
Seperti yang dikatakan oleh Rayne kemarin, Raynevandra dan Alexandra pun kini sudah langsung bergegas menuju ke galeri milik Rayne setelah keduanya pulang sekolah.
Trap... Trap... Trap...
" Ray... " panggil Raka yang tak sengaja berpapasan dengan Raynevandra di parkiran kantor Gamyaraa Media, hanya Raynevandra yang berani memarkirkan mobilnya di tempat parkir khusus yang selalu ditempati oleh Evan.
" Hai, Uncle... " balasnya sambil salim kepada Raka, Alexandra pun mengikutinya.
" Uncle duluan. Udah ditungguin Daddymu di rumah. " jawab Raka kemudian menepuk bahu Raynevandra dan langsung bergegas, Raynevandra dan Alexandra pun juga langsung bergegas masuk menuju galeri.
Trap... Trap... Trap...
Trap... Trap... Trap...
Ceklek...
" Eh, anak - anak Mommy udah dateng... " ucap Rayne kaget kala Raynevandra baru saja membuka pintu ruang kerjanya dan langsung masuk sambil bergandengan mesra dengan Alexandra, Rayne sedang mendiskusikan model gaun pengantin untuk Alexandra dengan Noela Istri Raka.
Bruggghhh!!!
" Ya Tuhan, Ray... Aunty nggak nyangka kamu benar - benar akan menikah secepat ini... " ucap Noela yang langsung menghamburkan diri untuk memeluk Raynevandra penuh haru, Alexandra seolah tersisihkan disana.
" Perasaan baru kemarin kamu sama Arkana lahir dengan rentan waktu yang hampir bersamaan, kalian main sama - sama... " ucap Noela dengan mata berkaca - kaca.
" Mungkin memang sudah digariskan, Aunty... " jawab Raynevandra sambil tersenyum, Noela terus menatap penuh haru kepada Raynevandra meski pelukan mereka tanpa terasa telah terurai dan Raynevandra kembali menggenggam mesra tangan Alexandra.
Cup...
Raynevandra berpindah mencium punggung tangan serta mengecup singkat bibir Rayne setelah sebelumnya juga sudah salim dengan Noela, Alexandra pun senantiasa ikut membuntut salim kepada Noela juga Rayne.
" Yang tadi Papanya, yang ini Mamanya Arkana... " ucap Raynevandra memperkenalkan Noela pada Alexandra, Noela yang semula tak begitu menyadari sosok Alexandra pun langsung menoleh cepat.
" Ini Alexandra, kan? " tanya Noela dengan wajah yang sudah berpindah kaget, Alexandra pun mengangguk sambil tersenyum.
" Loh... Gue kirain Pacarnya Devandroe loh Alexandra ini, Bu Presdir... " ucap Noela kepada Rayne, Rayne langsung terkikik sambil geleng kepala sementara Alexandra nampak celingukan tak enak di depan Raynevandra yang sudah jelas menampakkan kecemburuannya.
" Jangan ngawur. Itu udah diisi kembar. " jawab Rayne sambil terkikik mendengar ucapan Noela.
" Lah emang bener Gue kira Devandroe sama Alexandra emang Pacaran... " jawab Noela lagi, Rayne hanya tersenyum sambil terus geleng - geleng kepala.
" Makanya Gue kaget banget kalau ternyata calon Istrinya Ray ini Alexandra. Patah hati dong Devandroe... " imbuhnya dengan wajah yang dibuat sok menyendu.
" Mereka cuma teman sekolah, Bu Raka... Nggak akan ada yang patah hati. " sanggah Rayne, Noela pun tetap mengangguk meski tetap merasa perhatian Devandroe untuk Alexandra berbeda.
" Alexa kok nggak pernah main ke rumah Arka lagi, Sayang? " tanya Noela pada Alexandra.
" Iya, Tan... Aku udah pindah sekolah soalnya. " jawabnya seadanya.
__ADS_1
" Oh pantesan, perasaan pagi tadi Arkana juga nggak pakai seragam kaya gini makanya Aunty bingung lihat seragam kamu samaan sama Ray. " jawab Noela kikuk, Alexandra hanya tersenyum.
" Jadi Alexa sering ya main kesana, Noe? " sela Rayne bertanya.
" Setiap ada tugas kelompok kan selalu dikerjain di rumah, Bu Presdir... " jawab Noela.
" Aku ketemu mereka ya waktu siang hari pas jam istirahat aku nyempetin pulang. " lanjutnya, Rayne nampak serius mendengarkan.
" Ehhh... Nggak taunya jodohnya di sebelah rumah. " lanjutnya sambil terkekeh, Rayne pun ikut tersenyum, begitu pula Alexandra, sementara Raynevandra hanya diam saja tanpa ada yang menyadari kecuali Alexandra.
" Mana gaunnya? " tanya Raynevandra to the point agar dua Ibu di hadapannya itu tidak berbicara terus.
" Ini, ayo sekalian dicoba langsung. " ucap Rayne dan langsung bergegas diikuti ketiganya.
Trap... Trap... Trap...
" Wedding conceptnya apa, Bu Presdir? " tanya Noela.
" Tanya anaknya itu... " jawab Rayne sambil menunjuk Raynevandra dan Alexandra dengan dagunya.
" Nggak ada... Nikah sederhana aja. " jawab Raynevandra malas.
" Gonjang ganjing nanti dunia perbisnisan kalau sampai kecium Media, Mantan Presiden Direktur Kalandra Group mendadak mantu. " lanjutnya logis juga serius meski ucapannya seperti sedang bercanda.
" Evan masih belum mau balik kantor, Rayne? " tanya Noela serius.
" Tapi meskipun sederhana harusnya ada konsepnya, Sayang... " ucap Noela kembali berbicara dengan Raynevandra.
" Ray nurut aja, orang acaranya cuma ijab qobul. " jawab Raynevandra pasrah.
" Emmm... Ray... " panggil Alexandra kikuk, Raynevandra beserta Rayne juga Noela langsung menoleh bersamaan.
" Kalau aku pengen nikahnya di lapangan basket gimana? Boleh, nggak? " tanyanya kikuk tapi tetap berbicara jujur menyampaikan keinginannya.
" Aku tau pernikahan kita nggak akan digelar secara mewah, secara besar - besaran... Tapi setidaknya meskipun sederhana aku pengen pernikahan kita berkesan. " jelasnya jujur menyampaikan isi hatinya.
" Kalau di lapangan basket nanti banyak yang lihat, Baby... " tolak Raynevandra.
" Lapangan basketmu di rumah dikemanain? Udah diratain sama tanah? " tanya Noela dengan membelalakkan matanya.
" Eh, iya... Lupa kalau punya lapangan basket. " jawab Raynevandra sambil nyengir, Rayne dan Noela langsung geleng kepala, sementara Alexandra nampak kian sumringah.
" Lexa coba bicarakan dengan Mami dan Papi dulu ya, Sayang... Soalnya kalau akad nikah itu biasanya di rumah mempelai Perempuan. " sela Rayne memberikan pertimbangan.
" Aku udah ngomong sama mereka kok, Momm... Mereka terserah aku sama Ray aja. Mereka cuma minta cari lapangan basket yang indoor aja. Tapi kalau di rumah Mommy ada lapangan basket ya udah disana aja nggak masalah. Nggak bakalan ada yang tau juga kalau di area rumah. " jawab Alexandra, Rayne pun mengangguk sembari berpikir.
" Enak bener nasib Lo, Bocah... Nikah nggak pakai bayar gedung, EO punya Daddy Lo sendiri, perintilan - perintilannya juga dari galeri Mommy Lo. Nikah gratis kalau ini mah ceritanya... " sahut Noela meledek.
__ADS_1
" Alexa minta mahar diamond aja biar si Bocah bengal ini modalan dikit. " lanjutnya meledek Raynevandra, Alexandra hanya tersenyum tipis.
" Arkana nikahin sekalin deh kalau Aunty iri sama aku... Pasti digratisin juga kok sama Daddy sama Mommy. " jawab Raynevandra sambil terkikik, membalas ledekan Noela.
" Ya ampun, anaknya Evan! Pinter banget jawab, sumpah. " pekik Noela sambil geleng kepala, Rayne hanya tersenyum.
" Bisa berubah jadi Daddymu nanti Uncle Kaka kalau anak kesayangannya mendadak nikah. " sanggah Noela.
" Kateringnya aja ini yang belum... " sela Rayne lagi.
" Mommy kaya mau undang ribuan orang aja pakai katering... Palingan yang dateng juga orang itu - itu aja. " jawab Raynevandra sambil memainkan ponselnya tanpa menatap Rayne.
" Gerombolannya Daddy sama Istri dan anak - anaknya itu aja palingan tamunya selain keluarga kita sama keluarga Alexa. " lanjutnya, Noela nampak terkikik.
" Kalau makanan oke lah Ray kita masak sendiri... Kue nya kan belum ada. " jawab Rayne.
" Ya udah terserah Mommy aja. " jawab Raynevandra pasrah.
" Makanan sama kue katering aja. Nanti mulutnya Evan ngomel nggak berhenti - berhenti kalau Istrinya yang lagi hamidun ini mondar - mandir ke dapur liatin Pembokat masak. " ucap Noela memberikan saran.
" Biar Gue yang urus soal itu. Sekarang Lo lanjutin fitting bajunya mereka berdua aja. " lanjut Noela, Rayne pun mengangguk.
" Makasih, Sayang... Disaat semua orang pasti akan menghujat kami atas keadaan ini tapi kamu tetap support aku. " ucap Rayne yang langsung berhambur memeluk Noela.
" Aku sama Raka akan selalu ada untuk kamu dan Evan. " jawab Noela kemudian mengurai pelukan keduanya.
" Aku langsung carikan katering sekarang, ya... Nanti kabarin aku jadinya tanggal berapa. " ucap Noela lagi, Rayne pun langsung mengangguk kemudian Noela langsung bergegas keluar dan Rayne pun kembali fokus pada pakaian Pengantin Putra - Putrinya.
Trap... Trap... Trap...
" Ini bagus, Sayang... Ini semua desain terbaru. " ucap Rayne menunjukkan sebuah gaun kepada Alexandra.
" Kalau aku minta yang modelnya nggak terlalu glamour boleh nggak, Momm? " tanya balik Alexandra.
" Ini, mau? " tawar Rayne menunjukkan model lainnya.
" Bagus nggak, Pa? " tanya Alexandra meminta pendapat Raynevandra.
" Aku terserah aja... Kamu didandanin kaya apa juga tetep cantik di mata aku. " jawab Raynevandra, wajah Alexandra langsung memerah tersipu, sementara Rayne langsung geleng kepala melihat kembaran Suaminya.
" Papa Ray persis Daddy banget ini... " goda Rayne sambil terkikik.
" Ngeledek ceritanya Istrinya Mas Evan ini... " cibir balik Raynevandra, Alexandra nampak semakin tersipu malu.
" Ini pilihan - pilihan yang sudah Mommy siapkan... Kamu pilih aja mau yang mana. Jangan sungkan. " ucap Rayne yang sudah kembali serius, Alexandra pun turut memasang wajah serius meski sebenarnya dalam hatinya sungkan karena disuguhi dengan berbagai model gaun pengantin nan indah dan mewah bertabur permata dengan kisaran harga puluhan hingga ratusan juta tentunya.
__ADS_1