
Trap... Trap... Trap...
" Bibi... Bi Nani... " panggil Mama Rosa pada salah satu Asisten Rumah Tangganya.
Trap... Trap... Trap...
" Saya, Nyah... " ucap Bi Nani sambil menghampiri Mama Rosa yang juga baru masuk ke dalam rumah.
" Evan di rumah? " tanya Mama Rosa sambil celingukan karena tadi ketika hendak masuk ke dalam rumah melihat salah satu mobil Evan terparkir di teras depan rumah.
" Iya, Nyah... Mas Evan sama Nak Raka disini. " jawab Bi Nani yang memang tadi melihat ketika Evan dan Raka datang.
" Eh... Bukannya masih di Bali? " tanya Mama Rosa pada dirinya sendiri, Bi Nani hanya diam karena memang tidak tahu.
" Ya sudah, Bibi lanjutin lagi kerjaannya. Saya mau lihat Evan dulu. " ucap Mama Rosa, Bi Nani pun mengangguk kemudian keduanya langsung beranjak dan berpisah arah.
Trap... Trap... Trap...
Ceklek...
Cup...
" Loh, Dek... Kamu udah pulang dari Bali? Istri sama anak - anakmu mana, kok kayanya sepi? " tanya Mama Rosa langsung kala melihat Evan yang sedang rebahan di ranjang di dalam kamar Mama Rosa sambil memainkan ponsel pintarnya tak lupa juga mengapit sebatang rokok di sela jarinya, nampak jendela besar di kamar itu terbuka lebar semua, asbak dan rokok pun setia menemani Evan disana, Mama Rosa yang melihat hal itu langsung geleng kepala.
" Aku pulang duluan. " jawab Evan kemudian langsung mencium punggung tangan Mama Rosa dan bercipika - cipiki setelah mematikan rokoknya dan meletakkan ponsel pintarnya di atas nakas yang ternyata juga kehabisan daya, Mama Rosa nampak mengerutkan kening, merasa ada yang janggal dengan Evan.
" Ada apa, hmm? " tanya Mama Rosa tak mau menahan curiga, Mama Rosa duduk di atas ranjang, Evan pun langsung merebahkan kepalanya di pangkuan sang Mama tercinta.
" Nggak ada apa - apa, Mam... Aku lagi kangen Mama aja. " jawabnya berkilah dengan tersenyum paksa, Mama Rosa terus menatap Evan sembari mengusap lembut kepalanya.
" Mama dari mana? " lanjut Evan bertanya untuk mengalihkan pembicaraan.
" Dari arisan... " jawab Mama Rosa, Evan pun mengangguk dalam pangkuannya.
" Kamu udah lama? Udah makan? " tanya Mama Rosa, kepala Evan yang berada di atas pangkuan Mama Rosa itu pun nampak menggeleng perlahan.
" Pagi tadi jam sembilan kalau nggak salah aku dateng. " jawab Evan.
" Ya udah ayo makan dulu, ini udah lebih dari jam makan siang. " jawab Mama Rosa, Evan langsung menggeleng.
" Kenapa? " tanya Mama Rosa kian penasaran dengan si Bengal yang jadi irit bicara ini, Evan pun kembali menggelengkan kepalanya.
" Raka mana? Bi Nani bilang kamu dateng sama Raka. " lanjut Mama Rosa bertanya kembali, Mama Rosa memilih mencari topik pembicaraan lain setelah melihat Putra Bungsunya ini masih enggan berbagi cerita kepadanya.
" Aku suruh istirahat di kamar tamu tadi, paling masih tidur. " jawab Evan seadanya, Mama Rosa pun mengangguk sambil terus mengusap lembut kepala Evan dan terus menatap Evan, dan tanpa diduga tak lama kemudian Evan nampak terlelap di atas pangkuan sang Mama.
Selama Evan terlelap, Mama Rosa pun tetap duduk di tempatnya sambil tetap memangku kepala Evan. Nampak guratan wajah sendu yang sesekali menghiasi wajah Nenek berparas lebih muda dari usianya ini. Memang tak dapat dipungkiri jika wajah dan perawakan dari Nenek dengan delapan Cucu ini memang masih terlihat cantik dan modis.
Kriiing... Kriiing... Kriiing...
Ponsel milik Mama Rosa yang masih berada di dalam tas itu nampak berdering. Mama Rosa pun langsung memindahkan kepala Evan dengan pelan dan perlahan karena ponselnya berada di atas meja yang letaknya sedikit jauh dari ranjang. Setelah berhasil memindahkan kepala Evan, Mama Rosa pun langsung mengambil ponselnya.
Trap... Trap... Trap...
Mama Rosa :
__ADS_1
Assalamualaikum, Sayang...
ucapnya menajwab panggilan telepon tersebut.
Rayne :
Waalaikum salam, Mam...
Mas Evan disana?
jawab Rayne yang ternyata menelepon dan langsung mempertanyakan keneradaan Suaminya.
Mama Rosa :
Iya, Sayang...
Suamimu disini.
jawab Mama Rosa.
Ini lagi tidur di kamar Mama.
lanjutnya.
Rayne :
Emmm, ya udah kalau gitu aku sama anak - anak langsung nyusul kesana sekarang.
jawab Rayne penuh kelegaan tapi tetap menunjukkan nada bicara biasa saja.
Mama Rosa :
Mama kangen kalian.
jawab Mama Rosa.
Ati - ati, ya...
Mama tunggu di rumah.
lanjutnya, Rayne yang di seberang telepon pun mengangguk, dan panggilan telepon keduanya ini pun terputus.
Tut... Tut... Tut...
Begitupun Rayne yang langsung mengatakan kepada Pasukan Krucilnya perihal keberadaan Evan itu langsung bergegas cepat menuju rumah utama Keluarga Kalandra. Mama Rosa yang baru saja menerima telepon dari Menantunya itu pun kembali meletakkan ponselnya kemudian keluar dari kamar.
Bruuum... Whuuussszzzhhh...
Trap... Trap... Trap...
Tak lama setelah Mama Rosa keluar dari kamar, Evan nampak mengerjapkan matanya. Evan langsung beranjak ke kamar mandi untuk buang air kecil, setelahnya ia juga langsung mencuci muka. Kemudian juga keluar dari kamar Mama Rosa.
Trap... Trap... Trap...
Setelah turun dari lantai atas, Evan mengambil minum di dapur kemudian tak sengaja melihat keberadaan Mama Rosa yang sedang bersama beberapa ART sedang berbicara di teras samping rumah. Evan hanya melihat Mamanya dari dapur kemudian Evan berjalan keluar rumah menuju kediaman Armaya yang berada tak jauh dari rumah utama Keluarga Kalandra. Tak lupa menyulut rokoknya sembari melangkah keluar.
__ADS_1
Trap... Trap... Trap...
" Selamat sore, Tuan Muda... " sapa Satpam penjaga gerbang di kediaman Keluarga Armaya, Evan hanya mengangguk sembari tetap melanjutkan langkah masuk ke dalam rumah.
Trap... Trap... Trap...
Ceklek.
" Astaga! Ngagetin aja! " pekik Mami Astri yang berbarengan dengan Evan untuk membuka pintu karena Mami Astri akan pergi bersama Papi Ardi, Evan langsung terkikik melihat ekspresi terkejut Mami Astri kemudian langsung mencium punggung tangan Mami Astri.
" Mami mau kemana? " tanya Evan yang masih saja terkikik.
" Mau jalan sama Papi... Ada janji sama Temen. " jawab Mami Astri seadanya sambil tetap memegangi dadanya yang berdehub kencang.
" Ayah ada, kan? " tanya Evan lagi.
" Ada... Lagi main catur sama Eyangmu di belakang. " jawab Mami Astri.
" Evan ke belakang ya, Mi... " pamitnya, Mami Astri pun mengangguk berbarengan dengan dimulainya kembali langkah Evan.
Trap... Trap... Trap...
" Sendirian aja, Pasukannya mana? " tanya Ayah Rudi yang tak lain adalah Ayah dari Rayne, Evan tak menjawab, hanya mencium punggung tangan Ayah Mertua juga Eyangnya bergantian.
" Udah selesai acaranya di Bali? " lanjut Ayah Rudi kembali bertanya, Evan turut duduk disana kemudian menyulut rokoknya.
" Udah, Ayah. " jawab Evan sambil menghembuskan asap rokoknya.
" Gadis hujan Eyang kemana? Kok kamu sendirian aja? " sela Eyang Alam mempertanyakan keberadaan Rayne.
" Evan dari rumah Mama. " jawabnya jujur meski melenceng dari pertanyaan, Ayah Rudi dan Eyang Alam pun mengangguk dan mengira jika Evan memang sendirian.
Trap... Trap... Trap...
" Loh, ada kamu Van... " ucap Bunda Sekar kaget, Ibunda Rayne yang berjalan ke arah mereka sambil membawa nampan yan berisikan dua cangkir minuman hangat di atasnya, Evan meletakkan rokoknya di asbak kemudian berdiri dan mencium punggung tangan Ibu Mertuanya setelah Ibu Mertuanya menyajikan dua cangkir minuman hangat itu kepada Ayah Rudi dan Eyang Alam.
" Bunda bikinin kopi dulu kalau gitu... " lanjutnya setelah Evan mencium punggung tangannya.
" Nggak usah, Bun... Join sama Ayah aja. " jawab Evan sambil nyengir, Ayah Rudi dan Eyang Alam pun langsung terkikik sambil geleng kepala.
" Oiya, Van... Zee kemarin kabarin Bunda, Zee bilang Mommynya hamil lagi... Terus dimana Rayne sama anak - anak, kok nggak ikut? " tanya Bunda Sekar yang melihat Evan hanya sendirian.
" Astaga, Bunda! Evan lupa! " pekiknya terkejut kemudian langsung berlari keluar rumah, tapi ketika ia berada di depan pintu keluar, ia kembali memutar badan dan kembali berlari ke arah teras belakang, ketiga orang tua ini nampak terlihat bingung.
Trap... Trap... Trap...
" Aku pinjem mobil. " ucap Evan dengan tergesa - gesa.
" Kuncinya di tempat biasa. " jawab Ayah Rudi, Evan pun kembali berlari tanpa penjelasan, ketiga Orang Tua ini pun semakin bingung dengan Evan yang nampak tergesa - gesa setelah tadi mengucap kata lupa, tapi Evan malah terlihat mengambil kunci motor di laci karena merasa dengan motor akan lebih cepat sampai.
Trap... Trap... Trap...
Sekar Reswara adalah Istri dari Rudiansyah Armaya, Orang Tua dari Rayne Ayyara Armaya. Kedua Orang Tua ini memiliki sepasang Putra - Putri yang tak lain adalah Richie dan Rayne. Tapi berhubung Kakak dari Ayah Rudi yaitu Ardiansyah Armaya dan Istrinya Danastri Carika Hardjanti yang tak lain adalah Mami Astri tidak memiliki keturunan sehingga sepasang Orang Tua ini pun memutuskan untuk mengangkat Richie sebagai anak setelah Ayah Rudi dan Bunda Sekar menyetujuinya. Dan Bunda Sekar sendiri, kini telah sehat kembali... Bunda Sekar yang sempat terkena serangan stroke setelah mendengar kepergian Rayne waktu dulu itu pun kini sudah kembali sehat dan bisa kembali beraktivitas dengan normal.
__ADS_1