
" Aku berangkat dulu... " ucap Devandroe yang berpamitan paling terakhir, Evan masih diam karena masih menyulut rokoknya sementara Rayne langsung berdecak kesal melihat Evan yang masih doyan merokok meski memang sudah dikurangi.
Zeevanea dan Stevano sudah berangkat terlebih dahulu meski Zeevanea berpamitan pergi ke galeri dengan raut wajah malas kepada Evan dan Evan pun juga tetap menunjukkan wajah tegasnya. Anggota keluarga besarnya dari keluarga Armaya pun juga baru saja bergegas pulang diikuti Eric beserta Sea dan anak - anak mereka pun juga sudah bubar jalan untuk melanjutkan kegiatan masing - masing. Hanya tersisa Mama Rosa saja yang kini tengah mengantarkan sarapan untuk Raynevandra ke dalam kamarnya. Alexandra yang masih duduk di tempat duduknya itu pun hanya mampu menatap kelu kepada Devandroe karena Alexandra merasa bersalah, tapi kemudian Alexandra langsung menundukkan kepalanya.
" Jadi minta pindah? " tanya balik Evan kepada Devandroe, Devandroe langsung mengangguk.
" Kamu anak Lelaki Daddy, kamu juga adalah calon Pria dewasa... Pondasimu harus diperkuat sejak usia dini. " jawab Evan tegas sambil menghembuskan asap rokoknya ke belakang setelah menolehkan kepalanya karena Rayne dan Alexandra tengah duduk di hadapannya, Devandroe hanya menatap Evan dengan diam.
" Jangan melarikan diri dari masalahmu... Hadapi kesakitanmu bagaimanapun sakitnya itu... Percayakan Alexandra kepada Adikmu yang memang telah menjadi Suami dari Alexandra. " tegas Evan sembari menatap Devandroe dan Alexandra bergantian.
" Maaf, Dadd... Ini semua bukan karena Ale dan Ray. " sanggah Devandroe, Evan langsung menukikkan kedua alisnya.
" Lalu? " tanya balik Evan, Devandroe hanya diam dan langsung menundukkan kepala, tak bisa menjawab pertanyaan Evan karena sebenarnya Devandroe berbohong dan memang ingin menjauh dari kehidupan Alexandra dan Raynevandra, Evan dan Rayne pun semakin yakin jikalau alasan keinginan pindah Devandroe adalah karena Alexandra dan Raynevandra.
" Izinkan saja, Mas... " sela Rayne memelas tak tega dengan Devandroe.
" Tidak, Sayang. " jawab Evan yang langsung menolak tegas permohonan Rayne.
" Tanggung jawab sebagai seorang Pria itu berat... Kalau kita tidak bisa mendidik dan memberikan pondasi yang lebih kuat lagi kepada Devandroe sekarang ini, aku khawatir Devandroe akan selalu melarikan diri jika Devandroe kembali dihadapkan dengan masalah selanjutnya. " lanjut Evan menjelaskan dengan detail kepada Rayne.
" Aku yakin Putra kesayangan kita ini bukanlah seorang Pengecut. " tukas Evan sambil menatap dalam dan tersenyum teduh kepada Istrinya.
" Anak Daddy hanya tinggal kamu yang masih berada dalam posisi jalur aman... " ucap Evan lagi setelah beberapa saat terdiam sembari terus menatap Devandroe yang juga mendiam.
" Harapan Daddy hanya tersisa kepadamu saja. " lanjutnya.
" Tetaplah tinggal di rumah kita... Jadilah Ksatria yang tidak pernah takut akan terpaan masalah selama kamu tetap berada dalam kebenaran. Tetaplah menjadi anak baik kesayangan Daddy yang selalu kuat dan selalu siap untuk menghadapi segala macam masalah dalam kehidupan ini... " lanjutnya lagi dengan menatap penuh harap kepada Devandroe.
__ADS_1
" Yakinlah akan hadirnya pelangi setelah hujan deras itu pergi. Yakinlah jika suatu saat nanti akan ada kebahagiaan lain yang lebih indah lagi untukmu setelah kamu merasakan kekecewaan kepada Adikmu. " tukasnya sambil menganggukkan kepalanya untuk meyakinkan Devandroe.
" Maaf, Dadd... Berikan Andru waktu untuk memberikan keputusan. " jawab Devandroe pelan juga takut dan tidak enak hati dengan Evan.
" Baiklah... " jawab Evan dan langsung berdiri dari tempat duduknya.
" Jangan berlama - lama menggantungkan masalah. " lanjut Evan, Devandroe pun mengangguk.
" Tanamkan ketegasanmu dalam mengambil setiap keputusan yang akan kamu ucapkan. " tukasnya, Devandroe pun kembali mengangguk.
" Ayo, Lexa... Kita berangkat sekarang. Daddy yang antar kamu ke sekolah. " ucap Evan kepada Alexandra, Alexandra pun mengangguk kemudian langsung bangkit dari tempat duduknya diikuti oleh Rayne juga.
" Lexa berangkat dulu ya, Momm... " pamit Alexandra kepada Rayne sambil mencium punggung tangan Rayne.
" Iya, Sayang... " jawab Rayne sambil mengecup singkat kening Alexandra.
" Aku juga berangkat... " ucap Devandroe kepada Rayne, Devandroe langsung salim juga tak lupa mengecup singkat bibir Mommy-nya, Rayne pun kembali menganggukkan kepalanya.
" Salim juga sama Kakak-mu dulu... " titah Evan kepada Alexandra, Alexandra dan Devandroe nampak langsung celingukan kaku dan sama - sama terlihat langsung blank seketika, Evan langsung terkikik sambil geleng kepala sementara Rayne memahami jika keduanya sama - sama canggungnya.
" Nggak papa, Sayang... Salim dulu sama Kakak Andru. Sekarang kita sudah menjadi keluarga. " timpal Rayne berucap yang langsung membuyarkan kekeakuan yang tergambar pada wajah Devandroe dan Alexandra.
" Aku berangkat dulu. " ucap Alexandra yang langsung berpamitan dengan berucap cepat dan langsung menarik paksa tangan kanan Devandroe untuk disalami kemudian langsung memberikan jarak kembali setelah tangannya di lepas, dan lagi ia pun kembali menunduk, Devandroe tak menjawab hanya mengangguk kaku.
Cup...
" Aku berangkat dulu... Di rumah aja nggak usah ke galeri kalau masih capek. " ucap Evan kepada Rayne sembari berpamitan, Evan khawatir Rayne kelelahan karena pergelaran acara pernikahan sederhana Raynevandra dan Alexandra kemarin, Rayne hanya mengangguk dan saling bersitatap dengan Evan.
__ADS_1
" Hati - hati ya, Mas... " jawab Rayne dan langsung meraih tangan kanan Evan untuk dicium dan Evan pun langsung mengecup bibir Rayne sambil sama - sama tersenyum melihat tingkah Alexandra dan Devandroe.
Cup...
" Daddy kerja dulu... Anteng sama Mommy ya, Sayang... " Evan yang sudah mengurai kecupannya di bibir Rayne nampak langsung mengangkat sedikit celana panjangnya kemudian berjongkok di hadapan Rayne dan mengecup perut Rayne sembari berucap dan mengelusnya mesra kemudian Evan langsung berdiri kembali.
Nampak terbesit rasa bersalah yang kian menyeruak di dalam hati Alexandra kala melihat kemesraan dan kehangatan yang terjalin pada keluarga Evan. Alexandra merasa bersalah karena kesalahannya dengan Raynevandra itu tanpa sengaja membuat hubungan dekat diantara Devandroe dan Raynevandra merenggang. Evan pun langsung menggamit pinggang Rayne dengan mesra dan berjalan keluar rumah untuk segera berangkat bekerja, diikuti oleh Devandroe dan Alexandra di belakangnya yang berjalan sendiri - sendiri.
Trap... Trap... Trap...
" Ayo, Lexa... " ajak Evan sembari berjalan memutar untuk segera masuk ke dalam mobil.
" Sebentar, Dadd... Aku lupa belum pamit sama Ray. " jawab Alexandra jujur meski sungkan karena di hari pertama ini ia malah melupakan berpamitan kepada Suami-nya, Alexandra baru mengingat jika belum berpamitan kepada Raynevandra setelah melihat mobil Raynevandra berada di barisan mobil keluarga Evan yang sudah disiapkan oleh Bram dan Bisma di pelataran paviliun belakang rumah Evan.
" Ya sudah cepetan. " jawab Evan sambil geleng kepala, Rayne jadi ikut tersenyum melihat Alexandra, Alexandra pun langsung berbalik badan dan berlari masuk ke dalam rumah.
Trap... Trap... Trap...
" Jangan lari! " pekik Rayne dan Devandroe bersamaan mengingat Alexandra yang juga tengah hamil muda, mendengar suara Devandroe membuat Rayne dan Evan langsung menatap Devandroe bersamaan.
" Aku berangkat dulu. Assalamualaikum. " pamit Devandroe dan langsung bergerak menuju mobilnya, Evan dan Rayne nampak saling pandang dengan tatapan penuh kesenduan yang sama.
Trap... Trap... Trap...
Bruuum... Whuuussszzzhhh...
Setelah beberapa saat menunggu Alexandra berpamitan kepada Raynevandra, Alexandra pun kembali menghampiri Rayne dan Evan yang masih berada di depan Paviliun belakang. Stelahnya Evan dan Alexandra pun berangkat bersama dan Rayne langsung masuk ke dalam rumah setelah mobil Evan tak lagi terlihat oleh pandangannya.
__ADS_1
Trap... Trap... Trap...
Bruuum... Whuuussszzzhhh...