
Sesuai perkataannya pagi tadi, kini Dygta dan Aga langsung bertandang ke Rumah Sakit untuk menemui Evan juga Zeevanea setelah baru saja Dygta menghubungi Stevano. Dan Rayne pun juga baru saja tiba di Rumah Sakit bersama Richie. Rayne langsung berlari menuju ruang perawatan Zeevanea karena kini Zeevanea sudah sadar dan sudah dipindahkan ke ruang perawatan.
Trap... Trap... Trap...
Ceklek...
" Sayang... " ucap Rayne khawatir dengan bersimbah tangis ketika ia baru saja membuka pintu ruangan perawatan Zeevanea, Rayne langsung berlari ke arah Zeevanea berbaring, Evan dan Stevano juga Maura yang semula duduk di sofa dan saling diam langsung berdiri seketika, Richie berdiri di dekat Evan.
Trap... Trap... Trap...
Hiks... Hiks... Hiks...
" Kamu kenapa, Sayang? Kenapa sampai masuk Rumah Sakit begini, hmmm? " tanya Rayne khawatir, Rayne dan Zeevanea saling bersitatap dengan mata yang sama - sama basah karena keduanya menangis.
" Zee nggak papa, Mommy... Mommy nggak boleh nangis. " jawab Zeevanea sok tegar meski kenyataannya kini air matanya nampak mengalir, ia menghapus lembut air mata Mommynya meski ia sendiri juga menangis, Rayne pun sebaliknya juga menghapus air mata Zeevanea.
" Zeevanea dikunciin Daddy di kamar mandi semaleman. " celetuk Stevano dengan mata berkaca - kaca, tak tega dengan Zeevanea, Rayne yang tengah membungkuk memeluk Zeevanea langsung menoleh menatap Evan dan langsung menghampiri Evan.
Trap... Trap... Trap...
" Gimana bisa Mas Evan kunciin Zeevanea di kamar mandi semaleman? Zeevanea salah apa, Mas? " sentak Rayne emosi seketika, Richie pun tak kalah terkejutnya mendengar penuturan Stevano.
" Aku nggak terima Zeevanea ketemu Bajingan tengik itu diem - diemdi belakang aku! " jawab Evan datar meski sebenarnya ia juga tak tega dengan Zeevanea tapi gengsinya masih membumbung tinggi, Rayne langsung menganga membuka mulutnya saking terkejutnya, Maura langsung memeluk Stevano yang terlihat teeruka atas kejadian ini.
" Gila kamu, Mas! " sentak Rayne emosi.
__ADS_1
" Kamu mau bunuh anak kamu sendiri, hah? " lanjut Rayne berteriak murka.
" Gue nggak nyangka Lo tega kaya gini sama Zee. " timpal Richie sambil geleng kepala.
" Aku benci penghinatan. " tegas Evan datar, Rayne masih menatap tajam pada Evan dengan bersimbah air mata, Richie nampak menatap swndu pada Zeevanea.
" Zeevanea hianatin aku dengan ketemu sama Bajingan tengik itu tanpa sepengetahuanku dan tanpa berbicara kepadaku. " jelas Evan, Rayne langsung menggeleng - gelengkan kepalanya tak menyangka Evan bisa sekejam ini kepada Zeevanea.
Tok... Tok... Tok...
Kericuhan itu menghening seketika saat terdengar ketukan pintu dari luar kamar perawatan Zeevanea. Maura langsung melepas pelukannya dan sigap membuka pintu ruang perawatan Zeevanea itu untuk melihat siapa tamu yang datang berkunjung. Setelah membuka pintu dan melihat siapa yang datang, Maura pun mempersilahkan masuk tamu yang datang itu. Keadaan di dalam ruang perawatan Zeevanea masih tegang meski mereka mendiam.
Trap... Trap... Trap...
" Untuk apa lagi kalian datang kesini? " tanya Evan dingin sembari melirik sinis pada Dygta dan Aga yang baru saja masuk ke dalam ruang perawatan Zeevanea.
" Dyg...ta... " lirih Rayne memanggil nama Dygta terbata, Dygta yang semula menahan tatapannya untuk tidak menoleh pada Rayne jadi langsung menoleh karena Rayne menyebut namanya, Evan menatap tajam pada Rayne.
" Ya, Queen... Ini aku. " sapa Dygta sok biasa saja meski sebenarnya ia ingin merengkuh Rayne ke dalam pelukannya sakjng rindunya Dygta kepada Rayne, Aga pun juga tersenyum kepadanya.
" Dygta tolong ceritain sekarang sama Mas Evan gimana ceritanya kamu ketemu Zeevanea tempo hari. " ucap Rayne tergesa - gesa tanpa basa - basi lagi dan langsung bergerak maju untuk mendekat kepada Dygta.
" Berhenti! " teriakan bariton suara Evan yang langsung emosi dan tatapan tajamnya semakin menajam saja ke arah Rayne, rahangnya pun ikut mengeras, urat lehernya terlihat memyembul keluar, Rayne pun langsung berhenti dan menatap Dygta sembari terus menangis.
" Aku nggak sengaja ketemu Zeevanea waktu aku jemput Istriku Kinan belanja. Terus aku ajak Zeevanea sama Anya makan siang bareng sama Kinan. Dan aku juga nggak tau kalau ternyata Nicki ngelihat waktu aku makan siang sama Zeevanea sampai Nicki nuduh Zeevanea Sugar Babynya Pak Evan. " jawab Dygta tegas juga jujur, matanya terkunci pada tatapan mata Rayne yang menatapnya dengan bersimbah air mata.
__ADS_1
Hiks... Hiks... Hiks...
" Kamu denger itu, Mas! " teriak Rayne kian marah dengan Evan, langsung menoleh menatap Evan kembali.
" Hanya karena ketidak sengajaan itu kamu tega menyiksa darah daging kamu sendiri sampai seperti ini? Kamu tega kunciin Zeevanea di kamar mandi semaleman? " lanjut Rayne dengan emosi yang meninggi, Dygta dan Aga saling melempar pandang terkejut, tapi mereka berdua juga tetap berusaha menahan diri untuk tidak ikut campur.
" Benar begitu Zeevanea? " tanya Evan datar tanpa menatap Zeevanea, Zeevanea hanya mengangguk dan kembali menangis, Evan seolah tak bisa percaya begitu saja dengan ucapan Dygta.
" I...ya..., Daddy... " jawab Zeevanea terbata lirih.
" Yang dibilang Papi Dygta itu bener, Dadd... Zee nggak bohong sama Daddy. Ampuni Zee, Dadd... Zee emang salah karena nggak langsung cerita dan terus terang sama Daddy. Jujur Zee takut Daddy marah kalau Zee cerita... " lanjutnya menjelaskan kepada Evan dengan bibir dan tubuh bergetar karena sangat takut dengan Evan.
" Zee berani sumpah, Dadd... Zee nggak sengaja ketemu Papi Dygta waktu Zee lagi jalan sama Kakak Anya ke mall sama temen - temen Zee juga tapi kedua temen Zee pulang duluan jadinya tinggal Zee sama Kakak Anya. Zee nggak ketemuan diem - diem sama Papi Dygta di belakang Daddy. Sungguh, Dadd... Kalau Daddy masih nggak percaya sama Zee juga Daddy bisa tanya sama Kakak Anya. Sumpah, Dadd... Demi Allah Zeevanea nggak bohong sama Daddy. Zeevanea sayang Daddy... " jelasnya terisak - isak semakin bersimbah deraian tangis yang kian menderas, tangis Rayne kian pecah mendengar ungkapam sayang Zeevanea kepada Evan meski Evan telah menyiksanya sekejam ini.
" Kamu boleh benci sama Dygta, Mas! Aku juga tau kamu pernah terluka karena aku dan Dygta. Tapi lihat Zeevanea! Dia darah dagingmu, kamu adalah cinta pertamanya meski pada kenyataannya dia lahir tanpa kamu. Masa kecilnya pun tak sebahagia anak - anak lain di luaran sana yang lengkap dengan kedua Orang Tuanya. Jangan seenaknya menghukum Putrimu dengan sekejam ini, Evan! " teriak Rayne meradang sembari bersimbah air mata.
" Itu semua salahmu yang tak mau mendengarkan penjelasanku! " teriak Evan yang juga langsung meradang, menyanggah tak kalah murka dengan deguban di dada yang naik turun tak beraturan saking emosinya.
" Diam! " teriak Richie yang emosi dengan Evan dan Rayne yang malah berdebat merembet kemana - mana.
" Kalau kalian berdua disini cuma mau bertengkar lebih baik kalian berdua keluar. Biar Zeevanea sama Gue. " tegas Richie, Rayne pun langsung mendiam, Evan pun langsung merengkuh Rayne ke dalam dekapan hangatnya.
" Udah tau Evan nggak kenaan malah bahas yang udah - udah! " kesal Richie dengan menatap kesal kepada Rayne.
" Daddy... " lirih Zeevanea memanggil Daddynya, Evan langsung memebawa Rayne mendekat pada Zeevanea dan memeluk Zeevanea bersama - sama.
__ADS_1
Trap... Trap... Trap...