
" Ini semua nggak bener kan, Dadd? Ini cuma akal - akalan Ray aja kan, Dadd, Momm? " tanya Devandroe dengan memberanikan dirinya, Evan tak langsung menjawab, Evan nampak menghela nafas berat sembari memijit pelipisnya, Rayne yang akan menjawab pun langsung dicegah oleh Evan.
" Apa yang diucapkan Raynevandra itu benar, Devandroe... " jawab Evan pelan, Devandroe langsung menitikkan air matanya ketika mendengar jawaban dari Evan yang sudah pasti bukan candaan semata, Rayne pun ikut menitikkan air matanya karena merasa tak tega ketika melihat keterpurukan Devandroe yang harus merasakan kesakitan atas pernikahan Raynevandra dan Alexandra.
" Lo suka kan, sama Alexandra? Lo cemburu kan lihat foto Gue sama Alexandra? " sahut Raynevandra berapi - api, memancing Devandroe agar mengaku di hadapan Evan dan Rayne, Devandroe hanya diam merasakan kekecewaan yang teramat mendalam kepada Raynevandra.
" Benarkah kamu mencintai calon Adik Iparmu? " tanya balik Evan kepada Devandroe, Devandroe menatap sekilas pada Raynevandra kemudian kembali menatap Evan, masalah baru lagi pikir Evan dan Rayne.
" Aku sama Ale udah sahabatan dari lama... Dan emang udah lama juga aku suka sama Ale... " jawab Devandroe pelan mengakui perasaannya kepada Alexandra di depan kedua Orang Tuanya, Devandroe berusaha menetralkan deguban kencang di dalam dada, Evan dan Rayne nampak menghela nafas berat bersamaan melihat kedua Putranya tengah merebutkan satu sosok Gadis yang sama, ucapan Noela beberapa hari lalu pun kian menyadarkan Rayne.
" Tapi Ale tiba - tiba menghilang nggak ada kabar... " lanjutnya dengan suara yang melirih, membayangkan hari - harinya dulu yang terasa sepi selepas kepergian Alexandra yang sangat mendadak.
" Dan setelah aku ketemu Ale lagi ternyata Ale udah jalan sama Ray. " lanjutnya menjelaskan secara perlahan dan langsung menatap Rayevandra penuh permusuhan.
" Jadi bener kan dugaan Gue kalau di villa waktu itu Lo sempet main sama Ale di gazebo belakang villa? " tanya Devandroe kepada Raynevandra dengan perasaan kecewa yang teramat dalam, Evan dan Rayne nampak kian menegang meski tetap berusaha untuk tenang, Raynevandra pun nampak tersenyum sinis.
" Lo bener... Dan itu bukan kali pertama Gue sama Alexandra ngelakuinnya. " jawab Raynevandra mengaku santai dengan gaya angkuhnya, meski kelakuannya salah tapi ia tetap merasa di atas angin karena kedua Orang Tuanya sudah mengetahui akan kehamilan Alexandra dan sudah menyetujui pernikahan mereka berdua, Evan nampak mengusap kasar wajahnya.
" Gue cinta sama Alexandra... Dan Alexandra sengaja pindah sekolah ke sekolah Gue karena Alexandra juga mencintai Gue. " lanjutnya yang kian membuat hati Devandroe panas.
" Lo Bajingan, Ray! Lo tega ngerusak masa depan Ale! Kalau Lo beneran cinta sama Ale, Lo pasti nggak akan merusak masa depan Ale! " teriak Devandroe membentak murka, Rayne dan Evan sampai terkejut kerena Devandroe memang sama sekali tidak pernah berteriak apa lagi berkata kasar, Devandroe paling pendiam.
__ADS_1
" Terserah kalau Lo mau anggap Gue Bajingan... Tapi asal Lo tau... " jawab Raynevandra pelan penuh ketenangan, tapi jawaban itu menggantung, sengaja Raynevandra menjeda sejenak ucapannya.
" Kejadian ini semua berawal karena Gue berniat menolong Alexandra yang akan diperkoosa oleh beberapa Preman waktu itu. " tegas Raynevandra menjelaskan dengan jujur, Evan dan Rayne nampak kian terkejut karena baru mengetahui alasan di balik pertolongan yang Raynevandra lontarkan sebelumnya.
" Lalu apa bedanya Lo sama Preman - Preman itu kalau akhirnya malah Lo sendiri yang ngelakuin itu sama Ale? " potong Devandroe membentak Raynevandra.
" Itu bukan lagi urusan Lo! Yang jelas Gue udah ngomong jujur sama Lo! Gue juga udah ngomong jujur sama Daddy sama Mommy, juga sama kedua Orang Tua Alexandra. Dan yang lebih penting lagi, Gue juga siap bertanggung jawab! " jawab Raynevandra dengan penuh ketegasan.
" Dan Gue peringatin untuk terakhir kalinya sama Lo! " tegas Raynevandra lagi dengan tatapan tajam dan raut wajah angkuh menjengkelkan seperti wajah menjengkelkan Evan, posesive-nya pun seolah sama dengan Evan.
" Saat ini Alexandra sedang mengandung anak Gue! Alexandra mengandung Keponakan Lo! Gue harap Lo bisa sportif, Lo bisa kubur dalam - dalam rasa cinta Lo sama Alexandra! " tegasnya semakin merasa di atas angin karena merasa menang dengan berhasil memiliki Alexandra seutuhnya beriring dengan restu yang sudah di dapat dari kedua belah pihak Orang Tua.
" Lo Bajingan, Ray! Lo nggak pantes dapetin Ale! " ucap Devandroe pelan dan sinis, Devandroe tidak bisa percaya begitu saja dengan alasan yang sudah diucapkan oleh Raynevandra, rahang Raynevandra kembali terlihat mengeras, tak terima dengan ucapan Devandroe.
" Udah, Devandroe... Raynevandra... " lirih Rayne yang akhirnya menyela, ia sudah melihat gelagat Rayevandra yang kembali tersulut emosinya.
" Gue nggak terima Lo ngelakuin semua ini sama Ale! " teriak Devandroe kian tak terarah.
" Meskipun Lo nggak terima, emangnya Lo bisa apa, hah? " tanya balik Raynevandra pelan penuh penekanan, senyum sinisnya turut menghiasi wajah angkuhnya, plek seperti gaya Evan ketika sedang bersitegang.
" Apa dengan ketidak terimaan Lo itu bisa merubah keadaan? " lanjutnya bertanya sekaligus memojokkan Devandroe.
__ADS_1
" Lo bikin malu keluarga kita, Bajingan! Lo coreng nama baik keluarga Kalandra! " teriak Devandroe yang mencoba membalas Raynevandra dengan mencoba memojokkan Raynevandra juga, Rayne kian menangis dan Evan pun langsung berdiri dari duduknya.
" Nama baik keluarga kita akan tercoreng kalau Gue lari dari tanggung jawab! " sanggah Raynevandra tidak terima.
" Gue, Raynevandra Gamyara Kalandra... Gue, anak kesayangan Evano Gamya Kalandra... Gue siap mempertanggung jawabkan kesalahan Gue kepada Alexandra! " tegas Raynevandra.
" Masuk ke kamar masing - masing. " titah tegas Evan pelan penuh penekanan, kedua anak ini nampak masih berdiam dengan tatapan penuh permusuhan, Evan sudah tak tega melihat Rayne yang terus menitikkan air matanya.
" Masuk!!! " teriak Evan murka, Evan diam dan tak mencampuri pembicaraan ini bukan karena bermaksud untuk membela salah satu diantara keduanya, tapi Evan sengaja memberikan ruang bagi keduanya untuk saling mengungkapkan isi hatinya, keduanya pun langsung beranjak dengan tatapan yang masih terlihat menyalakan api penuh permusuhan.
Trap... Trap... Trap...
Hiks... Hiks... Hiks...
Ketika kedua Putra Mahkota itu sudah tak lagi terlihat dari pandangan mata tajamnya, Rayne pun langsung menangis terisak dan Evan langsung sigap memeluknya. Evan memahami apa yang dirasakan oleh Istrinya. Tapi Evan memang tak ingin perkara ini semakin memperunyam keadaan karena ego dan emosi kedua Putranya yang terlihat masih sama - sama tingginya.
" Nggak usah nangis... Biarkan mereka berdua menenangkan diri dulu. " ucap Evan sembari mengecup kepala Rayne.
" Aku akan bicarakan dengan mereka lagi kalau keadaan sudah kembali kondusif. " jelas Evan, Rayne tak menjawab dan masih saja menangis sesenggukan, Rayne sungguh tidak menyangka jikalau kedua kembar kecilnya itu ternyata mencintai Gadis yang sama.
Dengan gerakan pelan tapi pasti, Evan langsung menggendong Rayne ala bridal style dan membawanya ke lantai atas menuju kamar mereka. Rayne masih tetap menangis meski sudah tak lagi sesenggukan seperti semula. Setelah sampai di dalam kamar mereka, Evan pun langsung mengajak Rayne untuk mandi bersama. Kali ini hanya mandi saja karena Evan benar - benar merasa khawatir jika membiarkan Rayne yang masih bersedih itu di dalam kamar mandi sendirian. Pikiran Evan sudah berselancar kemana - mana, Evan merasa ketakutan sendiri jikalau Istrinya sampai melakukan hal - hal yang membahayakan.
__ADS_1