
Ceklek...
" Assalamulaikum... " ucap Stevano dan Nicholas kala mereka bertiga baru saja sampai dan masuk ke dalam ruang perawatan Zeevanea, sementara Nala hanya diam saja dan langsung nyelonong masuk ke dalam sana, mendekat ke ranjang Zeevanea tanpa menyapa mereka yang ada di dalam.
Trap... Trap... Trap...
" Waalaikum salam. " jawab Rayne dan Maura, Evan nampak berbaring di sofa panjang sambil memainkan ponselnya, sementara Rayne dan Maura duduk di kursi yang diletakkan di sisi kanan kiri ranjang yang ditiduri Zeevanea, Nicholas dan Stevano pun perlahan berjalan mendekat dan terlebih dulu mencium punggung tangan Evan dan Rayne bergantian, tak lupa Stevano mengecup singkat bibir Mommy dan Daddynya, dan hal itu tak luput dari penglihatan Nicholas.
Trap... Trap... Trap...
" Apaan sih Lo, Barbar? Biasanya juga nempel mulu sama Gue. " umpat Nala kala Nala akan mengecup bibir Zeevanea tapi Zeevanea langsung melengos setelah meliriknya tajam.
" Lo yang apaan! " ketus Zeevanea yang tetap melengos tak mau menatap Nala.
" Bukannya kasih salam, dateng - dateng langsung ngerusuh aja. " protes Evan dengan tetap memainkan ponselnya.
" Eh, iya... " ucap Nala sambil nyengir dan garuk kepala meski tidak gatal.
" Momm... " sapa Nala pada Rayne terlebih dahulu sembari mencium punggung tangan Rayne dan mengecup singkat bibir Rayne.
" Jangan lama - lama cium Istri orang! " ucap Evan sewot meski Evan hanya melirik saja, Rayne dan yang lainnya langsung terkikik kecuali Evan dan Zeevanea.
" Ya Tuhan, Mas Evan! Gue cium Bini Lo pakai lidah baru tau rasa Lo, ya! " ucap Nala geram, anak - anak disana nampak tercengang seketika.
" Cium aja kalau Mommymu mau! " tantang Evan dengan santainya, Nala langsung mendekatkan wajahnya pada Rayne kembali tapi Rayne langsung mendongak mundur.
" Big, No! Abang, stop! " pekik Rayne sambil memundurkan wajahnya dan menatap Nala serius sambil geleng kepala, Evan nampak terkikik sambil tersenyum smirk.
" Mommy kok belain Daddy, sih... " keluh Nala pada Rayne, Rayne langsung tersenyum geli.
" Anak kecil nggak usah ngomongin cium - cium pakai lidah kalau belum nikah! Nanti kena sawan! " tegas Rayne dengan serius, Nala langsung mencebik, sementara Evan dan lainnya pun kembali terkikik.
" Salim dulu sama Daddy, sana. Jangan dibiasain langsung nyelonong aja. " lanjut Rayne memerintahkan Nala, Nala pun langsung menghampiri Evan yang masih stay cool sambil rebahan, Stevano dan Nicholas pun menduduki sofa yang ada di sekitaran Evan.
__ADS_1
Trap... Trap... Trap...
Bruggghhh!!!
" Daddy!!! " teriak Nala emosi dan langsung mendorong dada Evan karena Evan langsung menjulurkan lidahnya saat Nala akan mengecup bibirnya.
" Hahahaha... " Evan langsung terbahak seketika, Stevano dan Nicholas hanya menunduk sambil menahan tawanya.
" Kenapa, Mas? " tanya Rayne, Evan tak menjawab, ia masih tertawa sambil memegangi perutnya.
" Aku dicium pakai lidah, Mommy! " adu Nala yang terlihat kesal dengan Evan.
" Hahaha... " Stevano dan Nicholas ikut tertawa juga, Maura hanya tersenyum sementara Zeevanea masih diam karena kesal dengan Nala, Rayne lah yang langsung geleng kepala.
" Jijik tau nggak! " umpat Nala pada Evan.
" Gaya Lo pakai ngomong jijik, nyatanya gonta - ganti Cewe nyembur sana sini. Lidah Gue juga nggak masuk pakai ngomong jijik! " cibir Evan menyindir.
"Ya kan Daddy Cowo! " Ketus Nala cepat.
" Daddy ngapain telepon Papi untuk suruh Nala dateng kesini cepet - cepet? " tanya Nala langsung.
" Punya bukti apa kamu pakai sembarangan nuduh Adekmu Zeevanea One Night Stand sama Om - Om? " jawab Evan yang juga langsung to the point, seketika itu juga tatapan Nala dan Nicholas beradu gusar.
" Nico nih bilang kalau Zeevanea ciuman sama Om - Om di Restoran. " jawabnya langsung dengan nada menggebu - gebu, Nicholas terlihat semakin gusar karena Nala mengadukannya lada Evan.
Ya udah terus aku bilang aja, daripada One Night Stand sama Om - Om ya mending cari yang muda. " lanjutnya dengan wajah menjengkelkannya.
" Om Evan... " sela Nicholas memanggil Evan, Evan langsung menatap Nicholas.
" Saya minta maaf, Om... Saya yang salah. " ucapnya langsung dengan wajah serius juga merasa bersalah, Nala nampak tolah - toleh bego, Stevano menunduk dan menyembunyikan tawanya melihat ekspresi Nala yang terlihat cengo.
" Saya bener - bener nggak tau kalau Steve itu kembar, dan Zeevanea kembarannya. " jelasnya, Evan hanya mengangguk - anggukkan kepalanya tanpa berucap.
" Harusnya saya nggak asal tuduh... Karena sebelumnya saya juga sudah pernah melihat foto masa kecil Steve dengan Papi saya dan Tante Rayne dan anak Perempuan juga di foto itu. Harusnya saya bisa lebih mengingatnya. " jelasnya lagi, Evan yang semula manggut - manggut langsung diam menegang, Rayne pun ikut menegang seketika.
__ADS_1
" Minta maaf sama Zeevanea sana. " ucap Evan setelah beberapa saat terdiam, Nicholas pun mengangguk kemudian langsung mendekat pada Zeevanea, dan Evan langsung beranjak keluar dari dalam ruang perawatan Zeevanea, Rayne langsung sigap menyusul Evan.
Trap... Trap... Trap...
" Maafin Gue ya, Zee... Gue tau Gue salah, Gue udah nuduh Lo Sugar Babynya Om Evan. " ucap Nicholas to the point sambil menatap Zeevanea yang langsung membuang muka ketika Nicholas mendekatinya.
" Tunggu, tunggu! " sela Nala dan ikut mendekat juga.
" Jadi pas waktu itu Gue mau ngenalin Lo sama Zee itu terus Lo ngatain Zee karena Lo abis liat Zee sama Daddy? " tanya Nala menggebu - gebu, Nicholas pun mengangguk dengan tetap menatap Zeevanea yang enggan menatapnya sama sekali, Nala langsung mengacak kasar rambutnya, benar saja Evan langsung menyuruhnya pulang karena mengetahui hal ini.
" Zee... Gue bener - bener minta maaf... Gue nyesel, Gue bener - bener nggak tau kalau Lo itu Adek kembarnya Steve. " ucap Nicholas yang terus berusaha meminta maaf kepada Zeevanea, bahkan kini Nicholas nampak menggenggam tangan Zeevanea.
" Zeevanea, please... Kasih maaf Lo buat Gue... " lanjutnya, genggaman itu pun terlihat semakin mengerat.
Ehem!!!
Stevano tiba - tiba berdehem, keduanya terlihat salah tingkah dan langsung melepaskan genggaman tangan itu secara cepat dan bersamaan, karena Zeevanea juga merasa canggung dengan genggaman tangan Nicholas maka dari itu ia tak berani bergerak.
" Lo minta maaf kaya mau nembak aja pakai genggem tangan Adek Gue. " cibir Stevano sambil tersenyum melirik Maura, Maura hanya tersenyum juga, tapi mata Zeevanea nampak melotot sempurna ke arah Stevano.
" Gue cuma minta maaf, Steve... " ucap Nicholas senormal mungkin meski ia juga merasa malu dicibir seperti itu oleh Stevano.
" Ya iyalah Lo minta maaf... Kalau Lo minta Zeevanea ya pasti mintanya sama Daddy. " sahut Nala dengan wajah menjengkelkannya.
" Abang! " sentak Zeevanea geram, Stevano dan Nala langsung terkikik, Nicholas dan Maura hanya tersenyum tipis.
" Maafan sana terus jadian... " ledek Nala dengan santainya, Zeevanea semakin memberengut kesal.
" Amit - amit! " bentak Zeevanea, Nala semakin terkikik dan merasa lucu dengan sikap Zeevanea, sementara ketiganya yang lain disana hanya tersenyum saja, jujur saja sejak pertama kali bertemu Zeevanea sudah membuat dada Nicholas berdebar tak karuan meski saat itu Zeevanea sedang bersama Evan.
" Lo mau maafin Gue kan, Zee? " tanya Nicholas lagi dan kembali menatap lekat kepada Zeevanea.
" Kalau Lo kesini cuma karena disuruh Papi Dygta mending Lo keluar. " hardik Zeevanea tegas, Nicholas nampak menghela nafas kasar.
" Papi emang nyuruh Gue untuk minta maaf sama Lo dan Om Evan, tapi Gue juga tulus minta maaf sama Lo dari dalam hati Gue... Gue bener - bener ngerasa bersalah. Please, maafin Gue... " terangnya jujur dengan tatapannya yang dalam.
__ADS_1
" Udah lah lupain aja! " kesal Zeevanea sambil mengerucutkan bibirnya.