Si Dingin Dan Si Barbar

Si Dingin Dan Si Barbar
Bab 157 - Meributkan Pisang


__ADS_3

Trap... Trap... Trap...


" Lexa pilih aja mau beli apa, nanti biar Mommy yang belikan karena ini akan dipakai seserahan buat kamu. " ucap Rayne oada Alexandra.


" Lexa apa kata Mommy saja... Lexa juga nggak tau musti beli apa. " jawabnya jujur dan memang tidak tahu harus membeli apa saja yang termasuk dalam seserahan yang dibilang oleh Rayne sebelumnya, ia juga tidak berani memilih sendiri karena takut jika dibilang memoroti keluarga Sultan.


" Ini ada tas, baju, sepatu, kamu pilih aja mau beli apa. Nggak usah sungkan. " jelas Rayne.


" Mommy mau carikan kaos sama dalaman Daddy dulu, nanti telepon Mommy aja kalau udah selesai. Setelah kamu belanja disini kita tinggal cari cincin buat kalian sama perhiasan buat kamu. " jawab Rayne menjelaskan.


" Semalem aku udah beli cincinnya, Momm... " sela Raynevandra, Evan yang semula nampak sibuk sendiri dengan ponselnya menoleh langsung ke arah Raynevandra beriringan dengan Rayne.


" Tabungan kamu banyak, Sayang? " tanya balik Rayne, Evan nampak terkikik samar.


" Ada, sih... Ya meskipun nggak banyak. Ya meskipun juga cincinnya biasa aja nggak kaya punya Mommy. " jawab Raynevandra seadanya sambil menggaruk tengkuknya yang sama sekali tidak gatal.


" Kode keras minta diamond. " bisik Evan pada Rayne tapi masih bisa didengar oleh Raynevandra juga Alexandra, Alexandra nampak semakin sungkan ketika Evan menyinggung perihal perhiasan berharga fantastis itu.


" Ya nggak papa kalau Lexa memang mau... Nanti kita lihat di toko perhiasan yang biasanya Mas Evan belikan buat aku. " jawab Rayne, Evan pun mengangguk.


" Nggak usah, Momm... Itu Ray udah beli. " sela Alexandra tak enak hati.


" Iya, lebih baik nggak usah... Ray kan juga udah beli cincinnya. " timpal Raynevandra.


" Gampang sudah nanti masalah cincin... Sekarang kamu temenin Alexa belanja dulu. Alexa juga nggak usah sungkan, seserahan itu memang sudah bawaannya calon Pengantin. " jelas Rayne pada Raynevandra dan Alexandra, sepasang Kekasih ini pun akhirnya menurut dan mereka berempat pun langsung berpisah arah setelah Rayne menyerahkan salah satu black card milik Evan kepada Raynevandra.


Trap... Trap... Trap...


" Dek... " panggil Evan yang sedang berjalan bersama Rayne.


" Apa, Masku? " jawab Rayne sambil menoleh menatap Evan.


" Lingerienya bagus... Beli, gih. " ucap Evan, Rayne langsung menoleh ke arah mata Evan tertuju karena sekarang mereka sudah berada di toko pakaian dalam.


" Nanti aja, Mas... Kita fokus sama pernikahan anak - anak dulu aja. " tolak Rayne.


" Satu aja buat nanti malem... " bujuk Evan sambil menampakkan puppy eyesnya, Rayne masih nampak menimbang, bukan karena tidak punya uang sebab Evan sekarang Pengangguran, tapi Rayne sedang berkonsentrasi pada seserahan Alexandra.


" Nanti belikan Lexa sekalian, Ray juga pasti suka. " lanjut Evan membujuk Istrinya dan mengumpankan Alexandra agar mau membeli lingerie yang masih terpajang di manekin itu dan Evan sudah membayangkan betapa sexy Istrinya jika nanti mengenakannya.


" Mereka itu masih kecil, nggak ngerti sama yang beginian. " sanggah Rayne.


" Kita berdua nggak ada yang tau, Adek... " jawab Evan kesal.

__ADS_1


" Cari ****** ***** sama kaos dalam Mas Evan dulu aja ayok. Kasihan anak - anak kalau nanti nunggunya lama. " ucap Rayne tegas dan langsung melangkah menuju pakaian dalam Pria, Evan oun membuntutinya meski dengan wajah yang terlihat kesal.


Trap... Trap... Trap...


" Mas... Lihat deh, ini lucu... " ucap Rayne sambil mengangkat sebuah ****** ***** bermodel boxer dengan gambar pisang.


" Kamu mau beliin Ray? " tanya Evan bingung.


" Beliin Mas Evan lah... " jawab Rayne sewot.


" Nggak mau! Yang polos aja. " protes Evan.


" Mas... Ayolaaah... Mau, ya? " rengek Rayne memanja.


" Nggak! " tolak Evan tegas.


" Nanti malem aku kasih dobel. " bujuk Rayne berjinjit dan berbisik di telinga Evan.


" Nggak mau! " ucap Evan yang tetap menolak dengan wajah kesal.


" Baby... Daddy nggak mau... " adu Rayne pada Bayi di dalam perutnya yang masih belum mengerti apa - apa itu sambil mengusap perutnya perlahan dan menampakkan wajah sedih, Evan langsung menyugar rambutnya kasar merasa frustasi jika harus memakai ****** ***** bergambar pisang tersebut.


" Nggak usah bawa - bawa anak... " cibir Evan.


" Baby kita belum ngerti, Dek... " jawab Evan.


" Ya udah, nanti jangan nyesel kalau Baby kita ileran gara - gara ini. " ketus Rayne dengan wajah yang masih cemberut.


Evan langsung mengambil sendiri beberapa buah ****** ***** ukurannya kemudian berjalan sendiri ke arah lingerie tadi dan membawa juga lingerie tersebut setelah dilepasnya sendiri dari manekin dan langsung membawanya ke kasir dengan beberapa lingerie bermodel lainnya juga. Sementara Rayne masih berdiam termangu di tempatnya berdiri, ia terus menatap Evan dengan wajah sendu dan mata berkaca - kaca. Sampai - sampai ia juga tidak sadar jika ****** ***** bergambar pisang itu sudah diambil alih Evan dari tangannya. Rayne akhirnya tersadar kala Evan yang sudah berdiri di depan meja kasir dan mengangkat ****** ***** bergambar pisang yang dipilih oleh Rayne sejak tadi. Wajah sendu itu pun berganti dengan wajah berbinar, Rayne langsung berjalan cepat ke arah Evan dengan senyum mengembang dan langsung membayar semuanya.


Trap... Trap... Trap...


" Sampai pagi! " bisik Evan penuh arti ketika keduanya sudah meninggalkan toko pakaian dalam tersebut.


" Tentu, Mas Sayang. As you want! " jawab Rayne nakal sambil meremas singkat pisang dalam bentuk lain yang tersimpan di dalam celana Evan, keduanya terkikik kemudian berjalan kembali ke tempat Raynevandra dan Alexandra semula.


Trap... Trap... Trap...


" Udah selesai belum, Sayang? " tanya Rayne kepada Rayenvandra dan Alexandra kala keduanya sudah bersama kembali dengan anak - anaknya.


" Udah... " jawab Rayenvandra sambil mengangkat beberapa paperbag untuk ditunjukkan kepada Mommynya.


" Aku juga beli sepatu pantofel tadi. " ucap Raynevandra lagi memberitahukan, Rayne pun mengangguk, Rayne paham dengan kebutuhan Putranya yang akan menikah.

__ADS_1


" Buat apa sepatu pantofel? " tanya Evan cengoh, setahu Evan memang Putranya itu tidak pernah memiliki dan bahkan tidak pernah mengenakan sepatu bermodel resmi.


" Masa iya nanti pas nikah mau paka sneakers. " jawab Raynevandra yang tak habis pikir dengan Daddynya.


" Hahaha... " Rayne langsung menertawakan Evan yang terlihat bodoh disana sementara Alexandra nampak menahan tawanya, Evan sendiri langsung melengos saking kepentok malu.


" Ya sudah, ayo sekarang carikan perhiasan buat Lexa. " ucap Rayne setelah selesai tertawa.


" Cari minum dulu, Momm... Aku sama Lexa haus. " ucap Raynevandra.


" Ya udah, kalian cari minum dulu. Daddy sama Mommy tunggu di toko perhiasan biasanya. " ucap Evan yang menjawab, mereka pun kembali bergegas.


Trap... Trap... Trap...


" Mas... Ini bagus nggak? " ucap Rayne bertanya memberitahukan pada Evan satu set perhiasan berlian tersebut.


" Tunggu anak - anak aja, aku nggak ngerti gimana kesukaan Lexa. Kalau Ray sih paati iya. " jawab Evan seadanya, Rayne pun mengangguk dan tetap memilih beberapa jenis model yang lain.


Trap... Trap... Trap...


" Minum dulu Momm, Dadd... " sela Alexandra memberikan masing - masing satu cup orange juice kapada calon Mertuanya.


" Makasih, Sayang... " jawab Rayne dan langsung mengambil alih satu cup orange juice di tangan kanan Alexandra.


" Maaf Dadd, jadi tangan kiri. " ucap Alexandra sungkan karena Evan mengambil yang ada di tangan kirinya, Evan langsung menyeruputnya dan mengusap lembut kepala Alexandra sejenak, Raynevandra nampak tersentuh melihatnya.


" Lexa Sayang pilih dulu mau yang mana... Ini semua model terbaru. " ucap Rayne menjelaskan dan menyodorkan beberapa model perhiasan bertahtakan berlian ke hadapan Alexandra, Evan pun langsung menepi agar Alexandra bisa mendekat.


" Aku terserah Mommy aja. " jawab Alexandra sungkan, ia tahu diri, ia juga tahu jika harga perhiasan tersebut tidaklah murah maka dari itu ia menyerahkan kepada Rayne untuk memilihkan untuknya.


" Yang ini aja deh, Momm... " sela Rayevandra memilih satu set perhiasan mewah tersebut yang terlihat paling mewah disana dan itu tadi adalah yang sudah ditebak oleh Evan, ternyata memang Raynevandra memilihnya.


" Anaknya Mas Evan beneran ini mah... " ucap Rayne sambil menoleh dan tersenyum sekilas pada Evan yang suka jika Istrinya mengenakan perhiasan bermodel mewah.


" Mas Evan versi mini dong... " jawab Evan sambil tersenyum senang dan mengacak kasar rambut Raynevandra.


" Saya ambil yang ini ya, Mbak... " ucap Rayne dan kembali menyodorkan satu set perhiasan tersebut kepada Penjaga Toko.


Penjaga Toko itu pun segera mengemasnya dan memberikan kepada Rayne setelah Raynevandra membayarnya dengan black card yang sebelumnya diberikan oleh Rayne. Dan Raynevandra langsung mengembalikannya setelah pembayaran perhiasan untuk Alexandra beres. Mereka pun langsung bergegas untuk pulang.


Trap... Trap... Trap...


Bruuum... Whuuussszzzhhh...

__ADS_1


__ADS_2