
" Terus kenapa waktu itu ada pesta pernikahan lagi waktu aku kecil, Dadd, Momm? " tanya Zeevanea mengingat pesta pernikahan kedua Orang Tuanya ketika ia masih kecil, Evan menatap Rayne sekilas.
" Mommy dan Daddy pernah bercerai, Zee... Bukan hanya berpisah, tapi Daddy dan Mommy benar - benar bercerai. Kalian berdua tau itu meski mungkin saat itu kalian berdua belum paham betul dengan apa yang Daddy katakan. Daddy sudah menjelaskan hal itu sebelumnya kepada kalian berdua. Kalian berdua pasti ingat, beberapa Minggu Daddy pulang menjemput kalian saat week end. Pada saat itu Daddy dan Mommy sudah resmi bercerai. " ucap Evan sembari menghela nafas berat, tapi matanya terlihat memerah seperti menahan amarah membara, Zeevanea dan Stevano nampak memutar ke belakang memori pikiran masa kecilnya.
" Tapi ternyata nasib baik kembali berpihak pada Daddy... Kehadiran Devandroe dan Raynevandra di dalam rahim Mommy lah yang menyelamatkan keluarga kita ini hingga sekarang. " tegasnya, Raynevandra dan Devandroe yang tak paham jadi saling melempar pandang.
" Sebelum Daddy menuruti keinginan Mommy untuk bercerai, Daddy sengaja mempersiapkan kehadiran bayi penyelamat di dalam perut Mommy tanpa Mommy sadari. Karena Daddy rasa cuma cara itulah yang dapat Daddy lakukan untuk menahan Mommy agar tidak lagi pergi. Daddy tidak ingin bunuh diri lagi, ada Stevano dan Zeevanea di depan mata Daddy yang harus Daddy pertanggung jawabkan kehidupannya. Stevano dan Zeevanea sudah cukup merasakan kekurangan kasih sayang Daddy waktu mereka kecil. Mereka terlahir tanpa adanya Daddy, mereka juga merasakan kepedihan atas kehancuran keluarga kita. Stevano dan Zeevanea juga pernah merasakan di bully karena dianggap tidak mempunyai Daddy. Dan bersyukurnya Daddy, Tuhan mengijabah doa dan usaha Daddy untuk terus mempersatukan keluarga kita yang penuh cinta ini. " jelasnya lagi, Evan terkikik sekilas mengingat kegilaannya waktu itu.
" Lah ngapain Mommy minta cerai sama Daddy? Daddy kurang Bucin? Atau Daddy ketahuan selingkuh?" celetuk Raynevandra dengan rentetan pertanyaannya yang seolah menjurus untuk menuduh Evan.
" Enak aja! " potong Evan kesal, keempat anak ini langsung menatap Evan sementara Rayne langsung menundukkan kepalanya.
" Kan julukan Daddy juga mantan Cassanova. " jawab Raynevandra logis, Evan langsung terkikik sambil geleng kepala.
" Mommy yang selingkuh, Ray... " ucap Rayne dengan kepala tetap menunduk, air matanya kembali mengalir deras.
" Apa??? " pekik Raynevandra dan Devandroe bersamaan saking terkejut karena tak percaya, sementara Zeevanea dan Stevano tetap terlihat tenang dengan pikiran yang masih memutar mundur memori ke belakang.
__ADS_1
" Gimana bisa Mommy selingkuh? Daddy aja sebucin ini... Ya meskipun kata teman - teman Daddy kalau Daddy mantan Cassanova. " ucap Raynevandra yang seolah tak terima.
" Mommy memang salah, Sayang... Mommy lah yang menghianati Daddy. Mommy pergi dan menggugat cerai Daddy tapi hingga saat Daddy dan Mommy bertemu kembali ternyata hingga saat itu Daddy tidak pernah mau untuk menanda tangani berkas permohonan cerai dari Mommy. Kepergian Mommy kala itu yang menjadikan Daddy hancur dan kembali menggila. " ucap Rayne yang akhirnya memberanikan diri untuk mengangkat kepalannya dan menatap Raynevandra.
" Memang sejak SMA Daddy sering gonta ganti Pacar tapi tidak pernah selingkuh dari Pacarnya. Daddy kalian Kapten Basket idola, keren, anak orang kaya. Siapa yang tidak terpesona meskipun Daddy terkesan dingin dan arogan? Hal itu justru semakin membuat para Gadis penasaran. Tapi semua terhenti kala Daddy sudah bersama Mommy. Beruntungnya Mommy yang bisa bersanding dengan Daddy meski Oma tak menyetujui hubungan kami. " jelasnya lagi.
" Kaya aku dong jadinya... Sekolah SMA kita juga sama, aku Kapten Basket juga. " ucap Raynevandra sambil nyengir, Stevano langsung menyikut Raynevandra karena kini pembicaraan mereka serius.
" Eh, balik lagi... Tapi Mommy kenapa pergi? Mommy pergi kemana? " rentetan tanya Raynevandra yang kian penasaran.
" Dan tanpa Mommy ketahui, ternyata dari kepergian Mommy itu menimbulkan banyak luka dan korban di dalam keluarga besar kita hingga akhirnya Mommy kembali bertemu Daddy di Paris waktu itu. Mommy pergi ke Venice, tapi setelah galeri di Venice berkembang Mommy memboyong Kakak Steve dan Kakak Zee ke Paris juga dengan berdirinya galeri pusat yang ada di Paris. " imbuhnya.
" Cukup! " potong Evan, Evan yang beberapa saat lalu mendiam seolah tak kuat lagi jika harus kembali mengingat pertemuannya kembali dengan Rayne waktu itu, dadanya terasa semakin sesak yang teramat sesak.
" Anak - anak berhak tau, Mas... " lirih Rayne dan langsung menggenggam tanga Evan, Evan melepaskan genggaman tanga Rayne dan langsung menyulut rokoknya dan menghadap ke arah lain.
" Opa meninggal setelah melihat pertengkaran Daddy dan Mommy yang berujung dengan kepergian Mommy dari rumah ini waktu itu. Nenek juga jatuh stroke setelah mendengar kabar jika Mommy pergi dari rumah dengan membawa Stevano dan Zeevanea. " jelasnya, menarik nafas panjang dan kembali berucap.
__ADS_1
" Dan luka di pergelangan tangan Daddy ini juga akibat kesalah pahaman Mommy waktu itu... " imbuhnya, diraihnya tangan Evan dan diciumnya pergelangan tangan Evan yang masih menyisakan bekas sayatan pada bagian urat nadi tersebut meski Evan masih enggan menatapnya dan tetap menatap ke arah lain meski Rayne menggenggam tangannya.
" Daddy sudah putus asa karena tak mampu lagi membuat Mommy percaya dan tak bisa menahan Mommy untuk tetap tinggal. Hingga akhirnya Daddy benar - benar menyayat urat nadinya ini tapi Mommy tetap pergi meski Daddy terus berteriak memanggil nama Mommy. Daddy berniat mengakhiri hidupnya jika Mommy tetap memaksa pergi dari rumah. Tapi Mommy tetap pergi dari rumah, sayatan ini adalah bukti nyata besarnya cinta Daddy untuk Mommy. " tukasnya, Zeevanea sudah tak kuasa lagi menahan air matanya, ia langsung memeluk Stevano yang duduk di sampingnya, menangis dalam pelukan saudara kembarnya.
" Stevano dan Zeevanea pasti ingat kalau dulu kita pernah tinggal di Venice hingga akhirnya kita pindah ke Paris. " lirihnya, Stevano dan Zeevanea pun menganggukkan kepalanya.
" Selama Mommy dan kalian berdua pergi, Daddy tetap mencari keberadaan kita kemana - mana bertahun - tahun lamanya. Daddy mengerahkan seluruh anggota Arm Guard juga untuk terus mencari keberadaan Mommy dan Stevano juga Zeevanea. " jelasnya.
" Daddy kalian hancur karena Mommy, Nak... Daddy tidak pernah lagi menginjakkan kakinya di rumah kita ini setelah kepergian Mommy. Daddy jadi tak terurus karena terus fokus berusaha mencari keberadaan Mommy hingga Daddy sendiri melupakan dirinya sendiri. Daddy susah makan, Daddy selalu nangis kalau mau makan... Daddy takut kami bertiga tidak bisa makan dengan layak. Dan yang lebih parah lagi, Daddy gila *** dan mencari pelampiasan setiap malam karena Daddy tak bisa tidur tanpa melakukan kegiatan itu. Dari situlah Daddy mendirikan club malam. " jelasnya dengan pelan dan perlahan disertai deraian air mata yang sangat deras.
" Dan puncaknya... Ketika Daddy menemukan Mommy di galeri waktu itu... Stevano dan Zeevanea melihat dengan mata kepalanya sendiri ketika Daddy menggendong Mommy keluar dari galeri dengan keadaan yang bersimbah darah. " ucapnya sambil menatap Evan yang enggan menatapnya.
" Pertemuan yang seharusnya membahahiakan untuk Daddy tapi Daddy malah mendapatkan kejutan kesakitan yang lebih besar lagi dari Mommy. " imbuhnya, dipegangnya dagu Evan yang wajahnya dipalingkan, ditolehkannya menghadap ke arahnya.
" Saat Daddy berhasil menemukan Mommy di galeri kita di Paris... " ucap Rayne dan menjeda sejenak.
" Mommy sedang mengandung darah daging dari Pria lain dengan status Mommy yang ternyata tetap Nyonya Evano Gamya Kalandra tanpa Mommy ketahui. " ucapnya pelan sambil menatap dalam mata Evan yang penuh akan kobaran api kecemburuan yang tetap terlihat hingga sekarang.
__ADS_1