Si Dingin Dan Si Barbar

Si Dingin Dan Si Barbar
Bab 155 - Restu


__ADS_3

" Terima kasih banyak, Dadd... " ucap Raynevandra lega juga haru, ternyata sikap kasar Daddynya beberapa hari ini karena Daddynya sedang menyembunyikan sendiri kekecewaannya yang teramat dalam kepada dirinya sendiri juga kepada Raynevandra.


" Meskipun Daddy keras tapi pada hati terdalam Daddy tidak akan pernah sanggup jika nanti melihatmu dicemooh banyak orang, Nak... " ucap Evan pelan sembari bersitatap sendu dengan Raynevandra.


" Aku tidak akan hancur karena cemoohan itu, yang terpenting Daddy mendukung pertanggung jawabanku itu saja sudah cukup. Cemoohan itu tidak akan berarti apa - apa buat aku asalkan Daddy tetap bersamaku, mendampingi aku untuk terus menguatkan aku. " jawab Raynevandra dengan tatapan penuh keyakinan, Rayne dan Alexandra menjadi pendengar mereka dalam kediaman.


" Daddy nggak boleh sedih lagi, Daddy nggak boleh nangis. Ray janji ini adalah air mata terakhir yang keluar dari mata Daddy. " lanjutnya sambil mengusap asal air mata Evan, Evan tersenyum tipis tapi masih juga menangis.


" Kamu ngelihatin Daddy kaya gitu banget, Sayang... " ucap Rayne pada Alexandra yang terdiam kelu melihat Evan kali ini, Alexandra baru saja melihat betapa sayangnya Evan kepada Raynevandra.


" Aku nggak nyangka Om Evan juga bisa nangis, Momm... " lirihnya kikuk membicarakan soal Evan, Rayne dan Evan langsung tersenyum, Evan pun langsung berpindah menatap Alexandra setelah sejak tadi bersitatap dengan Raynevandra.


" Lexa panggil Daddy juga dari sekarang... " ucap Evan, Alexandra pun mengangguk perlahan meski sebenarnya masih merasa ketakutan jika melihat tatapan Evan yang tajam meski dalam keadaan diam.


Bruggghhh!!!


" Jangan takut lagi... Daddy memang orang yang keras seperti ini. Tapi Daddy juga menyayangi semua keluarga Daddy, Daddy menyayangi anak - anak Daddy sepenuh hati. Daddy sayang kalian... Jaga baik - baik Cucu Daddy, ya... " ucap Evan yang langsung memeluk Alexandra, tubuh Alexandra kian menegang kala Evan yang terlebih dahulu memeluknya tapi Alexandra juga merasa terharu sekaligus tersanjung telah mendapatkan penerimaan dari Evan atas dirinya pada keluarga Putra kedua keluarga Kalandra ini, tak bisa dipungkiri jika Alexandra memang masih takut dengan Evan.


" Terima kasih, Dadd... Lexa akan selalu menjaga Cucu Daddy dengan baik. " jawab Alexandra sendu dan memberanikan dirinya untuk membalas tatapan sendu Evan yang tertuju kepadanya, Evan mengangguk perlahan sembari mengusap lembut kepala Alexandra.


" Apa pun yang akan terjadi pada kalian di luar sana nanti, tetaplah saling menggenggam dan menguatkan. Jangan pernah sekalipun berfikir untuk melepaskan genggaman kala kemelut badai kehidupan datang menerpa. " pesan Evan kepada Alexandra, Alexandra dan Raynevandra nampak mengangguk bersamaan, Evan pun tersenyum teduh pada Alexandra meski senyumnya tipis dan wajahnya masih terlihat penuh kesenduan.


" Satu lagi pesan Daddy buat Alexa... " ucap Evan lagi setelah sesaat menjeda ucapannya dan kini tertuju kepada Alexandea, Alexandra kembali menoleh menatap Evan.


" Mungkin sekarang kamu belum sepenuhnya melihat semua sisi dari perangai Raynevandra. " ucap Evan lagi, Alexandra nampak memperhatikan dengan seksama.


" Ketahuilah bahwa Raynevandramu yang sekarang terlihat manis dan penyayang ini adalah seorang yang keras. " lanjutnya, Alexandra menoleh sekilas kepada Raynevandra kemudian kembali menatap Evan.

__ADS_1


" Pesan Daddy, jangan pernah mengancamnya. Dia tidak akan gentar dengan ancaman dan malah akan berbalik mengancam. Kalau tidak percaya, silahkan dicoba saja. " lanjut Evan, Alexandra hanya diam menatap Evan.


" Dan apa pun yang menjadi sebab kegelisahanmu suatu saat nanti langsung pertanyakan saja tanpa harus menyertakan tuduhan. Raynevandra sangat perasa tapi juga tempramental, emosinya sangat tinggi sama seperti Daddy. Begitupun jika kalian berdebat, segera selesaikan hingga tuntas sampai ke akar. " imbuh Evan menerangkan, Alexandra mengangguk patuh dengan wajah serius.


" Dan jikalau suatu saat nanti Putra kesayangan Daddy ini ingkar ataupun lalai akan tanggung jawabnya, Daddy sendiri yang akan menembak kepalanya jika kesalahan yang dilakukannya benar - benar fatal. " tukasnya tegas meski suaranya pelan dan wajahnya juga masih terlihat sendu, Alexandra pun kembali mengangguk tanpa membantah.


" Pertanggung jawabkan kesalahan kalian dengan benar. Daddy merestui kalian..." tegasnya dengan mata yang kembali berkaca - kaca seolah masih berat untuk melepas keduanya ke jenjang yang lebih tinggi di usia yang sedini ini, Raynevandra langsung menarik Alexandra dan membawanya untuk memeluk Evan bersamaan, Rayne pun langsung menimpali pelukan mereka, suasana haru berbalut sendu sungguh sangat kentara.


" Ayo pada mandi dulu, abis ini belanja bareng mumpung masih sore. Mommy mau cari belanjaan buat besok. " ucap Rayne kemudian setelah mereka terdiam sesaat dan baru saja mengurai pelukan, menetralkan perasaan sedih dan kecewa yang sebelumnya mengoyakkan lubuk hati terdalam.


" Mau belanja apa? " tanya Evan dan menoleh menatap Istrinya.


" Belanjain Ray buat seserahan lamarannya. Sekalian ini ada Lexa juga jadi nanti Lexa bisa pilih sendiri. " jawab Rayne, Evan nampak berpikir tapi juga mengangguk.


" Aku udah beli cincin kok, Momm... Nggak usah belanja lagi. " sela Raynevandra sambil menatap kedua Orang Tuanya bergantian.


" Yang lainnya? " tanya Rayne kembali, Raynevandra langsung menggeleng.


" Lexa biar mandi nanti aja setelah aku antar pulang. Nggak ada baju ganti juga soalnya. " ucap Raynevandra kemudian.


" Ambilkan bajunya Kakak Zee. Jangan dibiarkan mandi malam - malam apalagi Lexa sedang hamil. " tegas Rayne, Raynevandra pun mengangguk.


" Ya sudah, kalian mandi dulu. Mommy sama Daddy mandi dulu juga. " ucap Rayne lagi, keduanya pun langsung keluar dari dalam kamar Rayne dan Evan dengan bergandengan tangan, dan Rayne juga langsung bergegas ke kamar mandi sementara Evan masih tetap duduk di atas tempat tidur.


Trap... Trap... Trap...


" Jangan diapa - apain lagi anak orang! Tunggu sampai dihalalin dulu! " teriak Evan sambil geleng kepala saat melihat Raynevandra dengan sikap santainya menggandeng mesra Alexandra di depan mata kepalanya seperti tanpa sungkan.

__ADS_1


" Udah diapa - apain. " jawab Raynevandra membalas seolah menantang meski hanya bercanda untuk mencairkan kesenduan yang sedari tadi menyelimuti, Evan tersenyum sesaat tapi kemudian kembali terdiam.


" Semoga ke depannya hidupmu lebih bahagia lagi, Nak... Semoga bekal yang Daddy berikan cukup untukmu. Daddy hanya bisa mendoakanmu... " lirih Evan sendu.


" Daddy berjanji, Daddy akan membunuh siapa saja yang menghujatmu. " tegasnya dengan tatapan nyalang tapi wajahnya masih terlihat penuh kesenduan.


Ceklek...


Trap... Trap... Trap...


Brugh...


" Aku dulu apa kamu dulu yang mandi? " tanya Raynevandra saat sudah membawa Alexandra ke kamarnya dan menurunkan Alexandra di atas tempat tidur, Raynevandra menggendong Alexandra ala bridal style kala sudah berada di luar kamar Rayne dan Evan.


" Kamu aja yang duluan... Twins mendadak ngantuk dibawa masuk ke kamar Papanya. " jawab Alexandra sambil menguap.


" Pengen bobo di kamar Papa ini, ya? " ucap Raynevandra di depan perut Alexandra.


" Ya udah bobo dulu aja... Aku mandi dulu. Nanti kalau aku udah selesai aku bangunin. " ucap Raynevandra lagi, Alexandra pun mengangguk.


Cup...


Cup...


Raynevandra mengecup dan mengusap lembut perut Alexandra terlebih dahulu kemudian berpindah mengecup bibir Alexandra sesaat sebelum ia melangkahkan kakinya ke arah kamar mandi.


Trap... Trap... Trap...

__ADS_1


" Terima kasih Tuhan... Engkau sungguh Maha Baik meski hambaMu ini adalah manusia berdosa besar... Aku bersyukur akhirnya Daddy menerimaku... " gumam Alexandra dalam hati.


Ia merasa lega juga tenang setelah melihat wajah damai Evan kala menatap kepada Raynevandra dan dirinya. Dari sini ia juga paham setelah melihat dengan mata kepalanya sendiri tentang sosok Evano Gamya Kalandra yang keras tapi juga penyayang seperti yang dikatakan oleh Mama Rosa sebelumnya. Pertama kalinya menginjakkan kakinya di rumah Evano Gamya Kalandra memang membuat nyalinya menciut sebab kesalahannya dan Raynevandra yang teramat besar dan menorehkan kekecewaan yang teramat mendalam kepada kedua belah pihak Orang Tua mereka. Tapi kini perasaannya sudah tenang... Sesaat kemudian mata indah Alexandra pun tertutup dengan perlahan. Alexandra terlelap dalam damai di atas tempat tidur Raynevandra.


__ADS_2