
" Kumpulkan seluruh jajaran Direksi juga para Pemegang Saham, serta para Petinggi Perusahaan. Kita adakan meeting pagi ini. Jam sembailan tepat kita meeting. " tegas Evan pagi ini setelah memanggil Jovanka dan Davi ke ruang kerjanya.
Pagi - pagi sekali Evan sudah sampai di kantor Kalandra Group untuk berkemas, mengemasi barang - barang pribadi di dalam ruangannya dan kini mentitahkan kepada Jovanka dan Davi untuk melaksanakan meeting mendadak. Jovanka dan Davi nampak saling pandang sesaat kemudian berpindah menatap bingung pada Evan. Setelahnya, kedua Asisten kepercayaan Kalandra Group ini pun langsung menganggukkan kepala dan membungkuk memberi hormat kepada Evan sebelum keduanya beranjak melaksanakan tugas.
Trap... Trap... Trap...
" Mau meeting apaan sih masih pagi gini? Tumben, Pak Evan... " tanya Jovanka penasaran, keduanya sedang berjalan menuju ruang kerja masing - masing, Davi hanya menggedigkan bahunya karena memang tidak tahu.
Tak lama kemudian, Evan juga nampak berjalan keluar dari ruang kerjanya setelah kedua Asisten itu keluar. Langkah tegap Evan menuju parkiran khusus Petinggi Kalandra Group kemudian pergi dengan mengendarai mobilnya.
Trap... Trap... Trap...
Bruuum... Whuuussszzzhhh...
Tanpa terasa, laju kendaraan mewah yang dikemudikan oleh Evan itu pun terhenti di rumah Raka, rumah Raka bersebelahan dengan rumah Evan. Setelah memarkirikan mobilnya, Evan langsung masuk ke dalam rumah Raka.
Trap... Trap... Trap...
" Raka! " teriak Evan kala kakinya sudah masuk ke dalam rumah Raka sembari terus berjalan menyusuri rumah mewah tersebut untuk mencari Penghuninya.
Trap... Trap... Trap...
" Tumben, pagi - pagi kesini... " ucap Noela yang baru saja menghampiri Evan yang langkahnya sudah sampai di ruang keluarga.
" Raka mana? " tanya Evan langsung.
" Baru aja berangkat. " jawab Noela karena memang Raka baru saja berangkat menuju kantor Gamyaraa.
" Lo semalem kemana? Anak - anak Lo sama Rayne panik nyariin. " tanya Noela karena semalam Raka juga ikut mencari Evan.
" Di rumah. " jawab Evan datar seolah tak terjadi apa - apa, kening Noela nampak berkerut.
" Lah kalau Lo di rumah ngapain mereka pada bingung nyariin Lo? Jam empat pagi Laki Gue baru pulang ikutan nyariin Lo. " tanya Noela kian penasaran dengan pencarian Evan.
" Gue mau nyusul Raka. " jawab Evan tak sesuai topik kemudian langsung bergegas tak memperdulikan lagi kebingungan Noela.
Trap... Trap... Trap...
Bruuum... Whuuussszzzhhh...
__ADS_1
Trap... Trap... Trap...
Rayne pagi ini pun bergegas menuju kantor Gamyaraa setelah sebelumnya menghubungi Raka untuk mengajaknya berbicara mengenai kepergian Evan. Jadi, Raka yang sudah terlebih dahulu sampai di Gamyaraa masih menunggu Rayne yang belum datang di ruang kerjanya.
Ceklek...
Trap... Trap... Trap...
Evan yang ternyata sampai di kantor Gamyaraa terlebih dahulu langsung menuju ruang kerja Raka. Evam berlari karena sudah tak sanggup lagi menahan gejolak di dalam perutnya. Jadi setelah membuka pintu ruang kerja Raka, Evan langsung berlari ke kamar mandi. Raka yang menatap Evan nampak bingung karena Evan yang semalaman dicarinya tiba - tiba saja muncul di ruang kerjanya.
Hoek... Hoek... Hoek...
Evan memuntahkan isi perutnya yang kosong belum terisi makanan itu pun di wastafel yang ada di depan kamar mandi ruang kerja Raka. Kebingungan Raka buyar kala mendengar suara Evan yang sedang muntah - muntah. Raka langsung menghampiri Evan tapi Evan nampak sudah selesai dan sedang berdiam menetralkan dirinya. Keduanya pun kembali berpindah ke ruang kerja Raka.
Trap... Trap... Trap...
" Gantiin Gue di Kalandra. Biar Gamyaraa Gue yang pegang lagi. " ucap Evan langsung, wajah bingung itu pun kembali menghiasi wajah Raka pagi ini karena Evan lagi.
" Lo kenapa? " tanya Evan tak sabar karena Raka masih diam tercengang.
" Mak...sud...nya, Mas? " tanya Raka terbata.
" Memangnya Mas Evan kenapa? " tanya Raka penasaran dan tak langsung mengiyakan perintah Evan kali ini.
" Mama nyuruh Gue mundur. " jawab Evan jujur.
Tok... Tok... Tok...
Raka masih mencerna ucapan Evan, tapi ketukan pintu di ruang kerjanya membuatnya berdiri dan segera membukakan pintu tersebut.
Ceklek...
" Raka... " panggil Rayne yang baru saja datang, wajah Rayne terlihat pucat, matanya juga masih terlihat sembab, Evan yang sangat hafal dengan suara Istrinya itu pun langsung berdiri kemudian berjalan ke arah pintu untuk keluar, Evan masih merasa marah dengan Rayne.
Trap... Trap... Trap...
" M...a...sss... " ucap Rayne kaget melihat Evan berjalan melewatinya begitu saja sambil mengusap kilat perutnya, Evan menyapa si jabang bayi tanpa menyapa Ibunya, Raka jadi celingak - celinguk bingung melihat keduanya.
Trap... Trap... Trap...
__ADS_1
" Mas Evan, tunggu! " pekik Rayne dengan mata berkaca - kaca sambil mengejar Evan, Raka pun jadi mengikuti mereka berdua.
Trap... Trap... Trap...
Ceklek...
Trap... Trap... Trap...
Hiks... Hiks... Hiks...
Evan yang ternyata masuk ke dalam ruang kerjanya di Gamyaraa nampak berdiri menatap keluar jendela lebar ruangan tersebut, jas yang semula dipakainya sudah nampak tersampir di atas sandaran kursi kebesarannya, Rayne yang mengejarnya langsung memeluk Evan dari belakang. Tangisnya kembali tumpah, tapi Evan tetap diam tak memperdulikan. Hingga akhirnya setelah beberapa saat pelukan itu pun dilepaskan Evan begitu saja kemudian Evan berpindah duduk pada kursi kebesarannya. Rayne pun tak patah arang untuk mengejarnya.
Trap... Trap... Trap...
Hiks... Hiks... Hiks...
" Ampun, Mas! Ampuni aku... " lirih Rayne terisak di atas kaki Evan yang sedang disampirkan ke atas meja kerjanya.
" Maafin Mommy, Dadd... " lirih Rayne kian terisak sembari memeluk kaki Evan yang berselonjor angkuh di atas meja.
" Lepas! " ucap Evan datar, tak mungkin juga Evan mengibaskan kakinya begitu saja meski sebenarnya hatinya masih berbalut amarah, pasti Rayne akan terjungkal kalau Evan melakukannya dan itu berbahaya untuk benih kecilnya yang masih berada di dalam perut Rayne, Rayne langsung menggeleng - gelengkan kepalanya menolak, tak mau membiarkan Evan pergi lagi, tapi Evan menarik kakinya perlahan meski Rayne tetap memegang kaki jenjangnya dengan begitu erat.
" Mas mau kemana? Kita harus bicara. " ucap Rayne memberanikan dirinya kala Evan sudah berdiri dan sepertinya akan pergi lagi.
" Mau cari Mantan yang mau diajak pelukan. " jawab Evan menyindir seenaknya kemudian langsung pergi dari sana tanpa menoleh sedikitpun, tubuh Rayne pun langsung luruh ke bawah, dan Raka yang sedari tadi disana menjadi penonton pertunjukan Rayne dan Evan pun langsung menghampiri Rayne.
Trap... Trap... Trap...
Hiks... Hiks... Hiks...
" Bangun dulu, Kak... Duduk di sofa aja. " ucap Raka mengajak Rayne berpindah.
" Mas Evan, Raka... " lirih Rayne dengan terisak dan masih terduduk di lantai.
" Iya, Kak... Nanti Kak Rayne bisa bicara lagi dengan Mas Evan. Sekarang Kak Rayne pindah dulu ke sofa. " jawab Raka, Rayne pun akhirnya menyetujui dan pindah duduk ke sofa dengan dibantu Raka.
Trap... Trap... Trap...
__ADS_1