zeevanea mundur langsung dong Dadd kalau ngira Zeevanea itu Sugar Babynya Daddy. " celetuk Anya sambil nyengir, Zeevanea langsung menonyor kepala Anya sambil menatapnya sinis.


" Terus nggak bakalan laku deh no Bocah... " lanjut Anya meledek Zeevanea.


" Laku, dong... Kakak Anya jangan ngeledekin Adeknya dong. " ucap Evan santai yang sebenarnya juga meledek Zeevanea.


" Iyuh! Mentang - mentang baru punya Cowo baru belagu banget, Lo! " ketus Zeevanea sembari menatap Anya tetap dengan kesinisannya, sementara Anya hanya nyengir kuda.


" Nanti kalau tiba - tiba putus nangis - nangis, Lo. " lanjut Zeevanea.


" Mulut Lo sialan! " ketus Anya pada Zeevanea sambil mencebik, Zeevanea pun juga mencebik.


" Emang siapa nih Cowonya, Kakak? Mommy kenal, nggak? " tanya Rayne penasaran.


" Anaknya Hagata Rancaka Nitinegara. " potong Evan cepat penuh penekanan, nadanya datar, tidak sumringah seperti candaannya tadi, sontak saja Rayne langsung mendiam dengan keterkejutannya setelah mendengar nama Nitinegara disebutkan oleh Suaminya.


" Itu kaya namanya Uncle Aga, Dadd... " ucap Zeevanea hati - hati, Evan pun mengangguk, Zeevanea nampak menutup mulutnya yang menganga setelah mendengarnya, perkara pertemuan tak sengajanya dengan Dygta tadi saja tidak berani ia ceritakan tapi kini ia malah mengetahui jikalau Anya tengah dekat dengan anggota keluarga Dygta.



" Kok Daddy kenal sama Daddynya Cowokku? Lo juga kayanya kenal, Dek... " ucap Anya dengan raut wajah berbinar antusias.


" Pasti Papi yang cerita. " lanjutnya menebak.


" Daddy nggak kenal. Yang kenal Mommymu. " jawab Evan dan langsung berdiri dari duduknya, kemudian membuang puntung rokoknya dengan melemparkan dari jendela kamar Zeevanea yang tengah terbuka itu, Zeevanea dan Rayne saling pandang dalam diam.


" Tapi kalau yang cerita kamu punya Cowo ya emang Papimu. " imbuhnya.


" Terus Kak Ici setuju? " sela Rayne yang tiba - tiba mempertanyakan.


" Kalau anak Gue cinta Gue bisa apa... Lagian mereka juga cuma pacaran. Itu omongan Kak Ici ke aku. " jelas Evan kemudian keluar dari dalam kamar Zeevanea.

__ADS_1


Trap... Trap... Trap...


__ADS_2