Si Dingin Dan Si Barbar

Si Dingin Dan Si Barbar
Bab 95 - Sepasang Kucing Nakal


__ADS_3


" Morning, Baby... " sapa Alexandra pada Raynevandra yang baru saja membuka matanya.


" Morning, Love... " balas Raynevandra dengan suara serak khas bangun tidur.


" Bangun, yuk... Kamu mandi dulu dan aku mau lihat Bibi sebentar, liat Bibi siapin sarapan buat kita. " jelas Alexandra yang masih berada dalam dekapan Raynevandra.


" Mandi bareng aja... Aku mau mandi bareng kamu. " jawab Raynevandra.


" Nakal, ih! " pekik Alexandra sambil sambil mencubit gemas perut Raynevandra.


" Auh! Sakit, Baby! " pekik Raynevandra sambil mengusap perut bekas cubitan Alexandra, Alexandra hanya tersenyum.


" Enak aja aku yang dibilang nakal... " sanggah Raynevandra sambil menatap Alexandra yang masih terkikik dan Raynevandra juga masih mengusap perutnya.


" Ini gara - gara kamu semalem nih ngajakin gituan di kamar mandi. Terus ngajakin nonton film juga... " lanjutnya, Alexandra langsung membenamkan kembali wajahnya di ketiak Raynevandra karena malu.


" Makin ketagihan kan aku jadinya sama hot service kamu. " lautnya dan ikut terkikik.


Memang semalam Alexandra yang sengaja masuk ke dalam kamar mandi dan menggoda Raynevandra ketika Raynevandra sedang mandi sehingga terjadilah pertarungan di dalam kamar mandi tersebut dan berlanjut di dalam kamar sembari keduanya menonton pertunjukan film beradegan vulgar yang didapat Alexandra dari ponselnya. Akhirnya semalaman keduanya berperang tanpa lelah dan berakhir sebelum waktu Subuh datang.


" Ya sudah, aku ke bawah sebentar. Aku mau lihat Bibi dulu. " ucap Alexandra dengan malu - malu karena Raynevandra membahas ulah nakalnya semalam.


" Morning kiss dulu, dong! Main pergi aja! " potong Raynevandra cepat.


Cup...



Alexandra langsung menurutinya dan mencium bibir Raynevandra, tapi ketika Alexandra akan menyudahinya Raynevandra malah menahan tengkuk Alexandra. Maklum saja sebagai seorang Lelaki yang mempunyai alarm alami dari tubuhnya setiap pagi hari, Raynevandra pun tak mau menyia - nyiakan kesempatan itu. Alexandra yang berusaha protes pun tetap tak dihiraukan oleh Raynevandra dan Raynevandra malah semakin bergerak ke segala arah untuk menyentuh bagian - bagian sensitif di sekujur tubuh molek Alexandra. Selimut tebal yang membalut kepolosan keduanya itu pun kembali tersingkap.


" Ohhh, Baby... Akkkhhh... " rintih Alexandra kala lidah liar Raynevandra sudah bergerak lincah menyusuri lembah indah di bawah sana.

__ADS_1


" Keluarkan, Baby... Aku akan membuatmu merasakan melayang kembali pagi ini. " jawab Raynevandra dengan nafas terengah - engah disela kegiatannya.


" Akh... Akh... Akh... Papa... Akh... " rintihan menggila Alexandra yang kian merasa dibawa terbang ke awang - awang oleh Raynevandra, Raynevandra semakin liar pagi ini.


" Aaaaaakkkkhhhhh... " teriak Alexandra panjang seiring dengan pelepasannya, Raynevandra tetap menyapukan lidahnya pada basahan pelepasan itu seolah tanpa jijik kemudian berdiri dan mengecup bibir Alexandra sesaat kemudian keduanya pun kembali bertukar peran untuk saling berbagi kenikmatan.


" Oughhh... Oughhh... Oughhh... " lenguhan kenikmatan itu kini berpindah tercinta dari bibir Raynevandra.


" Akhhh... Terus, Baby... Aku sukah. " desis Raynevandra sambil mendongak - dongakkan kepalanya merasakan kenikmatan dari ******* Alexandra pada burung elang kesayangannya.


" Ough... Babyh... Kamu buat aku menggila." lenguhnya semakin menguar seiring dengan maju mundurnya kepala Alexandra di bawah sana.


" Cukup, Baby! " ucapnya dengan suara yang kian berat dan langsung menarik berdiri Alexandra yang tengah berjongkok di bawahnya.


" Eumphhh... Akh... Akh... " Alexandra kembali merintih manja sembari menggigit bibir bawahnya, tangan dan lidah liar itu kini sudah berganti posisi, beralih memanjakan dua gundukan kenyal miliknya, sementara tangan Alexandra pun juga berjelajah di bawah sana.


" Terus Babyh... Terus... Oughhh... Jangan lepaskan di, Baby... Dia menikmati sentuhanmu. " lirih Raynevandra disela kegiatannya, Alexandra pun menurut dan menggerakkan tangannya di bawah sana dengan semakin bersemangat.


Jlebbb!!!


" Oughhh... Oughhh... Ini surga dunia kita berdua, Babyh... " gumam Raynevandra bersahutan dengan desah manja Alexandra yang serasa kian menggila oleh sentuhan Raynevandra.


" Akh... Akh... Babyh... Akhhhh... Pappaaaahhhh... Akhhh... " desah Alexandra yang kian bersahutan dengan desah Raynevandra.


Keduanya terus saja bergerak lincah dengan gaya yang semakin tak karuan, kembali menggoyangkan ranjang yang kokoh itu dengan beraneka macam gaya hentakan yang dipraktekkan dari hasil tontonannya semalam. Dan kegiatan sepasang kucing nakal ini pun terhenti kala lava putih itu sudah menyembur dengan sempurna.


" Akkkkkhhhh... " teriak Alexandra yang merasa dibuat melayang penuh oleh Raynevandra.


" Akh... Akh... Akhakhhhh... " teriak Raynevandra yang juga langsung ambruk di atas tubuh ramping Alexandra.


Cup...


" Terima kasih semangat paginya... " ucap Raynevandra kemudian mengecup singkat bibir dan kening Alexandra.

__ADS_1


" Cepet turun, Baby... Kita mau sekolah. " ucap Alexandra yang masih ditimpa tubuh Raynevandra, keduanya masih menyatu dan belum terlepas, Raynevandra pun bangkit alhirnya perlahan bangkit dan langsung berjalan ke kamar mandi sambil menyambar handuk.


Sementara Alexandra langsung memakai kimono tidurnya kemudian turun ke lantai bawah sebentar untuk melihat Bibi yang biasanya menyiapkan makanan untuknya. Alexandra yang masih berada di tengah - tengah undakan tangga langsung kembali berputar arah dan kembali ke kamarnya. Ia sudah melihat jika sarapannya sudah terhidang rapih di atas meja makan.


Trap... Trap... Trap...


Trap... Trap... Trap...


Cup...


Saat sampai di dalam kamar ternyata Raynevandra baru saja keluar dari dalam kamar mandi dengan hanya menggunakan lilitan handuk di pinggangnya. Keduanya berciuman sekejap lalu melanjutkan apa yang akan mereka berdua kerjakan, bersiap untuk berangkat ke sekolah tentunya.


Setelah Raynevandra selesai, tak lama kemudian Alexandra pun juga selesai. Alexandra langsung menghampiri Raynevandra yang sudah menunggunya sembari rebahan di sofa yang ada di kamarnya.


Cup...


" Leher sama dadaku merah semua jadinya... " adu Alexandra kepada Raynevandra dengan suara manjanya.


" Ketutupan sama baju seragam... Kamu tenang aja. " jawab Raynevandra dan langsung berdiri dan mencium kening Alexandra.


" Buas banget sih Pacar aku ini mulai kemarin... " cibir Alexandra sambil mengerucutkan bibirnya tapi wajahnya terlihat menggemaskan dan sebenarnya sangat bahagia.


" Eh, eh... Dia yang mancing - mancing giliran yang dipancing kena malah protes. " sungut Raynevandra menyanggah, keduanya pun tertawa bersama mengingat betapa liarnya tingkah mereka sedari kemarin, seolah tak ada puasnya, seolah juga tak ada lelahnya.


Ayo berangkat. ucap Raynevandra lagi, Alexandra pun menurut dan keduanya pun langsung bergegas.


Trap... Trap... Trap...


Ketika sampai di anak tangga, keduanya nampak celingukan mengendap - endap takut ketahuan Pembantu di rumah Alexandra. Karena tadi Alexandra lupa untuk memberitahukan kepada mereka agar kembali ke belakang setelah selesai menyiapkan sarapan untuk Alexandra. Setelah dirasa suasana aman dan mereka selamat dari para Pembantu, keduanya pun langsung berlari keluar menuju garasi mobil.


Trap... Trap... Trap...


Setelah sampai di garasi mobil, keduanya tak lantas membawa mobil Raynevandra, tapi membawa mobil Alexandra untuk mengelabuhi Satpam yang sedang berjaga di depan gerbang. Setelah mobil Alexandra berhasil keluar tanpa kecurigaan dari Satpam yang pagi ini berjaga di depan gerbang rumahnya, tak jauh dari luar komplek perumahan elite itu pun Alexandra menghentikan laju kendaraannya dan langsung menepi di bahu jalan. Bergantian dengan Raynevandra yang meminta Alexandra untuk menyerahkan kemudi kepadanya. Keduanya pun kembali melanjutkan perjalanan menuju ke sekolah.

__ADS_1


Keduanya tertawa terbahak - bahak selama dalam perjalanan, menerwatakan kelakuan nakal keduanya sehingga pagi ini mereka harus main kucing - kucingan sebelum berangkat ke sekolah. Nafas yang ngos - ngosan berbaur dengan tawa dari keduanya. Dan tawa itu terhenti kala keduanya sudah sampai di sekolah.


__ADS_2