
Trap... Trap... Trap...
" Stevano kemana, Mas? Tadi perasaan di rumah. " ucap Rayne pada Evan ketika mereka sampai di lantai atas tapi sepertinya rumah mereka terlihat sepi.
" Tadi wassap katanya jalan sama temennya. " jawab Evan sembari melepas sepatunya, Rayne terlihat mengernyitkan keningnya.
" Kok nggak pamit sama aku? " tanya Rayne sedikit kaget, Evan hanya menjawab dengan menggedigkan bahunya.
" Ray sama Andru belum pulang juga? " tanya Evan yang mengetahui jika si kembar kecil itu sedang menginap di rumah utama keluarga Kalandra karena Evan menggoda mereka akan menyetop uang jajannya setelah kalah bertanding basket dengan Evan tempo hari sehingga mereka mencari perlindungan uang jajan kepada Omanya, Rayne hanya menjawab dengan gelengan kepalanya.
" Ya udah buruan mandi, itu aku udah siapin airnya. " ucap Rayne dan sudah kembali dari kamar mandi, Evan yang sudah melepaskan semua pakaiannya di dalam kamar pun segera beranjak mandi tanpa penutup apa pun dengan begitu santainya, Rayne langsung memasukkan pakaian kotor Evan ke dalam keranjang.
Trap... Trap... Trap...
" Yang... " panggil Evan berteriak dari dalam kamar mandi.
" Iya, Mas... " ucap Rayne berteriak juga karena ia sedang mengambilkan pakaian Evan di dalam ruang pakaian.
" Kesini sebentar. " teriak Evan lagi, Rayne pun beranjak setelah meletakkan pakaian ganti untuk Evan.
Trap... Trap... Trap...
" Apa, Mas... " ucap Rayne saat sudah masuk ke dalam kamar mandi, Evan sudah menceburkan dirinya ke dalam bak mandi besar itu.
" Sini dong, mandi bareng... Kamu juga pasti gerah abis dari galeri. Biasanya kalau abis dari pergi pasti mandi. " ucap Evan santai sembari mengurut sesuatu di sela kakinya yang sudah terbenam dalam air itu tanpa diketahui oleh Rayne sembari meyakinkan Rayne.
" Mandi aja, kan? " tanya Rayne memastikan, Evan langsung mengangguk begitu saja dan Rayne pun mempercayainya tanpa ada sedikit pun perasaan curiga lagi.
Rayne pun akhirnya melepaskan satu demi satu helai penutup tubuhnya. Ia memang selalu langsung mandi ketika ia baru saja pulang dari bepergian. Dan ia pun langsung bergabung dengan Evan yang sudah terlebih dahulu berendam disana.
__ADS_1
Jleb!!!
Akhhh!!!
Evan menarik pinggang Rayne ketika Rayne akan menceburkan dirinya. Dan ternyata tepat sasaran seperti yang sudah diperhitungkan oleh Evan. Perisai yang sudah mengencang itu langsung menancap tegak memenuhi liang surga dunia milik Rayne. Rayne dan Evan pun menjerit nikmat bersamaan seiring dengan masuknya perisai itu ke dalam sarangnya.
" Nakal, ih! " kesal Rayne kala Evan langsung memeluknya setelah kedua bagian inti mereka menyatu sempurna.
" Surprise, dong. " jawab jahil Evan, Rayne hanya geleng kepala sambil tersenyum, Evan pun ikut terkikik sembari tangannya mulai menjalari dada Rayne dan mulai lah perterungan di dalam air mereka.
Sementara kaki panjang Evan diselonjorkan, Evan pun langsung mengintruksikan kepada Rayne agar bergerak naik turun di atasnya. Tapi Rayne tak langsung bergerak, Rayne terlebih dahulu memutar tubuhnya sehingga posisinya kini berhadapan dengan posisi duduk Evan. Bergelombanglah air tenang di dalam bathup itu seiring dengan pergerakan Rayne dan Evan yang berendam nikmat bersama di dalamnya, air di dalam bathub itu pun beriak bergelombang kesana kemari hingga muncrat keluar seiring dengan naik turunnya tubuh ramping Rayne yang sudah bergerak liar di atas pangkuan Evan.
" Oughhh... " lenguh Evan yang merasakan kenikmatan tiada tara ketika Rayne bergerak naik turun manja menjapit perisainya, sementara Evan pun terus saja memanjakan dua gegunungan yang melambai nakal di depan matanya dan sesekali menyelinginya dengan ciuman mesranya kepada Rayne, Rayne pun ikut merem melek sama - sama merasakan sensasi yang tercipta.
" Mashhh... Eunghhh... " rintih Rayne ketika gegunungan itu disesap dalam oleh Tuannya, sensasi lidah menari di atas gegunungan itu sungguh membuat Rayne semakin melayang seiring dengan pergerakan naik turunnya.
" Oughhh... Sayang... " lenguhan Evan kembali mengalun seiring dengan pergerakan Rayne yang kian memanas meski masih dengan posisi naik turun itu di atas pangkuannya, leher jenjang putih mulus itu pun tak lepas dari jajahan Evan.
" Akh... Mash... Akh... Akh... " rancu Rayne yang mulai menikmati permainan belakang yang Evan suguhkan.
" Mash... Akh... " rancu Rayne yang semakin menggila menikmatinya, bahkan Evan selalu berusaha untuk bisa menjamah bagian - bagian sensitif lainnya meski ia sedang menusuk dari belakang.
Oughhh...
Akhhhhh...
Berbagai posisi nikmat pun mereka coba selama hampir dua jam lamanya. Hingga tersemburlah larva kental milik Evan yang langsung dimuntahkan di dalam liang surga dunia milik Rayne yang juga sama - sama menegang karena Rayne juga terlihat menyemburkan kebasahan di bawahnya.
Huh... Huh... Huh...
__ADS_1
Keduanya terlihat kelelahan. Keringat mengucur deras. Air mandi di dalam bathup pun segera dibuang, keduanya pun mandi bersama - sama di bawah guyuran air shower yang juga berada di dalam kamar mandi mewahnya. Saling membantu membalurkan sabun mandi hingga membilasnya kembali. Dan hingga keduanya kembali lagi berganti pakaian kemudian rebahan santai di atas ranjang nan empuk milik mereka setelah serentetan ritual bebersih itu terselesaikan meski Evan hanya mengenakan bokser saja tanpa atasan. Dan beruntungnya Rayne karena Evan sangat mengerti kelelahannya. Evan tak segan menggendong Rayne ketika Rayne akan beranjak keluar dari kamar mandi hingga Rayne selesai berganti pakaian di dalam walk in closet dan yang terakhir Evan menggendong Rayne setelah Rayne selesai mematut wajahnya di depan cermin rias, memindahkan Rayne melalui gendongannya ke atas tempat tidur empuk itu. Rayne bahagia sekali, bahkan Rayne juga sampai geleng kepala melihat sikap Suaminya yang sangat manis ini. Memanjakannya dalam hal kecil seperti ini sudah membuat Rayne sangat bahagia.
Trap... Trap... Trap...
" Hamil lagi, ya... Lepasin KBnya. " ucap Evan karena setelah melahirkan si kembar Ray dan Andru, Rayne langsung memutuskan untuk program KB, tentunya dengan persetujuan Evan, keduanya sudah berpindah ke ranjang dan rebahan bersama sembari berbagi pelukan.
" Mas... Nanti Zeevanea mencak - mencak. " ucapnya lirih, takut Zeevanea beneran marah.
" Mas udah tau sendiri kan Zeevanea tadi jawab gimana. " lanjutnya.
" Udah lah, Yang... Nanti setelah tau kamu hamil Zeevanea pasti nggak akan marah, dan setelah Adeknya lahir Zeevanea juga pasti sayang sama Adeknya. " bujuk Evan.
" Marah enggak berlanjut, tapi bayangin teriak - teriaknya dia. " ucap Rayne, Evan langsung terkikik sembari mengusap lembut perut ramping milik Istrinya.
" Kamu udah tua masih ngebet aja nambah anak. " ucap Queen lagi.
" Makin tua makin mateng dong. " jawab Evan santai, Rayne hanya menggeleng tak habis pikir dengan Suaminya.
" Bikin anak selusin lagi pun aku masih kuat. " jawab Evan jumawa.
" Lebar dong Mas kalau sampai selusin. " ketus Rayne sembari terkikik sendiri.
" Hahaha... " Evan malah tertawa ngkak.
" Masih belum empat puluh tahun dibilang tua. Enak aja. " protes Evan.
" Aku masih tiga lima, dan kamu masih tiga empat. " lanjutnya.
__ADS_1
" Tapi kan bahaya Mas kalau aku hamil dan melahirkan di usia ini. Usia yang cukup rawan untuk melahirkan. " jawab Rayne.
" Nggak boleh pesimis, dong. Harus optimis kalau kehamilanmu hingga melahirkanmu kali ini pasti baik - baik saja. " tukas Evan, Rayne hanya mengangguk meski masih merasakan sedikit kekhawatiran hatinya.